Jambi, 20 Februari 2024
...****************...
Selamat membaca...
Ai Lin keluar dari ruang kerja ayahnya dengan wajah masam dan cemberut. Ia berjalan menyusuri jalan hingga menemukan sebuah taman bunga yang sangat indah.
Ai Lin memutuskan untuk duduk di sana melepaskan penat dan gundahnya. Sejujurnya ia cukup kesulitan beradaptasi dengan kebiasaan orang-orang di zaman ini yang sangat berbeda dengan di zaman nya ia hidup sebagai Mia.
"Huh, begini rupanya hidup di layani seperti anak raja! Dulu aku yang melayani orang agar bisa mendapatkan uang, tapi sekarang tinggal duduk saja aku rasanya jenuh dan bosan! Ya Tuhan, apakah selama nya aku di dunia ini? Ataukah aku bisa kembali ke duniaku yang dulu? Apa jangan-jangan aku beneran sudah mati di dunia ku dulu! " keluh Ai Lin dengan lirih melihat hamparan bunga-bunga yang indah di depan matanya.
Baru mau bernapas lega, tiba-tiba saja ia di kejutkan dengan kedatangan para pelayannya yang ternyata mencari keberadaan nya.
"Kalian kenapa ribut-ribut? " omel Ai Lin cemberut.
"Maafkan kami Nona! Kami lengah sampai tidak melihat Nona sudah keluar dari ruang kerja Tuan Menteri! Kami takut Nona nyasar jadinya kami heboh mencari Nona! " jawab Shu Yan dengan berani.
"Huh, sudah lah! Tunjukkan jalan kembali ke Paviliun kita! Aku lelah dan ingin istirahat! " sahut Ai Lin berdiri kembali sembari merapikan pakaian nya.
Shu Yan dan pelayan lainnya mengangguk patuh dan berjalan di belakang Ai Lin sambil memberitahu jalan yang mereka lalui.
🌳🌳🌳
Tring.. Tring... Tring..
Crasss... Wussss..
Suara dentingan pedang yang beradu dan elemen sihir terdengar nyaring membuat suasana semakin mencekam dan suram.
Bau darah begitu menyengat hidung dan mayat-mayat bergelimpangan seperti bangkai ayam yang di sembelih.
Seorang pria muda yang gagah dan tampan menebas leher musuhnya hingga kepala tersebut putus dan menggelinding di tanah. Wajah tampannya terkena percikan darah tampak dingin dan datar melihat musuhnya mati.
Saat ini ia berada di tengah-tengah lautan mayat yang mana pertempuran sedang berlangsung hingga menjelang malam.
"Hormat kami Jendral Fang! Semua pemberontak sudah habis kita basmi Jendral! Hanya menyisakan beberapa tawanan perang yaitu perempuan yang memang di bawa musuh untuk menyenangkan mereka! " lapor kapten pasukannya yang bernama Wang Jian Shu.
"Bunuh mereka semua karena aku tidak ingin ada yang tersisa termasuk wanita-wanita itu! " perintah Fang Luo Yun sang Jendral dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Perintah Jendral akan kami patuhi! " sahut Wang Jian Shu mengangguk paham.
Ia pun berdiri kembali dan berlari menuju bawahannya untuk mengeksekusi wanita-wanita tawanan perang hingga tidak ada yang tersisa.
Jendral Fang Luo Yun seorang Jendral hebat Dinasti Tang yang di rumorkan kejam, arogan dan tidak punya hati. Tidak seorang pun yang tidak takut jika sudah mendengar namanya, selain itu juga ia sangat tidak suka di dekati oleh wanita baik itu wanita bangsawan maupun putri Kaisar sekalipun.
Hanya satu wanita yang dekat dengan nya yaitu sang Ibunda yang tidak lain adik dari Kaisar saat ini bernama Putri Li Yuan Xia. Putri Li Yuan Xia menikahi Bangsawan Fang yang jenius dan mempunyai seorang putra yaitu Fang Luo Yun yang menjadi seorang Jendral hebat di usia muda.
"Jendral, tenda sudah kami pasang dan silahkan Jendral membersihkan diri! Kita akan kembali ke ibukota esok subuh karena malam ini banyak prajurit kita yang harus di obati. " lapor kapten Wang Jian Shu sambil memberi hormat.
"Hemmm! " sahut Jendral Fang hanya berdehem menanggapi laporan bawahan nya.
Pasukan militer Jendral Fang menyerang pemberontak hingga ke sarang nya setelah berhari-hari mencari keberadaan pemberontak yang kabur setelah berbuat onar di ibukota beberapa minggu yang lalu.
Sekarang pemberontak di bagian selatan sudah habis di bantai pasukan militer Jendral Fang hingga membuat keadaan kembali aman akan gangguan yang tidak di inginkan, tapi tidak menutup kemungkinan ada pemberontakan lain yang mencoba mengganggu ketenangan di wilayah Dinasti Tang.
🌳🌳🌳
Ai Lin di gembleng keras oleh Menteri Pertahanan Zhao dan Kepala militer milik Bangsawan Zhao Wu Yifan hingga membuat gadis itu merengek karena minimnya waktu untuk istirahat.
"Ayah.. ! Berapa lama lagi aku berdiri di sini? Kakiku sudah tidak kuat menopang tubuh ku ayah! " rengek Ai Lin karena saat ini ia sedang berdiri di sebuah tali dengan sebelah kaki kiri di angkat ke atas dan di kepalanya ada sebuah kendi air karena ia sedang berlatih keseimbangan.
Tidak ada tanggapan dari sang ayah membuat Ai Lin kembali merengek dan kali ini dengan menangis karena ia benar-benar tidak kuat.
"Wei Hu, putri mu benar-benar lucu! Aku tidak menyangka akan sikapnya yang terkadang di luar akal tapi ia sangat cerdas! Semua teori yang aku ajarkan padanya cepat sekali di tanggapi oleh otak cerdasnya! Hanya saja putri mu terkadang suka usil dan seenaknya sendiri, tapi itulah daya tariknya di tambah lagi omongannya yang selalu tepat sasaran! " ucap Kepala militer Wu Yifan sambil terkekeh mendengar rengekan Ai Lin.
"Kau benar Yifan! Putri memang pintar dan cerdas, tapi ia juga licik dan banyak akal! Lihat saja ia merengek minta istirahat padahal aku yakin sekali jika aku izinkan ia berhenti pasti ia akan pergi mengganggu para prajurit yang sedang berlatih dengan ulahnya itu! " sahut Menteri Zhao juga ikut terkekeh.
Sudah sebulan Ai Lin melatih fisik dan kekuatan sihir miliknya bersama sang ayah dan paman Yifan. Sebulan itu pula lah ia suka sekali mengganggu prajurit militer ayahnya yang sedang berlatih dengan tingkah lakunya yang membuat orang pusing kepala.
Kedua kakak laki-laki nya jarang sekali menemani sang adik latihan karena kesibukan mereka di pemerintah Dinasti Tang.
Ai Lin sering kali kabur setiap akan latihan sehingga membuat pelayan pribadinya dan semua orang kalang kabut mencari keberadaan nya meskipun akhirnya ketemu juga tapi setelah kelelahan mencari.
"Aku benci ayah! Ayah terlalu kejam menjadi guru ku! Aku ingin guru yang lain selain paman Yifan! " ucap Ai Lin protes saat ia beristirahat di gazebo tempat Menteri Zhao dan Kepala militer Wu Yifan berbincang.
Bukannya marah Menteri Zhao malah terkekeh sambil mencubit pipi mulus Ai Lin yang gembul. Saat ini fisik Ai Lin sudah berubah 180 derajat, yang dulunya kurus kering kayak kurang gizi, tapi sekarang lumayan berisi di beberapa titik seperti dada, dan bokongnya. Malahan kedua pipi nya bertambah gembul hingga acap kali menjadi sasaran cubitan ayah dan kedua kakak laki-laki nya.
"Ai Lin, hanya ayah mu yang bisa mengajari mu selain paman sampai kau benar-benar bisa di lepaskan sendirian! Tidak boleh seorang pun tahu akan kekuatan istimewa yang kau miliki selain orang terdekat mu! Kami akan sekuat tenaga menjaga mu dari orang-orang yang serakah akan sebuah kekuatan besar termasuk Kaisar negeri ini! Kau tahu kenapa militer pribadi keluarga ini bisa menjadi kuat dan hebat sedari dulu? Itu karena kekuatan istimewa milik kakek mu yang menjaga mereka dan sekarang kekuatan itu di wariskan padamu! Apa kau mengerti Ai Lin?? " ucap paman Yifan dengan lembut.
"Iya paman, Ai Lin mengerti! Tapi Ai Lin bosan latihan nya sama ayah! " jawab Ai Lin tetap dengan muka cemberut nya dan dengan cuek berbaring di paha sang ayah sebagai bantal nya.
"Hehehehe.. ! Ayahmu memang membosankan! " kekeh Wu Yifan ikut menistakan sahabatnya itu.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Dede Mila
/Determined//Determined//Determined//Grin/
2024-03-25
0
CaH KangKung,
tp,ceritamu g ngebosenin kak....💪💪
2024-03-24
1
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk
2024-03-18
0