Tok…tok…tok
“Nyonya Sarah? Saya masuk ya Nya?” tanya Bik Sarah. Tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar Sarah. Bik Surti makin panik. Dia segera membuka pintu kamar Sarah, betapa terkejutnya Bik Surti melihat Sarah sudah pingsan dengan wajah pucat di karpet dekat pintu kamarnya.
“Astaghfirullah! Nyonya Sarah? Nyonya kenapa? Sadar Nya?...” sahut Bik Surti berusaha membangunkan Sarah. Tapi Sarah masih belum bangun juga. Bik Surti panik. Tapi dia segera berusaha menenangkan diri sambil memikirkan harus menelepon siapa, akhirnya dia coba untuk menelepon Ambulans saja karena Sarah sudah pingsan dua kali takut terjadi sesuatu yang membahayakan, apalagi di pingsan yang kedua ini Sarah terjatuh. Setelah mencari nomor telepon darurat Ambulans Subaraya di Gelgo Bik Surti akhirnya menemukan Ambulans di tempat terdekat yang dicari.
Segera Bik Surti menelepon nomor darurat Ambulans itu, lalu sambil menunggu Ambulans datang, Bik Surti minta bantuan ke Satpam majikannya untuk segera membopong tubuh majikannya dari kamar majikan ke ruang tamu rumah majikannya. Saat majikan Bik Surti selesai dipindah ke sofa ruang tamu rumahnya, Ambulans pun datang, dengan warna putih khas Ambulans, bertuliskan AMBULANCE berwarna merah di bagian depan atas Ambulans.
Sarah yang masih pingsan segera diperiksa dan dibawa menuju ke Ambulans oleh empat petugas Ambulans menggunakan kasur manual. Bik Surti segera mengikuti masuk ke dalam Ambulans sambil menggendong Fira sekaligus membawa perlengkapan bayi Fira dan perlengkapan baju Sarah.
Di dalam Ambulans Bik Surti menelepon mamanya Sarah, mengabarkan keadaan Sarah dan bayinya. Mama Sarah, Santi minta supaya Sarah dirawat di RS Yalro yang relatif dekat dengan rumah Santi dan rumah Sarah. Jadi Bik Surti minta kepada Petugas Ambulans supaya segera membawa Sarah ke RS Yalro Subaraya.
Santi segera menyusul ke RS Yalro. RS Yalro cukup besar dan lebar. Gedungnya terdiri dari tiga lantai dan satu basement. Ada Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Trauma Center, ada tempat Rawat Inap yang terdiri dari Diamond, Saphire, Crown VIP, Crown VVIP dan Crown Suite. Setelah dari IGD Sarah diinapkan di tempat Rawat Inap Crown VVIP, selama satu hari karena ia kehilangan sangat banyak cairan, kehilangan banyak darah dan kelelahan luar biasa.
Dokter memberikan suplemen untuk memperkuat imun tubuhnya dan menambah darah, pemberian transfusi darah, dan juga cairan infus untuk menambah cairan di tubuhnya yang banyak terkuras. Dokter sempat heran mengapa Sarah bisa kehilangan begitu banyak cairan dan darah. Tapi Bik Surti sudah menjelaskan kalau Sarah habis melahirkan secara normal di rumah dibantu oleh Bik Surti, Sarah juga kesakitan saat bagian jalan lahirnya yang robek dijahit oleh Bik Surti tanpa bius, serta kesakitan saat bayinya menyusui ditambah panasnya udara di Subaraya sehingga keringatnya mengucur deras terus.
Santi sangat berterima kasih kepada Bik Surti karena sudah membantu Sarah melahirkan dan membawa Sarah ke RS Yalro seperti yang di request oleh Santi. Santi pun memberikan uang dengan jumlah yang cukup banyak untuk Bik Surti sebagai imbalan atas bantuan Bik Surti dalam menangani proses Sarah melahirkan hingga membawa Sarah ke RS Yalro. Meskipun awalnya menolak, tapi karena Santi tetap memaksa supaya Bik Surti menerima uang pemberian Santi, akhirnya Bik Surti menerima uang tersebut dan sangat berterima kasih kepada Santi.
Sarah akhirnya siuman dari pingsannya, setelah pingsan selama sekitar lima jam. Saat siuman dia melihat mamanya (Santi) dan Bik Surti sedang mengobrol sambil duduk di tempat tunggu tamu. Dia juga melihat Safira yang ternyata sudah bangun sedang memainkan selimut yang di emut-emut. “Mama, Bik Surti,” panggil Sarah.
Santi dan Bik Surti bergegas ke tempat Sarah. “Iya Sarah sayang, gimana keadaanmu nak? Mana yang masih sakit?” Santi sangat khawatir dengan keadaan Sarah.
“Nyonya syukurlah Nyonya sudah sadar, bagaimana kondisi Nyonya? Bibik bisa bantu apa?” Bik Surti juga sangat cema dengan kondisi Sarah.
“Alhamdulillah ma, Bik Surti, Sarah sudah lebih mendingan. Terima kasih ya Ma, Bik Surti. Ini dimana Ma?” Sarah melihat sekeliling kamar yang cukup mewah dan asing bagi dia. “Emmm… Bik Surti, Sarah bisa minta tolong untuk diambilkan minuman air mineral?”
“Ini di RS Yalro Sarah, di Ruang Rawat Inap Crown VVIP, tadi kata Bik Surti kamu sudah pingsan dua kali, Bik Surti jadi khawatir apalagi di pingsanmu yang kedua kamu terjatuh. Terus Bik Surti telepon mama, mama minta supaya Sarah di bawa ke RS Yalro aja. Karena di RS Yalro termasuk RS yang terkenal lengkap fasilitasnya di Subaraya dan relatif dekat tempatnya dengan rumah Sarah dan rumah Mama.” Santi menjelaskan kepada Sarah mengenai tempat yang ditanyakan Sarah, Sarah mengangguk setelah mengetahui dimana dia sekarang berada.
“Baik Nyonya,” Bik Surti segera mengambilkan minuman untuk Sarah, dari gelas yang sudah tersedia diisi dengan air mineral dari Dispenser ruang Rawat Inap Crown VVIP. “Ini Nya air minumnya,” ujar Bik Surti sambil memberikan minuman itu kepada Sarah.
“Terima kasih Bik Surti,” ucap Sarah lalu ia segera meminum air mineral yang diberikan Bik Surti hingga tandas.
“Sama-sama Nyonya, ada lagi yang diperlukan Nyonya?” tanya Bik Surti.
“Oiya minta tolong ambilkan Safira Bik, tadi saya lihat dia sibuk ngemutin selimutnya mungkin dia sudah lapar lagi, sudah lama gak saya susuin juga.” Sarah request kepada Bik Surti untuk dibawakan Safira.
“Siap Nyonya.” Bik Surti segera menggendong Safira sambil bilang “Fira cantik, kamu sudah haus ya, sampai selimutnya basah semua kamu emutin, yuk kita ke mama kamu ya sayang, waktunya mimik susu lagi.”
Fira tampak senang, dia tersenyum sambil memainkan kedua tangannya saat Bik Surti membawa Fira ke Mamahnya, “Ini Nyonya, silakan disusui Safiranya.”
“Makasih Bik Surti.” Sarah mengambil Safira dari tangan Bik Surti dengan hati-hati. Lalu membuka kancing-kancing depan bajunya kemudian menyusui Safira. Benar saja Safira langsung dengan semangat menyusui. Tapi n***n Sarah sudah tidak sesakit yang sebelumnya karena Sarah sudah mengkonsumsi sayur daun kelor dan sudah minum air mineral.
“Ma ini cucumu, gimana? Lucu kan? Aku kasih dia nama Safira Cahyaning Kharisma, panggilannya Fira.” Sarah mengelus lembut kepala Safira yang sudah berambut.
“Iya sayang, cantiknya cucu Eyang, nama kamu juga cantik sekali nak Fira.” Santi segera menghampiri Fira sambil mengelus pipi chubby Safira.
Tiba-tiba Sarah merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Ada energi negatif yang cukup besar sudah mulai mendekat ke arah RS Yalro. Sarah kemudian melihat melalui mata batinnya ternyata ada beberapa sosok bayangan hitam yang terbang melayang menuju RS Yalro. Sarah segera memikirkan cara bagaimana supaya pasukan bayangan hitam itu gagal memasuki RS Yalro.
Mampukah Sarah menemukan cara ampuh untuk bisa menggagalkan pasukan bayangan hitam yang akan menerobos masuk ke RS Yalro? Bagaimana dengan Santi dan Bik Surti apabila mengetahui kalau Sarah ternyata mempunyai kekuatan yang sulit untuk diterima nalar? Kita ikuti terus kisah yang semakin membuat penasaran dan seru ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments