Ini adalah Ager, tempat biasa aku berlatih. Aku sengaja membawamu ke sini dengan berjalan kaki supaya kakimu lebih kuat, sekaligus melatih fokusmu serta membiasakan diri dengan kondisi lingkungan dan udara yang ada di sini, yang pastinya berbeda dengan di tempatmu tinggal.” Starla memberikan penjelasan sambil ia menyeka keringat yang membasahi dahi dan leher jenjangnya. “Aku lihat kamu sudah berhasil menghabiskan air yang kuberikan tanpa sisa, itu bagus.” Starla memuji usaha Sarah yang sudah berhasil menghabiskan air putih yang Starla berikan.
“Iya Dewi, perut saya sampai rasanya penuh dengan air hehe…, karena selama ini saya belum pernah minum begitu banyak di gelas yang begitu besar. Tapi karena tempat ini bagaikan sauna panasnya, jadi saya juga jadi mudah haus dan berkeringat.” Sarah menyeka keringat yang mengucur di dahi, dagu dan leher jenjangnya, sambil berusaha mengatur napasnya yang ngos-ngosan.
“Iya Sarah, di sini memang sangat panas udaranya, namanya juga wilayah kekuasaan saya di negeri bintang, yang suhunya bisa mencapai 6000 derajat Celcius. Ini saja sudah saya setting supaya suhunya bisa diturunkan hingga 90 derajat Celcius, dimana manusia masih bisa hidup tapi konsekuensinya akan sangat kegerahan dan lebih banyak berkeringat. Maaf saya tidak bisa menurunkan suhu lebih rendah lagi dari ini, karena sudah batas maksimal penurunan suhu.” Starla memberikan penjelasan kepada Sarah. Sarah akhirnya paham mengapa di sini begitu panas, yang membuat keringatnya mengucur terus.
“Silakan duduk sambil bersila dulu di sini.” Starla menunjuk ke tengah-tengah dataran yang amat luas itu, lalu mulai menjelaskan, “Di sini adalah pusat terhimpunnya kekuatan dari seluruh alam Caelum Regnum. Biasa saya gunakan untuk menstabilkan dan meningkatkan kekuatan saya. Coba pejamkan kedua matamu Sarah, rasakan kekuatan yang kau miliki bergabung dengan kekuatan alam Caelum Regnum.”
“Baik Dewi Starla, saya akan coba.” Sarah duduk bersila di tempat yang ditunjuk oleh Starla, ia memejamkan kedua mata berbulu mata lentiknya dengan kedua tangan menyatu. Ia fokus untuk mengeluarkan kekuatannya bercampur dengan kekuatan alam Caelum Regnum. Tak lama kemudian energi panas berwarna putih perlahan mulai keluar dari dalam tubuh Sarah, merambat perlahan hingga ke atas kepalanya, lalu menyatu dengan kekuatan tak kasat mata dari alam Caelum Regnum.
Seiring dengan keluarnya kekuatan yang memunculkan cahaya putih panas dari tubuh Sarah, Keringat Sarah pun mengucur semakin deras hingga membasahi daster pink-nya. Tapi dia tetap berusaha memfokuskan diri dengan kekuatannya. Hingga kira-kira tiga puluh menit berlalu, dia sudah kelelahan, dan merasa tak sanggup lagi untuk menstabilkan kekuatannya.
Sarah akhirnya menghentikan dirinya. Dengan napas tersengal-sengal, telapak tangan kanan menyentuh ke tanah di bawahnya. Keringatnya mengucur deras dari kening dan dagunya, menetes-netes membasahi tanah hitam tempat dia duduk, lalu dia mengatakan kepada Starla, “Maaf Dewi Starla, saya sudah sangat lelah, gak sanggup lagi...” Kepala Sarah pusing sekali, pandangan Sarah berkunang-kunang dan mulai buram. Tak lama kemudian Sarah tumbang, tapi dengan sigap Starla segera menangkap Sarah yang akan jatuh ke tanah.
“Tak apa-apa Sarah, tiga puluh menit dirimu bisa bertahan menstabilkan kekuatan, dengan kondisimu yang baru saja selesai melahirkan, dan dengan kondisi alam di sini yang sangat berbeda dengan kondisi di alammu, ditambah hawa yang sangat panas, itu sudah bagus sekali. Kalau manusia biasa mungkin hanya bisa bertahan lima menit saja.” Starla memapah Sarah yang sudah lemas, bermandikan keringat. Dia langsung membawa Sarah ber-apparate dengan cepat. Muncul di depan singgasananya dan menyandarkan Sarah di kursi singgasananya yang berwarna putih juga.
“Terima kasih Dewi Starla.” Sarah dengan suara lemah berterima kasih pada Starla. Kondisinya sudah sangat kelelahan dengan tubuh penuh keringat.
“Istirahatlah dulu di sini sampai kau sudah merasa pulih, atau mau aku antar ke kamar yang ada di istanaku ini?” tanya Starla yang khawatir dengan kondisi Sarah.
“Tidak usah repot-repot Dewi, saya memulihkan diri di sini saja, mungkin sekitar satu jam sudah cukup untuk saya memulihkan diri.” Sarah menyeka lelehan keringat yang mengucur di dahi dan lehernya dengan punggung tangannya.
“Ini ada saputangan handuk pakailah untuk menyeka keringat di seluruh tubuhmu.” Starla melihat Sarah banyak berkeringat, dia teringat saputangan handuk khusus, lalu dari tangan kanan Starla yang bersinar muncul saputangan handuk berwarna putih. Dia menyerahkan saputangan handuk itu kepada Sarah.
“Terima kasih Dewi Starla.” Sarah mengambil saputangan handuk dari tangan Starla, lalu mulai menyeka keringat yang mengucur di seluruh tubuhnya. Saputangan handuk ini ternyata cepat menyerap keringat Sarah hingga bersih. Tapi anehnya saputangan ini saat dipegang tidak basah sama sekali.
“Saputangan handuk ini ajaib, perasaan keringatku sudah seperti orang mandi tapi saputangan ini tetap kering seperti belum pernah terkena air keringat sama sekali, andai di Dosiainne ada saputangan seperti ini atau kain pel-pelan seperti ini kan tidak perlu capek-capek memeras airnya.” Sarah membatin sambil mengagumi saputangan putih dari Starla. Setelah itu dia mulai merebahkan tubuhnya yang sudah sangat kelelahan di kursi singgasana Starla.
“Selamat istirahat Sarah. Saya tinggal dulu untuk menyelesaikan beberapa urusan, nanti sekitar satu jam lagi saya akan kembali ke sini.” Starla segera undur diri dari hadapan Sarah lalu ber-apparate entah kemana.
“Terima kasih Dewi Starla, Silakan Dewi.” Sarah mulai memejamkan mata, kepalanya terasa begitu berat dan pusing. Panasnya udara di Caelum Regnum yang mencapai suhu 90 derajat Celcius membuat bulir-bulir keringat mulai bermunculan lagi di permukaan kulit Sarah.
Satu jam berlalu, Sarah merasakan tubuhnya sudah mulai pulih. Tubuhnya jadi terasa lebih ringan dari sebelumnya, dan lebih bugar. Ia pun bangun dari istirahatnya.
“Sarah akhirnya kau bangun, aku lihat dari mata batinku kekuatanmu sudah mulai stabil, Sarah. Ini aku berikan buku petunjuk kecil ini untukmu, supaya kamu melatih secara mandiri agar bisa segera menguasai tenaga dalammu dan gerakan-gerakan untuk bisa melawan para iblis dan sekutu-sekutunya.” Starla memunculkan buku putih dari tangan kanannya.
“Tolong jaga baik-baik buku ini dan simpanlah di tempat yang tersembunyi, jangan sampai buku ini dicuri oleh para iblis dan sekutu-sekutunya.” Starla memberikan buku putih kecil berukuran panjang sepuluh sentimeter, lebar lima sentimeter dan tebalnya empat sentimeter. Di cover bukunya bertuliskan tulisan latin emas Kitab Rahasia Berlatih Kekuatan untuk Melawan Iblis dan Sekutu-sekutunya yang ditulis oleh Starla sendiri.
“Wow keren sekali Dewi! ternyata Dewi Starla juga penulis buku!” Sarah yang tenaganya sudah mulai pulih memuji Starla, sambil mengamati cover buku, dan melihat nama pengarangnya, Starla Dewi Bintang.
“Keren apa sih Sarah, ini aku hanya menerjemahkan ke bahasamu. Sebenarnya buku ini ditulis dalam bahasa latin. Tapi aku sengaja menerjemahkan ke dalam bahasa Dosiainne yang biasa dipakai oleh orang-orang di negaramu, aku tambahkan berdasarkan pengalaman aku pribadi dalam menghadapi para iblis dan sekutu-sekutunya.” ujar Starla sambil tersipu.
Mata Sarah jadi berkaca-kaca karena terharu mendengar Starla sampai rela menerjemahkan buku untuk orang Dosiainne dan menambahkan pengalaman pribadinya dalam menghadapi para iblis dan sekutu-sekutunya, ia pun mengatakan, “Terima kasih banyak Dewi Starla, Anda sangat keren!” Sarah dengan mata berbinar-binar tersenyum sambil mengacungkan dua jari jempolnya kepada Starla.
Starla tersenyum melihat tingkah Sarah yang lucu menurutnya, “Sama-sama Sarah, yang semangat berlatih ya. Semoga kamu dan anakmu bisa segera menguasai kekuatan yang ku berikan dan bisa membantu umat manusia yang membutuhkan.”
“Siap Dewi, saya dan anak saya akan rajin berlatih dari buku putih yang Dewi berikan ini dan dari pengarahan langsung darimu setiap hari Senin dan Kamis!” Sarah mengatakan dengan semangat membara.
“Bagus, saya suka semangatmu. Latihan ini aku sudahi dulu karena kamu pasti masih sangat kelelahan setelah melahirkan dan harus berlatih menstabilkan kekuatan. Silakan pulihkan dirimu dulu Sarah. Mulai saat ini kau juga harus lebih banyak minum air putih dan banyak makan makanan berkarbohidrat tinggi seperti nasi, jagung, roti dan lain sebagainya untuk menambah cairan dan energi di tubuhmu.” Starla menyudahi latihannya sambil memberikan wejangan kepada Sarah.
“Baik Dewi Starla, terima kasih untuk semuanya Dewi, kalau begitu saya pamit undur diri, tolong kembalikan saya ke alam saya Dewi.” Sarah menyatukan dua jarinya sambil setengah menunduk ke Starla memohon untuk dikembalikan ke alam Sarah.
Akankah Starla mengabulkan permintaan Sarah untuk mengembalikan Sarah ke alam Sarah? Kita ikuti terus kisah yang semakin seru ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments