Bab 4

“Nya? Nyonya?” Bik Surti panik sambil menggoyang-goyangkan tubuh Sarah yang pingsan, namun Sarah belum juga siuman. “Aduh Nyonya pingsan lagi, aku harus gimana? Apa telepon mamanya aja ya?” Bik Surti kebingungan.

“Sebaiknya jangan dulu deh, mungkin Nyonya pingsan karena kelelahan yang teramat sangat, sudah gitu dia kehilangan banyak cairan dan darah juga. Sebaiknya aku biarkan dia beristirahat dulu. Nanti aku cek ke kamarnya lagi sekitar 1 atau 2 jam kemudian.” Bik Surti membereskan benang, dan jarum khusus yang sudah dipakai untuk menjahit robekan jalan lahir Sarah. 

Setelah itu Bik Surti menyeka sisa-sisa keringat di seluruh tubuh Sarah dan darah yang keluar waktu Sarah melahirkan. Mengganti daster Sarah yang basah terkena keringat dan darah, dengan daster yang dia ambil dari lemari Sarah sambil bergumam dalam hati, “Nyonya kamu wanita yang kuat, tidak semua wanita bisa melahirkan sekuat Nyonya, apalagi tanpa bantuan dokter dan peralatan yang memadai.”

“Bayimu juga sepertinya bukan bayi biasa. Aku masih ingat pancaran sinar putih di tubuhnya sebelum sinar itu menghilang ke dalam tubuh bayimu, juga tanda lahir berbentuk setengah matahari di tengah dahi bayimu. Sepertinya dia kelak akan jadi manusia yang luar biasa, manusia berkekuatan super yang hebat,” gumam Bik Surti.

Sementara itu saat Sarah pingsan, ia terbangun berada di Caelum Regnum, tempat bersemayamnya Starla sang Dewi Bintang. Dia melihat Starla sedang duduk di singgasananya yang serba putih. Lalu ia memberi hormat sambil mengucapkan, “Salam hormat, Dewi Starla.” Sarah menyatukan kedua telapak tangan dengan tubuh agak membungkuk.

“Bagaimana kondisimu Sarah?” Starla melihat Baju Sarah sudah diganti dengan daster yang baru oleh ART-nya, lalu dia mengucapkan, “Selamat atas kelahiran anak perempuanmu.”

“Meskipun masih lelah dan lemas tapi saya sudah lebih mendingan,” jawab Sarah sambil tersenyum, “Terima kasih Dewi Starla.” Sarah menjawab dengan lebih sopan. Dia kini sudah jauh lebih menghormati Starla. Dia menganggap Starla Dewi sekaligus guru pembimbingnya. Karena dia sudah sadar bahwa kekuatan yang dia dan anaknya dapatkan dari Starla itu luar biasa. Pastinya banyak orang yang menginginkan kekuatan itu, namun dia dan Safiralah yang dipilih oleh Starla dibandingkan manusia lainnya.

“Jaga dan rawat baik-baik anakmu Sarah, kelak akan ada banyak Iblis dan sekutu-sekutunya yang mengincar dan ingin membunuh anakmu. Saat ini kekuatan di dalam tubuh anakmu masih belum stabil dan dia butuh latihan untuk menstabilkan dan meningkatkan kekuatannya. Bantulah dia dalam berlatih. Setiap hari Senin dan Kamis aku akan memanggilmu ke sini untuk membimbing mu juga anakmu dalam berlatih menstabilkan, meningkatkan dan menguasai kekuatan kalian.” Starla berpesan kepada Sarah sambil tersenyum.

“Baik Dewi Starla, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga dan merawat Safira dengan sebaik-baiknya, saya juga akan melindungi dia dari serangan para iblis dan sekutu-sekutunya, serta membantu Safira dalam melatih menstabilkan, meningkatkan dan menguasai kekuatannya.” Sarah menjawab dengan tegas.

“Bagus Sarah, mungkin ada yang mau ditanyakan?” tanya Starla.

“Mohon ijin Dewi Starla, tadi Dewi mengatakan mengenai akan ada banyak Iblis dan sekutu-sekutunya yang mengincar dan ingin membunuh anak saya Safira, terus terang saya jadi khawatir, apalagi dengan kemampuan saya yang sama sekali belum terasah. Bagaimana kalau para iblis dan sekutu-sekutunya menyerang Safira dan saya lebih awal? disaat saya masih belum memiliki kemampuan apapun untuk menstabilkan, meningkatkan dan menguasai kekuatan saya?” Sarah menjadi cemas dengan anak dan dirinya apabila iblis dan sekutu-sekutunya menyerang lebih dulu sementara Sarah belum punya kemampuan untuk mengasah kekuatannya.

“Pertanyaan bagus Sarah, aku juga sudah memikirkan mengenai hal ini. Tapi kembali lagi kepada dirimu, kalau misalnya khusus hari ini aku melatihmu di sini apa kamu sanggup? Karena iblis dan sekutu-sekutunya sering melakukan serangan tanpa bisa kita duga. Bisa saja besok atau lusa. Tapi yang bisa aku perkirakan kalau untuk hari ini mereka tidak akan melakukan penyerangan. Mereka pasti masih sibuk rapat hari ini, untuk menentukan serangan yang bagaimana dan oleh siapa saja.” Starla menanyakan kesanggupan Sarah untuk berlatih.

Sarah sempat berpikir sebentar, kemudian dia menjawab dengan yakin, “Saya sanggup Dewi, lebih cepat lebih baik, supaya saya segera bisa minimal membentengi diri dan anak saya dari serangan para iblis dan sekutu-sekutunya.”

“Baik Sarah, saya akan melatihmu cara menstabilkan kekuatanmu dulu lalu cara meningkatkan kekuatanmu secara bertahap, kemudian bagaimana cara menguasainya,” Starla memberikan informasi mengenai tahapan mengelola kekuatan.

“Yang perlu kamu perhatikan adalah pada fokus, ketenangan jiwa dan gerakan. Di saat berlatih, karena menggunakan kekuatan bintang yang panasnya luar biasa, pastinya kamu akan jauh lebih kegerahan dan banyak berkeringat. Jadi sebelum berlatih sebaiknya kamu lebih banyak minum air putih. Dari tangan kanan Starla tiba-tiba muncul 1 gelas bening berukuran jumbo yang berisi air putih, silakan minum air ini sampai habis.” Starla menjelaskan kepada Sarah mengenai bagaimana cara melatih kekuatannya dan apa yang harus dilakukan sebelum berlatih.

“Air ini saya ambil langsung dari sumber mata air di gunung Mobro yang bisa langsung diminum karena terjamin kebersihan dan kesegarannya.” Starla menjelaskan mengenai asal dari air yang diberikan Starla kepada Sarah.

Sarah terbelalak kaget melihat gelas bening berukuran jumbo itu, yang besarnya tiga kali lipat lebih besar dari gelas biasa. Tapi karena ini pemberian dari Dewi Bintang dan Sarah juga sudah sangat kehausan jadi dia mengatakan, “Baik Dewi Starla, saya akan berusaha meminum air ini sampai habis, terima kasih Dewi Starla.”

Starla hanya tersenyum. Dia merasa senang dengan murid pilihannya ini. Yang tadinya susah sekali dibujuk supaya mau menerima kekuatan pemberian Starla akhirnya menjadi mau, bahkan jadi jauh lebih menghormati dan menuruti apa yang Starla pinta dan suruh.

Sarah juga sama, tadinya dia tidak mau karena merasa itu aneh dan merepotkan, tapi kemudian dia jadi tertantang untuk bisa menggunakan kekuatannya itu untuk mengusir dan membasmi para iblis dan sekutu-sekutunya, serta menolong orang-orang yang terkena pengaruh iblis dan sekutu-sekutunya termasuk suaminya Firansyah.

“Mari ikut ke Ager tempat saya biasa berlatih,” ajak Starla.

“Baik Dewi Starla!” Sarah mulai berjalan mengikuti Starla sambil memegang gelas jumbo dan meminumnya sepanjang perjalanan. Sarah mengira tempat yang dituju itu dekat, tapi ternyata sebaliknya rasanya jauh sekali, seperti tidak sampai-sampai. Padahal di tempat itu udaranya sangat panas, banyak batu-batu terjal, jalanannya juga naik turun, jadi Sarah benar-benar harus fokus dan lebih berhati-hati karena dia juga jalan mengikuti Dewi Bintang sambil memegang gelas bening jumbo yang berisi air putih. 

Bulir-bulir keringat sebesar biji jagung mengucur membasahi dahi, wajah, leher dan dada Sarah yang mengenakan daster warna pink berlengan pendek. Tanpa bisa ia seka karena kedua tangannya sibuk memegang gelas jumbo yang ukurannya tiga kali lipat lebih besar dari ukuran gelas biasa dan cukup berat karena berisi air putih yang hampir memenuhi volume gelas.

Setelah perjalanan yang cukup jauh Starla tiba-tiba mengatakan, “Stop!” tepat disaat Sarah akhirnya berhasil menghabiskan air putih yang ada di dalam gelas jumbo itu. Lalu dia meletakkan gelas jumbo itu di tanah di samping kakinya. Kemudian kedua tangan Sarah memegang lututnya, dengan badan membungkuk sambil berusaha mengatur napasnya yang sudah ngos-ngosan dengan tubuh bermandikan keringat. Sampailah dia di suatu tempat yang berbeda dengan sepanjang perjalanan yang tadi dia lalui. Tempat yang dia datangi ini berupa dataran amat luas, Tidak ada batu-batuan terjal, tanpa pepohonan, benar-benar datar dan sepi. Udara terasa semakin panas di sini.

Mampukah Sarah berlatih mengeluarkan dan menstabilkan kekuatannya di Ager? Tempat datar yang luas dan sepi serta sangat panas itu. Kita ikuti terus kisah yang semakin membuat penasaran ini.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Pengumuman Bab 71-78
73 Bab 71
74 Bab 72
75 Bab 73
76 Bab 74
77 Bab 75
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Pengumuman Bab 80-81
83 Bab 80
84 Bab 81
85 Bab 82
86 Pengumuman bab 83-85
87 Bab 83
88 Bab 84
89 Bab 85
90 *Pengumuman*
91 Bab 86
92 Bab 87
93 Bab 88
94 Bab 89
95 Bab 90
96 Bab 91
97 Bab 92
98 Bab 93
99 *Pengumuman Bab 94-95*
100 Bab 94
101 Bab 95
102 Bab 96
103 Bab 97
104 Bab 98
105 Bab 99
106 Bab 100
107 Bab 101
108 Bab 102
109 Bab 103
110 Bab 104
111 Bab 105
112 Bab 106
113 Bab 107
114 Bab 108
115 Bab 109
116 Bab 110
117 Bab 111
118 Bab 112
119 Bab 113
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Pengumuman Bab 71-78
73
Bab 71
74
Bab 72
75
Bab 73
76
Bab 74
77
Bab 75
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Pengumuman Bab 80-81
83
Bab 80
84
Bab 81
85
Bab 82
86
Pengumuman bab 83-85
87
Bab 83
88
Bab 84
89
Bab 85
90
*Pengumuman*
91
Bab 86
92
Bab 87
93
Bab 88
94
Bab 89
95
Bab 90
96
Bab 91
97
Bab 92
98
Bab 93
99
*Pengumuman Bab 94-95*
100
Bab 94
101
Bab 95
102
Bab 96
103
Bab 97
104
Bab 98
105
Bab 99
106
Bab 100
107
Bab 101
108
Bab 102
109
Bab 103
110
Bab 104
111
Bab 105
112
Bab 106
113
Bab 107
114
Bab 108
115
Bab 109
116
Bab 110
117
Bab 111
118
Bab 112
119
Bab 113

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!