Jambi, 2 Maret 2024
...****************...
Selamat membaca...
Pria yang bertopeng itu tersadar dari lamunannya setelah aroma wangi Ai Lin menghilang dari tempat ia duduk.
"Aku harus memastikan sendiri aroma ini karena aku yakin pernah mencium aroma ini di suatu tempat! " batin pria itu bergumam sendiri.
"Aku pergi sebentar! " ucap pria itu pada pelayan nya yang melihat nya dengan wajah heran.
Pria itu mengikuti kemana arah Ai Lin tadi pergi dan keberuntungan datang padanya. Ai Lin sedang merapikan pakaian nya dengan sedikit menunduk dan tidak memperhatikan jalan setelah buang hajat.
Bruk... Awww..
"Astaga, sakit sekali jidat aku! Aku nabrak tembok atau apa sih, keras sekali! " omel Ai Lin sambil meringis mengusap keningnya yang sakit karena menabrak sesuatu.
Ia mengangkat wajahnya dan tanpa sengaja bertatapan dengan mata seseorang yang berdiri di depannya dengan tajam.
"Ini orang apa tiang listrik sih, tinggi sekali! Leherku sampai sakit melihat nya! " gumam Ai Lin lirih tapi masih terdengar oleh pria yang bertopeng itu.
Ia tidak menyadari jika sebuah senyuman kecil tercipta dari sudut bibir pria bertopeng itu saat mendengarkan gumaman nya.
"Lucu! " batin pria itu dengan tersenyum kecil.
"Maafkan saya Nona, saya tadi terburu-buru hingga tidak sengaja menabrak anda! " ucap pria itu dengan suara beratnya.
"Gila, seksi bener suaranya! " batin Ai Lin terpesona hingga menggigit bibir bawahnya tanpa ia sadari.
"Nona, apa yang terjadi? " tanya pria itu dengan bingung melihat Ai Lin tampak melamun.
"Astaga! Tidak usah minta maaf Tuan, saya juga salah karena jalan tidak lihat-lihat! " jawab Ai Lin gelagapan tersadar dari lamunannya.
Ai Lin malu setengah mati ketahuan melamun dan langsung pergi begitu saja dari hadapan pria bertopeng itu. Dan lagi-lagi pria itu mencium aroma yang sama seperti dalam ingatannya.
"Ya Tuhan Ai Lin, malu-maluin aja! Bisa-bisa nya kau berpikiran mesum begitu hanya karena mendengar suara nya saja! Sepertinya efek kelamaan jomblo di duniaku dulu membuat aku menjadi oleng begini! " gumam Ai Lin merutuki kebodohannya sambil berjalan menuju meja tempat ia makan tadi.
Untung saja sebagian mukanya tertutup dengan cadar, karena kalau tidak pasti ia akan malu hingga ke tulang-tulang nya dengan pipi bersemu merah seperti udang rebus.
Pria bertopeng itu memejamkan matanya sembari menghirup dalam-dalam aroma yang membuat ia tergila-gila. Semenjak sadar dari pingsan nya di sebuah desa tempo hari, pria itu selalu teringat akan aroma wangi vanila yang tercium oleh hidung nya hingga saat mencium aroma lain ia menjadi tidak senang.
Yah, pria bertopeng itu adalah Fang Luo Yun sang Jendral muda yang kejam, bengis di medan perang, dan dingin terhadap makhluk bernama wanita kecuali Ibu nya.
Luo Yun membuka kembali matanya setelah aroma tersebut sudah menghilang dari penciuman nya. Ia berbalik arah kembali menuju mejanya dan melihat Ai Lin dari jauh sudah bersiap-siap akan pergi bersama pria yang di panggil nya kakak.
"Tuan Muda, kenapa diam saja dan tidak memakan makanan nya? " tanya pelayan pribadi Luo Yun saat melihat Tuan Mudanya hanya diam saja dengan menatap ke arah Ai Lin yang sudah pergi meninggalkan restoran.
"Kau makan saja, aku tidak berselera! Aku pergi dulu karena ada yang perlu aku urus! " jawab Luo Yun dingin dengan meninggalkan sebuah koin emas di atas meja tersebut.
Tanpa mendengar suara pelayan nya, Luo Yun langsung pergi ke luar untuk mengejar Ai Lin. Namun sayang nya Ai Lin sudah tidak terlihat lagi di keramaian orang yang lalu lalang di hadapan nya.
"Aku harus mencari tau apa hubungan Zhao Wang Lin dengan perempuan itu! Perempuan itu harus menjadi milikku apapun caranya! " gumam Luo Yun dengan penuh tekad sambil mengepal kedua tangan nya.
🌳🌳🌳
Hari yang ditunggu Ai Lin dan keluarga nya pun tiba. Sedari pagi Ai Lin sudah sibuk mendandani ayahnya agar terlihat pucat dan sakit dengan alat rias yang ia miliki.
"Gak sia-sia dulu aku jadi MUA sebagai kedok pekerjaan ku menjadi agen rahasia! " gumam Ai Lin lirih saat melihat tampilan ayahnya yang sesuai keinginannya.
"Gimana Paman, bagus kan penampilan ayah? Sudah pas belum seperti orang yang sekarat? " tanya Ai Lin meminta pendapat Yifan.
"Bagus sekali Lin Lin! Kau memang sungguh berbakat! Tidak ada seorang pun yang akan mencurigai ayahmu hingga kita sampai ke Perguruan Lotus putih! Tapi ngomong-ngomong apa itu tidak terlalu biru bibir ayah mu? Seperti vampir saja dengan kulit nya yang putih bagaikan mayat! " puji Yifan sambil mengomentari bibir biru Zhao Wei Hu sahabatnya.
"Hei, kau itu memuji ku atau menghina ku! Kalau saja bukan karena ingin mengelabui musuh, aku tidak akan mau di permak seperti wanita! Untung saja putri kesayangan ku yang melakukan nya, karena kalau orang lain sudah aku tebas tangan nya yang berani menyentuh tubuh ku! " ucap Menteri Zhao dengan ketus pada Yifan.
Ai Lin mengulum senyum menahan tawanya melihat ayahnya misuh-misuh pada Paman Yifan.
"Kerja bagus adik! " puji Pei Lin dengan memberikan jempolnya.
"Sudah ayah, jangan marah-marah! Lebih baik ayah berbaring saja dan lakukan peran ayah sebaik mungkin agar tidak ada orang yang curiga! " ucap Wang Lin dengan di balas tatapan tajam Menteri Zhao.
Ai Lin terkekeh melihat tatapan tajam ayahnya pada sang kakak.
"Ayahku sayang! Setelah sampai di perguruan itu, ayah tidak akan seperti ini lagi karena aku akan menghapus semua riasan ini di wajah ayah! Jadi ayah harus bersabar dalam beberapa jam ke depan! Muah.. Muah.. ! " ucap Ai Lin dengan lembut sambil mencium kedua pipi ayahnya hingga membuat senyum di wajah Menteri Zhao terbit secerah mentari pagi.
"Cih, di cium anaknya saja langsung luluh! " cibir Yifan sambil mendengus kesal.
"Untuk kakak mana?? " tanya Wang Lin dengan menyodorkan pipi sebelah kanan nya.
"Kakak juga! " ucap Pei Lin ikut-ikutan memberikan pipinya.
Cup.. Cup..
Ai Lin memberikan ciuman di kedua pipi kakaknya agar mereka tidak iri pada ayah mereka.
Menteri Zhao sekarang yang mendengus kesal melihat kedua putra nya ikut-ikutan minta di cium pipi nya.
"Tidak usah minta cium pada adikmu! Lebih baik kalian berdua cari istri sana agar bisa leluasa mencium istri kalian! Heran, seharusnya ayah sudah menggendong cuci salah satu dari kalian berdua di usia begini! " ucap Menteri Zhao dengan ketus.
"Bilang saja ayah pelit! Mau nya cuma ayah saja yang di manjakan Lin Lin! " sungut Wang Lin dengan malas.
"Sudah, sudah! Lin Lin akan selalu memanjakan kakak dan ayah sebelum Lin Lin menikah! " lerai Ai Lin dengan santai nya.
"Tidak!!!!!! " teriak Menteri Zhao dan kedua kakak Ai Lin tidak terima dengan perkataan nya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
KaylaKesya
hahahahahaha
2024-05-01
2
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
2024-04-13
0
Maria Lina
pendek amat thor jarang up sekali up cuman 1 bab aj.bisa gk double"sih thor
2024-03-02
6