Mafia 2

"Emmh!" Arumi ingin berteriak ketika sebuah tangan kekar membekap mulutnya. Max menyeret, Arumi semakin ke dalam dan bersembunyi di balik dinding kamarnya.

"Ya Allah. Siapa yang ada di dalam kamar Arumi," batin gadis itu gemetar ketakutan.

"Aku akan melepaskanmu. Tapi berjanjilah jangan berteriak," bisik Max. Gadis yang berada dalam dekapannya ini langsung mengangguk.

"Ingat! Jika kau berteriak. Aku bisa langsung memperkosa lalu membunuhmu dengan keji!" ancam Max lagi. Ia memutuskan melepaskan dekapannya karena gadis itu kembali mengangguk.

Huuhh!

Arumi mengambil napas sebanyak-banyaknya. Dadanya terasa sesak karena susah bernapas dan juga takut. "Astagfirullah, astagfirullah." Arumi berkali-kali mengucapkan istighfar dalam hatinya. Dadanya berdegup luar biasa kencang.

Dalam kegelapan kamarnya, Arumi yang telah dilepaskan langsung mengambil jilbab dan juga niqob yang ia letakkan di samping bantal.

Depp! Max, pun menyalakan lampu senter pada ponselnya. Hingga ia melihat siluet gadis itu dan terlonjak kaget karenanya.

"Ninja!" kaget Max. Arumi pun terkejut dengan teriakannya. Hal itu menyebabkan Max buru-buru menyalakan lampu kamar tersebut.

"Sial! Kenapa kau mengenakan pakaian seperti itu!" tunjuk, Max sambil meringis.

"Ka–karena ini memang pakaian, Arumi," jawabnya takut-takut.

"Tutup jendelanya lalu kunci pintunya cepat!" titah Max selanjutnya. Tapi Arumi tak bergeming. Ia tak mungkin menuruti permintaan pria asing ini kan? Hingga, Max mengeluarkan senjatanya dari dalam jaket.

"Lakukan perintahku, atau pistol ini akan melubangi kepalamu!" ancam Max tegas. Padahal senjata apinya itu sudah kehabisan peluru. Ia hanya ingin menakut-nakuti gadis di hadapannya agar menurut. Max, tau jika musuhnya pasti akan sampai juga ke kampung ini.

Arumi, menekan dadanya yang seketika sesak karena takut. Dengan langkah gemetar Arumi pun maju mendekati pintu. Ia mengunci dua bagian itu. Sekilas Arumi dapat melihat jika keadaan pria di dalam kamarnya ini tengah terluka. "A–apa, anda butuh pertolongan? Anda terluka?" tanya Arumi, memberanikan diri.

"Yah, aku butuh air hangat, lap dan juga alat p3k," titah Max. Wajahnya kian pucat dengan keringat sebesar biji jagung di pelipisnya. Arumi pun mengangguk dan menyerahkan apa yang pria itu minta barusan. Semua ada di dalam kamarnya.

Arumi sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk kabur ataupun meminta pertolongan. Meskipun posisinya saat ini dalam bahaya, entah kenapa, Arumi menaruh rasa kasian pada pria asing di dalam kamarnya itu.

Betapa kagetnya Arumi, ketika Max mengeluarkan pisau dari ujung sepatunya. Max, menelan obat lagi, kemudian Max mengorek luka di bahunya itu.

"Arrggh!" Max menahan erangannya ketika ia berusaha mengeluarkan material peluru dari bawah kulitnya. Sementara itu, Arumi sudah terduduk lemas di pojokan lemari. Entah apa yang, Max konsumsi sehingga tak ada darah yang menetes. Tak lama kemudian, luka tersebut telah di balut dengan plester. Kerjaan pria itu sangat rapih, walaupun mengobati diri sendiri.

"Siapa pria itu sebenarnya? Lindungi, Arumi ya Allah," batinnya menangis dengan lutut yang gemetar.

Max, benar-benar melakukan pengobatan pada lukanya itu sendirian. Tiba-tiba, Max kembali berjalan ke arah jendela. Secepat kilat, Max kembali mendekat ke arah Arumi yang berada di pojokan.

"Matikan lampunya. Karena ada sekelompok orang yang sedang mengawasi rumahmu," titah Max, lagi dengan berbisik di samping telinga Arumi. Seketika, dada gadis itu berdebar tak karuan. Apalagi, ini adalah pertama kalinya ada laki-laki yang begitu dekat dengannya.

Arumi membulatkan matanya ketika, tangannya kembali dipegang oleh, Max. Pria asing itu terus menyeret Arumi ke depan jendela yang terdapat di dalam kamarnya. Di sana, Max mengintip suasana di luar rumah. Arumi meronta sehingga Max terpaksa melepaskan cekalannya.

"Sebenarnya, ka–kamu itu siapa? Kenapa masuk ke kamar saya?" cecar Arumi dengan suara yang bergetar. Matanya tanpa kedip memandang sambil menelisik ke arah pria di hadapannya.

"Kamu tidak perlu tau siapa saya. Tapi, satu hal yang perlu kamu tau bahwa saya perlu bersembunyi sampai pagi," kata Max, tegas seraya balas menatap mata Arumi.

"Tidak!"

"Jika anda sudah merasa lebih baik. Pergilah! Selesaikan urusan anda dan mintalah perlindungan pada yang berwajib jika memang anda merasa terancam. Tolong, jangan libatkan saya. Jangan sampai orang lain salah paham!" tolak Arumi tegas.

Bahkan dalam hatinya, gadis ini ingin pria tampan bak aktor itu keluar dari kamarnya saat ini juga. Arumi merasa kesehatan jantungnya terancam.

"Kamu mengusir saya? Asal kamu tau ya. Meskipun sedang terluka begini, saya bisa saja mencelakai kamu. Bahkan, saya bisa memperkosa kamu," ancam, Max lagi dengan mencengkeram bahu Arumi.

Mendengar kalimat ancaman itu, Arumi langsung menyilangkan tangan di depan tubuhnya. Raganya sontak bergetar hebat.

Memangnya wanita mana yang mendapat ancaman seperti itu di depan matanya sendiri, lalu tidak merasa takut. Tentu saja, Arumi ketakutan. Apalagi, saat ini, pria itu tengah menatapnya tajam.

"K–kau di datang kerumah ku dalam keadaan tubuh penuh luka dan bersimbah darah. Apakah ini cara balasanmu? Dengan mengancam untuk melakukan perbuatan jahat kepadaku?" tukas Arumi tegas.

Gadis ini berusaha untuk mengeluarkan segala keberaniannya agar ia tak dapat ditindas dengan mudah.

"Aku akan keluar ketika keadaan sudah aman. Kamu, sebaiknya diam dan ikuti perintahku paham!"

Dengan lenguhan berat, Arumi pun menjawab. "Baiklah, tapi keluar dari kamarku sekarang. Biar saya bangunkan paman," kata Arumi.

Tapi semua terlambat karena tiba-tiba pintu kamarnya telah di buka dengan paksa.

Brakk!!

Suara pintu di dobrak hingga terbuka paksa oleh sekelompok warga.

"Astagfirullahal adzim!" teriak beberapa tetangga memekik di tengah malam buta.

"Keterlaluan kamu Arumi!!"

Mendapati para warga masuk kedalam kamarnya dengan cara mendobrak pintu, sontak saja membuat Arumi kaget setengah mati.

Gadis itu juga langsung berusaha menjauh dari pria asing yang entah bagaimana caranya bisa ada di dalam kamarnya.

"Arumi, bisa jelaskan semuanya," ucap gadis itu dengan rasa malu yang teramat sangat. Karena tatapan warga mengintimidasinya. Padahal dirinya pun sama kagetnya.

"Mau jelaskan apa lagi, Arumi! Kami sungguh tidak percaya kalau bukan melihat ini dengan mata kepala kami sendiri? Percuma kamu mengenakan pakaian tertutup hingga hanya matamu saja yang terlihat. Jika ternyata kamu berbuat zina dengan laki-laki yang bukan mahram kamu!" tuding salah satu warga dengan nada bicara yang penuh dengan emosi.

Sakit rasanya hati Arumi, ketika dirinya harus mendapatkan tuduhan seperti itu.

Sedangkan, pria asing dengan rahang tegas itu nampak diam berdiri dengan tatapan tajamnya ke arah warga yang berbicara kasar tanpa perasaan seperti itu. Karena memang, Arumi dan dirinya tidak melakukan apapun.

"Kau, jangan asal bicara! Saya bisa menuntut kalian semua dengan tuduhan pencemaran nama baik!" protes pria berhidung mancung dengan mata bak elang itu. Kesal sekali dia dengan mulut ketus ibu-ibu dihadapannya.

"Heh, kamu orang asing! Jangan sok membela diri. Kita semua sudah melihat dengan mata kepala sendiri apa yang kalian berdua lakukan. Jadi ini bukan sekedar dugaan! Kalian berdua sudah terbukti berzina!" pekik ibu-ibu berdaster itu lagi, seakan memprovokasi warga lainnya. Kapan lagi dia menemukan celah yang bisa mencemarkan nama baik Arumi. Siapa suruh menolak lamaran putranya tempo hari.

"Kena kau, Arumi!"

Terpopuler

Comments

Yurika23

Yurika23

keren Thor ..wlpn ada beberapa yg musti di teliti lagi...tp btw...bagus sy suka ceritanya ..

2025-01-02

1

febby fadila

febby fadila

ternyata ibu2 itu punya dendam khusus to sama arumi

2025-03-14

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah kan benar,Ku bilang juga apa,Pasti pernah di tolak Arumi,Makanya dia dendam...

2025-02-23

1

lihat semua
Episodes
1 MAFIA 1.
2 Mafia 2
3 Mafia 3
4 Mafia 4
5 Mafia 5
6 Mafia 6.
7 Mafia 7
8 Mafia 8
9 Mafia 9
10 Mafia 10
11 Mafia 11
12 Mafia 12
13 Mafia 13
14 Mafia 14
15 Mafia 15
16 Mafia 16
17 Mafia 17
18 Mafia 18
19 Mafia 19
20 Mafia 20
21 Mafia 21
22 Mafia 22
23 Mafia 23
24 Mafia 24
25 Mafia 25
26 Mafia 26
27 Mafia 27
28 Mafia 28
29 Mafia 29
30 Mafia 30
31 Mafia 31
32 Mafia 32
33 Mafia 33
34 Mafia 34
35 Mafia 35
36 Mafia 36
37 Mafia 37
38 Mafia 38
39 Mafia 39
40 Mafia 40
41 Mafia 41
42 Mafia 42
43 Mafia 43
44 Mafia 44
45 Mafia 45
46 Mafia 46
47 Mafia 47
48 Mafia 48
49 Mafia 49
50 Mafia 50
51 Mafia 51
52 Mafia 52
53 Mafia 53
54 Mafia 54
55 Mafia 55
56 Mafia 56
57 Mafia 57
58 Mafia 58
59 Mafia 59
60 Mafia 60
61 Mafia 61
62 Mafia 62
63 Mafia 63
64 Mafia 64
65 mafia 65
66 Mafia 66
67 Mafia 67
68 Mafia 68
69 Mafia 69
70 Mafia 70
71 Mafia 71
72 Mafia 72
73 Mafia 73
74 Mafia 74
75 Mafia 75
76 Mafia 76
77 Mafia 77
78 Mafia 78
79 Mafia 79
80 Mafia 80
81 Mafia 81
82 Mafia 82
83 Mafia 83
84 Mafia 84
85 Mafia 85
86 Mafia 86
87 Mafia 87
88 Mafia 88
89 Mafia 89
90 Mafia 90
91 Mafia 91
92 Mafia 92
93 Mafia 93
94 Mafia 94
95 Mafia 95
96 Mafia 96
97 Mafia 97
98 Mafia 98
99 Mafia 99
100 Menuju Akhir Cerita
101 Ketabahan Arumi
102 TAMAT
103 Bab BONUS!!
104 PENGUMUMAN NOVEL BARU
Episodes

Updated 104 Episodes

1
MAFIA 1.
2
Mafia 2
3
Mafia 3
4
Mafia 4
5
Mafia 5
6
Mafia 6.
7
Mafia 7
8
Mafia 8
9
Mafia 9
10
Mafia 10
11
Mafia 11
12
Mafia 12
13
Mafia 13
14
Mafia 14
15
Mafia 15
16
Mafia 16
17
Mafia 17
18
Mafia 18
19
Mafia 19
20
Mafia 20
21
Mafia 21
22
Mafia 22
23
Mafia 23
24
Mafia 24
25
Mafia 25
26
Mafia 26
27
Mafia 27
28
Mafia 28
29
Mafia 29
30
Mafia 30
31
Mafia 31
32
Mafia 32
33
Mafia 33
34
Mafia 34
35
Mafia 35
36
Mafia 36
37
Mafia 37
38
Mafia 38
39
Mafia 39
40
Mafia 40
41
Mafia 41
42
Mafia 42
43
Mafia 43
44
Mafia 44
45
Mafia 45
46
Mafia 46
47
Mafia 47
48
Mafia 48
49
Mafia 49
50
Mafia 50
51
Mafia 51
52
Mafia 52
53
Mafia 53
54
Mafia 54
55
Mafia 55
56
Mafia 56
57
Mafia 57
58
Mafia 58
59
Mafia 59
60
Mafia 60
61
Mafia 61
62
Mafia 62
63
Mafia 63
64
Mafia 64
65
mafia 65
66
Mafia 66
67
Mafia 67
68
Mafia 68
69
Mafia 69
70
Mafia 70
71
Mafia 71
72
Mafia 72
73
Mafia 73
74
Mafia 74
75
Mafia 75
76
Mafia 76
77
Mafia 77
78
Mafia 78
79
Mafia 79
80
Mafia 80
81
Mafia 81
82
Mafia 82
83
Mafia 83
84
Mafia 84
85
Mafia 85
86
Mafia 86
87
Mafia 87
88
Mafia 88
89
Mafia 89
90
Mafia 90
91
Mafia 91
92
Mafia 92
93
Mafia 93
94
Mafia 94
95
Mafia 95
96
Mafia 96
97
Mafia 97
98
Mafia 98
99
Mafia 99
100
Menuju Akhir Cerita
101
Ketabahan Arumi
102
TAMAT
103
Bab BONUS!!
104
PENGUMUMAN NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!