Bab 5

Ini adalah Ager, tempat biasa aku berlatih. Aku sengaja membawamu ke sini dengan berjalan kaki supaya kakimu lebih kuat, sekaligus melatih fokusmu serta membiasakan diri dengan kondisi lingkungan dan udara yang ada di sini, yang pastinya berbeda dengan di tempatmu tinggal.” Starla memberikan penjelasan sambil ia menyeka keringat yang membasahi dahi dan leher jenjangnya. “Aku lihat kamu sudah berhasil menghabiskan air yang kuberikan tanpa sisa, itu bagus.” Starla memuji usaha Sarah yang sudah berhasil menghabiskan air putih yang Starla berikan.

“Iya Dewi, perut saya sampai rasanya penuh dengan air hehe…, karena selama ini saya belum pernah minum begitu banyak di gelas yang begitu besar. Tapi karena tempat ini bagaikan sauna panasnya, jadi saya juga jadi mudah haus dan berkeringat.” Sarah menyeka keringat yang mengucur di dahi, dagu dan leher jenjangnya, sambil berusaha mengatur napasnya yang ngos-ngosan.

“Iya Sarah, di sini memang sangat panas udaranya, namanya juga wilayah kekuasaan saya di negeri bintang, yang suhunya bisa mencapai 6000 derajat Celcius. Ini saja sudah saya setting supaya suhunya bisa diturunkan hingga 90 derajat Celcius, dimana manusia masih bisa hidup tapi konsekuensinya akan sangat kegerahan dan lebih banyak berkeringat. Maaf saya tidak bisa menurunkan suhu lebih rendah lagi dari ini, karena sudah batas maksimal penurunan suhu.” Starla memberikan penjelasan kepada Sarah. Sarah akhirnya paham mengapa di sini begitu panas, yang membuat keringatnya mengucur terus.

“Silakan duduk sambil bersila dulu di sini.” Starla menunjuk ke tengah-tengah dataran yang amat luas itu, lalu mulai menjelaskan, “Di sini adalah pusat terhimpunnya kekuatan dari seluruh alam Caelum Regnum. Biasa saya gunakan untuk menstabilkan dan meningkatkan kekuatan saya. Coba pejamkan kedua matamu Sarah, rasakan kekuatan yang kau miliki bergabung dengan kekuatan alam Caelum Regnum.”

“Baik Dewi Starla, saya akan coba.” Sarah duduk bersila di tempat yang ditunjuk oleh Starla, ia memejamkan kedua mata berbulu mata lentiknya dengan kedua tangan menyatu. Ia fokus untuk mengeluarkan kekuatannya bercampur dengan kekuatan alam Caelum Regnum. Tak lama kemudian energi panas berwarna putih perlahan mulai keluar dari dalam tubuh Sarah, merambat perlahan hingga ke atas kepalanya, lalu menyatu dengan kekuatan tak kasat mata dari alam Caelum Regnum. 

Seiring dengan keluarnya kekuatan yang  memunculkan cahaya putih panas dari tubuh Sarah, Keringat Sarah pun mengucur semakin deras hingga  membasahi daster pink-nya. Tapi dia tetap berusaha memfokuskan diri dengan kekuatannya. Hingga kira-kira tiga puluh menit berlalu, dia sudah kelelahan, dan merasa tak sanggup lagi untuk menstabilkan kekuatannya. 

Sarah akhirnya menghentikan dirinya.  Dengan napas tersengal-sengal, telapak  tangan kanan menyentuh ke tanah di bawahnya. Keringatnya mengucur deras dari kening dan dagunya, menetes-netes membasahi tanah hitam tempat dia duduk, lalu dia mengatakan kepada Starla, “Maaf Dewi Starla, saya sudah sangat lelah, gak sanggup lagi...” Kepala Sarah pusing sekali, pandangan Sarah  berkunang-kunang dan mulai buram. Tak lama kemudian Sarah tumbang, tapi dengan sigap Starla segera menangkap Sarah yang akan jatuh ke tanah.

“Tak apa-apa Sarah, tiga puluh menit dirimu bisa bertahan menstabilkan kekuatan, dengan kondisimu yang baru saja selesai melahirkan, dan dengan kondisi alam di sini yang sangat berbeda dengan kondisi di alammu, ditambah hawa yang sangat panas, itu sudah bagus sekali. Kalau manusia biasa mungkin hanya bisa bertahan lima menit saja.” Starla memapah Sarah yang sudah lemas, bermandikan keringat. Dia langsung membawa Sarah ber-apparate dengan cepat. Muncul di depan singgasananya dan menyandarkan Sarah di kursi singgasananya yang berwarna putih juga.

“Terima kasih Dewi Starla.” Sarah dengan suara lemah berterima kasih pada Starla. Kondisinya sudah sangat kelelahan dengan tubuh penuh keringat.

“Istirahatlah dulu di sini sampai kau sudah merasa pulih, atau mau aku antar ke kamar yang ada di istanaku ini?” tanya Starla yang khawatir dengan kondisi Sarah.

“Tidak usah repot-repot Dewi, saya memulihkan diri di sini saja, mungkin sekitar satu jam sudah cukup untuk saya memulihkan diri.” Sarah menyeka lelehan keringat yang mengucur di dahi dan lehernya dengan punggung tangannya.

“Ini ada saputangan handuk pakailah untuk menyeka keringat di seluruh tubuhmu.” Starla melihat Sarah banyak berkeringat, dia teringat saputangan handuk khusus, lalu dari tangan kanan Starla yang bersinar muncul saputangan handuk berwarna putih. Dia menyerahkan saputangan handuk itu kepada Sarah.

“Terima kasih Dewi Starla.” Sarah mengambil saputangan handuk dari tangan Starla, lalu mulai menyeka keringat yang mengucur di seluruh tubuhnya. Saputangan handuk ini ternyata cepat menyerap keringat Sarah hingga bersih. Tapi anehnya saputangan ini saat dipegang tidak basah sama sekali. 

“Saputangan handuk ini ajaib, perasaan keringatku sudah seperti orang mandi tapi saputangan ini tetap kering seperti belum pernah terkena air keringat sama sekali, andai di Dosiainne ada saputangan seperti ini atau kain pel-pelan seperti ini kan tidak perlu capek-capek memeras airnya.” Sarah membatin sambil mengagumi saputangan putih dari Starla. Setelah itu dia mulai merebahkan tubuhnya yang sudah sangat kelelahan di kursi singgasana Starla.

“Selamat istirahat Sarah. Saya tinggal dulu untuk menyelesaikan beberapa urusan, nanti sekitar satu jam lagi saya akan kembali ke sini.” Starla segera undur diri dari hadapan Sarah lalu ber-apparate entah kemana.

“Terima kasih Dewi Starla, Silakan Dewi.” Sarah mulai memejamkan mata, kepalanya terasa begitu berat dan pusing. Panasnya udara di Caelum Regnum yang mencapai suhu 90 derajat Celcius membuat bulir-bulir keringat mulai bermunculan lagi di permukaan kulit Sarah.

Satu jam berlalu, Sarah merasakan tubuhnya sudah mulai pulih. Tubuhnya jadi terasa lebih ringan dari sebelumnya, dan lebih bugar. Ia pun bangun dari istirahatnya.

“Sarah akhirnya kau bangun, aku lihat dari mata batinku kekuatanmu sudah mulai stabil, Sarah. Ini aku berikan buku petunjuk kecil ini untukmu, supaya kamu  melatih secara mandiri agar bisa segera menguasai tenaga dalammu dan gerakan-gerakan untuk bisa melawan para iblis dan sekutu-sekutunya.” Starla memunculkan buku putih dari tangan kanannya.

“Tolong jaga baik-baik buku ini dan simpanlah di tempat yang tersembunyi, jangan sampai buku ini dicuri oleh para iblis dan sekutu-sekutunya.” Starla  memberikan buku putih kecil berukuran panjang sepuluh sentimeter, lebar lima sentimeter dan tebalnya empat sentimeter. Di cover bukunya bertuliskan tulisan latin emas Kitab Rahasia Berlatih Kekuatan untuk Melawan Iblis dan Sekutu-sekutunya yang ditulis oleh Starla sendiri.

“Wow keren sekali Dewi! ternyata Dewi Starla juga penulis buku!” Sarah yang tenaganya sudah mulai pulih memuji Starla, sambil mengamati cover buku, dan melihat nama pengarangnya, Starla Dewi Bintang.  

“Keren apa sih Sarah, ini aku hanya menerjemahkan ke bahasamu. Sebenarnya buku ini ditulis dalam bahasa latin. Tapi aku sengaja menerjemahkan ke dalam bahasa Dosiainne yang biasa dipakai oleh orang-orang di negaramu, aku tambahkan berdasarkan pengalaman aku pribadi dalam menghadapi para iblis dan sekutu-sekutunya.” ujar Starla sambil tersipu.

Mata Sarah jadi berkaca-kaca karena terharu mendengar Starla sampai rela menerjemahkan buku untuk orang Dosiainne dan menambahkan pengalaman pribadinya dalam menghadapi para iblis dan sekutu-sekutunya, ia pun mengatakan, “Terima kasih banyak Dewi Starla, Anda sangat keren!” Sarah dengan mata berbinar-binar tersenyum sambil mengacungkan dua jari jempolnya kepada Starla.

Starla tersenyum melihat tingkah Sarah yang lucu menurutnya, “Sama-sama Sarah, yang semangat berlatih ya. Semoga kamu dan anakmu bisa segera menguasai kekuatan yang ku berikan dan bisa membantu umat manusia yang membutuhkan.”

“Siap Dewi, saya dan anak saya akan rajin berlatih dari buku putih yang Dewi berikan ini dan dari pengarahan langsung darimu setiap hari Senin dan Kamis!” Sarah mengatakan dengan semangat membara.

“Bagus, saya suka semangatmu. Latihan ini aku sudahi dulu karena kamu pasti masih sangat kelelahan setelah melahirkan dan harus berlatih menstabilkan kekuatan. Silakan pulihkan dirimu dulu Sarah. Mulai saat ini kau juga harus lebih banyak minum air putih dan banyak makan makanan berkarbohidrat tinggi seperti nasi, jagung, roti dan lain sebagainya untuk menambah cairan dan energi di tubuhmu.” Starla menyudahi latihannya sambil memberikan wejangan kepada Sarah.

“Baik Dewi Starla, terima kasih untuk semuanya Dewi, kalau begitu saya pamit undur diri, tolong kembalikan saya ke alam saya Dewi.” Sarah menyatukan dua jarinya sambil setengah menunduk ke Starla memohon untuk dikembalikan ke alam Sarah.

Akankah Starla mengabulkan permintaan Sarah untuk mengembalikan Sarah ke alam Sarah? Kita ikuti terus kisah yang semakin seru ini.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Pengumuman Bab 71-78
73 Bab 71
74 Bab 72
75 Bab 73
76 Bab 74
77 Bab 75
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Pengumuman Bab 80-81
83 Bab 80
84 Bab 81
85 Bab 82
86 Pengumuman bab 83-85
87 Bab 83
88 Bab 84
89 Bab 85
90 *Pengumuman*
91 Bab 86
92 Bab 87
93 Bab 88
94 Bab 89
95 Bab 90
96 Bab 91
97 Bab 92
98 Bab 93
99 *Pengumuman Bab 94-95*
100 Bab 94
101 Bab 95
102 Bab 96
103 Bab 97
104 Bab 98
105 Bab 99
106 Bab 100
107 Bab 101
108 Bab 102
109 Bab 103
110 Bab 104
111 Bab 105
112 Bab 106
113 Bab 107
114 Bab 108
115 Bab 109
116 Bab 110
117 Bab 111
118 Bab 112
119 Bab 113
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Pengumuman Bab 71-78
73
Bab 71
74
Bab 72
75
Bab 73
76
Bab 74
77
Bab 75
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Pengumuman Bab 80-81
83
Bab 80
84
Bab 81
85
Bab 82
86
Pengumuman bab 83-85
87
Bab 83
88
Bab 84
89
Bab 85
90
*Pengumuman*
91
Bab 86
92
Bab 87
93
Bab 88
94
Bab 89
95
Bab 90
96
Bab 91
97
Bab 92
98
Bab 93
99
*Pengumuman Bab 94-95*
100
Bab 94
101
Bab 95
102
Bab 96
103
Bab 97
104
Bab 98
105
Bab 99
106
Bab 100
107
Bab 101
108
Bab 102
109
Bab 103
110
Bab 104
111
Bab 105
112
Bab 106
113
Bab 107
114
Bab 108
115
Bab 109
116
Bab 110
117
Bab 111
118
Bab 112
119
Bab 113

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!