“Tidak ada sayang, tadi aku sedang nonton sinetron lewat HP mungkin suara teriakan laki-laki itu dari situ,” jawab Lilith dengan suara mendayu-dayu.
“Ooh begitu, aku sampai kaget, karena suara laki-laki itu terdengar sangat keras, tapi waktu aku keluar ternyata hanya ada kamu di luar sayang, kamu kok keringatan begitu? kamu gak apa-apa kan sayang?” tanya Firansyah saat melihat Lilith berkeringat.
“Gak apa-apa sayang, tadi aku lagi olahraga ringan sambil nonton sinetron dari HP, tenang aja, sudah kamu lanjut kerja lagi di tempat kerjamu, aku mau berenang dulu karena di sini sudah kegerahan sekali,” ujar Lilith sambil menyeka keringat di dahinya. Karena sebelumnya dia sudah mengeluarkan kekuatan yang cukup besar untuk menghancurkan Golum dan merubah wujudnya menjadi wanita yang sangat cantik, Lilith jadi bercucuran keringat.”
“Kamu jadi kelihatan sangat seksi bila berkeringat begini” ujar Firansyah yang membantu menyeka keringat Lilith menggunakan saputangan Firansyah. Saat akan menyeka keringat di dada Lilith, Lilith segera menghentikan tangan Firansyah. Lalu dia bilang, “Tidak usah di seka lagi sayang, soalnya aku mau sekalian berenang, sudah kamu lanjut kerja saja nanti kerjaanmu gak kelar-kelar lho!”
“Hmmm… baiklah sayang aku masuk dulu ya, selamat berenang sayang.” Firansyah sambil mencium pipi Lilith.
“Selamat bekerja sayangku,” balas Lilith sambil mencium pipi Firansyah.
Firansyah segera masuk ke rumah lagi dan melanjutkan pekerjaannya sebagai desainer interior, sedangkan Lilith tersenyum menyeringai sambil mulai melepaskan gaun merahnya yang basah sebagian karena terkena keringatnya. Setelah itu dia langsung menceburkan diri ke kolam renang hanya menggunakan bra dan celana dalam saja. “Aah segarnya!” kata Lilith sambil bermain air di kolam renang.
...***...
Meskipun merasa sangat lelah tapi Sarah lega karena ternyata lingkaran cahaya putih yang dia buat dengan sekuat tenaga berhasil melindungi dirinya dan Safira. Mereka berdua selamat tanpa ada luka sedikitpun.
“Mama, Bik Surti, Sarah ijin tidur duluan ya, tolong jaga Safira. Kalau Fira sudah bangun dan minta n***n tolong bangunin Sarah ya?” ujar Sarah pada Santi dan Bik Surti.
“Iya sayang, tenang aja mama bakal bantu jagain cucu mama yang sangat cantik dan menggemaskan ini, kamu tidur saja yang nyenyak ya sayang.” Santi mengelus lembut rambut Sarah.
“Siap Nyonya, saya juga akan bantu jagain Fira, nanti kalau Fira bangun dan ingin n***n saya juga akan membangunkan Nyonya, selamat istirahat Nyonya,” ujar Bik Surti sambil tersenyum
“Terima kasih mama dan Bik Surti.” Sarah segera memejamkan matanya dan tertidur pulas karena sangat kelelahan.
...***...
Lilith berenang hingga 2 jam lamanya. Setelah puas berenang dia memunculkan handuk merah dari tangannya yang bersinar merah kehitaman. Kemudian dia segera membasuh seluruh tubuhnya yang basah semua setelah berenang menggunakan handuk merah tersebut, termasuk rambutnya.
Setelah tubuhnya kering, handuk itu dia balutkan ke sekeliling tubuh seksi palsunya. Kemudian dia segera kembali ke kamarnya sendiri untuk ganti baju yang lebih seksi. Kali ini baju yang dia pilih berupa gaun berwarna merah jambu menyala, dengan belahan rendah di bagian dada, gaun press body, ada belahan di bagian roknya hingga ke paha.
Kemudian Lilith memberi sentuhan make up yang membuat kecantikannya semakin terlihat, ditambah ilmu pengasihan yang dia miliki. Sehingga banyak pria terpana melihat kecantikan palsunya termasuk Firansyah. Padahal aslinya begitu sangat menyeramkan.
Selanjutnya Lilith dengan menggunakan telepatinya mencoba menghubungi anak buahnya Rodhat, "Rodhat, segera datang ke tempat aku berada!, ber-apparate langsung di kamarku!, aku tunggu lima menit!’ gumam Lilith sambil menggunakan telepati.
Rodhat yang lagi santai rebahan di kasur kamarnya sambil ongkang-ongkang kaki, langsung tersentak dan bangun sambil menjawab, “Baik Nyonya.” Kemudian dia segera ber-apparate ke kamar Lilith.
“Ada yang bisa saya bantu Nyonya?” tanya Rodhat sambil kedua tangannya menyatu dengan badan agak membungkuk.
“Bagus kamu sudah datang dengan cepat, aku butuh bantuanmu untuk bisa membunuh orang yang bernama Sarah Cahya Satriawati dan bayinya. Karena keduanya berbahaya untuk kita. Mereka sudah diberi kekuatan oleh Starla, Dewi Bintang musuh bebuyutanku.” Lilith memerintahkan Rodhat untuk membunuh Sarah dan bayinya.
“Pilih pasukan yang lebih kuat dari pasukan milik Golum. Karena Golum beserta pasukannya tidak mampu membunuh Sarah dan bayinya. Mereka semua sudah tewas. Aku harap kamu dan pasukan yang kamu pilih nantinya bisa menghabisi Sarah dan bayinya.” Tugas Lilith pada Rodhat.
“Apa? Golum beserta seluruh pasukannya tewas?! Baik Nyonya, saya akan mencari pasukan yang lebih kuat daripada pasukan milik Golum supaya bisa menghabisi Sarah dan bayinya.” Rodhat kaget Golum ternyata sudah tewas, dia bertekad mencari pasukan yang lebih kuat daripada pasukan milik Golum.
“Iya saya tunggu hingga tujuh hari ke depan, kalau sudah dapat pasukannya segera lapor kepada saya. Saya mau cek pasukan yang kamu pilih terlebih dahulu. Kalau oke baru saya persilakan untuk kamu beserta seluruh pasukanmu ke tempat Sarah dan bayinya serta membasmi mereka.” Lilith menatap Rodhat dengan tatapan tajam.
“Siap Nyonya, saya akan cari pasukannya dulu, saya pamit undur diri.” Rodhat pamit dengan badan gemetaran ditatap tajam oleh Lilith. Dia tidak berani lama-lama berada di tempat Lilith, takut dikremus nanti.
“Silakan pergi, saya tunggu hingga tujuh hari ke depan. Kalau sampai dalam tempo tujuh hari kamu masih belum bisa mendapatkan pasukan juga, nasibmu akan sama seperti Golum. Walaupun kamu dapat pasukan tapi ternyata pasukan itu belum bisa membunuh Sarah dan bayinya, kamu juga tetap akan mati, ingat itu!” Lilith mengancam Rodhat sambil menatap tajam Rodhat.
Rodhat segera ber-apparate sambil bilang “Siap Nyonya!” Begitu mendengar Lilith mengancam dengan nyawanya. Jantungnya berdebar makin kencang, dia begitu ketakutan dengan ancaman dari Lilith. Dia sama sekali belum siap untuk mati, karena masih banyak hal yang belum dia capai dan berhasil untuk dia lakukan.
“Haduh Nyonyaku serem banget dah, bikin jantung serasa mau copot saking takutnya.” Rodhat mengelus dadanya yang berdebar-debar. “Aku mesti cari pasukan dimana ya? Yang lebih kuat dari pasukan bayangan hitam milik Golum? Mana Golum sudah tewas jadi gak bisa tak ajak diskusi. Hmmm… sepertinya aku ada ide, yang kelihatannya lebih hebat dan bisa membasmi Sarah dan bayinya, hahaha!” Rodhat tertawa karena sudah menemukan ide brilian menurut dia.
Lalu Rodhat pergi dengan cara terbang menuju ke hutan Wataka Tonbu. Dia ingat informasi dari temannya kalau di sana ada pasukan yang terkenal hebat dan kuat, sepertinya mampu untuk bisa membunuh Sarah dan bayinya. Namun pasukan itu lebih sulit untuk diajak bekerjasama. Tapi yang paling penting dia harus bertemu dengan pimpinan dari pasukan itu dan mencoba untuk bernegosiasi. Rodhat berharap semoga negosiasi yang akan dilakukan oleh dia berhasil, sehingga dia bisa selamat dari ancaman Lilith.
Mampukah Rodhat menemukan pasukan yang lebih hebat dari pasukan milik Golum? Akankah nasib Rodhat lebih baik dari Golum atau malah sebaliknya? Kita ikuti terus kisah yang semakin seru ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments