Jambi, 3 Maret 2024
...****************...
Selamat membaca...
"Haduh, menggunakan kereta kuda dengan posisi seperti ini membuat pinggang ku sakit semua! " keluh Menteri Zhao dengan mengusap pinggang nya.
"Hahahaha... ! " Yifan tertawa melihat wajah nelangsa sahabatnya itu sambil menutup mulutnya dengan kipas.
"Dasar sahabat durjana! Kalau kau bukan sahabatku sudah aku buang kau ke lembah iblis biar mampus di makan binatang buas! " omel Menteri Zhao dengan wajah sangat kesal.
Bukannya marah, Yifan semakin mengeraskan suara tawanya hingga membuat Ai Lin yang kudanya berjalan di dekat jendela kereta langsung menghampiri.
"Apa yang terjadi Paman? Kenapa Paman tertawa kencang seperti itu? " tanya Ai Lin heran dari atas kudanya.
"Oh, tidak ada apa-apa Lin Lin! Hanya melihat pemandangan yang lucu saja di dalam kereta! " sahut Yifan dengan suara agak keras karena di selingi suara roda kereta dan tapak kuda.
"Sudah, tidak perlu khawatir begitu! Ayah dan Paman Yifan memang selalu berdebat setiap bertemu, mereka akan saling mengejek, namun itu yang memperkuat persahabatan mereka! " ucap Wang Lin memberitahu adiknya.
"Oh begitu! " sahut Ai Lin mengerti.
Hanya Wang Lin, Ai Lin dan Yifan yang mengantar Menteri Zhao ke Perguruan Lotus Putih, sedangkan Pei Lin tetap di kediaman mereka sambil mengurus prajurit militer mereka yang di tinggal Yifan sementara waktu.
Sementara itu, Jendral Fang sudah bersiap dengan kudanya untuk pergi ke Perguruan Lotus Putih. Ia pergi seorang diri menggunakan kuda hitam nya tanpa pengawal.
Guangzhou di perintahkan untuk mencari jejak-jejak pasukan pemberontakan yang masih bebas di luaran saja sehingga tidak bisa menemani kemana Jendral Fang pergi.
"Selamat Datang Menteri Zhao di perguruan kami! Mari saya antar menemui Ketua karena Ketua sudah menunggu kedatangan Menteri di Gazebo belakang. " sapa anggota perguruan yang di utus langsung Ketua Li untuk menyambut mereka semua.
Yifan sudah keluar dari kereta kuda dan berjalan di sisi tandu yang membawa Menteri Zhao bersama Ai Lin dan Wang Lin.
Rekan-rekan Wang Lin di perguruan ini membantu menggotong tandu Menteri Zhao tanpa di minta. Bahkan mereka sesekali menggoda Ai Lin yang sudah mereka ketahui sebagai adik kecil Wang Lin teman mereka.
"Berhenti menggoda adik ku! Kalian bukan tipe laki-laki yang adikku sukai! " ucap Wang Lin dengan ketus.
"Kau pelit sekali! Kami hanya ingin berkenalan saja dengan Nona cantik! Meskipun sebagian wajahmu di tutup, tapi kami yakin jika wajah mu pasti sangat cantik! " sahut salah satu temannya pada Wang Lin dengan mata menatap Ai Lin terang-terangan.
"Cih, yakin sekali kau kalau adikku ini cantik! " cibir Wang Lin pada temannya itu.
"Tentu saja aku yakin! Mata nya saja cantik apalagi wajah nya! Hanya orang buta yang bilang kalau adikmu jelek! " sahut temannya dengan bangga.
Mereka pun sampai di Gazebo yang di tuju, dua orang pria sepuh dengan semua rambut yang memutih sudah menunggu mereka dengan duduk bersila di dalam Gazebo.
"Selamat datang, mari silahkan duduk! " ucap pria sepuh dengan pakaian polos pada mereka semua.
Menteri Zhao di letakkan tetap di atas tandunya karena tandu nya yang di bawa naik.
"Apa kabar Yifan, lama kau tidak berkunjung ke sini! Wang Lin, apa gadis itu adikmu? " sapa Ketua Li pada Paman Yifan dan bertanya langsung pada Wang Lin.
"Aku sibuk Pak tua! " jawab Yifan singkat.
"Heh, sibuk apa kau karena seingat ku kau hanya mengurus militernya Wei Hu saja! " cibir pria yang satunya dengan nada mencemooh.
"Tutup mulut mu Ying Lan! Sepertinya berada di sini membuat mulut mu semakin tajam saja! " sergah Paman Yifan dengan wajah kesal pada orang yang ia panggil Ying Lan.
Pria yang bernama Ying Lan terkekeh melihat wajah kesal Yifan. Saat ini hanya mereka berenam saja yang ada di Gazebo sambil duduk santai dengan wajah yang serius kecuali Ai Lin karena sebagian mukanya tertutup kain tipis.
Sring.... Sring...
Cahaya biru muda keluar dari jentikan jari Ketua Li hingga membuat Gazebo terlindungi dengan cahaya tak kasat mata bagi orang yang akan ke tempat itu.
"Jadi, apa yang kalian inginkan di perguruan ini! " tanya Ketua Li tanpa basa basi dengan wajah serius.
"Kau periksa Wei Hu dan lihat apakah racun itu sudah merusak aliran Chi nya atau tidak! Aku yakin jika racun nya sudah keluar semua karena Lin Lin, tapi bisa saja racun itu mengakibatkan aliran Chi pria tua itu terganggu! " jawab Yifan tidak kalah seriusnya.
"Ternyata kemampuan itu benar-benar nyata!! " celutuk Ying Lan dengan menatap Ai Lin kagum.
"Berhenti menatap putriku seperti itu tua bangka! " bentak Menteri Zhao dengan ketus sembari menatap tajam pria sepuh berambut panjang itu.
"Hei Menteri sombong! Jangan lupa jika aku ini masih sepupu mu dan aku bukan tua bangka! Siapa nama mu Nak, aku Paman Ying Lan sepupu ayahmu yang posesif ini! " bantah Ying Lan dengan acuh dan kembali bertanya pada Ai Lin dengan suara lembut.
"Zhao Ai Lin Paman! " jawab Ai Lin pelan.
"Nama yang cantik seperti orang nya! Jika Yuan Lan ada di sini pasti ia akan senang punya saudara seperti mu yang bisa di ajak bermain! " ucap Paman Ying Lan dengan tersenyum lembut.
"Yuan Lan? " beo Ai Lin bingung karena tidak mengenal siapa Yuan Lan itu.
"Yuan Lan adalah putri ku, kalian pernah bertemu saat berusia 10 tahun ketika kami berkunjung ke rumah mu! Semenjak itu kalian tidak pernah bertemu lagi karena Yuan Lan menimba ilmu di perguruan Awan Hitam di lembah sungai Wen. Dua bulan lagi Yuan Lan akan kembali pulang karena waktu belajarnya sudah selesai dan kalian bisa bertemu lagi nantinya! " sahut Paman Ying Lan dengan raut muka bahagia menceritakan putri nya.
Ai Lin hanya mengangguk pelan menanggapi cerita Paman Ying Lan karena sejujurnya ia malas untuk mempunyai teman di zaman ini.
Keempat orang dewasa itupun terlibat pembicaraan yang serius tanpa melibatkan Wang Lin dan Ai Lin yang asyik dengan kegiatan mereka sendiri dengan memakan camilan yang di sediakan tanpa mau ikut campur.
Sementara itu Fang Luo Yun sudah sampai di gerbang besar perguruan Lotus Putih dengan kuda nya.
"Maaf Jendral, Ketua Li sedang bersama tamu nya dan silahkan Jendral menunggu sebentar karena saya akan memberitahu kedatangan Jendral! " ucap salah satu murid perguruan Lotus Putih dengan menunduk sopan.
"Aku akan menunggu sambil melihat-lihat! " jawab Luo Yun singkat.
Murid perguruan itu mengangguk paham dan langsung pergi untuk menemui Ketua Li di bagian selatan perguruan tersebut.
Ai Lin yang berjalan-jalan seorang diri menyusuri perguruan tersebut tiba-tiba saja terpaku melihat pria yang berdiri sambil menyentuh bunga Dandelion dengan mata terpejam.
"Astaga, itukan pria cantik waktu itu? Kenapa ia bisa ada di perguruan ini? Apa dia murid di sini? Tapi kenapa pakaian nya seperti pakaian pejabat kelas atas ? " ucap Ai Lin tertahan karena ia menutup mulutnya dengan tangan agar tidak bicara keras dan keceplosan.
Ai Lin langsung mencari posisi aman agar tidak diketahui keberadaan nya sambil menyamarkan aura nya. Ia langsung menarik salah satu murid perguruan yang kebetulan berjalan melewati nya dan untung saja itu murid perempuan.
"Maaf jika saya lancang! Boleh kah saya bertanya, siapa pria yang berdiri di sana karena pakaian nya beda dengan kalian ! " tanya Ai Lin dengan suara pelan menunjuk kearah Luo Yun.
"Oh, itu Jendral Fang Luo Yun! Jendral muda negeri ini! Anda benar Nona, Jendral Fang bukan murid perguruan ini tapi setahu saya ia selalu bertemu Ketua Li setiap ke sini! " jawab murid perempuan itu dengan ramah.
"Ah, dia Jendral rupanya! Terimakasih sudah menjawabnya! " sahut Ai Lin mengangguk mengerti.
Begitu murid perempuan itu pergi, Ai Lin masih memperhatikan Luo Yun dari jauh tanpa menyadari jika Luo Yun sudah tahu akan keberadaannya.
"Oh, jadi pria cantik itu seorang Jendral!! Keren juga, tapi muka nya datar sekali! Rasanya pengen aku cakar tuh muka biar ada ekspresi nya! Dingin juga aku lihat kayak kulkas empat pintu! " gumam Ai Lin dengan menggerutu kesal.
Tbc...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕🔐|ntanArmy💜°|P$: 🆕
hai kak aku mampir
2024-04-13
1
Lina Anna
yuan lan jgn helena deh
2024-04-11
0
_cloetffny
kurasa nanti ini si Helena
2024-03-17
0