Jambi, 6 Maret 2024
...****************...
Selamat membaca...
Wussshhhh
Blesshhh
Angin yang di tembakkan Putri Yuan Xia ke arah Putra nya di hempaskan pria tampan itu dengan sekali libasan tangannya tanpa melihat tembakan angin tersebut.
"Kenapa Mama selalu menyerang ku diam-diam? " ucap pria itu tanpa menoleh ke arah ibunya.
"Hais, kau selalu tau setiap serangan Mama! " omel Putri Yuan Xia mendengus kesal.
Ia lalu berjalan ke arah Gazebo tempat Putra nya senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
"Itu karena Mama selalu mengganggu kesenangan ku! " sahut Putra nya datar.
Bugh..
Begitu sampai dan duduk di sebelah Putra nya, Putri Yuan Xia langsung menghadiahkan pukulan geram di bahu pria itu.
Walaupun kuat bagi Putri Yuan Xia namun bagi pria itu tidak terasa apa-apa karena tubuh nya sudah terlatih dari kecil dengan berbagai latihan beladiri yang lebih keras dari pukulan Ibu nya.
Putri Yuan Xia menatap horor Putra nya yang terus menciumi sapu tangan itu. Luo Yun yang tahu Ibu nya menatap dirinya langsung menoleh dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Entah harus menangis atau tertawa aku melihat Putra ku senyum-senyum sendiri melihat sapu tangan itu, sedangkan pada ku Mama nya sendiri tidak pernah tersenyum seperti itu! " ucap Putri Yuan Xia dengan suara seperti hendak menangis.
Luo Yun lah pria yang di tuduh gila dan kesurupan oleh ibunya sendiri, ia memutar bola matanya karena malas dan hapal dengan drama yang di mainkan Mama nya untuk menarik perhatian nya.
"Tidak usah banyak drama Mama! Langsung katakan apa yang ingin Mama ketahui! Kenapa Mama tidak menjadi pemain teater saja karena akting Mama sungguh nyata! " sahut Luo Yun jengah sembari menyindir Ibu nya itu.
"Kau memang jahat! Mama mu sendiri kau bilang seperti itu! Entah dosa apa yang aku lakukan di masa lalu hingga Dewa memberiku keturunan yang tidak punya empati seperti ini! " keluh Putri Yuan Xia dengan wajah sedih nya.
Luo Yun memilih diam saja karena tau bagaimana sifat Ibu nya selama ini, yang semakin di ladeni semakin menjadi-jadi bersikap seperti orang yang teraniaya.
"Aku jadi heran dengan ayah, bagaimana bisa Bangsawan kaya raya seperti dia jatuh cinta dengan Putri yang punya sifat jauh dari seorang putri pada umumnya seperti Mama! " ucap Luo Yun pada Mama nya yang tanpa sadar ia mengatai dirinya sendiri.
Bugh..
"Dasar anak nakal! Mama ini unik tau, makanya ayahmu tergila-gila dengan sifat unik Mama! " omel Putri Yuan Xia membela dirinya sambil memukul geram lengan keras Putra nya.
"Ya, ya.. Terserah Mama saja! Aku mau pergi ke tempat latihan anak buah ku dulu! Ngobrol dengan Mama tidak pernah ada ujungnya! " sahut Luo Yun dengan wajah datar dan bangkit dari duduk nya.
"Hei, jangan main pergi saja! Kau belum mengatakan pada Mama sapu tangan siapa kau cium-cium seperti orang gila hah! " teriak Putri Yuan Xia tidak terima di tinggal Luo Yun sendirian di Gazebo itu.
"Itu sapu tangan milik calon menantu Mama! " jawab Luo Yun tidak kalah berteriak sambil berjalan.
"Apa???? " pekik Putri Yuan Xia terkejut tidak percaya.
Wajah cantiknya masih syok mendengar jawaban Putra nya.
"Huan Zhi, telinga ku tidak salah dengar kan?? " tanya Putri Yuan Xia dengan lantang pada pelayan pribadi nya yang berdiri dengan jarak 4 meter dari Gazebo.
"Tentu saja tidak Putri! Bahkan saya juga mendengar dengan jelas ucapan Tuan Muda! " jawab Huan Zhi dengan menganggukkan kepala nya.
"Ya Tuhan, Kulkas 10 pintu ku yang datar kayak tembok itu sudah punya kekasih! Tapi siapa yang menjadi kekasih nya? Secara selama ini tidak ada Nona Bangsawan yang di rumorkan dekat dengan putra ku! Jangan-jangan putraku jeruk makan jeruk lagi karena yang selalu di dekatnya hanya pria bawahan nya dan teman-temannya putra sesama Bangsawan! Hih, gak bisa bayangin jika putra ku jeruk makan jeruk! " ucap Putri Yuan Xia berasumsi sendiri.
Jika Luo Yun tau Mama nya mengira ia penyuka sesama jenis alias kaum pelangi mungkin Luo Yun seketika akan muntah darah.
Huan Zhi yang tidak mengerti apa yang di katakan majikannya hanya diam saja mendengarkan.
"Huan Zhi, panggil Guan Yu untuk menemui aku secepatnya tanpa sepengetahuan Yun'er! Aku harus memastikan sendiri jika putra ku bukan kaum pelangi! " perintah Putri Yuan Xia dengan raut muka yang tidak bisa di baca.
"Baik Putri, akan hamba laksanakan! " jawab Huan Zhi dengan patuh.
🌳🌳🌳
Malam harinya, Ai Lin memutuskan untuk bersantai di Paviliun Bulan milik mendiang Ibunda nya. Kebetulan ada Gazebo kecil di samping kolam ikan yang masih terawat dengan baik kolam dan ikannya oleh para pelayan.
Kamar Ibunda nya juga masih terawat dengan baik meskipun orang nya sudah tidak ada sejak lama, hal itu karena perintah Menteri Zhao yang ingin Paviliun Bulan agar selalu tampak bersih dan rapi sampai kapanpun.
"Malam ini bulan bersinar sangat terang meskipun sedang bulan separo! Kenapa rasanya sepi sekali semenjak ayah berada di perguruan itu? Kakak pertama masih di markas militer, sedangkan kakak kedua kecapean pulang dari pasar tadi sore. Seandainya aku punya teman di dunia ini pasti hari-hari ku tidak akan garing dan kesepian seperti ini! Rasanya aku ingin bersama ayah saja di sana dan pastinya tidak akan kesepian! " ucap Ai Lin dengan lirih sambil menengadahkan kepalanya menatap rembulan.
Telinga Ai Lin yang sensitif mendengar suara aneh dan gadis itu langsung memasang sikap waspada karena sadar jika ia tidak sendirian di tempat itu.
"Keluarlah, tunjukkan wajah mu di hadapan ku! " ucap Ai Lin sambil memasang penutup muka nya.
Wusshhh
Sreeettt...
Serangan angin menarik penutup muka Ai Lin secepat kilat hingga Ai Lin tidak sempat menahan nya.
"Wajah cantikmu tidak bisa kau tutupi dari ku, sayang! " ucap suara berat yang Ai Lin kenal.
"Mampus aku! " ucap Ai Lin tanpa suara dari gerakan mulut nya.
Tubuhnya seketika merinding mendengar suara berat itu, terlebih lagi dengan panggilan sayang yang keluar dari mulut pria itu.
"Dasar Jendral mesum, gila dan psikopat! Bisa-bisa nya dia menyusup malam-malam di kediaman kami! Apa jangan-jangan penjagaan nya terlalu lemah hingga jendral gila ini bisa masuk ke sini! Apalagi sih mau nya! Entah kenapa aku tidak bisa berkutik jika berhadapan pria gila ini! " batin Ai Lin dengan sangat frustasi.
Tbc...
Maaf untuk para readers semuanya.. Bukannya author tidak mau untuk double up, tapi karena kesibukan author di dunia nyata tidak bisa di tinggalkan begitu saja. Author seorang single parent yang punya dua anaknya masih sibuk antar jemput sekolah, melakukan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya karena tidak ada yang bantu soalnya anaknya author anak istimewa.
Author hanya bisa double up pada saat akhir pekan saja, itu pun author tidak bisa menjanjikan. Jika masih ada kesempatan maka author pasti akan double up di akhir pekan, namun jika tidak mohon di maklumi.
Tapi yang pastinya author akan selalu up setiap hari kecuali ada halangan berat seperti sakit. Mohon di maklumi untuk semuanya.. 🙏🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Pa Muhsid
seperti nya mama si jendral sama kaya mia 😏
2024-12-22
1
Ros Lina
😂😂😂😂😂🤔🤔🤔 emang ada ya kulkas di zaman kuno ada ada aja ni author
2024-03-21
1
dewi_oetari14
semangat thor
2024-03-16
1