Jambi, 29 Februari 2024
...****************...
Selamat membaca...
Wang Lin mendekati Ai Lin dan membantunya untuk duduk bersandar di sandaran ranjang.
"Apa ada yang sakit? Bagaimana perasaan mu sekarang ini Lin Lin? " tanya Wang Lin dengan wajah cemas.
"Kepalaku yang sedikit pusing kakak! Perasaan ku baik-baik saja! Jangan mengalihkan pembicaraan kakak! Katakan apa maksud perkataan kakak tadi, pelaku apa yang kakak maksud kan? " jawab Ai Lin dengan memicingkan mata nya pada sang kakak.
Wang Lin menghela napasnya sejenak sebelum membuka mulut nya, ia bahkan melihat ke arah Wu Yifan hingga mata mereka bertatapan dengan diiringi anggukan kepala pria paruh baya itu.
"Ada yang mengincar nyawa ayah kita Lin Lin! Mereka sengaja meracuni ayah di saat pertemuan penting di istana Kaisar! Racun nya itu racun yang sama menghilangkan nyawa mendiang istrinya Paman Yifan! Itu terlihat dari memar yang ada di seluruh tubuh ayah! Beruntung ada dirimu yang menyelamatkan ayah, karena kalau tidak ayah akan bernasib sama dengan mendiang istri Paman. " jawab Wang Lin dengan jujur.
"Benarkah itu Paman? " tanya Ai Lin melihat ke arah Yifan.
"Benar Lin-Lin, makanya Paman berniat membawa ayah kalian ke Perguruan Lotus putih untuk menetap sementara di sana, agar bisa di periksa dengan detail oleh Ketua Li selaku tetua yang di segani di dunia persilatan. Pemeriksaan ini hanya untuk memastikan apakah racun itu benar-benar sudah menghilang atau malah merusak aliran Chi ayah kalian! " jawab Yifan lagi dengan mantap.
"Tapi bagaimana dengan pendapat pejabat istana dan juga Kaisar jika ayah berada di perguruan itu Paman? Sementara pekerjaan ayah sebagai Menteri Pertahanan itu tidak main-main! " tanya Ai Lin yang sebenarnya tidak masalah jika ayah nya tinggal di sana.
"Itulah yang sedari tadi kakak pikirkan Lin-Lin! Rasanya pasti mereka akan mencurigai ayah jika pergi kesana dalam keadaan sehat dan baik-baik saja! Terlebih lagi pelaku yang meracuni ayah pasti akan selalu mengawasi kediaman kita karena mereka pasti mengira ayah sedang sekarat karena racun yang mematikan itu! " sahut Wang Lin mengungkapkan kegusaran nya.
"Benar juga yang kau bilang Wang Lin, sudah pasti mereka pasti mengawasi gerak gerik ayah kalian sekarang ini! Atau kita bawa saja ayah kalian ke perguruan secara diam-diam dengan membuat pengalihan untuk orang yang mengawasi kediaman ini? " ucap Yifan dengan pemikiran nya.
"Terlalu mengada-ada itu Paman! Lebih baik ayah berpura-pura sakit terkena racun dan di bawa ke Perguruan itu dengan perintah Kaisar sendiri! Minta kakak pertama untuk menghadap Kaisar agar memberikan ayah izin vakum dari pekerjaan nya sebagai Menteri Pertahanan untuk sementara selama ia belum sembuh dari sakitnya dan katakan saja dengan jujur jika ayah akan di obati di perguruan itu. Pasti Kaisar menyetujuinya karena untuk kesembuhan ayah, dan pelakunya pasti senang usahanya untuk menyingkirkan ayah sedikit berhasil! Biarkan saja orang-orang nya melihat keadaan ayah saat di bawa menggunakan tandu agar mereka bisa memberikan laporan mereka karena melihat langsung Menteri Pertahanan yang sekarat! " ucap Ai Lin dengan panjang lebar.
Yifan dan Wang Lin tampak berpikir mencerna perkataan Ai Lin dan tak lama mereka berdua tersenyum senang.
"Dududuh... Lin-Lin kecil ku pintar sekali! " ucap Wang Lin dengan mencubit gemes pipi Ai Lin.
"Iya, kau sangat pintar Lin Lin bisa memikirkan ide yang brilian seperti itu! Paman bangga padamu! " sahut Yifan ikut tersenyum bangga.
"Cih, dia pintar karena keturunan ku langsung! " ucap seseorang tiba-tiba yang membuat mereka bertiga terkejut bukan kepalang.
"Ayah... ! "
"Wei Hu.. ! "
Mereka bertiga berseru memanggil pria yang tadi mereka bicarakan sudah membuka matanya dan berbicara dengan lantang.
"Tubuhku terasa sangat sakit dan lemas! " keluh Menteri Zhao mencoba untuk duduk.
"Jangan di paksa ayah, lebih baik ayah berbaring saja! Aku akan meminta pelayan Chu untuk membawakan ayah makanan! " tegur Ai Lin dengan menahan tubuh Menteri Zhao hingga berbaring kembali.
"Tetap di tempat mu Lin Lin! Biarkan kakak yang memanggil pelayan Chu, kau juga harus berbaring karena tenaga mu juga terkuras habis! " perintah Wang Lin lagi dengan tegas hingga Ai Lin tidak jadi turun dari tempat tidur.
Ai Lin merenggut kesal dan kembali berbaring di sisi sang ayah. Ia bahkan cemberut dan memeluk tubuh ayahnya dengan manja.
"Aku senang kau sudah sadar Wei Hu! Lin Lin kita sungguh hebat mengeluarkan racun itu dari dalam tubuhmu hingga pingsan kelelahan! " ucap Wu Yifan dengan tersenyum lega.
"Apa?? Pingsan?? Bagaimana keadaan mu sekarang Nak? " seru Menteri Zhao terkejut dan bertanya dengan nada cemas pada Ai Lin.
"Ai Lin sudah tidak apa-apa ayah, hanya pusing saat sadar dari pingsan! Lin Lin senang akhirnya bisa menggunakan kekuatan Lin Lin untuk ayah! " jawab Ai Lin santai dengan mengeratkan pelukannya pada sang ayah.
Menteri Zhao menghela napas lega, ia mengusap lembut lengan anak perempuan nya dengan sebelah tangan karena tangan yang satunya di peluk Ai Lin dengan posesif.
"Wei Hu, kau mendengar semua yang kami bicara kan tadi kan? Kira-kira apa pendapat mu karena kau yang akan menjalani sandiwara ini! " tanya Yifan yang kembali duduk di kursinya.
"Aku akan mengikuti ide putriku untuk bersandiwara, karena bukan tidak mungkin mereka masih mengincar diriku! Lagipula aku bisa memanfaatkan waktu ku untuk melepaskan penat atas urusan pekerjaan di istana! " jawab Menteri Zhao setuju dengan ide Ai Lin.
"Siapa orang di istana yang kau curigai saat pertemuan kalian tadi Wei Hu? Kita harus punya gambaran orang yang harus kita waspadai agar kejadian ini sebisa mungkin atasi agar tidak ada korban yang lain! " tanya Yifan lagi pada Menteri Zhao.
"Makanan datang.. !! " seru Wang Lin datang dengan membuka pintu hingga Menteri Zhao memberi kode pada Yifan jika ia akan menjawab nya nanti.
🌳🌳🌳
Sementara itu, Fang Luo Yun sedang berlatih di markas besar prajurit nya bersama para bawahan nya hingga latihan mereka terhenti dengan kedatangan tiba-tiba seseorang yang berpakaian tertutup hanya memperlihatkan matanya saja.
"Ada laporan apa??? " tanya Luo Yun setelah ia membubarkan bawahan nya di arena latihan.
"Menteri Zhao keracunan saat pertemuan di Istana Jendral! " ucap pria itu memberikan laporan nya.
"Menteri Zhao??? Lalu bagaimana keadaan nya sekarang? Apa sudah ada kabar? " beo Luo Yun dan bertanya lagi.
"Tidak tahu Jendral! Pengamanan di kediaman Menteri Zhao begitu ketat hingga orang-orang ku tidak bisa mendapatkan informasi sedikit pun dari sana! " jawab pria itu lagi dengan jujur.
Luo Yun menghela napas sejenak hingga ia memberikan perintah pada pria itu.
"Awasi kediaman Menteri Zhao diam-diam dan cari celah untuk mendapatkan informasi tentang keadaan nya! Oh ya, cari juga pelaku yang memberikan racun itu di Istana dan kumpulkan bukti sebanyak-banyaknya! " perintah Luo Yun sambil memasukkan kembali pedang nya ke dalam sarung.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk
2024-03-20
0
Ibuk'e Denia
di tunggu up nya thor
2024-03-01
1