*Tok tok tok*
“Andra.. Anjani…” Dua kali Bu Salsa memanggil putra dan menantu nya, namun belum ada respon dari dalam kamar.
“Ndra.. Jani.. ayo makan siang dulu.. Mama tunggu di bawah ya..,” ucap Bu Salsa yang masih berada di depan
pintu kamar Andra.
Anjani yang terbangun lebih dulu, segera membuka pintu dan menemui Mertua nya.
“Maaf, Ma.. baru bangun tidur,” ucap Anjani yang masih belum hilang rasa kantuk nya.
“Ayo turun, kalian kan belum makan siang. Ajak Andra juga, Mama tunggu di bawah, ya?”
“Iya, Ma.. nanti kita nyusul ke bawah.”
“Jangan lama-lama!” pinta Bu Salsa sembari berjalan menuruni tangga.
“Siap, Ma!” Anjani memberikan jempol nya, kemudian kembali masuk kamar dan berjalan menuju ke ranjang. Andra yang masih terlelap, seketika menggeliat bangun saat Anjani membangunkan nya dengan berbisik di telinga nya. Membuat bulu roma nya berdiri.
“Mas.. bangun… aku laper, kita makan siang yuk! Mama udah nungguin di bawah tuh,” bisik Anjani di telinga suami nya.
Andra membuka mata nya sedikit, kemudian mengulas kan senyuman manis nya pada Anjani.
“Tolong bantu aku bangun!” pinta Andra dengan manja, sambil mengulurkan tangan nya berharap Anjani mau menarik nya untuk bangun.
Tentu saja Anjani menuruti keinginan suami nya. Dia pun menarik tangan Andra. Bukan nya Andra yang bangun, malah dia nya yang terjatuh ke depan, menindih Andra. Wajah mereka saling berhadapan dengan jarak yang hanya se inci.
“I Love You,” bisik Andra pada Anjani.
Mendengar kalimat itu, wajah Anjani memerah, dan langsung menjauh dari nya.
“Buruan bangun! Mama nungguin tuh!” Anjani pun berdiri dan bersiap keluar kamar.
“Tungguin!” teriak Andra, dia pun akhir nya berdiri dan menyusul Anjani dari belakang.
Di ruang makan, terlihat Bu Salsa sedang menyiapkan makan di temani Vina. Sepupu Andra yang kini berusia 20 tahun, tengah membantu Bu Salsa menata piring-piring di meja makan. Pandangan nya mengarah ke Andra dan Anjani yang tengah berjalan menuruni anak tangga.
Vina seperti sedang menarik perhatian nya Andra, bersikap seolah-olah sudah sangat akrab dengan suami Anjani.
Tentu saja Anjani merasakan feeling yang tak enak. Apalagi saat Vina mendekat ke arah Andra dan mengajaknya duduk sembari merapikan kursi untuk Andra.
Bisa-bisa nya Vina berani melakukan itu di depan Anjani dan Bu Salsa.
“Duduk sini, Mas,” perintah Vina pada Andra. Namun Andra seperti nya tidak begitu peka, dia masih bisa bersikap
santai. Berbeda dengan Anjani, hati nya sedang menahan cemburu. Tapi dia berusaha berpikir positif.
Andra duduk di kursi yang sudah di siapkan Vina, dan Vina pun duduk di samping nya.
Anjani yang sedikit merasa kesal, berniat duduk di dekat Bu Salsa, sengaja untuk menjauh dari Andra dan Vina yang duduk bersebelahan.
“Sayang, kamu kok duduk di situ? Sini dong..,” ucap Andra pada istri nya. Dia tak tahu jika Anjani tengah cemburu.
“Aku mau duduk di samping Mama ajah, ngga’ pa-pa kan Ma?” Anjani menoleh ke arah Bu Salsa, dan menghindari kontak mata dengan Andra.
“Tumbeeeen…,” Andra pun akhirnya menuruti kemauan Anjani, wajah nya menaruh curiga dengan perubahan sikap istri nya itu.
“Dasar ngga’ peka banget sih!”sungut Anjani dalam batin nya.
“Anjani kenapa? Marah? Kenapa juga dia marah?”tanya Andra dalam hati nya. Dengan pandangan menelisik. Mencari-cari jawaban di sorot mata Anjani. Tapi Anjani enggan menatap nya. Dia malah pura-pura fokus makan.
Selesai makan-makan, Anjani langsung berdiri dan membawa piring-piring kotor itu ke arah dapur, tanpa menatap Andra sama sekali. Mereka terdiam dengan pikiran nya masing-masing.
Sedangkan Mama Salsa langsung berdiri dan melangkahkan kaki menuju ke toilet.
“Anjani.. Mama ke toilet bentar ya,” ucap Bu Salsa pada menantu kesayangan nya.
Kini tinggal Vina berdua dengan Andra yang masih duduk di meja makan. Kesempatan emas buat Vina untuk mendekati Andra.
“Mas Andra..,” panggil Vina pada Andra yang masih fokus melihat Anjani dengan segala sikap nya yang aneh.
“Hemmm” jawab Andra dengan malas, pandangan nya masih tak berpaling dari Anjani.
“Sore nanti Mas ada acara gak?” tanya Vina dengan nada manja nya. Anjani yang masih berada di dapur, memfokuskan pendengaran nya, penasaran dengan obrolan Andra dan sepupu nya.
“Hah? Sore? Emmm, seperti nya ada. Kenapa?” Andra menolehkan wajah nya sebentar pada Vina. Lalu kembali
memfokuskan pandangan nya pada Anjani.
“Ohh.. soal nya aku mau minta tolong sama Mas Andra, temani aku nyari apartemen yang dekat-dekat sini. Tapi, Ya udah kalau Mas Andra ngga’ bisa bantu, aku nyari sendiri aja” Vina memasang wajah kecewa karena rencana nya untuk mendekati Andra, gagal begitu saja.
“Maaf, Vin. Nanti sore aku mau bantuin istri aku beres-beres barang, besok pagi aku akan pindah rumah,” ucap Andra, dia lalu beranjak dari duduk nya, dan menghampiri Anjani yang masih pura-pura sibuk mencuci piring kotor.
Vina yang merasa di cuekkin, melipir ke kamar nya dengan perasaan kesal.
Mengetahui Andra yang berjalan ke arah nya, Anjani berusaha menghindar dengan mencari kesibukan lain.
“Sayang, udah selesai?” tanya Andra dengan suara seksi nya, tepat di belakang telinga Anjani. Membuat Anjani
bergidik kegelian.
“Apa’an sih!” Anjani bersungut kesal karena suami nya yang tidak peka dengan perasaan nya.
Andra yang sudah curiga dengan perubahan sikap istri nya itu, kini berusaha untuk merayu nya, dengan harapan Anjani mau mengungkapkan alasan dia marah.
“Sayang, Kamu kenapa?” tanya Andra dengan nada yang sangat lembut dan manja.
Bukan nya mendapat jawaban dari istri nya, malah dia di tinggalin begitu saja.
Anjani yang masih belum luntur cemburu nya, beranjak pergi menjauh dari Andra, dia lalu naik ke lantai atas dan segera masuk ke kamar. Andra yang masih belum mengerti dengan sikap istri nya itu, memilih untuk menyusul nya ke kamar.
*ceklek*
Saat Andra membuka pintu, yang terlihat malah Istri nya itu sedang tidur di ranjang dengan posisi membelakangi Andra.
Andra tidak menyerah. Dia segera naik ke ranjang dan tidur di belakang Anjani. Satu tangan nya memeluk pinggang
istri nya. Dalam pelukan nya, mereka hanya terdiam tanpa sepatah kata pun.
Andra mengangkat separuh badan nya, mengintip Anjani dari atas pundak istrinya.
“Sayang, kamu tidur? Apa pura-pura tidur?” tak ada jawaban dari Anjani.
“Kamu kenapa?” tanya Andra lagi sembari tangan satu nya mengelus rambut Anjani dengan lembut.
Mendengar ucapan Andra kali ini, membuat Anjani semakin sedih dan menahan emosi agar air mata nya tak menetes keluar.
“Ya sudah kalau kamu ngga’ mau cerita,” Andra melepaskan pelukan dari pinggang istri nya. Dia lalu duduk terdiam
di belakang Anjani, berpura-pura kesal juga.
Karena takut suami nya marah, Anjani pun terpaksa bangun dan beralih menghadap ke arah suami nya.
Andra pura-pura marah, dia memalingkan wajah nya membelakangi Anjani.
“Mas Andra marah?” Anjani mencolek lengan suami nya yang sedang berpura-pura marah.
“Kenapa jadi ikutan marah sih?” Anjani semakin tambah kesal melihat suami nya yang malah ikut-ikutan ngambek.
Andra melirik ke arah istri nya yang menunduk dengan wajah cemberut. Dia pun tak tega mengerjai Anjani, dan akhir nya luluh juga. Di peluk nya tubuh mungil Anjani. Ada kehangatan di hati mereka.
“Aku ngga’ marah. Siapa juga yang berani marah sama perempuan cantik kayak kamu?” Andra mulai mengeluarkan jurus rayuan maut nya.
“Gombal!!” Anjani mendaratkan pukulan di lengan suami nya. Kemudian di balas Andra dengan pelukan yang semakin erat.
“Eh, jangan lupa, abis ini kita harus beres-beres,” ucap Andra mencairkan suasana.
“Mau ngapain?” tanya Anjani dengan wajah manja nya. Dia mendongak ke atas menatap Andra yang tengah memeluk nya.
“Kamu lupa? Besok kan waktu nya kita pindah ke rumah yang baru” Jawab Andra sambil menoel hidung istri nya.
Anjani langsung membulatkan mulut nya, “oohh”
“Cepet banget ya, Mas.. ngga’ kerasa kita udah mau pindah rumah.”
“Oh ya Mas, besok setelah pindahan, bisa antarkan aku ngga’?” tanya Anjani dengan posisi nya masih memeluk Andra di atas ranjang.
“Kemana?”
“Nengokin Kakek.”
“Oke.. Siap Bu Bos!!” Andra memberikan jempol nya di depan wajah istri nya.
Mereka pun melanjutkan acara peluk-pelukan. Andra yang tangan nya usil, menggelitik perut Anjani, membuat Anjani kegelian dan beringsut menjauh dari Andra.
Kejar-kejaran berasa artis India. Dan berakhir dengan pelukan di dekat pintu balkon kamar nya. Senyuman bahagia
merekah di sudut bibir mereka.
‘Kemesraan ini… Jangan lah cepat berlaluuuu….’
Andaikan ada musik nya. Pasti Backsound ini yang akan di putar. Sangat cocok sih dengan suasana mereka berdua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments