Tak selang beberapa lama ia mengaduk teh, lanjut saja Anin berjalan menuju sang papa di ruang tamu.
"Dek?" Panggil papanya.
Anin duduk disamping Tio, agar lebih bisa berkomunikasi lebih lanjut secara berdekatan oleh papanya.
"Adek dengerin papa dulu ya," Papa Anin segera memberitahu tentang ide Tio barusan yang menurutnya sungguh aneh level max.
"loh, loh.. Sejak kapan papa terinfeksi virus zombie dari Om Tio?" ucap Anin tidak setuju dengan apa yang diinginkan papanya itu.
"Anin dengerin dulu!" sentak papanya, yang membuat Anin terdiam. papa menjelaskan bahwa rumah Tio itu terdapat ruangan terpisah membedakan rumah kamu dan dia. Sebut saja ada dua rumah yang berdempetan di satu pembatas antara rumah Tio dan tengga lainnya.
Tidak mesti serumah, karena Tio sudah tau Anin tidak akan suka jika tinggal dalam satu atap dengannya. Lagi pula mereka lawan jenis.
Tapi jika sesuatu terjadi Tio tidak dapat menghalanginya untuk tinggal satu atap bersama gadis itu.
"Ya tetap sama aja pah, kan satu halaman," jawab Anin yang merasa ia akan bosan jika melihat muka Tio setiap keluar rumah.
"Nin, aku ngak mungkin gangguin kamu kok walau rumah kita berdempetan," saut Tio meyakinkan.
"Eh om-om berwajah anime! Gimana kalau Jefrey lihat? Apa ngak disangka selingkuh gue," oh astaga sepertinya Anin sudah keceplosan, ia hanya berniat mengatakan dalam hati tapi...
"Oh jadi masalahnya si Jefrey? Ya sudah nanti papa bilangin ke dia kamu tinggal bareng.." ucap papa
"Eh papa ngak usah!" potong Anin, dia ngak mau kalau Jefrey tau dari orang lain. Yang ada tambah rumit masalahnya! Biar saja dari Anin dia tau.
"Kalau cuma itu sih gampang Nin, dia kuliah di SNU kan?" bisik Tio sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kok lu tau sih?" ucap Anin.
"Jadi, gimana?" tanya Papa Anin sambil menyesap Teh.
"Ya.. Oke.. Anin bakal turutin kemauan papa!" kata Anin.
Anin hanya malas menjawab ucapan papanya karena sudah pasti tidak dapat terbantahkan, lagi pula ada pendukung nomor satu dari sisi papa disini.
"Emang kamu yang mau kan kerja di Itaewon, Seoul," papa menjawab, Anin hanya pasrah dan menganggukkan kepalanya.
Mereka sekarang bertempat tinggal di Gwanak-gu, sangat jauh dengan Itaewon, Anin harap Jefrey bisa lebih mengerti dirinya seperti dahulu. Anin pikir ia akan dipekerjakan oleh papanya di Gangnam, Seoul.
Namun sepertinya perjalanannya kurang mulus, ia memberi tahu Jefrey bahwa ia akan bekerja di Gangnam Seoul yang berdekatan dengan Kampus Jefrey, itu saja sudah membuatnya kesal. Menurutnya itu sudah jauh karena rumah mereka berdua hanya terpisah beberapa gang sehingga Jefrey dengan mudah menghampiri Anin. Tidak serta merta berpindah tempat tinggal seperti yang diinginkan Anin saat berkhayal bisa bekerja di Gangnam.
"Iya paaa... Udah kan? Anin mau ke kamar," ucap Anin yang langsung saja berlalu menuju kasur empuk yang hangat.
Anin berlalu menuju balkon setidaknya ia masih bisa menghirup udara segar di Myeongdong malam ini, tanpa banyak butuh waktu untuk disesalkan.
Dengan segala macam pertengkaran terjadi di antara Anin dan Jefrey membuatnya memutar otak bagaimana cara membujuk sang empu agar menyetujuinya.
Jefrey sama seperti Anin ia keras kepala. Namun, kehidupan sangat kejam terhadapnya. Karena orang tua yang selalu melampiaskan pertengkaran mereka kepada sang anak membuat anak itu dipukuli hingga terkena gangguan mental sampai berobat pada psikiater.
Jefrey dengan mudah menutupi segalanya dari Anin, entah kenapa ia selalu terlihat baik-baik saja saat bersama dengan gadis mungil itu. Hati Jefrey mulai luluh pada sebuah berlian kecil yang sejak beberapa tahun ini selalu merangkul tangannya.
Berlian itu Anin, cukup jelas ia sangat menyayangi Anin tanpa terkecuali. Jefrey akan cerita apa pun yang kini, nanti, maupun masa lalu kepada Jefrey. Yap, seperti yang kukatakan dia tidak akan pernah menceritakan tentang sang mama tercinta.
.
"Ya sudah om, saya juga ikutan pamit. Soalnya udah malem ini besok juga kita bakalan landing di Itaewon," ucap Tio sambil bersalaman tangan dengan Sang calon mertua.
"Titip salam buat si cantik ya om," kata Tio sambil nyengir kuda, dan di balas dengan gelengan ala bapak-bapak keheranan.
Papa Anin sebut saja Alberto Niel Saguna, memang sudah tau Tio suka pada anak gadis semata wayangnya itu. Namun Alberto tidak bisa melakukan apapun tergantung dengan kehendak Anin, Apabila Anin menyukainya ia pasti akan memberi restu, jika Anin lebih memilih pria lain ya mana boleh buat.
Sekarang hidup Anin ada di tangannya sendiri, Albert tidak akan melakukan hal-hal yang bisa menyakiti Anindya. Menurutnya Anin harus bisa mandiri dan tidak bergantung pada orang tuanya lagi.
......................
Setelah Tio keluar rumah Alberto sang pengusaha Top 10 langsung saja ia melirik ke atas melihat Anin yang sedang termanggu di atas balkon.
'Sedikit lagi, tunggu sebentar lagi' gumam Tio di dalam hati.
Tio memasuki mobil Sport Lamborghini dan sedikit membuka kaca jendela yang menutupi pandangannya kepada sang terkasih. Tak lama ia keluar dari pekarangan rumah dengan cepat dan membunyikan klakson tanda dia akan pergi.
"Tio ini sebenarnya siapa sih? Seperti kakakku saja," ucap Anin yang melihat mobil Tio melaju kencang.
Lihatlah rambut acak kadulnya itu seperti orang gila yang baru datang ke rumah setelah pergi bertahun-tahun.
Banyak sekali umpatan dari Anin untuk Tio yang kini menjalankan mobil dengan tenang.
"Dari pada kakakku dia lebih seperti Om-Om yang haus akan wanita,"
"Lihat saja cara dia menggodaku, ew.. Menjijikan," dengus Anin saat membayangkan kejadian barusan terjadi.
Apakah Tio tidak memiliki seseorang yang ia sukai? Bagaimana dengan sifat anehnya itu! Anin rasa ngak mungkin dia memiliki kekasih.
Orang seperti Tio sungguh patut di kasihani oleh Bidadari sepertinya, pikir Anin.
Anin yang melamun kini membuka hp yang berisikan nontifikasi dari Jefrey, terlihat video Jefrey yang sedang mabuk dengan para teman-temannya. Sungguh suatu hal yang mengejutkan.
"Apa-apaan ini?" ucap Anin terkejut melihat apa yang telah dilakukan oleh seseorang di video tersebut.
Jefrey mabuk? Tidak mungkin terjadi hal seperti ini jika tidak ada apinya.
Tentu saja Anin akan menghajar orang yang habis-habisan mencelakai Jefrey tapi ia tidak menyangka akan terjadi hal semengejutkan seperti ini.
Padahal Jefrey pernah berkata, ia tidak akan mabuk walau Anin memutuskannya. Apa dia berubah?
💬Send video 1
Anin membuka Video yang berisikan Jefrey kedua kalinya, tapi ini berbeda! teman-temannya terlihat sedang menanyakan Jefrey tentang Anin. Hey what?
...--------TBC--------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
The Scorpion's
ditunggu up nya kak, gak perlu crazy up yang penting konsisten aja
2024-03-04
1