Bab 20

“Hahaha, Sarah, kamu memang cuma manusia. Meskipun kamu sangat cantik, tapi dengan tubuhmu yang terlihat lemah begini, aku sama sekali tidak yakin, kalau kamu bisa menang dariku, bahkan melukai diriku, aku rasa kamu takkan mampu!” Edward tertawa sambil masih terus meremehkan Sarah.

“Dewi Starla, bagaimanakah kekuatan dan kemampuan tuan Edward?” Sarah mengabaikan perkataan meremehkan Edward, dia ingin mencari tahu kekuatan Edward yang sebenarnya dari Starla.

“Tenang saja Sarah, Edward ini hanya terkenal dengan omongannya yang besar, tapi sebenarnya kekuatan dan kemampuannya masih jauh di bawahku.” Starla berkata sambil melipat kedua tangannya, ekspresi Starla terlihat menyindir Edward.

Edward mendengus mendengar perkataan Starla, kemudian dia berkata, “Memang kekuatan dan kemampuanku masih jauh bila dibandingkan dengan Starla, tapi kalau hanya melawan manusia seperti Sarah, itu kecil dan sangat mudah untukku, hahaha!” Edward tertawa dengan penuh kesombongan.

“Baik mari kita buktikan saja, siapa yang lebih kuat dan berkemampuan, Tuan Edward yang terhormat!” Sarah menantang Edward dengan pandangan tajam.

“Oke, siapa takut!” Edward dengan sombongnya menerima tantangan Sarah.

“Starla, kamu saja yang jadi wasitnya, tapi awas jangan sampai berat sebelah, harus adil!” Edward memberikan perintah kepada Starla dengan lantang, wajah angkuhnya terlihat jelas. “Kalau aku menang, Sarah harus segera angkat kaki dari sini dan jangan pernah kembali ke sini lagi. Sebaliknya kalau aku yang kalah, maka Sarah boleh tetap berada di sini sesuka hatinya.”

Sarah berpikir sejenak lalu mengatakan, ”Deal, kita lihat saja nanti, siapa yang akan menang!”

Starla tersenyum senang, sambil bertepuk tangan Starla mengatakan, “Bagus! Aku suka kesepakatan ini, aku akan jadi wasit yang adil untuk kalian berdua!”

Sebagai wasit, Starla mengatur posisi masing-masing lawan. Sarah berada di sebelah kanan Starla dengan jarak kurang lebih satu meter, sedangkan Edward, Starla tempatkan di sebelah kiri Starla, dengan jarak yang sama. Dengan hitungan ketiga pertandingan antara Sarah dan Edward di mulai. Edward langsung menyerang Sarah dengan kekuatan bintang yang dia miliki. Sarah sebaliknya, dia lebih banyak menghindar dan sengaja membuat Edward kelelahan mengeluarkan seluruh kekuatannya. 

Ronde demi ronde berlangsung. Edward terus saja menyerang Sarah. Sarah berkelit kesana kemari, dengan gesit dia menghindari setiap serangan yang dipancarkan Edward. Dari sekian banyak serangan yang dilakukan Edward, hanya sekali Edward berhasil mengenai lengan kanan Sarah, itupun hanya luka gores yang tidak terlalu dalam sehingga darah yang keluar tidak banyak. 

Disaat Edward terlihat sudah kelelahan menyerang, Sarah baru berbalik menyerang Edward dengan gerakan-gerakan silat yang sudah dia kuasai, digabung dengan gerakan yang baru diajarkan Starla. Membuat Edward tercengang dan kebingungan bagaimana harus membalas serangan dari Sarah. Ditambah dia sudah menghabiskan semua kekuatan yang dia punya untuk menyerang Sarah. 

Pertarungan sudah berlangsung sekitar setengah jam. Keringat mengucur deras baik dari Edward maupun Sarah. Napas keduanya terlihat ngos-ngosan. Namun yang lebih parah terlihat mengenaskan dan terluka dengan darah berwarna kebiruan yang mengalir di sudut bibir sebelah kanan, kedua lubang hidung juga berdarah, lebam-lebam di pipi, dagu dan dahi adalah Edward. 

Melihat Edward sudah sempoyongan, kesakitan dan tak mampu lagi berkata-kata, Sarah melancarkan serangan pamungkasnya dengan meninju perut Edward menggunakan kekuatan bintang yang Sarah miliki. Membuat Edward yang sudah kehabisan tenaga dan kekuatan langsung terbang terpental sejauh sekitar tujuh meter dan mendarat ke tanah dengan bunyi gedebug keras. Edward langsung terkapar tak sadarkan diri.

“Dewi Starla, maafkan saya, sepertinya saya terlalu keras memukul Edward? Apakah dia mati?” Dengan napas tersengal-sengal, keringat mengucur dan raut wajah khawatir Sarah bertanya kepada Starla. Setelah membuat Edward terkapar, Sarah baru menyadari kalau dia sudah meninju Edward menggunakan kekuatan bintang dengan keras sehingga membuat Edward pingsan seketika. 

“Hahaha! Akhirnya dia mampus juga, sudah lama aku ingin menghabisi dia tapi aku takut kalau aku yang melawan dia sendiri dianggap tidak adil, karena aku jauh lebih kuat darinya. Tapi karena yang melawan dia kamu Sarah, yang seorang manusia. Pasti para makhluk yang ada di sini akan tercengang. Ternyata seorang manusia yang dianggap jauh lebih rendah dan lemah dibanding makhluk bintang, malah sebaliknya, bisa mengalahkan Edward dengan mudahnya!” Sahut Starla sambil tertawa. Tampaknya Starla sudah begitu kesal dengan Edward. Wajar saja karena Edward sudah sering mengganggu latihan Starla dalam meningkatkan kekuatannya.

“Kamu hebat Sarah, aku kagum dengan kecepatan peningkatan kekuatanmu. Bahkan di luar ekspektasiku. Dengan kecerdasanmu, kamu bisa membuat lawanmu kelelahan terlebih dulu, setelah kelelahan baru kamu menyerang menggunakan kekuatanmu yang sebenarnya, membuat dia tercengang dan tidak mampu untuk melawanmu lagi!”

“Terima kasih Dewi Starla, tapi maaf sebelumnya, Dewi Starla kok malah kelihatan senang saudara sepupunya babak belur dan terkapar begitu?” Sarah menutup mulutnya, perasaannya berkecamuk antara kaget, lucu dan kasihan juga dengan kondisi Edward.

“Iya Sarah, belum pernah aku merasa sesenang ini, terima kasih Sarah karena kau sudah membuat Edward yang sombong dan sok jagoan itu langsung mampus terkapar. Aku yakin dia tidak akan lagi berani meremehkan kamu Sarah,  Hahaha!” Starla tertawa lebar, dia merasa senang sekali dengan kekalahan dan terkaparnya Edward.

“Bagaimana kalau dia sampai meninggal Dewi? Apa yang akan dilakukan saudara-saudara Dewi Starla yang lain terhadap saya?” Sarah semakin khawatir dengan kondisi Edward dan dengan apa yang akan dilakukan saudara-saudara Starla yang lain apabila mengetahui Edward dikalahkan oleh Sarah.

“Sarah, kamu tenang saja, saudara-saudaraku yang lain juga banyak yang membenci dia, karena dia begitu sombong dan suka mengganggu, terutama kepadaku. Jadi aku sama sekali tidak akan sedih, malah sangat senang dengan kondisi dia yang mengenaskan ini!” Starla menjawab dengan santai.

Starla memang merasa sangat senang dengan kondisi Edward yang mengenaskan itu, namun tidak dengan Sarah. Dia sama sekali tidak bisa tenang, malah dia merasa bersalah karena sudah membuat Edward sampai terkapar. Sarah juga takut kalau Edward jadi meninggal gara-gara Sarah. Jadi Sarah segera ke tempat Edward terkapar. Memastikan kondisi Edward dan berusaha membangunkan Edward.

Sarah mencoba mendekatkan jarinya ke lubang hidung Edward. Syukurlah ternyata Edward masih bernapas. Sarah mencoba menyadarkan Edward dengan menggoyang-goyangkan badan Edward. Dia sudah tidak peduli dengan keringatnya yang mengucur deras sampai menetes-netes mengenai dada Edward.

“Tuan Edward! Bangun Tuan! Maafkan saya sudah membuat tuan jadi seperti ini! Saya mohon Tuan bangun!” Setelah berusaha menggoyang-goyangkan badan Edward tidak berhasil membuat Edward sadar, Sarah mencoba menepuk berkali-kali pipi Edward yang berkeringat sambil berteriak berusaha membangunkan Edward.

Sudah sekitar lima belas menit Sarah berusaha membangunkan Edward dengan berbagai cara. Namun Edward belum juga ada tanda-tanda untuk bangun. Sarah yang sudah sangat kelelahan, kepala pusing, pandangan berkunang-kunang, bermandikan keringat dengan napas tersengal-sengal mencoba untuk berteriak lebih keras lagi, “Tuan Edward, banguuun!”

Akankah Edward berhasil bangun dan kembali sadar? Atau sebaliknya? Bagaimana tanggapan saudara-saudara Starla saat mengetahui Edward dikalahkan secara telak oleh seorang manusia? Ikuti terus kisah yang semakin seru dan membuat penasaran ini.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Pengumuman Bab 71-78
73 Bab 71
74 Bab 72
75 Bab 73
76 Bab 74
77 Bab 75
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Pengumuman Bab 80-81
83 Bab 80
84 Bab 81
85 Bab 82
86 Pengumuman bab 83-85
87 Bab 83
88 Bab 84
89 Bab 85
90 *Pengumuman*
91 Bab 86
92 Bab 87
93 Bab 88
94 Bab 89
95 Bab 90
96 Bab 91
97 Bab 92
98 Bab 93
99 *Pengumuman Bab 94-95*
100 Bab 94
101 Bab 95
102 Bab 96
103 Bab 97
104 Bab 98
105 Bab 99
106 Bab 100
107 Bab 101
108 Bab 102
109 Bab 103
110 Bab 104
111 Bab 105
112 Bab 106
113 Bab 107
114 Bab 108
115 Bab 109
116 Bab 110
117 Bab 111
118 Bab 112
119 Bab 113
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Pengumuman Bab 71-78
73
Bab 71
74
Bab 72
75
Bab 73
76
Bab 74
77
Bab 75
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Pengumuman Bab 80-81
83
Bab 80
84
Bab 81
85
Bab 82
86
Pengumuman bab 83-85
87
Bab 83
88
Bab 84
89
Bab 85
90
*Pengumuman*
91
Bab 86
92
Bab 87
93
Bab 88
94
Bab 89
95
Bab 90
96
Bab 91
97
Bab 92
98
Bab 93
99
*Pengumuman Bab 94-95*
100
Bab 94
101
Bab 95
102
Bab 96
103
Bab 97
104
Bab 98
105
Bab 99
106
Bab 100
107
Bab 101
108
Bab 102
109
Bab 103
110
Bab 104
111
Bab 105
112
Bab 106
113
Bab 107
114
Bab 108
115
Bab 109
116
Bab 110
117
Bab 111
118
Bab 112
119
Bab 113

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!