“Begitukah? Tapi mas kan kerjanya relatif ringan, hanya duduk berhadapan dengan laptop dan mendesain. Bukan pekerjaan kasar yang membutuhkan tenaga lebih banyak seperti misalnya kuli bangunan.” Firansyah mulai curiga, karena apa yang dibilang oleh Lilith sepertinya tidak masuk di akal Firansyah, jadi dia mencoba untuk menanyakan.
“Meskipun mendesain, bukan seperti kuli bangunan yang tak perlu berpikir keras. Tapi mendesain kan juga perlu kemampuan untuk berpikir dan berkreasi dengan lebih banyak mas. Belum lagi kedua mata harus fokus terus ke layar monitor selama berjam-jam. Jari-jari tangan mengetik keyboard dan menggerak-gerakkan mouse sepanjang hari. Itu juga sangat melelahkan mas, apabila dilakukan dalam waktu yang lama.” Lilith mencoba mengalihkan pemikiran Firansyah dari kuli bangunan ke pekerjaan Firansyah supaya Firansyah terhasut oleh pemikiran Lilith.
“Hmmm… Benar juga apa yang kamu bilang, sayang. Kamu tidak hanya sangat cantik, tapi juga pintar.” Firansyah akhirnya terhasut oleh pemikiran Lilith sehingga tidak lagi curiga.
“Mas bisa aja.” Lilith tersipu malu dipuji oleh Firansyah, tapi di dalam lubuk hatinya dia bilang, ‘Hahaha! Bodoh sekali kau Firansyah, dengan mudahnya kau terhasut dan teralihkan pikirannya, aku memang pintar!’
...***...
Sambil menyusui Safira, Sarah memikirkan bagaimana cara yang lebih mudah agar bisa terhindar dari serangan iblis dan sekutu-sekutunya. Apabila menggunakan kekuatan lingkaran cahaya putih lagi akan membutuhkan energi dan kekuatan yang sangat besar, jadi untuk bisa mengeluarkan kekuatan dan energi yang sebesar itu membutuhkan amunisi yang sangat banyak, berupa makanan dan minuman dalam jumlah sangat besar. Terus terang itu sangat melelahkan bagi Sarah yang tubuhnya belum pulih sepenuhnya. Di tempat robekan jalan lahir Sarah saja masih terasa sakit bila digerakkan, ditambah dia juga menyusui.
Karena kebingungan menemukan cara yang tepat supaya tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan kekuatan, Sarah mencoba untuk menghubungi Starla melalui kalungnya. Tapi sebelum itu, Sarah harus menghentikan waktu dulu untuk sementara paling tidak selama satu jam. Supaya Sarah bisa lebih banyak mendapatkan informasi dari Starla. Menghentikan waktu juga membutuhkan tenaga dan kekuatan, namun tidak sebesar apabila membuat lingkaran cahaya putih, jadi Sarah merasa masih sanggup melakukannya tanpa perlu memakan banyak makanan dan minum banyak air.
Safira terlihat sudah mulai kenyang, menyusui tidak sekencang sebelumnya. Di saat Fira sudah terlihat mulai tertidur. Sarah dengan perlahan melepas mulut Fira dari pu***g pay***ra Sarah. Kemudian Sarah memanggil Santi, minta tolong untuk meletakkan Fira di ranjangnya.
Santi segera menghampiri Sarah dan dengan hati-hati mengambil Fira dari tangan Sarah, menggendong Fira sebentar hingga Fira tertidur pulas, lalu meletakkan Fira dengan perlahan ke ranjang Fira yang ada di sebelah kiri kasur Sarah.
Sarah juga memanggil Bik Surti, minta tolong untuk mencarikan susu almond di RS Yalro, atau di toko sekitar RS Yalro sambil memberikan uang 200.000 ke Bik Surti, karena susu almond salah satu khasiatnya bisa merangsang hormon produksi ASI dan membantu melengkapi nutrisi ibu menyusui.
Di saat Santi meletakkan Fira ke ranjangnya dan waktu Bik Surti keluar kamar untuk mencari Susu almond. Sarah mulai duduk bersila dan mengeluarkan kekuatannya untuk menghentikan waktu sementara sampai sekitar satu jam lamanya. Proses penghentian waktu tersebut mengeluarkan kekuatan yang cukup besar sehingga membuat dahi dan leher jenjang Sarah berkeringat.
Setelah waktu berhenti, Sarah menyeka keringat di dahinya lalu menekan batu putih di tengah kalung yang sudah dia gunakan. Batu putih itu menyala, lalu Sarah coba mengetesnya dengan mengatakan, “Halo, Dewi Starla, apakah dengar suara saya?”
Dewi Starla melihat bagian tengah kalungnya bersinar, lalu terdengar suara Sarah dari kalung Starla, kemudian Starla membalas, “Iya halo juga Sarah, aku dengar suaramu dengan jelas, ada apa Sarah?”
“Begini Dewi, kemarin ada pasukan bayangan hitam yang mau menyerang saya dan bayi saya. Syukurlah saya berhasil membuat lingkaran cahaya putih berdasarkan informasi yang saya baca dan praktikkan di buku putih punya Dewi, akhirnya bisa memusnahkan mereka. Namun membuat lingkaran cahaya putih membutuhkan kekuatan dan energi yang sangat besar, sehingga membuat saya sangat kelelahan, ditambah saya harus menyusui anak saya juga. Bagaimana caranya untuk bisa terhindar dari serangan iblis dan sekutu-sekutunya, tanpa mengeluarkan kekuatan yang sangat besar, Dewi?”
“Sarah, kamu hebat juga sudah bisa memunculkan lingkaran cahaya putih yang berhasil memusnahkan pasukan bayangan hitam. Kamu luar biasa Sarah!. Aku tahu itu pastinya sangat melelahkan ditambah kamu sedang masa menyusui. Kalau misal kamu ingin memusnahkan iblis dan sekutu-sekutunya tanpa membutuhkan kekuatan yang sangat besar, kamu bisa melakukan cara bertarung menggunakan ilmu silat yang kamu miliki ditambah jurus-jurus pertarungan yang tercantum di buku putih plus doa-doa yang bisa membakar dan menghancurkan iblis dan sekutu-sekutunya.” Starla memuji Sarah yang sudah berhasil memunculkan lingkaran cahaya putih yang berhasil memusnahkan pasukan bayangan hitam, kemudian memberikan informasi kepada Sarah mengenai cara lain yang bisa digunakan tanpa perlu memunculkan kekuatan yang sangat besar untuk memusnahkan para iblis dan sekutu-sekutunya.
“Tapi yang perlu kamu ingat, biasanya mereka menyerang dengan beramai-ramai. Kalau kamu mengandalkan pertarungan dengan gerakan, yang aku takutkan kamu malah akan kewalahan kalau sendirian menghadapi mereka.” Starla mengingatkan Sarah akan resiko apabila mengandalkan pertarungan dengan gerakan bila menghadapi musuh dengan jumlah banyak.
“Terima kasih Dewi Starla atas pujiannya. Berarti mau tidak mau saya harus bersiap-siap untuk memperbanyak amunisi meskipun sedang tidak bertarung ya Dewi?. Karena para iblis dan sekutu-sekutunya bisa datang sewaktu-waktu, tanpa ada informasi lebih dulu dan biasanya datangnya dengan beramai-ramai.”
“Benar sekali, Sarah. Saya akan menugaskan seratus orang penjaga dari pasukan saya. Untuk membantu menjagamu dan bayimu dari serangan para iblis dan sekutu-sekutunya. Pasukan itu hanya bisa dilihat dan diperintah olehmu dan anakmu serta bisa dilihat oleh manusia dan bangsa jin yang mempunyai kekuatan setara atau lebih tinggi darimu. Jadi kamu jangan khawatir dengan para manusia biasa, karena mereka tidak bisa melihat pasukanmu.” Starla kemudian memanggil 100 pasukannya untuk menghadap Starla.
Pasukan yang dipanggil Starla bernama pasukan Cahaya Putih. kemudian Starla memanggil pemimpin pasukan Cahaya Putih, Bagaskara namanya. Atau biasa dipanggil Kapten Bagaskara. Setelah diperintahkan oleh Starla untuk membantu Sarah dan anaknya dalam melawan para iblis dan sekutu-sekutunya, pasukan Cahaya Putih beserta Bagaskara segera ber-apparate dan muncul di hadapan Sarah.
“Salam hormat, Nyonya Sarah, saya Kapten Bagaskara bersama pasukan Cahaya Putih siap membantu dan menerima perintah dari Nyonya!” Bagaskara yang berparas tampan, berkulit putih, berbadan tegap dan kekar, berbusana perang dengan warna putih semua meletakkan tangan kanannya ke bahu sebelah kiri sambil menunduk, memberi hormat kepada Sarah.
“Terima kasih Kapten Bagaskara dan para pasukan Cahaya Putih, saya percayakan kepadamu dan para pasukanmu untuk membantu saya dan anak saya dalam menghadapi dan berperang melawan para iblis dan sekutu-sekutunya.” Sarah merasa senang dan puas karena memperoleh bantuan dari Dewi Starla yang mengirimkan 100 pasukan Cahaya Putih untuk membantu Sarah dan anaknya menghadapi para iblis dan sekutu-sekutunya. Sarah juga melihat pasukan Cahaya Putih terlihat hebat dan meyakinkan.”
“Terima kasih banyak Dewi Starla, sudah memberikan bantuan berupa 100 pasukan Cahaya Putih untuk saya dan anak saya, saya jadi lebih tenang karena tidak merasa sendiri lagi dalam bertarung melawan para iblis dan sekutu-sekutunya.” Sarah berterima kasih kepada Starla dengan mata berbinar-binar dan tersenyum senang.
“Iya Sarah, silakan kamu memberikan perintah kepada Kapten Bagaskara dan pasukannya sesuka kamu. Asalkan itu berkaitan dengan para iblis dan sekutu-sekutunya, mereka pasti bersedia membantumu.” Starla membebaskan Sarah untuk memberikan perintah kepada Bagaskara dan pasukannya asalkan berkaitan dengan para iblis dan sekutu-sekutunya. “Kalau kamu butuh apa-apa lagi bilang saja kepadaku, aku akan berusaha membantumu semampuku.”
“Baik Dewi Starla, tak terasa sebentar lagi sudah satu jam, saya sudahi dulu pembicaraan kita ya Dewi. Terima kasih untuk semuanya. Saya ijin undur diri.” Sarah segera memencet batu putih di tengah kalung setelah mendengar suara Starla yang mengatakan bahwa mempersilakan Sarah untuk undur diri, dan sampai bertemu di hari Senin besok.
Kemudian Sarah segera memerintahkan kepada Kapten Bagaskara untuk membagi 100 pasukannya menjadi empat bagian sama rata. Masing-masing pasukan diletakkan secara berjajar di empat penjuru rumah Sarah (depan dan belakang rumah, samping kanan dan kiri rumah). Seluruh pasukan Cahaya Putih diperintahkan oleh kapten Bagaskara sesuai dengan yang diperintahkan oleh Sarah. Seluruh pasukan memahami perintah dari Kaptennya lalu segera membentuk formasi sesuai perintah Kapten Bagaskara.
Satu jam berlalu, kekuatan Sarah dalam menghentikan waktu terhenti. Santi dan Bik Surti yang tadinya terdiam jadi kembali bergerak sesuai yang mereka lakukan, tanpa sadar kalau tadi sempat terhenti karena kekuatan menghentikan waktu Sarah.
Akankah para pasukan Cahaya Putih mampu membantu Sarah melawan para iblis dan sekutu-sekutunya? Kita ikuti terus kisah yang semakin membuat penasaran ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments