Jambi, 5 Maret 2024
...****************...
Selamat membaca...
Sudah dua hari Ai Lin kembali ke ibukota tepatnya ke kediaman keluarga nya. Wang Lin juga masih berada di ibukota untuk membantu kakak pertamanya yang mengurus bisnis keluarga mereka.
Pei Lin juga sibuk mengurus militer keluarga mereka sampai Paman Yifan kembali lagi ke ibukota.
"Hih bosan! Coba aja ada HP kayak di zaman ku, pasti enak bisa scroll instagram cowok kece yang bisa memanjakan mata! Gak bengong kayak gini! Jadi kangen dengan misi-misi ku dulu saat jadi agen rahasia! " keluh Ai Lin yang duduk di pinggir kolam sambil melemparkan batu-batu kecil ke dalam kolam.
Ai Lin tidak di perbolehkan Wang Lin untuk membantu nya di pasar karena tidak ingin Ai Lin kelelahan, padahal ia tidak mengeluarkan keringat sama sekali saat mengunjungi toko milik keluarga mereka.
Kerjanya hanya duduk mencatat barang yang masuk, sesekali mengecek ada tidak nya barang yang cacat serta terkadang mengawasi kinerja karyawan saat melayani pelanggan.
"Kakak kedua juga sangat menyebalkan! Masa cuma duduk di toko sambil mengawasi karyawan nya saja tidak boleh! " gerutu Ai Lin sambil melempar kembali batu kecil ke dalam kolam.
Shu Yan yang berdiri tidak jauh dari kolam itu hanya geleng-geleng kepala mendengar ocehan Nona muda mereka yang terkadang tidak ia mengerti. Nona nya sedikit aneh saat terbangun dari koma, tingkah nya berbeda saat masih berusia 10 tahun. Ai Lin yang dulunya pendiam, enggan berbicara jika tidak di tanya dan terlalu menutup diri dari semua orang termasuk keluarga dan pelayan pribadinya.
Tapi sekarang setelah bangun dari koma, Nona Muda nya seperti melupakan sesuatu tentang dirinya sendiri, sangat cerewet, usil, jahil, dan begitu ceria. Bahkan Nona Muda mereka juga sangat pintar dalam belajar apa saja kecuali merangkai bunga dan menyulam.
"Rasanya aku begitu menyukai Nona yang sekarang dari pada sebelum ia koma! " ucap Shu Yan pada Xia Lu yang berdiri di sebelah nya.
"Iya, meskipun usil dan jahil tapi Nona begitu ceria dan manja dengan Tuan Menteri dan Tuan Muda! Nona juga tidak membedakan kita berdua saat melayani nya dan tidak pernah membentak kita kalau kita salah! " sahut Xia Lu ikut membenarkannya.
"Kau benar! Kadang-kadang aku tidak bisa menahan tawa saat melihat tingkah Nona yang di luar akal sehat, tapi karena tidak ingin Nona marah aku terpaksa menahan nya! " kekeh Shu Yan saat teringat tingkah konyol Ai Lin.
Ai Lin asyik ngoceh-ngoceh seorang diri dan kedua pelayan pribadi nya juga asyik meng ghibah Nona muda mereka.
🌳🌳🌳
"Aaarrrgghhh... Sialan! Kenapa malah Menteri Zhao yang meminum teh itu padahal aku sudah menggeser cangkir itu di sebelah tangan Putra Mahkota! Apa jangan-jangan Menteri Zhao tau jika teh beracun itu untuk Putra Mahkota atau memang murni unsur ketidaksengajaan? " umpat seorang pria paruh baya dengan pakaian mewah Bangsawan kelas atas.
Dua orang pria berdiri di belakang pria paruh baya itu, mereka tidak lain pelayan pribadi pria itu dan tangan kanannya yang selalu melakukan apa yang di perintahkan pria itu termasuk membunuh orang yang menghalangi rencananya.
"Pelayan Wen! Apa kau yakin Menteri Zhao sekarat saat pergi ke Perguruan Lotus Putih? " tanya pria itu dengan muka memerah karena marah.
"Hamba yakin Tuanku! Orang suruhan hamba melihat sendiri wajah pucat dan kuyu Menteri Zhao dengan bibir membiru. Di tambah lagi Menteri Zhao hanya bisa terbaring dan diangkat dengan tandu untuk masuk ke dalam kereta kuda. " jawab pelayan pribadi nya sambil menundukkan kepala.
"Heh, meskipun salah sasaran setidak nya Menteri sok tau itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini selama racun itu masih ada di dalam tubuhnya! Hanya aku yang punya penawar nya jika Menteri sialan itu ingin tetap hidup! " ucap pria paruh baya itu tersenyum remeh.
"Apa yang harus hamba lakukan lagi Tuanku? Haruskah hamba mendesak Yang Mulia Permaisuri agar mau mendesak Putra Mahkota untuk mengambil alih militer dari Jendral Fang? " tanya pria yang satunya lagi dengan wajah tenang.
"Biarkan saja seperti itu untuk sementara ini Jun Jie! Saat ini Permaisuri masih dalam genggaman kita karena rahasia masa lalu! Kau awasi saja Selir Agung Xiaoping agar tidak mengganggu Putra Mahkota! Awasi juga Pangeran kedua karena pria itu tampak berbahaya meski ia terlihat acuh dengan sekitar nya! " jawab pria paruh baya itu dengan duduk di kursi nya.
"Saat ini kita harus bertindak hati-hati agar tidak ada yang mencurigai kita! Aku akan terus bermain peran sebagai Paman yang baik untuk Putra Mahkota sialan itu! Kau harus pastikan orang-orang kita di luaran saja untuk tetap bersembunyi hingga saat itu tiba! Akan aku pastikan Putra Mahkota dan para pendukung nya termasuk Kaisar dan Selir Agung Xiaoping mati secara perlahan di istana ini! " ucap pria itu lagi dengan tersenyum licik.
"Baik Tuanku! Hamba permisi dulu dan akan mengabarkan jika menemukan sesuatu yang menarik dengan musuh kita! " sahut Jun Jie pamit undur diri.
Pria paruh baya itu tidak menyahut dan menatap langit dengan tatapan sendu karena teringat akan masa lalu yang membuat nya menjadi jahat dan serakah seperti ini.
"Ping'er! Jika saja kau dulu menerima cintaku dan menolak Kaisar sialan itu, mungin saat ini kita akan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita! Kau tidak akan kehilangan Putra mu dan akan mendapatkan cinta yang utuh dari ku! " ungkap pria paruh baya itu dengan air muka sendu.
Saat teringat akan Kaisar yang membuat nya menjadi tidak punya hati seperti ini, pria itu mengepal tangannya dengan mata penuh dengan dendam, dan luka.
"Zou Li, aku akan membalas tetesan air mata Ibu ku dan sakit hati ku atas kau rebut Ping'er dari ku! Penderitaan anak kandung mu akan segera di mulai dengan kematian mu! Akan aku pastikan Putra ku yang akan menduduki posisi Kaisar di Dinasti Tang ini! Kali ini Putra mu masih bisa selamat karena lain kali aku yang akan memastikan jika racun itu akan masuk ke dalam tubuh Putra kesayangan mu! Hahahaha...! " ucap pria paruh baya itu dengan tertawa mengerikan.
🌳🌳🌳
"Huan Zhi, apa yang terjadi pada Putra ku? Kenapa dia senyum-senyum sendiri sejak kemarin dan menciumi sapu tangan itu? Apa ia mulai tidak waras? Atau ia sedang kesurupan? " tanya Putri Li Yuan Xia pada pelayan pribadi nya saat melihat Putra satu-satunya duduk di gazebo utara dengan tatapan heran.
"Ke-kesurupan Putri??? " beo Huan Zhi dengan wajah bingung.
"Hais kau ini, sudah puluhan tahun mengikuti ku masih saja tidak mengerti apa yang aku katakan! Maksud ku kemasukan roh jahat anak itu Huan Zhi! " ucap Putri Yuan Xia dengan wajah sebel pada pelayan pribadi nya.
"Maafkan saya Putri! Habisnya banyak sekali kata-kata baru yang Putri ucapkan pada hamba yang bodoh ini! " jawab Huan Zhi dengan wajah menyesal.
"Sudah lah, aku juga tidak marah! Cuma kesal saja! " ucap Putri Yuan Xia mengibaskan tangannya dan kembali melihat Putra nya yang dimata nya seperti kesurupan.
"Hm, aku harus cari tau apa yang membuat Putra ku jadi aneh begini! Tidak pernah wajah datar dan dingin kayak balok es itu bisa tersenyum manis seperti orang gila begitu! Dari ia bayi hingga sebesar ini hanya muka datar dan dingin yang ia perlihatkan padaku dan suamiku! " batin Putri Yuan Xia dengan tersenyum miring.
Tbc...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Buke Chika
apakah putri tuan xia helenz
2024-06-26
0
Erni Nofiyanti
apakah Helena yg jadi mamanya jenderal
2024-04-05
2
Uchi Hafiz
lanjut
2024-03-06
0