Bab 19 : WCTR

"Ndra?"

Ruangan itu nampak sepi dan tidak ada siapapun disana. Seorang staf kantor yang kebetulan melihat Marvel sedang berdiri di depan pintu Andra segera menghampirinya.

"Permisi pak Marvel. Bapak mencari pak Andra ya?" tanya staf wanita itu.

"Ya, dimana dia?" tanya Marvel.

"Pak Andra sedang keluar untuk bertemu dengan klien. Jika anda mau, anda bisa menunggu di dalam. Mungkin setengah jam lagi pak Andra akan kembali." ujar wanita itu.

Marvel nampak berfikir sejenak."Tidak, nanti saja aku kembali kesini. Sekarang aku masih ada urusan lain."

Marvel segera pergi ke arah lift dan naik ke dalamnya. Dia menekan tombol turun ke lantai paling bawah digedung itu. Ini sudah menunjukkan pukul 12 siang hingga Marvel ingin pergi untuk makan siang terlebih dahulu sebelum nanti dia kembali untuk menemui Andra.

Pintu lift terbuka, langkah kaki Marvel langsung tertahan saat dia melihat gadis yang sedang membuat hatinya berbunga-bunga kini sedang berjalan kearahnya. Sepertinya gadis itu belum menyadari kehadirannya disana.

Luna segera menghentikan langkahnya saat melihat Marvel yang masih berdiri di dalam lift. Tadi dia pergi keluar sebentar karena merasa sangat bosan berada di ruangan kerja Andra terus. Hingga Luna memutuskan untuk jalan-jalan disekitar gedung itu sebentar.

"Nona Luna, apa yang sedang kamu lakukan disini?" Marvel berjalan keluar dari dalam lift dan berdiri di hadapan Luna. "Jangan bilang jika suami kamu yang seperti artis China itu bekerja disini?"

"Memangnya kenapa jika iya? Suamiku memang bekerja di kantor ini. Dia..."

Luna tidak meneruskan ucapannya saat Marvel tiba-tiba menarik tangannya dan membawanya kembali keluar dari gedung itu. Padahal Luna ingin segera kembali keruangan kerja Andra sebelum suaminya itu kembali.

"Lepasin!" Luna menarik tangannya dengan kasar saat mereka sudah sampai di luar.

Marvel menatap Luna dan menghembuskan nafas kasar. "Hei, Nona. Kamu masih berhutang padaku."

"Hutang apa lagi? Bukankah aku sudah mentraktir kamu makan kemarin? Jadi urusan kita sudah selesai!" Luna ingin segera pergi namun pergelangan tangannya ditahan oleh Marvel.

"Suami kamu bekerja di perusahaan Rainbow Group. Tapi kamu mentraktir aku makan di warung pinggir jalan? Apa kamu tau gara-gara makan disana aku sampai...." Marvel tidak melanjutkan kata-katanya. Dia merasa malu untuk bercerita pada Luna jika dia menjadi penghuni kamar mandi hampir seharian kemarin.

Marvel kembali berkata-kata. "Pokoknya aku tidak mau tau. Kamu harus mentraktir aku makan siang di restauran mewah sekarang juga. Atau aku akan kembali masuk ke dalam dan mencari suami kamu untuk meminta ganti rugi."

Luna menatap kesal pada Marvel karena pria itu selalu saja melakukan ancaman untuk mencapai keinginannya. Luna memperhatikan penampilan Marvel dari atas sampai bawah, bahkan pria itu memakai pakaian formal seperti pekerja kantoran.

"Dari segi penampilan, kamu bukan seperti orang susah yang kekurangan uang. Jadi kenapa kamu minta ditraktir makan terus? Dasar! Gaya elit tapi ekonomi sulit." cibir Luna.

"Aku minta ditraktir makan bukan karena aku tidak punya uang. Tapi karena aku hampir amnesia gara-gara kamu, Nona. Apa kamu lupa?" sergah Marvel.

"Baiklah! Tapi ini terakhir kalinya aku berurusan dengan kamu. Setelah ini aku tidak mau ada urusan lagi sama kamu."

Marvel tersenyum senang mendengar persetujuan Luna. Dia menganggukkan kepalanya.

"Tunggu disini, aku akan mengambil mobilku dulu." Marvel segera pergi untuk mengambil mobilnya.

Setelah Marvel mengambil mobilnya, Luna terpaksa terpaksa ikut naik ke dalam mobil Marvel. Namun Luna minta Marvel membawanya ke restauran terdekat saja karena dia tidak ingin pergi terlalu lama. Luna khawatir Andra akan mencarinya.

...💖💖💖💖💖...

Marvel terus memandangi wajah cantik Luna saat gadis itu sedang menyantap makanannya. Bahkan Marvel merasa sudah kenyang hanya dengan menatap wajah gadis pujaan hatinya itu.

"Kenapa menatapku terus, kak? Makanannya ada diatas meja, bukan di wajahku." Luna merasa risih karena Marvel terus menatapnya.

"Aku sudah kenyang." jawab Marvel enteng.

Luna menatap makanan dimeja makan, bahkan Marvel belum menyentuh makanannya sedikitpun. Ini pasti hanya akal-akalan pria itu supaya Luna terus mentraktirnya makan.

Luna meletakkan sendok ditangannya dengan kasar, menyenderkan punggungnya pada punggung kursi. Menarik nafas panjang untuk menahan rasa kesalnya.

"Jika besok-besok kita bertemu lagi, jangan memintaku untuk mentraktir kamu makan lagi! Salah sendiri kamu tidak mau makan. Buang-buang waktuku saja!"

Luna segera bangun dari duduknya dan meraih tasnya yang dia letakkan di kursi sampingnya.

"Aku mau pergi. Dan jangan pernah menggangguku lagi." Luna membalikkan badannya, namun langkahnya tertahan saat dia melihat seseorang.

Sosok berperawakan tinggi dan memakai kemeja berwarna putih kini sedang berjalan ke arahnya dan Marvel.

Marvel segera ikut bangun. "Dokter Adrian?"

Panggilan itu membuat Luna menoleh ke arah Marvel. Dan sosok yang dipanggil Dokter Adrian itupun segera menghentikan langkahnya. Pria itu menatap pada Luna dan Marvel secara bergantian.

Adrian mengingat Luna sebagai gadis yang dia temui tempo hari ditaman. Gadis itu kembali menatapnya, membuatnya merasa risih.

Marvel menghampiri Adrian dan menyalaminya. "Apa kabar, Dokter? Sudah lama kita tidak bertemu."

"Kabarku sangat baik." jawab Adrian, kemudian menoleh ke arah Luna. "Dia..."

"Dia temanku, namanya Luna." Marvel menoleh ke arah Luna. "Luna, kenalkan. Dia ini Dokter Adrian. Dokter terhebat dikota Jakarta."

Adrian tersenyum tipis mendengar pujian dari Marvel. Dia menyadari Luna masih terus menatapnya, hingga dia harus segera pergi.

"Marvel, aku pergi dulu ya? Banyak pasien yang sedang menungguku di rumah sakit." Adrian menepuk pundak Marvel. Dia menatap Luna sebentar sebelum pergi.

Luna masih diam terpaku. Tanpa memperdulikan Marvel, Luna bergegas pergi untuk mengejar Dokter Adrian. Kali ini dia harus mendapatkan jawaban dan penjelasan tentang hubungan pria itu dengan mendiang kakaknya, Aleena

"Luna, tunggu!"

Marvel ikut pergi untuk mengejar Luna. Dia meraih pergelangan tangan gadis itu saat mereka sudah berada di halaman depan restauran.

"Kak, lepasin kak! Aku harus pergi." Luna mencoba menarik tangannya dari Marvel, namun Marvel tetap menahannya.

"Tunggu, Luna. Biar aku mengantarkan kamu."

Luna tidak menanggapi ucapan Marvel. Matanya tertuju pada Dokter Adrian didepan sana. Pria itu sudah naik ke dalam mobilnya dan mobil itu pun melaju pergi meninggalkan area restauran.

Tak ingin kehilangan jejak Dokter Adrian lagi, Luna menarik tangannya dengan kasar dari genggaman Marvel. Dia berlari dan menyetop sebuah taksi.

"Luna, tunggu!!!"

Marvel mengejar Luna, namun gadis itu sudah keburu naik ke dalam taksi dan taksi itu langsung melaju pergi meninggalkan tempat itu. Hingga Marvel tidak bisa mengejar Luna lagi.

Marvel mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal sambil berkacak pinggang. Mungkin dia akan kembali ke perusahaan Andra. Siapa tau dia bisa bertemu dengan Luna lagi nanti disana.

...🍀🍀🍀🍀🍀...

Saat ini Andra sudah kembali ke gedung Rainbow Group. Dia dibuat terkejut saat tidak melihat Luna didalam ruangan kerjanya. Andra berusaha menghubungi Luna, namun Luna meninggalkan ponselnya di atas meja.

"Hansen, cepat tanyakan pada semua orang dikantor. Cari tau keberadaan Luna." perintah Andra pada Hansen.

"Baik, tuan.

Hansen segera pergi untuk menjalankan perintah dari tuannya. Nampak Felicia datang mendekati Andra saat pria itu masih berdiri di depan ruangan kerjanya.

"Menyusahkan saja memang Luna. Sudah tau tidak hafal daerah sini malah pergi keluyuran. Kalau ada apa-apa kan kakak juga yang repot." ucap Felicia mencoba mempengaruhi Andra.

"Sebaiknya kamu kembali ke meja kerjamu dan selesaikan pekerjaanmu sebelum jam pulang kerja." Andra segera pergi meninggalkan Felicia. Dia tidak sedikitpun menggubris ucapan Felicia tadi dan memilih untuk pergi mencari Luna.

Felicia nampak begitu kesal. Padahal dia ingin menjelek-jelekkan Luna supaya Andra merasa ilfil dan segera menceraikan Luna.

"Awas saja kamu Luna. Jika kamu tidak segera bercerai dari kak Andra, maka aku akan menunjukkan foto-foto kak Aleena pada kak Andra. Biar kak Andra tau seperti apa mendiang istrinya itu dulu." gumam Felicia dalam hati.

...🍁🍁🍁🍁🍁...

Pintu lift terbuka, Andra melihat Marvel yang sedang berjalan kearahnya. Wajah pria itu nampak bahagia sekali.

"Hei, Ndra. Aku baru saja mau menemui kamu." ucap Marvel.

Andra mengangguk, "Tadi Linda sudah memberi tau jika kamu datang. Maaf tadi aku sedang ada meeting dengan klien diluar."

"Tidak masalah, Ndra. Justru aku malah lagi senang."

"Senang kenapa?" tanya Andra.

"Aku baru saja bertemu dengan gadis itu lagi. Dan kami baru saja makan siang bareng."

"Benarkah? Dimana kamu bertemu dengannya?"

"Disini. Tepat ditempat kita berdiri sekarang ini." jawab Marvel mengingat pertemuannya tadi dengan Luna.

Andra mengernyitkan keningnya, "Disini?"

"Ya, dia bilang suaminya bekerja dikantor kamu ini. Walaupun aku tidak melihat tampang pria yang menjadi suaminya itu." ucap Marvel.

Marvel kembali berkata-kata. "Kali ini sepertinya aku benar-benar jatuh cinta, Ndra. Aku tidak peduli jika dia sudah bersuami, aku akan terus mengejarnya. Sampai aku bisa mendapatkan hatinya."

Andra tersenyum, dia sangat tau Marvel. Pria itu pantang mundur jika keinginannya belum tercapai.

"Aku jadi penasaran dengan gadis itu. Secantik apakah dia sampai membuat Marvel Ardiansyah tergila-gila, bahkan rela mengejarnya."

Biasanya setiap wanita yang didekati Marvel tidak akan menolak dan langsung menerima cintanya. Melihat dari ketampanan dan kemapanan Marvel, tidak akan ada wanita yang bisa menolak persona pria itu.

"Gadis itu, dia...." Marvel tidak melanjutkan kata-katanya saat melihat Luna berjalan melewati pintu utama gedung itu.

Marvel tersenyum dan menunjuk ke arah Luna yang sedang berjalan.

"Itu dia orangnya. Namanya Luna."

Seketika senyum diwajah Andra memudar saat mendengar nama yang disebutkan oleh Marvel. Pandangan Andra kini beralih mengikuti arah pandang Marvel. Nampak disana, Luna yang sedang berjalan ke arah mereka. Sepertinya Luna belum menyadari keberadaan dua pria itu di depan pintu lift.

...💔💔💔💔💔...

💔 Diantara mereka bertiga kira-kira siapa yang akan patah hati ya? 🤔🤭

Terpopuler

Comments

Rona Risa

Rona Risa

marvel lah

2024-04-06

1

Rona Risa

Rona Risa

baru ngeh! haha ayo perang dunia 😆

2024-04-06

1

Rona Risa

Rona Risa

dengan petunjuk sejelas ini masa masih nggak ngeh juga kamu ndraa 😫

2024-04-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kepergian Aleena.
2 Bab 2 : Menjalankan wasiat dari Aleena.
3 Bab 3 : Kehidupan Baru.
4 Bab 4 : Tragedi Di Pagi Hari.
5 Bab 5 : Niat Untuk Meminta Maaf.
6 Bab 6 : Aku Luna, bukan Aleena.
7 Bab 7 : Belum bisa menerima kenyataan.
8 Bab 8 : 4 Bulan berlalu.
9 Bab 9 : Laura Pohan.
10 Bab 10 : Pria dari masa lalu Aleena.
11 Bab 11 : Marvel Ardiansyah.
12 Bab 12 : Tamu Bulanan.
13 Bab 13 : Dirumah Papa.
14 Bab 14 : WCTR
15 Bab 15 : WCTR
16 Bab 16 : WCTR
17 Bab 17 : WCTR
18 Bab 18 : WCTR
19 Bab 19 : WCTR
20 Bab 20 : WCTR
21 Bab 21 : WCTR
22 Bab 22 : WCTR
23 Bab 23 : WCTR
24 Bab 24 : WCTR
25 Bab 25 : WCTR
26 Bab 26 : WCTR
27 Bab 27 : WCTR
28 Bab 28 : WCTR
29 Bab 29 : WCTR
30 Bab 30 : WCTR
31 Bab 31 : WCTR
32 Bab 32 : WCTR
33 Bab 33 : WCTR
34 Bab 34 : WCTR
35 Bab 35 : WCTR
36 Bab 36 : WCTR
37 Bab 37 : WCTR
38 Bab 38 : WCTR
39 Bab 39 : WCTR
40 Bab 40 : WCTR
41 Bab 41 : WCTR
42 Bab 42 : WCTR
43 Bab 43 : WCTR
44 Bab 44 : WCTR
45 Bab 45 : WCTR
46 Bab 46 : WCTR
47 Bab 47 : WCTR
48 Bab 48 : WCTR
49 Bab 49 : WCTR
50 Bab 50 : WCTR
51 Bab 51 : WCTR
52 Bab 52 : WCTR
53 Bab 53 : WCTR
54 Bab 54 : WCTR
55 Bab 55 : WCTR
56 Bab 56 : WCTR
57 Bab 57 : WCTR
58 Bab 58 : WCTR
59 Bab 59 : WCTR
60 Bab 60 : WCTR
61 Bab 61 : WCTR
62 Bab 62 : WCTR
63 Bab 63 : WCTR
64 Bab 64 : WCTR
65 Bab 65 : WCTR
66 Bab 66 : WCTR
67 Bab 67 : WCTR
68 Bab 68 : WCTR
69 Bab 69 : WCTR
70 Bab 70 : WCTR
71 Bab 71 : WCTR
72 Bab 72 : WCTR
73 Bab 73 : WCTR
74 Bab 74 : WCTR
75 Bab 75 : WCTR
76 Bab 76 : WCTR
77 Bab 77 : WCTR
78 Bab 78 : WCTR
79 Bab 79 : WCTR
80 Bab 80 : WCTR
81 Bab 81 : WCTR (FINAL)
82 Pengumuman
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 : Kepergian Aleena.
2
Bab 2 : Menjalankan wasiat dari Aleena.
3
Bab 3 : Kehidupan Baru.
4
Bab 4 : Tragedi Di Pagi Hari.
5
Bab 5 : Niat Untuk Meminta Maaf.
6
Bab 6 : Aku Luna, bukan Aleena.
7
Bab 7 : Belum bisa menerima kenyataan.
8
Bab 8 : 4 Bulan berlalu.
9
Bab 9 : Laura Pohan.
10
Bab 10 : Pria dari masa lalu Aleena.
11
Bab 11 : Marvel Ardiansyah.
12
Bab 12 : Tamu Bulanan.
13
Bab 13 : Dirumah Papa.
14
Bab 14 : WCTR
15
Bab 15 : WCTR
16
Bab 16 : WCTR
17
Bab 17 : WCTR
18
Bab 18 : WCTR
19
Bab 19 : WCTR
20
Bab 20 : WCTR
21
Bab 21 : WCTR
22
Bab 22 : WCTR
23
Bab 23 : WCTR
24
Bab 24 : WCTR
25
Bab 25 : WCTR
26
Bab 26 : WCTR
27
Bab 27 : WCTR
28
Bab 28 : WCTR
29
Bab 29 : WCTR
30
Bab 30 : WCTR
31
Bab 31 : WCTR
32
Bab 32 : WCTR
33
Bab 33 : WCTR
34
Bab 34 : WCTR
35
Bab 35 : WCTR
36
Bab 36 : WCTR
37
Bab 37 : WCTR
38
Bab 38 : WCTR
39
Bab 39 : WCTR
40
Bab 40 : WCTR
41
Bab 41 : WCTR
42
Bab 42 : WCTR
43
Bab 43 : WCTR
44
Bab 44 : WCTR
45
Bab 45 : WCTR
46
Bab 46 : WCTR
47
Bab 47 : WCTR
48
Bab 48 : WCTR
49
Bab 49 : WCTR
50
Bab 50 : WCTR
51
Bab 51 : WCTR
52
Bab 52 : WCTR
53
Bab 53 : WCTR
54
Bab 54 : WCTR
55
Bab 55 : WCTR
56
Bab 56 : WCTR
57
Bab 57 : WCTR
58
Bab 58 : WCTR
59
Bab 59 : WCTR
60
Bab 60 : WCTR
61
Bab 61 : WCTR
62
Bab 62 : WCTR
63
Bab 63 : WCTR
64
Bab 64 : WCTR
65
Bab 65 : WCTR
66
Bab 66 : WCTR
67
Bab 67 : WCTR
68
Bab 68 : WCTR
69
Bab 69 : WCTR
70
Bab 70 : WCTR
71
Bab 71 : WCTR
72
Bab 72 : WCTR
73
Bab 73 : WCTR
74
Bab 74 : WCTR
75
Bab 75 : WCTR
76
Bab 76 : WCTR
77
Bab 77 : WCTR
78
Bab 78 : WCTR
79
Bab 79 : WCTR
80
Bab 80 : WCTR
81
Bab 81 : WCTR (FINAL)
82
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!