Bab 16

“Begitukah? Tapi mas kan kerjanya relatif ringan, hanya duduk berhadapan dengan laptop dan mendesain. Bukan pekerjaan kasar yang membutuhkan tenaga lebih banyak seperti misalnya kuli bangunan.” Firansyah mulai curiga, karena apa yang dibilang oleh Lilith sepertinya tidak masuk di akal Firansyah, jadi dia mencoba untuk menanyakan.

“Meskipun mendesain, bukan seperti kuli bangunan yang tak perlu berpikir keras. Tapi mendesain kan juga perlu kemampuan untuk berpikir dan berkreasi dengan lebih banyak mas. Belum lagi kedua mata harus fokus terus ke layar monitor selama berjam-jam. Jari-jari tangan mengetik keyboard dan menggerak-gerakkan mouse sepanjang hari. Itu juga sangat melelahkan mas,  apabila dilakukan dalam waktu yang lama.” Lilith mencoba mengalihkan pemikiran Firansyah dari kuli bangunan ke pekerjaan Firansyah supaya Firansyah terhasut oleh pemikiran Lilith.

“Hmmm… Benar juga apa yang kamu bilang, sayang. Kamu tidak hanya sangat cantik, tapi juga pintar.” Firansyah akhirnya terhasut oleh pemikiran Lilith sehingga tidak lagi curiga.

“Mas bisa aja.” Lilith tersipu malu dipuji oleh Firansyah, tapi di dalam lubuk hatinya dia bilang, ‘Hahaha! Bodoh sekali kau Firansyah, dengan mudahnya kau terhasut dan teralihkan pikirannya, aku memang pintar!’

...***...

Sambil menyusui Safira, Sarah memikirkan bagaimana cara yang lebih mudah agar bisa terhindar dari serangan iblis dan sekutu-sekutunya. Apabila menggunakan kekuatan lingkaran cahaya putih lagi akan membutuhkan energi dan kekuatan yang sangat besar, jadi untuk bisa mengeluarkan kekuatan dan energi yang sebesar itu membutuhkan amunisi yang sangat banyak, berupa makanan dan minuman dalam jumlah sangat besar. Terus terang itu sangat melelahkan bagi Sarah yang tubuhnya belum pulih sepenuhnya. Di tempat robekan jalan lahir Sarah saja masih terasa sakit bila digerakkan, ditambah dia juga menyusui. 

Karena kebingungan menemukan cara yang tepat supaya tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan kekuatan, Sarah mencoba untuk menghubungi Starla melalui kalungnya. Tapi sebelum itu, Sarah harus menghentikan waktu dulu untuk sementara paling tidak selama satu jam. Supaya Sarah bisa lebih banyak mendapatkan informasi dari Starla. Menghentikan waktu juga membutuhkan tenaga dan kekuatan, namun tidak sebesar apabila membuat lingkaran cahaya putih, jadi Sarah merasa masih sanggup melakukannya tanpa perlu memakan banyak makanan dan minum banyak air.

Safira terlihat sudah mulai kenyang, menyusui tidak sekencang sebelumnya. Di saat Fira sudah terlihat mulai tertidur. Sarah dengan perlahan melepas mulut Fira dari pu***g pay***ra Sarah. Kemudian Sarah memanggil Santi, minta tolong untuk meletakkan Fira di ranjangnya.

Santi segera menghampiri Sarah dan dengan hati-hati mengambil Fira dari tangan Sarah, menggendong Fira sebentar hingga Fira tertidur pulas, lalu meletakkan Fira dengan perlahan ke ranjang Fira yang ada di sebelah kiri kasur Sarah.

Sarah juga memanggil Bik Surti, minta tolong untuk mencarikan susu almond di RS Yalro, atau di toko sekitar RS Yalro sambil memberikan uang 200.000 ke Bik Surti, karena susu almond salah satu khasiatnya bisa merangsang hormon produksi ASI dan membantu melengkapi nutrisi ibu menyusui.

Di saat Santi meletakkan Fira ke ranjangnya dan waktu Bik Surti keluar kamar untuk mencari Susu almond. Sarah mulai duduk bersila dan mengeluarkan kekuatannya untuk menghentikan waktu sementara sampai sekitar satu jam lamanya. Proses penghentian waktu tersebut mengeluarkan kekuatan yang cukup besar sehingga membuat dahi dan leher jenjang Sarah berkeringat. 

Setelah waktu berhenti, Sarah menyeka keringat di dahinya lalu menekan batu putih di tengah kalung yang sudah dia gunakan. Batu putih itu menyala, lalu Sarah coba mengetesnya dengan mengatakan, “Halo, Dewi Starla, apakah dengar suara saya?”

Dewi Starla melihat bagian tengah kalungnya bersinar, lalu terdengar suara Sarah dari kalung Starla, kemudian Starla membalas, “Iya halo juga Sarah, aku dengar suaramu dengan jelas, ada apa Sarah?”

“Begini Dewi, kemarin ada pasukan bayangan hitam yang mau menyerang saya dan bayi saya. Syukurlah saya berhasil membuat lingkaran cahaya putih berdasarkan informasi yang saya baca dan praktikkan di buku putih punya Dewi, akhirnya bisa memusnahkan mereka. Namun membuat lingkaran cahaya putih membutuhkan kekuatan dan energi yang sangat besar, sehingga membuat saya sangat kelelahan, ditambah saya harus menyusui anak saya juga. Bagaimana caranya untuk bisa terhindar dari serangan iblis dan sekutu-sekutunya, tanpa mengeluarkan kekuatan yang sangat besar, Dewi?”

“Sarah, kamu hebat juga sudah bisa memunculkan lingkaran cahaya putih yang berhasil memusnahkan pasukan bayangan hitam. Kamu luar biasa Sarah!. Aku tahu itu pastinya sangat melelahkan ditambah kamu sedang masa menyusui. Kalau misal kamu ingin memusnahkan iblis dan sekutu-sekutunya tanpa membutuhkan kekuatan yang sangat besar, kamu bisa melakukan cara bertarung menggunakan ilmu silat yang kamu miliki ditambah jurus-jurus pertarungan yang tercantum di buku putih plus doa-doa yang bisa membakar dan menghancurkan iblis dan sekutu-sekutunya.” Starla memuji Sarah yang sudah berhasil memunculkan lingkaran cahaya putih yang berhasil memusnahkan pasukan bayangan hitam, kemudian memberikan informasi kepada Sarah mengenai cara lain yang bisa digunakan tanpa perlu memunculkan kekuatan yang sangat besar untuk memusnahkan para iblis dan sekutu-sekutunya.

“Tapi yang perlu kamu ingat, biasanya mereka menyerang dengan beramai-ramai. Kalau kamu mengandalkan pertarungan dengan gerakan, yang aku takutkan kamu malah akan kewalahan kalau sendirian menghadapi mereka.” Starla mengingatkan Sarah akan resiko apabila mengandalkan pertarungan dengan gerakan bila menghadapi musuh dengan jumlah banyak.

“Terima kasih Dewi Starla atas pujiannya. Berarti mau tidak mau saya harus bersiap-siap untuk memperbanyak amunisi meskipun sedang tidak bertarung ya Dewi?. Karena para iblis dan sekutu-sekutunya bisa datang sewaktu-waktu, tanpa ada informasi lebih dulu dan biasanya datangnya dengan beramai-ramai.”

“Benar sekali, Sarah. Saya akan menugaskan seratus orang penjaga dari pasukan saya. Untuk membantu menjagamu dan bayimu dari serangan para iblis dan sekutu-sekutunya. Pasukan itu hanya bisa dilihat dan diperintah  olehmu dan anakmu serta bisa dilihat oleh manusia dan bangsa jin yang mempunyai kekuatan setara atau lebih tinggi darimu. Jadi kamu jangan khawatir dengan para manusia biasa, karena mereka tidak bisa melihat pasukanmu.” Starla kemudian memanggil 100 pasukannya untuk menghadap Starla.

Pasukan yang dipanggil Starla bernama pasukan Cahaya Putih. kemudian Starla memanggil pemimpin pasukan Cahaya Putih, Bagaskara namanya. Atau biasa dipanggil Kapten Bagaskara. Setelah diperintahkan oleh Starla untuk membantu Sarah dan anaknya dalam melawan para iblis dan sekutu-sekutunya, pasukan Cahaya Putih beserta Bagaskara segera ber-apparate dan muncul di hadapan Sarah.

“Salam hormat, Nyonya Sarah, saya Kapten Bagaskara bersama pasukan Cahaya Putih siap membantu dan menerima perintah dari Nyonya!” Bagaskara yang berparas tampan, berkulit putih, berbadan tegap dan kekar, berbusana perang dengan warna putih semua meletakkan tangan kanannya ke bahu sebelah kiri sambil menunduk, memberi hormat kepada Sarah.

“Terima kasih Kapten Bagaskara dan para pasukan Cahaya Putih, saya percayakan kepadamu dan para pasukanmu untuk membantu saya dan anak saya dalam menghadapi dan berperang melawan para iblis dan sekutu-sekutunya.” Sarah merasa senang dan puas karena memperoleh bantuan dari Dewi Starla yang mengirimkan 100 pasukan Cahaya Putih untuk membantu Sarah dan anaknya menghadapi para iblis dan sekutu-sekutunya. Sarah juga melihat pasukan Cahaya Putih terlihat hebat dan meyakinkan.”

“Terima kasih banyak Dewi Starla, sudah memberikan bantuan berupa 100 pasukan Cahaya Putih untuk saya dan anak saya, saya jadi lebih tenang karena tidak merasa sendiri lagi dalam bertarung melawan para iblis dan sekutu-sekutunya.” Sarah berterima kasih kepada Starla dengan mata berbinar-binar dan tersenyum senang.

“Iya Sarah, silakan kamu memberikan perintah kepada Kapten Bagaskara dan pasukannya sesuka kamu. Asalkan itu berkaitan dengan para iblis dan sekutu-sekutunya, mereka pasti bersedia membantumu.” Starla membebaskan Sarah untuk memberikan perintah kepada Bagaskara dan pasukannya asalkan berkaitan dengan para iblis dan sekutu-sekutunya. “Kalau kamu butuh apa-apa lagi bilang saja kepadaku, aku akan berusaha membantumu semampuku.”

“Baik Dewi Starla, tak terasa sebentar lagi sudah satu jam, saya sudahi dulu pembicaraan kita ya Dewi. Terima kasih untuk semuanya. Saya ijin undur diri.” Sarah segera memencet batu putih di tengah kalung setelah mendengar suara Starla yang mengatakan bahwa mempersilakan Sarah untuk undur diri, dan sampai bertemu di hari Senin besok.

Kemudian Sarah segera memerintahkan kepada Kapten Bagaskara untuk membagi 100 pasukannya menjadi empat bagian sama rata. Masing-masing pasukan diletakkan secara berjajar di empat penjuru rumah Sarah (depan dan belakang rumah, samping kanan dan kiri rumah). Seluruh pasukan Cahaya Putih diperintahkan oleh kapten Bagaskara sesuai dengan yang diperintahkan oleh Sarah. Seluruh pasukan memahami perintah dari Kaptennya lalu segera membentuk formasi sesuai perintah Kapten Bagaskara.

Satu jam berlalu, kekuatan Sarah dalam menghentikan waktu terhenti. Santi dan Bik Surti yang tadinya terdiam jadi kembali bergerak sesuai yang mereka lakukan, tanpa sadar kalau tadi sempat terhenti karena kekuatan menghentikan waktu Sarah.

Akankah para pasukan Cahaya Putih mampu membantu Sarah melawan para iblis dan sekutu-sekutunya? Kita ikuti terus kisah yang semakin membuat penasaran ini.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Pengumuman Bab 71-78
73 Bab 71
74 Bab 72
75 Bab 73
76 Bab 74
77 Bab 75
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Pengumuman Bab 80-81
83 Bab 80
84 Bab 81
85 Bab 82
86 Pengumuman bab 83-85
87 Bab 83
88 Bab 84
89 Bab 85
90 *Pengumuman*
91 Bab 86
92 Bab 87
93 Bab 88
94 Bab 89
95 Bab 90
96 Bab 91
97 Bab 92
98 Bab 93
99 *Pengumuman Bab 94-95*
100 Bab 94
101 Bab 95
102 Bab 96
103 Bab 97
104 Bab 98
105 Bab 99
106 Bab 100
107 Bab 101
108 Bab 102
109 Bab 103
110 Bab 104
111 Bab 105
112 Bab 106
113 Bab 107
114 Bab 108
115 Bab 109
116 Bab 110
117 Bab 111
118 Bab 112
119 Bab 113
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Pengumuman Bab 71-78
73
Bab 71
74
Bab 72
75
Bab 73
76
Bab 74
77
Bab 75
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Pengumuman Bab 80-81
83
Bab 80
84
Bab 81
85
Bab 82
86
Pengumuman bab 83-85
87
Bab 83
88
Bab 84
89
Bab 85
90
*Pengumuman*
91
Bab 86
92
Bab 87
93
Bab 88
94
Bab 89
95
Bab 90
96
Bab 91
97
Bab 92
98
Bab 93
99
*Pengumuman Bab 94-95*
100
Bab 94
101
Bab 95
102
Bab 96
103
Bab 97
104
Bab 98
105
Bab 99
106
Bab 100
107
Bab 101
108
Bab 102
109
Bab 103
110
Bab 104
111
Bab 105
112
Bab 106
113
Bab 107
114
Bab 108
115
Bab 109
116
Bab 110
117
Bab 111
118
Bab 112
119
Bab 113

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!