Jambi, 26 Februari 2024
...****************...
Selamat membaca..
Ai Lin memperlambat lari kudanya karena gerbang ibukota sudah terlihat dan kuda tersebut berjalan pelan di pinggir hutan karena posisi mereka saat ini masih di dalam hutan.
Hap..
Ai Lin melompat turun dari atas kudanya dan mengusap pelan surai putih binatang kaki empat tersebut hingga kudanya meringkik seakan-akan menyukai apa yang di lakukan Ai Lin.
"Pergilah princess! Aku akan memanggil mu lagi jika akan pergi! Bersembunyi lah dengan baik agar tidak ada yang bisa menemukan mu! " ucap Ai Lin dengan menepuk pelan bokong kuda putih itu.
Kuda itu mengeluarkan suaranya sebelum berlari memasuki hutan lebat itu seperti memberi salam perpisahan.
Setelah kuda putih itu pergi, Ai Lin berjalan menuju jalan kecil yang tidak terlalu mencolok jika ia keluar dari hutan. Dari jalan kecil itu ia terus berjalan hingga bertemu jalan besar dengan kereta kuda dan kuda yang berlalu lalang karena itu seperti jalan raya jika di dunia modernnya.
"Ah, sebelum pulang lebih baik main sebentar di pasar! Aku kan belum pernah melihat bagaimana pasar di zaman ini! " gumam Ai Lin sebelum memasuki gerbang ibukota.
Ai Lin memperlihatkan plakat pengenal jika ia warga asli ibukota meski kediaman ayahnya lumayan jauh dari keramaian kota karena letaknya di pinggir hutan pinus.
Matanya berbinar melihat wajah orang-orang yang terlihat sibuk dengan dunia masing-masing, ada yang berjualan, ada yang berjalan santai sambil bercanda, ada yang membawa barang di punggungnya, ada yang naik kereta kuda dan ada yang bermain kecapi seperti pengamen di zaman modern.
"Mereka tampak menakjubkan! Rasanya aku seperti masuk ke dalam TV yang di tonton Helena dulu! " gumamnya sambil berjalan dengan hati-hati agar tidak menabrak orang yang berjalan berlawanan arah.
Sementara itu Luo Yun sudah sadar dari pingsan nya dan saat ini ia masih di rumah kepala desa yang menolong nya.
"Bagaimana bisa luka sayatan pedang di dadaku hilang tidak berbekas? Dan juga sayatan anak panah di lengan atas ku juga tidak ada bekas nya! Siapa yang melakukan ini? Tidak mungkin tabib Kaisar yang menyembuhkan aku begitu sempurna seperti ini! Hanya tabib Kaisar lah yang punya ilmu penyembuh yang ilmunya hanya untuk Kaisar dan keluarganya! " gumam Luo Yun pelan dengan berpikir keras.
Kepala desa sudah tahu jika pria yang di tolong rakyat nya adalah Jendral Muda Fang. Ketika ia sadar, Luo Yun langsung mengatakan siapa dirinya dan ia di minta untuk mencarikan kuda pada Kepala desa agar bisa kembali ke ibukota secepatnya.
"Hormat Jendral, kuda yang Jendral minta sudah ada di depan rumah! Apa Jendral mau keluar sekarang? " lapor Kepala desa pada Luo Yun.
"Iya, aku harus cepat kembali ke ibukota! Terimakasih atas bantuannya Kepala desa! " jawab Luo Yun sedikit panjang kata-kata nya.
"Itu sudah tugas kami Jendral, membantu siapapun yang butuh bantuan sekali pun itu orang asing! " sahut Kepala desa sungkan.
Fang Luo Yun hanya mengangguk pelan dan merapikan pakaian nya yang masih berlumuran darah agar sedikit rapi meskipun ada beberapa yang sobek karena sabetan pedang.
Kepala desa sudah memberikan pakaian ganti saat Luo tersadar dari pingsannya, tapi Luo Yun menolak dengan halus karena dirinya tidak bisa memakai pakaian sembarangan karena kulitnya sangat sensitif terhadap kain.
Luo Yun berpamitan sebelum akhirnya ia naik ke atas kuda dan pergi meninggalkan desa tersebut menuju ibukota yang melewati hutan dan perbukitan.
"Ya ampun.. Perut ku keroncongan sekarang! Lebih baik aku makan dulu sebelum pulang! Lumayan juga pulang dengan berjalan kaki ke rumah! Oke perut kita isi dulu kebutuhan mu! " ucap Ai Lin terkekeh mendengar suara nyanyian dalam perut nya.
Ai Lin pun memasuki restoran dan ternyata sedang banyak pengunjung di dalam nya. Ai Lin yang melihat ada meja dan kursi yang kosong di sudut utara segera ke sana.
"Rame sekali restoran nya! Mudah-mudahan makanannya enak-enak meskipun sejujurnya aku rindu dengan pizza dan aneka pasta lainnya! " gumam Ai Lin dengan bertopang dagu di atas meja.
"Mau pesan apa Tuan? " tanya seorang pelayan wanita dengan sopan pada Ai Lin.
"Makanan yang paling enak di restoran ini! " jawab Ai Lin dengan suara di buat agak berat seperti suara laki-laki.
Pelayan itu mengangguk paham dan langsung pergi ke dapur mengatakan pesanan pelanggannya.
Tiba-tiba saja masuk rombongan pria-pria tampan yang membuat Ai Lin menelan ludah nya karena salah satu pria itu ada kakaknya Wang Lin.
"Aduh, mampus aku! Kenapa bisa ketemu kakak di sini? Habis aku kalau ketahuan kabur keluar rumah! " umpat Ai Lin lirih sambil mengambil posisi membelakangi meja yang di tempati rombongan kakak nya itu.
Padahal mejanya Ai Lin terhalang oleh tiga meja lainnya dan ia juga memakai cadar menutupi sebagian wajahnya kecuali mata dan jidat nya, tapi ia sudah ketakutan setengah mati.
"Duh lama sekali sih makanan nya datang! Mau keluar sekarang perut aku lapar, tetap di sini nanti ketahuan kakak! Sial sekali aku hari ini, udah nolongin orang asing, eh giliran mau senang-senang ketemu kakak lagi! " gerutunya dengan wajah gelisah.
"Ini Tuan makanannya dan silahkan dinikmati! " ucap pelayan dengan ramah saat menaruh makanan yang Ai Lin pesan.
Ai Lin hanya mengangguk karena sengaja tidak mengeluarkan suaranya takut di kenali sang kakak.
Ia pun segera memakan makanannya dan berusaha untuk keluar cepat dari kakaknya serta pulang ke rumah sebelum ketahuan menyelinap keluar dari kediaman nya.
Begitu makanannya habis, Ai Lin langsung keluar setelah meletakkan sekeping koin emas di atas meja yang ia duduki tadi tanpa mengambil kembaliannya.
"Aku harus cepat-cepat pulang ke rumah sebelum kakak pulang! Tapi akan lambat jika aku berjalan kaki! Susahnya gak ada mobil dan motor di zaman ini! " keluh nya setelah keluar dengan aman dan selamat dari restoran tadi.
Ai Lin berjalan menuju arah kediaman nya dan tersenyum melihat kereta barang yang di tarik kusir paruh baya.
"Permisi Paman, bolehkah aku menumpang kereta Paman hingga ke perbatasan hutan Pinus? " tanya Ai Lin lembut saat mendekati kereta barang tersebut.
"Boleh anak muda! Tapi apa tidak apa-apa kau duduk di belakang dengan barang-barang pesanan Tuanku? " jawab pria paruh baya itu tidak kalah ramah.
"Tidak apa-apa Paman, yang penting sampai ke tujuan! " ucap Ai Lin dengan girang dan langsung menaiki kereta itu.
Setelah Ai Lin naik, Paman kusir itupun menjalankan kereta nya dengan menarik tali kuda. Begitu sampai di dekat kediamannya meskipun masih lumayan jika berjalan kaki, Ai Lin meminta Paman baik hati itu untuk berhenti dan memberikan sekeping koin emas yang awalnya di tolak nya tapi karena Ai Lin tetap memaksa pria paruh baya itu akhirnya mau menerima koin tersebut.
Ai Lin berjalan mengendap-endap menuju kediamannya dan masuk melalui jalan rahasia yang ia buat tadi agar tidak ketahuan penjaga kediaman nya terutama di Paviliun teratai.
Begitu sampai Paviliun nya, Ai Lin kembali menyelinap masuk ke dalam kamarnya setelah situasinya aman dan langsung berganti pakaian dengan pakaian wanita.
"Selamat, selamat! Akhirnya aku selamat juga sampai rumah! " ucap Ai Lin lega dengan mengusap pelan dadanya.
"Apa nya yang selamat Nona Muda! " ucap seseorang di belakang Ai Lin.
"Mati aku.. !!! "
Tbc...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Cimol Terbang
hahahahhaha kena kau
2024-08-04
1
Lina Anna
tak kirain bnran helena rupanya si author typo
2024-04-11
0