“Nya? Nyonya?” Bik Surti panik sambil menggoyang-goyangkan tubuh Sarah yang pingsan, namun Sarah belum juga siuman. “Aduh Nyonya pingsan lagi, aku harus gimana? Apa telepon mamanya aja ya?” Bik Surti kebingungan.
“Sebaiknya jangan dulu deh, mungkin Nyonya pingsan karena kelelahan yang teramat sangat, sudah gitu dia kehilangan banyak cairan dan darah juga. Sebaiknya aku biarkan dia beristirahat dulu. Nanti aku cek ke kamarnya lagi sekitar 1 atau 2 jam kemudian.” Bik Surti membereskan benang, dan jarum khusus yang sudah dipakai untuk menjahit robekan jalan lahir Sarah.
Setelah itu Bik Surti menyeka sisa-sisa keringat di seluruh tubuh Sarah dan darah yang keluar waktu Sarah melahirkan. Mengganti daster Sarah yang basah terkena keringat dan darah, dengan daster yang dia ambil dari lemari Sarah sambil bergumam dalam hati, “Nyonya kamu wanita yang kuat, tidak semua wanita bisa melahirkan sekuat Nyonya, apalagi tanpa bantuan dokter dan peralatan yang memadai.”
“Bayimu juga sepertinya bukan bayi biasa. Aku masih ingat pancaran sinar putih di tubuhnya sebelum sinar itu menghilang ke dalam tubuh bayimu, juga tanda lahir berbentuk setengah matahari di tengah dahi bayimu. Sepertinya dia kelak akan jadi manusia yang luar biasa, manusia berkekuatan super yang hebat,” gumam Bik Surti.
Sementara itu saat Sarah pingsan, ia terbangun berada di Caelum Regnum, tempat bersemayamnya Starla sang Dewi Bintang. Dia melihat Starla sedang duduk di singgasananya yang serba putih. Lalu ia memberi hormat sambil mengucapkan, “Salam hormat, Dewi Starla.” Sarah menyatukan kedua telapak tangan dengan tubuh agak membungkuk.
“Bagaimana kondisimu Sarah?” Starla melihat Baju Sarah sudah diganti dengan daster yang baru oleh ART-nya, lalu dia mengucapkan, “Selamat atas kelahiran anak perempuanmu.”
“Meskipun masih lelah dan lemas tapi saya sudah lebih mendingan,” jawab Sarah sambil tersenyum, “Terima kasih Dewi Starla.” Sarah menjawab dengan lebih sopan. Dia kini sudah jauh lebih menghormati Starla. Dia menganggap Starla Dewi sekaligus guru pembimbingnya. Karena dia sudah sadar bahwa kekuatan yang dia dan anaknya dapatkan dari Starla itu luar biasa. Pastinya banyak orang yang menginginkan kekuatan itu, namun dia dan Safiralah yang dipilih oleh Starla dibandingkan manusia lainnya.
“Jaga dan rawat baik-baik anakmu Sarah, kelak akan ada banyak Iblis dan sekutu-sekutunya yang mengincar dan ingin membunuh anakmu. Saat ini kekuatan di dalam tubuh anakmu masih belum stabil dan dia butuh latihan untuk menstabilkan dan meningkatkan kekuatannya. Bantulah dia dalam berlatih. Setiap hari Senin dan Kamis aku akan memanggilmu ke sini untuk membimbing mu juga anakmu dalam berlatih menstabilkan, meningkatkan dan menguasai kekuatan kalian.” Starla berpesan kepada Sarah sambil tersenyum.
“Baik Dewi Starla, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga dan merawat Safira dengan sebaik-baiknya, saya juga akan melindungi dia dari serangan para iblis dan sekutu-sekutunya, serta membantu Safira dalam melatih menstabilkan, meningkatkan dan menguasai kekuatannya.” Sarah menjawab dengan tegas.
“Bagus Sarah, mungkin ada yang mau ditanyakan?” tanya Starla.
“Mohon ijin Dewi Starla, tadi Dewi mengatakan mengenai akan ada banyak Iblis dan sekutu-sekutunya yang mengincar dan ingin membunuh anak saya Safira, terus terang saya jadi khawatir, apalagi dengan kemampuan saya yang sama sekali belum terasah. Bagaimana kalau para iblis dan sekutu-sekutunya menyerang Safira dan saya lebih awal? disaat saya masih belum memiliki kemampuan apapun untuk menstabilkan, meningkatkan dan menguasai kekuatan saya?” Sarah menjadi cemas dengan anak dan dirinya apabila iblis dan sekutu-sekutunya menyerang lebih dulu sementara Sarah belum punya kemampuan untuk mengasah kekuatannya.
“Pertanyaan bagus Sarah, aku juga sudah memikirkan mengenai hal ini. Tapi kembali lagi kepada dirimu, kalau misalnya khusus hari ini aku melatihmu di sini apa kamu sanggup? Karena iblis dan sekutu-sekutunya sering melakukan serangan tanpa bisa kita duga. Bisa saja besok atau lusa. Tapi yang bisa aku perkirakan kalau untuk hari ini mereka tidak akan melakukan penyerangan. Mereka pasti masih sibuk rapat hari ini, untuk menentukan serangan yang bagaimana dan oleh siapa saja.” Starla menanyakan kesanggupan Sarah untuk berlatih.
Sarah sempat berpikir sebentar, kemudian dia menjawab dengan yakin, “Saya sanggup Dewi, lebih cepat lebih baik, supaya saya segera bisa minimal membentengi diri dan anak saya dari serangan para iblis dan sekutu-sekutunya.”
“Baik Sarah, saya akan melatihmu cara menstabilkan kekuatanmu dulu lalu cara meningkatkan kekuatanmu secara bertahap, kemudian bagaimana cara menguasainya,” Starla memberikan informasi mengenai tahapan mengelola kekuatan.
“Yang perlu kamu perhatikan adalah pada fokus, ketenangan jiwa dan gerakan. Di saat berlatih, karena menggunakan kekuatan bintang yang panasnya luar biasa, pastinya kamu akan jauh lebih kegerahan dan banyak berkeringat. Jadi sebelum berlatih sebaiknya kamu lebih banyak minum air putih. Dari tangan kanan Starla tiba-tiba muncul 1 gelas bening berukuran jumbo yang berisi air putih, silakan minum air ini sampai habis.” Starla menjelaskan kepada Sarah mengenai bagaimana cara melatih kekuatannya dan apa yang harus dilakukan sebelum berlatih.
“Air ini saya ambil langsung dari sumber mata air di gunung Mobro yang bisa langsung diminum karena terjamin kebersihan dan kesegarannya.” Starla menjelaskan mengenai asal dari air yang diberikan Starla kepada Sarah.
Sarah terbelalak kaget melihat gelas bening berukuran jumbo itu, yang besarnya tiga kali lipat lebih besar dari gelas biasa. Tapi karena ini pemberian dari Dewi Bintang dan Sarah juga sudah sangat kehausan jadi dia mengatakan, “Baik Dewi Starla, saya akan berusaha meminum air ini sampai habis, terima kasih Dewi Starla.”
Starla hanya tersenyum. Dia merasa senang dengan murid pilihannya ini. Yang tadinya susah sekali dibujuk supaya mau menerima kekuatan pemberian Starla akhirnya menjadi mau, bahkan jadi jauh lebih menghormati dan menuruti apa yang Starla pinta dan suruh.
Sarah juga sama, tadinya dia tidak mau karena merasa itu aneh dan merepotkan, tapi kemudian dia jadi tertantang untuk bisa menggunakan kekuatannya itu untuk mengusir dan membasmi para iblis dan sekutu-sekutunya, serta menolong orang-orang yang terkena pengaruh iblis dan sekutu-sekutunya termasuk suaminya Firansyah.
“Mari ikut ke Ager tempat saya biasa berlatih,” ajak Starla.
“Baik Dewi Starla!” Sarah mulai berjalan mengikuti Starla sambil memegang gelas jumbo dan meminumnya sepanjang perjalanan. Sarah mengira tempat yang dituju itu dekat, tapi ternyata sebaliknya rasanya jauh sekali, seperti tidak sampai-sampai. Padahal di tempat itu udaranya sangat panas, banyak batu-batu terjal, jalanannya juga naik turun, jadi Sarah benar-benar harus fokus dan lebih berhati-hati karena dia juga jalan mengikuti Dewi Bintang sambil memegang gelas bening jumbo yang berisi air putih.
Bulir-bulir keringat sebesar biji jagung mengucur membasahi dahi, wajah, leher dan dada Sarah yang mengenakan daster warna pink berlengan pendek. Tanpa bisa ia seka karena kedua tangannya sibuk memegang gelas jumbo yang ukurannya tiga kali lipat lebih besar dari ukuran gelas biasa dan cukup berat karena berisi air putih yang hampir memenuhi volume gelas.
Setelah perjalanan yang cukup jauh Starla tiba-tiba mengatakan, “Stop!” tepat disaat Sarah akhirnya berhasil menghabiskan air putih yang ada di dalam gelas jumbo itu. Lalu dia meletakkan gelas jumbo itu di tanah di samping kakinya. Kemudian kedua tangan Sarah memegang lututnya, dengan badan membungkuk sambil berusaha mengatur napasnya yang sudah ngos-ngosan dengan tubuh bermandikan keringat. Sampailah dia di suatu tempat yang berbeda dengan sepanjang perjalanan yang tadi dia lalui. Tempat yang dia datangi ini berupa dataran amat luas, Tidak ada batu-batuan terjal, tanpa pepohonan, benar-benar datar dan sepi. Udara terasa semakin panas di sini.
Mampukah Sarah berlatih mengeluarkan dan menstabilkan kekuatannya di Ager? Tempat datar yang luas dan sepi serta sangat panas itu. Kita ikuti terus kisah yang semakin membuat penasaran ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments