Jambi, 21 Februari 2024
...****************...
Selamat membaca...
Wuusss... Krek... Wuusss... Krek...
Suara hantaman jarum-jarum yang terbuat dari air mematahkan pohon dalam sekali tebasan. Tidak hanya itu, orang-orang yang sengaja di buat sebagai lawan Ai Lin juga sudah roboh ke tanah dengan tubuh penuh tombak yang terbuat dari air yang membeku.
Ai Lin menguasai elemen air hingga ke level master dalam waktu tiga bulan. Sebulan ia masih main-main, tapi setelah ia bisa mengendalikan kekuatan airnya, ia mulai serius menjalani latihan dan bahkan ia sering duel dengan sang kakak Pei Lin yang menguasai elemen petir.
Hari ini hari terakhir Ai Lin latihan, ia di temani paman Wu Yifan karena ayahnya ada pekerjaan di istana Kaisar.
"Prok... Prok... Prok! Kerja bagus Lin Lin! Paman tidak menyangka hanya dalam tiga bulan saja kemampuan mu meningkat pesat! Paman bangga dengan mu! Fisikmu sudah sangat kuat dan kekuatan mu juga semakin besar! Ingat pesan Paman Lin Lin, jangan gunakan kekuatan mu untuk kesombongan dan jika bukan suasana genting jangan perlihatkan kemampuan istimewa mu di hadapan orang lain! " nasihat Yifan pada Ai Lin yang sedang menyeka keringat nya.
"Memang nya kenapa Paman? Bukannya kemampuan ku itu bisa menolong banyak orang? Kenapa aku tidak boleh menggunakannya dengan bebas? " tanya Ai Lin dengan heran.
Yifan menghela napasnya dengan pelan sebelum menjawab pertanyaan Ai Lin. Ia berjalan menuju kursi yang sudah di sediakan untuk duduk dengan Ai Lin mengikuti di belakang nya.
"Banyak orang yang serakah di dunia ini Ai Lin! Kekuatan istimewa itulah yang membuat militer keluarga mu bertahan hingga saat ini di bawah pimpinan kakek mu Bangsawan Zhao. Hanya saja kemampuan istimewa nya tidak bisa di turunkan ke sembarangan orang termasuk ayahmu anak laki-laki nya. Kekuatan istimewa itu memilih tuannya sendiri yaitu dirimu Ai Lin! Dengan kekuatan istimewa mu prajurit militer kita tidak akan tumbang dalam menghadapi musuh seperti saat kakek mu memimpin peperangan dengan Kerajaan lain yang waktu itu ingin merebut jalur Sutra dari tangan kita! Paduka Kaisar meminta bantuan militer kakek mu untuk mengatasi peperangan itu dan meraih kemenangan telak berkat kemampuan istimewa kakekmu yang menyembuhkan luka pasukan nya dengan kekuatan istimewa yang ia miliki! Hanya sebagian orang yang mengetahui kemampuan kakek mu itu termasuk Paduka Kaisar! " jawab Yifan panjang lebar menceritakan kisah kakek Ai Lin di masa lalu.
"Jadi begitu rupanya! " ucap Ai Lin mengerti.
"Lin Lin, kau satu-satunya nyawa ayahmu sekarang ini! Jika terjadi sesuatu padamu pria tua itu pasti hancur! Jadi jaga dirimu baik-baik di saat kami tidak bersama mu! " ucap Yifan lagi agar Ai Lin mengerti jika ia begitu berarti untuk ayahnya.
"Iya Paman, Lin Lin mengerti! " sahut Ai Lin dengan tersebut hangat karena dirinya begitu di sayang oleh keluarga nya terutama sang ayah.
Jiwa Mia yang bersemayam di tubuh Ai Lin menghangat dengan cinta dan kasih sayang Zhao Wei Hu padanya.
"Sedikitnya aku mengerti mengapa jiwa ku tersesat ke zaman ini! Terimakasih Ai Lin, aku akan sepenuh hati menjaga tubuhmu dengan baik dan akan aku nikmati kesempatan hidup ku saat ini! Sekarang aku bisa merasakan kasih sayang seorang ayah dan kakak laki-laki meskipun aku tidak merasakan kasih sayang seorang Ibu seperti di dunia ku dulu, tapi setidaknya aku cukup beruntung kali ini! " batin Mia dengan tersenyum bahagia.
Karena latihan sudah selesai, Yifan memutuskan untuk kembali ke markas militer Bangsawan Zhao dan Ai Lin kembali ke Paviliun teratai untuk beristirahat.
🌳🌳🌳
Seorang pria dengan pakaian serba tertutup menyelinap keluar dari kediaman mewah yang sepertinya milik seorang Bangsawan.
Dengan ilmu meringan tubuh pria itu melompat dari atap rumah menuju atap rumah lainnya tanpa seorang pun tahu padahal hari masih siang.
Hap..
Pria itu melompat ke tanah dan menepuk-nepuk pakaian nya yang sedikit terkena debu yang menempel.
"Tuan Muda, kenapa anda menyelinap keluar siang-siang begini? " tanya seorang pria yang sudah menunggu di atas kudanya.
"Ikuti saja aku Guan Yu dan jangan banyak tanya! " jawab pria itu dingin.
Ia lalu melompat ke atas kuda hitamnya yang sudah menunggu di samping pria yang di panggil Guan Yu tadi.
"Hei, aku hanya bertanya! Apa susah nya menjawab pertanyaan sepupu mu sendiri! " omel pria yang bernama Guan Yu kesal.
Pria yang di panggil Tuan Muda tidak peduli dan menarik tali kekang kuda nya hingga berlari meninggalkan Guan Yu yang masih ngomel-ngomel sendiri.
"Dasar sepupu sialan! Hei tunggu aku! Jangan di tinggal! " teriak Guan Yu sambil menarik tali kekang kudanya mengejar pria itu.
Setelah bersusah payah akhirnya ia berhasil mengejar kuda sepupunya karena kuda sepupunya tidak berlari seperti tadi, hanya berjalan santai di dalam hutan.
Mereka tidak bicara selama di dalam hutan karena Guan Yu tahu jika bicara pun sepupu nya tidak akan menanggapi karena sifat nya yang dingin, kaku dan minim ekspresi.
Mereka berdua serempak melompat ke tanah saat kuda mereka berhenti karena sudah berada di tempat tujuan.
"Apa yang ingin kau lakukan di perguruan ini Luo Yun! " tanya Guan Yu saat mereka berdiri di depan gerbang besar Perguruan lotus putih.
Pria yang memakai pakaian tertutup dan hanya memperlihatkan matanya adalah sang Jendral Fang Luo Yun.
Luo Yun tidak menjawab dan menuntun kudanya memasuki gerbang setelah memperlihatkan plakat pengenal nya pada penjaga gerbang.
Hal itupun di ikuti oleh Guan Yu yang menuntun kudanya tanpa mengeluarkan apa-apa karena sudah di wakilkan Luo Yun sepupunya.
"Ada yang bisa kami bantu Tuan Muda? " tanya salah satu murid perguruan Lotus putih saat bertemu dengan Luo Yun.
"Aku sudah membuat janji dengan ketua Li ! " jawab Luo Yun tanpa membuka menutup wajahnya.
"Jendral Fang! Hormat saya Jendral! Maaf tidak mengenali anda! Ketua sudah menunggu Jendral! Mari saya antar! " ucap pria itu terkejut namun dengan cepat mengubah ekspresi muka nya dan memberi hormat pada Luo Yun.
Luo Yun hanya berdehem dan mengikuti langkah kaki pria itu memasuki perguruan tersebut dengan Guan Yu berjalan di samping nya.
"Perguruan ini sangat luas dan udaranya sejuk! Lihat mereka berlatih dengan giat di sana! Seandainya aku diperbolehkan memilih perguruan sendiri, aku pasti memilih perguruan ini! " ucap Guan Yu sambil mengamati keadaan perguruan lotus putih.
Perguruan Lotus putih adalah salah satu perguruan bela diri yang sangat terkenal di kalangan Bangsawan Dinasti Tang. Kakak kedua Ai Lin juga berada di perguruan ini dengan sebuah penyamaran identitas nya kecuali gurunya sang ketua perguruan Ketua Li.
"Selamat datang Jendral! Ada angin apa seorang Jendral besar mampir ke perguruan kecil ini! " sapa seorang pria tua yang masih terlihat kuat dan bugar meski rambutnya sudah memutih semua sambil duduk bersila di atas Gazebo dekat air terjun.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Sintya Ashari
dukung karya ku juga Hem tahap belajar Thor
2024-04-13
1
Sintya Ashari
Bagus Thor Hem kayak lihat dracin aja👍
2024-04-13
0
Dede Mila
semangat
2024-03-27
0