Mafia 13

Arumi tak habis pikir, Max berani bicara seperti itu di depan pamannya. Pria itu mengatakan padanya, ketika dirinya sudah keluar dari kampung ini lalu masuk ke dalam lingkungannya, maka dirinya takkan bisa kembali lagi.

Arumi ingin protes. Tetapi, sekali lagi sang paman menasihatinya. "Dia itu suamimu. Pintu surga untukmu, maka ikutilah dan berbaktilah." Begitulah ucapan Mustafa yang meneguhkan pilihannya.

Mustafa meyakinkan Arumi bahwa dirinya akan baik-baik saja. Pada akhirnya, Arumi mendatangi rumah pak RT untuk menitipkan pamannya itu. Arumi juga membelanjakan keperluan Mustafa untuk satu pekan.

Keesokan paginya.

"Pakde, semua sudah Arum siapkan ya. Pakde benar kan tidak akan apa-apa, kalau Arumi tinggal sendiri?" tanya Arumi lagi memastikan. Tatapannya sendu menatap tubuh kurus sang paman yang sudah berusia setengah abad lebih itu.

"Nduk. Pakde tidaklah seringkih itu. Pakde masih bisa mencari makan dengan menjual daun pisang, daun singkong dan juga sereh. Pakde juga bisa ngarit, untuk pakan ternaknya juragan kambing di ujung kampung sana. Jadi, kamu tidak usah menghawatirkan keadaan Pakdemu di sini," kata Mustafa dengan senyumnya yang meneduhkan. Arumi, yang di tinggal sejak kecil oleh ayahnya, hanya dari sang paman lah ia mendapatkan kasih sayang seorang ayah.

"Iya, Pakde. Arumi hanya berat meninggalkanmu. Apalagi, sekarang yang harus Arumi utamakan adalah suami," sahut Arumi dengan suara lirih. Matanya penuh cairan bening yang sedikit lagi tumpah.

"Jangan menangis. Pakde juga pasti akan rindu sekali kepadamu. Rindu masakanmu dan juga kolak ubi buatanmu. Kopi hitam racikanmu adalah yang paling nikmat setelah budemu tiada. Tetapi, Pakdemu ini mau tak mau harus menerima kenyataan. Pakde sudah menyiapkan hati untuk masa seperti ini. Karena Pakde tau, bahwa suatu saat akan ada laki-laki yang mengambilmu dari sisiku."

Sontak, penuturan Mustafa membuat Arumi tak mampu lagi menahan linangan air matanya. Gadis berwajah cantik alami itu menangis hebat, di pelukan pamannya.

Sementara itu, di luar kamar Max, sedang gusar. Ia sejak tadi memantau kabar dari Dave melalui ponsel Arumi. Max, menginginkan kedatangan Dave sesaat sebelum matahari terbit dari ufuk timur. Karena, Max tidak mau kedatangan Dave menjadi pusat perhatian warga kampung.

Akan tetapi, perkiraannya salah. Orang-orang kampung itu sudah berkumpul di depan gerbang pekarangan rumah Arumi setelah mereka pulang solat subuh tadi.

"Mereka itu gila! Langit masih gelap tapi sudah berkumpul di depan rumah tetangga!" umpat Max, menggerutu.

Max terus memantau pergerakan dari Dave dengan sistem GPS yang ia unduh dari ponsel pintar milik Arumi itu. Meski pun tidak terlalu canggih tapi cukup membantunya.

Kedua mata elang, Max terus memperhatikan titik lokasi yang menandakan pergerakan dari Dave. Sesekali urat-urat di rahang dan leher, Max menegang. Karena ia tau, bahwa Dave saat ini di hadang oleh musuh.

Dave mengabarkan kalau anak-anak buahnya sempat di serang oleh orang-orangnya Oliver. Sehingga di sini, Max menjadi gusar. Namun, tak berapa lama kemudian, yang di tunggu sampai.

"Ketua, kenapa banyak sekali manusia di jalanan. Apakah saya tetap harus masuk?" tanya Dave dari dalam mobil melalui earphone nya.

"Masuklah. Buat mereka semua menjauh dari rumah Arumi!" titah Max, dengan nada yang terdengar geram.

Dave, meluncurkan Limousine mewah berwarna hitam metalik. Mobil yang harganya di perkirakan tembus seratus milyar itu, memiliki body yang kebal peluru. Sehingga, aman untuk membawa sang ketua mafia.

Hanya saja, Dave sejak semalam heran karena sang ketua selalu menyebut nama satu wanita, yaitu Arumi. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan apa hubungannya sang ketua dengan wanita kampung itu? Berbagai pertanyaan hanya berputar di dalam kepala Dave tanpa jawaban.

Limousine masuk hingga ke depan gerbang rumah Arumi yang mana terdapat para warga berkumpul. Cukup banyak, hingga Dave kesusahan untuk maju menuju depan gerbang. Sementara kendaraan anak buahnya berjaga-jaga di depan gang dan sekitar kampung tersebut dengan jarak ukur seratus meter. Dave benar-benar telah mensterilkan area yang akan di lewati oleh, Max nanti.

Tinnnn!!

Dave membunyikan klakson cukup kencang agar para warga menjauh dari kendaraan itu. Mereka benar-benar penasaran, karena baru kali ini ada mobil dengan model serta ukuran tak biasa masuk ke kampung mereka.

"Mobil siapa sih ini?"

"Cakep bener!"

"Kok berhenti di depan rumah Arumi sih?"

"Masa iya, punya suami bulenya Arumi?"

Begitulah cuitan para warga di pagi buta itu. Mereka yang tadinya berkumpul di depan gerbang rumah Arumi kini berpindah ke depan dan juga sisi kanan-kiri Limousine.

Arumi berpamitan singkat pada sang paman. Kemudian salah satu orang suruhannya, Max masuk ke dalam rumah untuk membawa barang bawaan Arumi. Max, rasanya ingin menendang tas kumal milik Arumi yang akan di masukkan ke dalam kendaraan mewahnya itu. Karena menurutnya benda itu sangat buruk.

"Cepatlah. Waktu kita tidak banyak!" titah Max. Ia menatap sekilas ke arah Mustafa yang mengiringi kepergiannya membawa Arumi dengan senyum penuh kerelaan. Pria paruh baya itu, benar-benar menaruh kepercayaan penuh kepadanya.

"Ck. Kalau dia tau, bahwa keponakannya ini di bawa oleh seorang mafia. Apakah tatapannya akan serela itu?" batin Max. Kemudian berlalu tanpa berkata sepatah kata pun pada Mustafa.

"Pakde. Arumi pergi ya! Assalamualaikum!" seru Arumi sambil di seret oleh Max. Lelaki itu tak suka tatapan penuh selidik dan tanda tanya dari para warga.

"Wa'alaikumussalam! Fii amalillah, Nduk! Jangan pernah tinggalkan suamimu ya!" seru Mustafa tak kalah kencang. Pria itu berkali-kali menekankan pada Arumi agar sabar dan jangan pernah meninggalkan suaminya apapun masalah yang terjadi. Kecuali, jika Max yang menginginkan perpisahan.

Mustafa, menyembunyikan keterkejutannya ketika melihat dua orang berkaca mata hitam yang berjaga-jaga di sisi, Max dan juga mobil mewah mentereng yang di parkir depan rumahnya.

"Ya Allah, lindungilah Arumi," batinnya.

"Tuh kan bener, itu mobil punya lakinya Arumi!"

"Gak nyangka, suaminya Arumi orang kaya!"

"Ya iyalah tajir, pengedar narkoboy!" seru beberapa warga yang sepertinya sengaja agar Arumi dengar.

Max, sempat menatap salah satu dari mereka dengan sorot mata tajam. Ingin sekali ia menembak mulut-mulut yang lancar sekali mengolok-olok Arumi. Walaupun, perkataan mereka itu ada benarnya. Tetapi, Max bukannya sekedar pengedar obat-obatan terlarang. Maksudnya bukan dalam skala kecil. Ia bermain bisnis dengan para petinggi dan juga pejabat negeri. Menyelundupkan barang haram tersebut melalui berbagai macam artefak seni yang merupakan barang antik.

Arumi sudah masuk ke dalam mobil. Tanpa ia tau jika Isman, pemuda yang menjadi dalang penggerebekan dirinya dan Max, sedang mengumpat dalam hati. Isman menekuk wajahnya sehingga ia terlihat jelek seribu kali.

"Kampret! Ternyata suami Arumi bukan orang sembarangan! Dia pasti penjahat kelas kakap. Harusnya gue panggil polisi aja!" gerutunya kesal, seraya menendang apa saja yang ada di depannya.

Brang! Brang!

Pagar rumah kediaman Mustafa tak lepas dari amukan, Isman.

Dave, membawa Limousine itu mundur perlahan, karena para warga benar-benar bagaikan lalat yang sedang mengerubungi buah.

"Apa perlu saya tabrak saja mereka ini, Ketua?" tanya Dave, yang membuat Arumi seketika mendelikkan matanya.

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

si isman emang sdah gila...

2025-03-14

0

Senja

Senja

paman tidak berkeluarga????

2025-02-20

0

LENY

LENY

HARUSNYA MAX SEDIKIT SOPANLAH SAMA PAMAN MUSTAFA YG SANGAT BAIK. JD SEBEL LIHAT KELAKUAN MAX

2024-11-24

3

lihat semua
Episodes
1 MAFIA 1.
2 Mafia 2
3 Mafia 3
4 Mafia 4
5 Mafia 5
6 Mafia 6.
7 Mafia 7
8 Mafia 8
9 Mafia 9
10 Mafia 10
11 Mafia 11
12 Mafia 12
13 Mafia 13
14 Mafia 14
15 Mafia 15
16 Mafia 16
17 Mafia 17
18 Mafia 18
19 Mafia 19
20 Mafia 20
21 Mafia 21
22 Mafia 22
23 Mafia 23
24 Mafia 24
25 Mafia 25
26 Mafia 26
27 Mafia 27
28 Mafia 28
29 Mafia 29
30 Mafia 30
31 Mafia 31
32 Mafia 32
33 Mafia 33
34 Mafia 34
35 Mafia 35
36 Mafia 36
37 Mafia 37
38 Mafia 38
39 Mafia 39
40 Mafia 40
41 Mafia 41
42 Mafia 42
43 Mafia 43
44 Mafia 44
45 Mafia 45
46 Mafia 46
47 Mafia 47
48 Mafia 48
49 Mafia 49
50 Mafia 50
51 Mafia 51
52 Mafia 52
53 Mafia 53
54 Mafia 54
55 Mafia 55
56 Mafia 56
57 Mafia 57
58 Mafia 58
59 Mafia 59
60 Mafia 60
61 Mafia 61
62 Mafia 62
63 Mafia 63
64 Mafia 64
65 mafia 65
66 Mafia 66
67 Mafia 67
68 Mafia 68
69 Mafia 69
70 Mafia 70
71 Mafia 71
72 Mafia 72
73 Mafia 73
74 Mafia 74
75 Mafia 75
76 Mafia 76
77 Mafia 77
78 Mafia 78
79 Mafia 79
80 Mafia 80
81 Mafia 81
82 Mafia 82
83 Mafia 83
84 Mafia 84
85 Mafia 85
86 Mafia 86
87 Mafia 87
88 Mafia 88
89 Mafia 89
90 Mafia 90
91 Mafia 91
92 Mafia 92
93 Mafia 93
94 Mafia 94
95 Mafia 95
96 Mafia 96
97 Mafia 97
98 Mafia 98
99 Mafia 99
100 Menuju Akhir Cerita
101 Ketabahan Arumi
102 TAMAT
103 Bab BONUS!!
104 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 104 Episodes

1
MAFIA 1.
2
Mafia 2
3
Mafia 3
4
Mafia 4
5
Mafia 5
6
Mafia 6.
7
Mafia 7
8
Mafia 8
9
Mafia 9
10
Mafia 10
11
Mafia 11
12
Mafia 12
13
Mafia 13
14
Mafia 14
15
Mafia 15
16
Mafia 16
17
Mafia 17
18
Mafia 18
19
Mafia 19
20
Mafia 20
21
Mafia 21
22
Mafia 22
23
Mafia 23
24
Mafia 24
25
Mafia 25
26
Mafia 26
27
Mafia 27
28
Mafia 28
29
Mafia 29
30
Mafia 30
31
Mafia 31
32
Mafia 32
33
Mafia 33
34
Mafia 34
35
Mafia 35
36
Mafia 36
37
Mafia 37
38
Mafia 38
39
Mafia 39
40
Mafia 40
41
Mafia 41
42
Mafia 42
43
Mafia 43
44
Mafia 44
45
Mafia 45
46
Mafia 46
47
Mafia 47
48
Mafia 48
49
Mafia 49
50
Mafia 50
51
Mafia 51
52
Mafia 52
53
Mafia 53
54
Mafia 54
55
Mafia 55
56
Mafia 56
57
Mafia 57
58
Mafia 58
59
Mafia 59
60
Mafia 60
61
Mafia 61
62
Mafia 62
63
Mafia 63
64
Mafia 64
65
mafia 65
66
Mafia 66
67
Mafia 67
68
Mafia 68
69
Mafia 69
70
Mafia 70
71
Mafia 71
72
Mafia 72
73
Mafia 73
74
Mafia 74
75
Mafia 75
76
Mafia 76
77
Mafia 77
78
Mafia 78
79
Mafia 79
80
Mafia 80
81
Mafia 81
82
Mafia 82
83
Mafia 83
84
Mafia 84
85
Mafia 85
86
Mafia 86
87
Mafia 87
88
Mafia 88
89
Mafia 89
90
Mafia 90
91
Mafia 91
92
Mafia 92
93
Mafia 93
94
Mafia 94
95
Mafia 95
96
Mafia 96
97
Mafia 97
98
Mafia 98
99
Mafia 99
100
Menuju Akhir Cerita
101
Ketabahan Arumi
102
TAMAT
103
Bab BONUS!!
104
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!