“Ayo kita segera menghabisi wanita yang bernama Sarah Cahya Satriawati dan bayinya itu!” Golum memerintahkan seluruh pasukannya untuk menghabisi Sarah dan bayinya. “Dia ada di ruang Rawat Inap Crown VVIP!”
“Baik Tuan Golum!” Pasukan bayangan hitam yang berjumlah sekitar seratus pasukan, dengan pemimpin pasukan bayangan hitam bernama Golum. Atasan Golum bernama Lilith, iblis wanita yang merayu dan memperalat Firansyah, suami dari Sarah.
Lilith sepertinya sudah mengetahui kalau Sarah diberikan kekuatan oleh Dewi Bintang Starla yang merupakan musuh bebuyutan Lilith. Mangkannya Lilith mengutus Golum, anak buahnya ini untuk menyerang Sarah yang Lilith perkirakan fisiknya masih lemah setelah melahirkan. Kebetulan saat mencari keberadaan Sarah ternyata Sarah sedang berada di RS Yalro. Tempat salah satu teman Lilith berada.
Saat memikirkan bagaimana cara untuk menggagalkan usaha para pasukan bayangan hitam yang akan menerobos RS Yalro, tiba-tiba Sarah teringat akan buku putih yang sudah dia baca. Di bab 5 ada cara dalam membuat benteng pertahanan berupa lingkaran cahaya putih, supaya para iblis dan sekutu-sekutunya tidak mampu menembus batas pertahanan.
Untung saja ingatan Sarah kuat, sehingga dia masih ingat bagaimana caranya untuk memunculkan lingkaran cahaya putih itu. Tapi sebelum dia memunculkan lingkaran cahaya putih, dia harus membuat supaya Santi dan Bik Surti tidak mengetahui kalau dia sebenarnya mempunyai kekuatan, belum saatnya mereka tahu. Dia ingat lagi di bab 8 ada cara bagaimana menghentikan waktu untuk sementara. Jadi Sarah akan mencoba untuk menghentikan waktu sekitar sepuluh menit, supaya dia bisa memunculkan lingkaran cahaya putih setelahnya.
Tapi dia membutuhkan makanan yang lebih banyak supaya bisa menghasilkan energi yang lebih besar. Jadi Sarah coba pesan via Jekgo makanan dari Martabak Lannol 1 yang di daerah Kutrung, pesanannya berupa martabak daging sapi lima, martabak daging ayam plus jamur lima, terang bulan istimewa cokelat keju lima, dan terang bulan istimewa kacang keju lima.
Sarah memperkirakan kedatangan pasukan bayangan hitam sekitar satu setengah jam lagi. Mangkannya Sarah pesan makanan yang dekat dengan lokasi RS Yalro. Benar saja sekitar lima belas menit kemudian pesanan dari Sarah sudah sampai. Dia juga sudah membayar pesanannya lewat paygo. Jadi tinggal minta Bik Surti untuk mengambilkan pesanannya. Bik Surti sempat kaget dengan pesanan sebanyak itu tapi dia tetap membantu mengambilkan.
“Ini Nya pesanannya, banyak juga Nya pesanannya, saya sampai kewalahan bawanya, untung saja ada perawat yang mau membantu saya membawakan juga.” Bik Surti meletakkan pesanan Sarah di meja tamu, ada yang ditaruh di kursi tamu juga karena mejanya sudah tidak muat.
“Hehe iya Bik, maaf ya Bik dan terima kasih banyak, Bibik bisa pilih dan ambil juga kok,” Sarah mempersilakan Bik Surti untuk mengambil makanan yang dipesan Sarah sambil tertawa kecil.
“Mbak perawat terima kasih banyak sudah membantu membawakan pesanan saya, silakan kalau mau pilih dan ambil.” Sarah juga mempersilakan mbak Perawat mengambil makanan yang sudah dipesan Sarah.
“Sama-sama Nyonya, saya ambil satu potong saja ya untuk martabak daging ayam plus jamurnya sama satu potong terang bulan istimewa kacang keju.” Bik Surti minta ijin kepada Sarah untuk mengambil satu potong martabak daging ayam plus jamur dan satu potong terang bulan istimewa kacang keju.
“Sama-sama Ibu, maaf Bu tidak usah, saya sudah kenyang, terima kasih tawarannya, saya permisi mau lanjut kerja lagi.” Mbak Perawat menolak mengambil makanan yang ditawarkan Sarah sambil pamit undur diri.
“Silakan Bik Surti, ambil lebih dari satu juga gak apa-apa Bik, ambil sekalian sama kotaknya boleh banget Bik.” Sarah mempersilakan Bik Surti untuk mengambil makanan yang sudah dipesan Sarah.
“Silakan mbak pilih dan di bawa pulang saja mbak sama kotaknya, siapa tahu keluarga mbak ada yang mau” Sarah memaksa Bik Surti untuk tetap mengambil kotaknya.
“Maaf gak usah banyak-banyak Nya, soalnya saya gak berani makan gorengan dan manis-manis terlalu banyak, sudah berumur takut diabetes.” Bik Surti menolak tawaran Sarah.
“Karena Ibu memaksa, saya ambil satu kotak terang bulan istimewa coklat keju saja ya, kebetulan anak saya suka coklat sama keju, terima kasih Bu, saya permisi dulu,” ucap dan pamit mbak Perawat.
“Baik kalau begitu Bik, tolong ambilkan saya satu kotak martabak daging sapi, sama satu kotak terang bulan istimewa coklat keju ditaruh di dekat tempat tidur saya,” request Sarah pada Bik Surti.
“Iya mbak Perawat sama-sama, silakan diambil, terima kasih mbak, maaf sudah merepotkan, selamat bekerja,” ujar dan ucap Sarah pada mbak Perawat.
Mbak Perawat mengambil satu kotak terang bulan istimewa coklat keju kemudian mengucapkan terima kasih pada Sarah dan berpamitan pada Sarah, Bik Surti serta Santi, selanjutnya dia segera undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya.
“Siap Nyonya,” Bik Surti segera mengambil makanan sesuai request Sarah dan meletakkannya di kasur Sarah, “Ini Nya, martabak dan terang bulan sesuai request Nyonya.”
“Terima kasih Bik Surti,” ucap Sarah sambil mengambil martabak daging sapi dan memakannya dengan lahap, “Oiya Bik, tolong Sarah diambilkan minuman air mineral lagi ya agak dingin dua gelas.”
“Mama juga boleh ngambil lho, ambil aja ma terserah yang mana,” ujar Sarah sambil masih mengunyah martabak.
“Nanti aja Sarah, mama masih kenyang, apalagi lihat kamu makan lahap begitu, mama jadi kenyang, makan yang banyak ya sayang, jangan takut gemuk, ini juga demi anakmu supaya asupan gizinya terpenuhi dari ASI-mu.”
“Siap mama sayang, menyusui ini bikin aku jadi lebih mudah kelaparan ma, gak apa-apa ya kalau aku makan terus?, lagipula badanku ini juga termasuk yang susah gemuk,” ujar Sarah sambil mengambil potongan martabak ketiga.
“Boleh kok sayang, makan aja sebanyak yang kamu mau dan kamu mampu, apalagi badanmu sama seperti mama, susah gemuk.” Kata Santi mempersilakan sambil tersenyum.
“Asyik, makasih mama sayang.” ujar Sarah sambil mengambil potongan martabak yang keempat.
“Ini minumnya dua gelas sesuai request Nya,” kata Bik Surti sambil memberikan dua gelas berisi air mineral agak dingin.
“Terima kasih Bik Surti, taruh dulu di meja dekat kasur Bik,” ucap dan ujar Sarah sambil mengunyah martabak.
Sambil mengunyah martabak, Sarah mencoba untuk melihat dengan mata batinnya. Sudah sampai mana pasukan bayangan hitam. Mereka terlihat melayang-melayang sambil mencari-cari dimana RS Yalro berada. Diperkirakan sekitar satu jam lagi mereka akan sampai. Sarah segera mempercepat makan martabaknya hingga habis tiga kotak martabak, lalu menghabiskan dua gelas minuman yang diberikan oleh Bik Surti. Kemudian bersendawa.
Merasa sudah cukup amunisinya, Sarah meminta Bik Surti untuk mengambilkan air mineral agak dingin lagi dua gelas, lalu meminta mamanya untuk menaruh Fira ke ranjang bayi Fira. Pada saat Bik Surti dan Santi melakukan aktivitas yang diminta oleh Sarah, Sarah segera duduk bersila kemudian menghentikan waktu sementara.
Selanjutnya Sarah mulai menghimpun kekuatannya dengan kedua tangan disatukan, dan mulai membuat lingkaran cahaya putih di sekeliling luar RS Yalro. RS Yalro cukup luas dan besar sehingga membutuhkan banyak energi untuk bisa membuat dan menguatkan lingkaran cahaya putih. Keringat Sarah mulai bermunculan, semakin lama semakin mengucur deras dari dahi, seluruh wajah, leher jenjangnya hingga ke dada dan punggungnya, dia berusaha untuk membuat dan menguatkan lingkaran cahaya putih di sekitar RS Yalro. Hingga lingkaran cahaya putih ini bisa bertahan sampai seharian penuh.
Mampukah lingkaran cahaya putih yang Sarah buat menahan serangan dari para pasukan bayangan hitam? Kita ikuti terus kisah yang makin seru dan membuat penasaran ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments