Jambi, 3 Maret 2024
...****************...
Selamat membaca..
Ai Lin yang menggerutu kesal pada wajah Luo Yun yang datar tidak sadar jika Luo Yun sudah tidak ada di tempat nya hingga gadis itu kelimpungan mencari Luo Yun ke kiri dan ke kanan karena orang yang ia lihat sudah menghilang.
"Kau mencari ku Nona! " ucap suara berat seorang pria di telinga Ai Lin dari arah belakang.
Deg!
Ai Lin tidak berani menoleh ke belakang dan langsung memegang tengkuknya yang tiba-tiba saja merinding.
"Mati aku! " ucap Ai Lin dari gerakan mulut nya.
Tubuhnya tidak bisa bergerak karena hawa mencekam yang keluar dari tubuh pria itu mengelilingi dirinya.
Luo Yun yang melihat gadis yang mengintip nya itu kaku dan tegang seketika tersenyum kecil tanpa di lihat siapapun. Ia semakin mendekat kan dirinya pada gadis itu dan memejamkan matanya menghirup aroma vanila yang sudah membuat nya gila dalam beberapa hari ini semenjak kejadian terbangun di desa itu.
"Aku menemukan mu! " bisik Luo Yun lagi di telinga Ai Lin hingga hembusan napas hangat pria itu menggelitik telinga nya.
"A-apa maksud anda Tuan! Sa-saya tidak mengenal anda dan i-ini pertama kalinya kita bertemu! " jawab Ai Lin dengan gugup.
"Bodoh kau Ai Lin! Kenapa malah kau yang jadi gugup! Kau kan tidak sengaja mengintip pria cantik itu! Mana keberanian mu yang selama ini kau gembar-gembor kan! Hais benar-benar menjengkelkan! " omel Ai Lin merutuki dirinya sendiri dalam hati.
"Hutan Lembah kematian! Aku tahu kau yang menyelamatkan ku waktu itu meskipun saat itu aku dalam keadaan setengah sadar! Tapi aku tidak pernah lupa aroma vanila yang keluar dari tubuh mu meskipun kau berganti identitas sebagai wanita sekali pun! Apakah aku benar Nona penyelamat! " ucap Luo Yun lagi dengan panjang lebar.
Ai Lin langsung mendongakkan wajahnya dan membalikkan badannya hingga mata mereka saling bertatapan dengan saling berhadap-hadapan.
"Anda salah sangka Tuan, saya bukan pria yang menyelamatkan anda! " bantah Ai Lin dengan tegas.
"Aku tidak bilang jika yang menolongku itu pria! " ucap Luo Yun dengan menyeringai.
"Sial! " umpat Ai Lin dalam hatinya.
"Kau benar-benar menyebalkan Tuan! Minggir lah, aku mau lewat! " ungkap Ai Lin dengan nada benar-benar kesal karena Luo Yun mempermainkan dirinya.
Ai Lin mengambil posisi kiri agar bisa pergi dari pria menyebalkan itu secepatnya tapi Luo Yun ikut menggeser tubuhnya ke kiri hingga menghalangi tubuh Ai Lin. Ai Lin bergerak ke kanan Luo Yun juga ikut bergerak ke kanan hingga membuat kesabaran Ai Lin yang setipis tisu di bagi seratus meluap.
"Hiaaa! " teriak Ai Lin kesal dengan melayangkan pukulan pada Luo Yun namun bisa di tangkap Luo Yun dengan mudahnya pakai tangan kiri.
Dengan sekali tarikan tubuh mungil Ai Lin masuk ke dalam pelukan Luo Yun hingga jantung kedua nya berdegup kencang seperti mau melompat keluar.
Luo Yun memeluk erat pinggang ramping Ai Lin dengan tangan kanannya karena tangan kirinya masih menggenggam erat kepalan tangan Ai Lin.
"Lepaskan aku brengsek! Kau pria mesum! " teriak Ai Lin meronta di pelukan Luo Yun namun tidak ada hasilnya karena Luo Yun mendekapnya dengan sangat kuat.
Luo Yun menghirup lama aroma vanila dari tubuh Ai Lin dengan wajahnya berada di ceruk leher Ai Lin yang putih mulus dan bersih.
Ia tidak menghiraukan umpatan yang keluar dari mulut mungil gadis itu dan malah mendaratkan bibir nya menyentuh kulit leher Ai Lin hingga membuat tubuh gadis itu mematung sempurna.
Ai Lin benar-benar terpaku saat tubuhnya seperti tersengat aliran listrik ribuan volt tapi tidak mati, ada sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya karena sentuhan itu.
"Wangi mu sungguh enak! Aku menyukai nya! " bisik Luo Yun semakin membenam wajah di leher mulus Ai Lin.
Tubuh Ai Lin benar-benar lemas karena ulah Luo Yun hingga tulang-tulang nya berubah seperti jelly. Ini sentuhan pertama yang ia dapatkan dari seorang laki-laki baik itu di zaman ia menjadi Mia atau pun sekarang ini.
Tiba-tiba terdengar suara panggilan yang berulang-ulang memanggil Ai Lin dari kejauhan. Ai Lin mendapat kan kembali kesadarannya hingga ia mengumpulkan semua tenaga nya dan mendorong Luo Yun hingga pelukan itu terlepas sempurna.
"Dasar pria mesum! Enyah kau dari hadapan ku! " umpat Ai Lin kesal dengan wajah memerah karena malu bercampur marah di balik penutup wajahnya.
Ia langsung pergi ke sembarang arah untuk mencari jalan ke tempat ia saat bersama kakaknya.
Bukan nya marah, Luo Yun tersenyum lebar mendengar umpatan yang di tujukan Ai Lin padanya. Ia bahkan menarik saputangan yang tadi ada di pergelangan tangan Ai Lin tanpa gadis itu sadari.
Seperti seorang psikopat gila, Luo Yun mencium sapu tangan itu sambil memejamkan matanya seolah-olah sapu tangan itu adalah Ai Lin.
"Zhao Ai Lin, kau sudah aku tandai sebagai milik ku! " gumam Luo Yun dengan tersenyum menyeringai sambil berjalan meninggalkan tempat itu dengan ekspresi muka yang semula yaitu datar dan dingin.
"Dasar Ai Lin bodoh, tolol, dungu! Bisa-bisa nya kau berdebar-debar karena di peluk bajingan mesum itu! Kau benar-benar bodoh Ai Lin! Mana harga dirimu sebagai perempuan yang bermartabat! " umpat Ai Lin misuh-misuh pada dirinya sendiri sambil berjalan seorang diri.
Lama berjalan akhirnya ia menemukan jalan yang tadi ia lewati dan melihat kakaknya berbicara pada salah satu murid perguruan.
"Kakak, aku di sini! " teriak Ai Lin dengan melambaikan tangan nya.
Wang Lin yang mendengar suara adiknya langsung menoleh dengan wajah lega melihat keadaan Ai Lin yang baik-baik saja. Ia sedari tadi cemas tidak menemukan keberadaan Ai Lin karena takut Ai Lin ke sasar di tempat yang baru pertama kali dikunjungi adiknya ini.
"Kemana saja kau Lin Lin?? Kakak cemas melihat kau menghilang! " tanya Wang Lin dengan membawa Ai Lin ke dalam pelukan nya.
"Maaf kakak, aku jalan-jalan sebentar di sekitar sini! " jawab Ai Lin dengan wajah benar-benar menyesal.
"Tidak apa-apa! Tapi kenapa aroma tubuh mu agak berbeda di hidung ku? Seperti ada aroma asing pada pakaian mu! " sahut Wang Lin dengan kening berkerut membolak-balikan tubuh adiknya.
"Haduh, mati aku kalau kakak tau jika tubuh ku di peluk laki-laki mesum itu! Bisa-bisa aku di kurung di rumah tanpa bisa mengikutinya kemana-mana! Hais, dasar Jendral gila, Jendral mesum! " batin Ai Lin dengan perasaan cemas sambil mengumpat Luo Yun.
Tbc...
Hai, Hai, Hai...! Author double up lagi nih hari ini.. Semoga semuanya suka ya... bye... bye... 😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Buke Chika
😀😀😀😀💪💪💪
2024-06-26
1
Sintya Ashari
👍 lanjut Thor
2024-04-14
1
Maria Lina
up donk thor ditunggu ni ya ya🙏🙏
2024-03-04
0