Luna merasakan jantungnya berdegup dengan kencang hanya karena sebuah lingerie. Luna mencoba mengatur nafasnya, menariknya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara pelan-pelan.
"Kak Aleena, apa yang harus aku lakukan pada suami kakak itu? Aku tidak pernah tidur dengan seorang pria, bagaimana ini??" gumam Luna pelan karena takut terdengar oleh Andra.
Luna dibuat kembali kaget saat dia memandang lingerie berwarna merah ditangannya.
"Ya Tuhan, kenapa aku membawa barang haram ini? Tidak mungkin aku memakainya kan?" Luna melemparkan lingerie itu kearah wastafel, lalu dia menempelkan telinganya ke pintu. "Apa dia sudah tidur ya? Sebaiknya aku mandi saja dulu sambil menunggu kak Andra tidur, baru aku bisa mengambil koperku."
Akhirnya Luna memutuskan untuk mandi lebih dulu. Dia segera membuka kain yang menempel di tubuhnya sembari mengisi bathtub. Beruntung selama dua bulan ini Aleena sudah mengajarinya banyak hal sehingga dia bisa menggunakan kamar mandi milik orang kaya. Karena biasanya Luna hanya tinggal dikontrakkan kecil bersama dengan ibunya.
Sementara itu Andra tengah duduk ditepi ranjang, dia memegang foto mendiang istrinya yang terbingkai dengan indah.
"Aleena, apa kamu bahagia sekarang, sayang? Aku sudah memenuhi keinginan terakhir kamu." gumam Andra pelan.
Andra sangat mencintai Aleena, hingga dia selalu menuruti apapun keinginan istrinya itu. Beruntung Aleena adalah wanita yang pengertian dan tidak pernah meminta hal yang aneh-aneh padanya. Kecuali keinginan terakhir Aleena ini. Dan Andra pun terpaksa harus mengabulkannya demi mendiang istrinya itu.
Kemudian Andra meletakkan kembali foto itu diatas nakas, dia memandang ke arah pintu kamar mandi. Sudah hampir satu jam tapi Luna belum keluar dari kamar mandi. Andra segera bangun dan mengetuk pintu kamar mandi itu. Andra tidak berniat untuk melakukan malam pertama dengan Luna, dia hanya khawatir terjadi sesuatu dengan Luna didalam sana. Kehidupan seperti ini pasti sangat awam bagi Luna karena belum terbiasa.
Andra mengetuk pintu itu dengan pelan, "Apa ada yang kamu butuhkan?"
Tidak ada sahutan dari Luna, hingga Andra ingin kembali mengetuk pintu namun tiba-tiba Luna membuka pintunya dengan pelan. Luna hanya menunjukkan wajahnya saja karena dia hanya memakai handuk saja. Sebenarnya sejak tadi Luna ingin keluar tapi dia merasa malu saat melihat Andra sedang duduk di tepi ranjang sambil melamun memandangi sebuah foto, hingga Luna mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar mandi.
"Maaf kak, aku lupa tidak membawa baju ganti. Bisakah kakak membantuku untuk mengambilkannya?" Luna mengatakannya dengan ragu-ragu. Dia takut Andra akan marah padanya.
Andra melihat ke arah koper Luna yang berada di sisi ranjang. Dia mengambil koper itu dan menaruhnya diatas ranjang. Kemudian Andra membuka koper itu untuk mengambilkan baju ganti untuk Luna. Namun Andra dibuat terkejut saat yang dia lihat pertama kali adalah bra dan ce-lana da-lam wanita. Luna memang menaruh pakaian dalamnya paling atas saat berkemas dirumah papanya tadi siang.
Andra segera memalingkan wajahnya, biasanya dia hanya melihat milik Aleena saja. Sepertinya sekarang dia juga harus terbiasa melihat apapun milik Luna karena mereka sudah satu kamar.
Akhirnya Andra memutuskan untuk menutup koper itu kembali dan menariknya ke arah kamar mandi. Pintu kamar mandi masih terbuka sedikit karena Luna masih berdiri dibelakang pintu dan sedang menunggu Andra.
"Ini, kamu ambil sendiri saja. Aku akan keruangan kerjaku dulu untuk mengurus beberapa pekerjaan. Jadi kamu bisa tidur duluan, tidak perlu menunggu aku." Andra segera pergi meninggalkan kamarnya. Andra tidak benar-benar pergi untuk bekerja, sebenarnya Andra hanya ingin menghindari kecanggungan antara dirinya dan Luna. Hingga dia memilih untuk menyendiri di ruangan kerjanya.
Setelah mendengar pintu kamar ditutup, Luna segera menarik kopernya kedalam kamar mandi. Lalu dia memilih baju untuk dia pakai.
Luna melirik ke arah lingerie yang dia gantungkan dikamar mandi.
"Semua ini gara-gara kamu. Kalau tidak ada kamu pasti aku sudah membawa baju ganti tadi dan tidak perlu berlama-lama didalam kamar mandi." Luna berbicara pada lingerie, seolah-olah lingerie itu bisa mendengarnya.
Selesai memakai bajunya, Luna segera keluar dari kamar. Luna memandang ke arah ranjang, sebenarnya dia sudah sangat mengantuk dan lelah, tapi dia takut Andra akan marah jika dirinya tidur diatas ranjang. Akhirnya Luna memutuskan untuk tidur disofa saja.
Luna merebahkan dirinya diatas sofa, dia memandangi foto pernikahan Aleena dan Andra yang terpajang di dinding kamar itu. Luna menghela nafas berat, mungkin mulai malam ini dia harus terbiasa dengan kehidupan barunya sebagai istri seorang Rafandra Harrison.
Perlahan mata Luna terpejam, dia sudah tidak kuat untuk menahan rasa kantuknya.
...🌲🌲🌲🌲🌲...
Soraya masuk ke dalam kamar putrinya saat mendengar kegaduhan dari dalam kamar itu. Rupanya Felicia sedang melempar dan membanting semua barang-barang dikamarnya hingga kamar itu sekarang sudah nampak seperti kapal pecah.
"Sayang, kamu ini apa-apaan sih? Berisik tau! Kalau papa denger gimana?" ujar Soraya, beruntung Damar sudah tidur, hingga saat mendengar Felicia sedang mengamuk, dia langsung mendatangi kamar putrinya.
"Ma! Kok mama diem aja sih pas kak Andra nikah sama Luna. Harusnya mama ngajuin aku buat gantiin kak Aleena. Mama kan tau aku cinta banget sama kak Andra." wajah Felicia nampak sangat kesal, dia tidak terima dengan pernikahan Luna dan Andra.
"Mama juga sudah bilang begitu sama papa kamu. Tapi Andranya mau nikahin Luna, jadi mama tidak bisa berbuat apa-apa." jawab Soraya. Kemudian Soraya berjalan mendekati Felicia dan mengusap-usap rambut putrinya. "Kamu tenang saja sayang, pernikahan mereka tidak akan mungkin berlangsung lama. Mereka tidak saling mencintai, dan Luna kamu tau sendiri."
Soraya yakin Andra tidak akan kuat lama dengan sikap Luna yang kampungan dan kekanak-kanakan. Luna memang sangat berbeda dengan kakaknya, Aleena. Aleena adalah seorang wanita yang dewasa dan lembut. Jadi wajar saja jika Andra jatuh cinta pada Aleena. Tapi Luna? Tidak mungkin seorang Affandra Harrison bisa jatuh cinta pada seorang wanita seperti Luna.
...🌲🌲🌲🌲🌲...
Luna menggeliat pelan, lalu dia membuka matanya perlahan dan mulai mengumpulkan nyawanya. Dia lupa semalam tidur jam berapa, bahkan dia tidak mendengar Andra kembali ke kamar.
Luna memiringkan kepalanya kesamping dan melihat sofa yang semalam dia tiduri. Seketika jantungnya seperti berhenti berdetak.
"Kalau sofanya disana, berarti ini???"
Luna segera membalikkan kepalanya kekanan dan melihat wajah tampan yang sedang tidur disampingnya. Luna nampak menegang, dia hampir saja berteriak, namun dia segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Aku sampai lupa jika kemarin aku sudah menikah dengan kakak iparku ini." ucap Luna dalam hati.
Luna memperhatikan wajah Andra yang sedang tertidur miring menghadap kearahnya. Luna memperhatikan wajah Andra, dari keningnya, matanya, hidungnya, dan kini tatapan Luna berhenti dibibir milik pria itu.
Luna menelan salivanya, membayangkan bagaimana jika bibirnya menyentuh bibir itu. Selama ini dia belum pernah berciuman dengan seorang pria, membayangkan saja tidak berani.
"Apa yang sedang aku pikirkan? Otakku pasti sedang bermasalah!" Luna kembali berbicara dalam hati. Kemudian dia segera bangun dan pergi kekamar mandi.
Luna melepaskan semua pakaiannya, dia harus segera mandi sebelum Andra bangun. Beruntung Luna masih meninggalkan kopernya didalam kamar mandi semalam hingga dia tidak perlu meminta Andra untuk mengambilkan pakaian ganti lagi untuknya.
Selesai mandi dan bersiap, Luna segera keluar dari dalam kamar mandi. Dia melihat Andra yang sudah bangun dan sedang duduk di tepi ranjang. Luna menaruh kopernya dipinggir lemari. Dia tidak tau harus menaruh barang-barangnya dimana. Didalam lemari itu pasti sudah penuh dengan pakaian milik Andra dan Aleena. Luna tidak ingin menyingkirkan barang-barang mendiang kakaknya karena takut Andra akan marah.
Kemudian Luna berjalan menghampiri Andra. "eeemmm kak, semalam...."
Luna tidak melanjutkan kata-katanya saat melihat Andra bangun dari duduknya dan menatapnya dengan tatapan dingin.
"Tidak terjadi apa-apa semalam. Jadi tidak perlu berfikir yang terlalu jauh. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyentuhmu. Pernikahan ini terjadi karena aku tidak ingin mengecewakan Aleena." Andra segera pergi kekamar mandi setelah berkata demikian. Baginya istrinya tetaplah Aleena, tidak ada yang bisa menggantikan posisi Aleena.
Luna menatap punggung Andra yang semakin jauh dan menghilang dibalik pintu kamar mandi. Sebisa mungkin dia berusaha untuk tetap tersenyum walaupun Andra terus bersikap dingin padanya.
"Kak Aleena, kakak sangat beruntung karena suami kakak sangat mencintai kakak. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa menggantikan posisi kakak." gumam Luna dengan pelan.
Kemudian Luna membuka lemari, dia akan menyiapkan pakaian untuk Andra. Kemarin selesai acara pernikahan Andra memang sudah mengatakan dihadapan keluarga mereka jika mulai hari ini dia akan masuk kantor sehingga Luna akan menyiapkan style kerja untuk suaminya itu.
Luna menatap satu persatu pakaian yang sudah dia siapkan diatas ranjang. Sudah ada kemeja putih, celana bahan hitam dan jas berwarna hitam. Luna juga sudah menyiapkan dasi yang senada dengan pakaian yang dia siapkan.
"Apa lagi ya?" Luna mengingat-ingat sepertinya ada yang kurang. Lalu dia membuka lemari lagi dan mencari-cari sesuatu.
Luna membuka laci yang berisikan pakaian da-lam milik Andra. Dia mengambil satu dan membuka benda berbentuk segitiga itu. Mata Luna membulat, dia menjadi sulit untuk menelan salivanya, ini adalah pertama kalinya dia melihat pakaian dalam milik seorang pria.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka, sepertinya Andra sudah selesai mandi. Luna buru-buru menyembunyikan ce-lana da-lam milik Andra dibelakang tubuhnya.
...❣️❣️❣️❣️❣️...
💐 Ditunggu like, vote, komen dan hadiahnya ya kakak-kakakku 🥰💐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
anita
sabar ya luna
2024-08-26
2
𓆉︎ᵐᵈˡ𝘚𝘜𝘍𝘐♥𝘡𝘜𝘓🍁❣️
andra nya yg milih luna bukan kau berarti andra juga ngak suka sama kau felicia, kasian si luna nya hanya karna wasiat kakanya dia terpaksa masuk dalam kehidupan andra, catat aja setiap kata2 nya luna takut dia termakan ucapannya sendiri uhukk.
2024-07-09
3
Ririn Satkwantono
luna mmg msh polos ya... klo ketauan lgsung d bawa k blkang tubuh😅😅
2024-07-04
1