16 - Kabar Buruk

Happy Reading 😘,

Maaf update tak sesuai waktu biasanya.

****____****

Pintu rumah ku ketuk tiga kali, dan terdengar suara orang memutar kunci membuka pintu.

"Kamuuu...!!" ucap Rian kaget.

"Eeelooooo...!!" seru Wildan.

Maudy hanya diam melongo bingung.

"Sayang masuk dan jangan deket-deket sama laki-laki ini dia itu jahat." kata Rian sembari menarik tangan Maudy agar menjauhi Wildan.

"Eeeee gak sopan amat sih ada tamu datang malah di bilang jahat." protes Wildan.

"Gak usah pura-pura jadi cowok alim lu didepan istri gue. Yang namanya jahat tetep aja jahat." sangkal Rian tak mau kalah.

"Tunggu deh ini maksudnya gimana? Siapa yang jahat?!" Maudy pun bertanya karena melihat ekspresi dua lelaki di dekatnya seperti musuh bebuyutan.

"Dia,!!" jawab Rian dan Wildan bersamaan.

"Udah-udah jadi gini Wildan ini sahabat aku sejak kita masih di bangku SMP bahkan hingga ke SMA dia sama sekali gak jahat malah dia selalu jadi pahlawan kalau aku udah mulai di isengin sama kakak kelas lain." ucapan Maudy membuat Rian kesal karena jelas sekali Maudy menyanjung Wildan, sementara Wildan dengan gaya tengil nya merasa senang dibela oleh Maudy.

"Dia ini tamu, kita sebagai tuan rumah ya harus bersikap baik sama tamu. Ayo masuk Wil." kata Maudy lagi sambil menggandeng lengan Rian agar dia tak lagi kesal.

"Eh sayang sudah pulang?" mama keluar dari kamar menghampiri kami.

"Iya mah, coba tebak siapa yang ada disini?" kataku sambil menggeser dikit tubuhku agar mama bisa melihat Wildan.

"Ya ampun ini kan Wildan, kenapa bisa ada disini?" mama masih mengenali Wildan, dan Wildan segera meraih tangan mama dan menciumnya, ditambah lagi dia melirik ke arah Rian dengan sengaja meledek.

"Ya bisa dong Tante, aku semangat banget kesini eh ternyata malah dibuat sedih. Maudy beneran udah nikah Tante?"

"Iya, itu suaminya." jawab mama.

"Kenapa sama dia sih Tante, kan bisa sama saya."

"Huahahah eh bro udh kalah mah kalah aja, secara gua yang miliki Maudy. Cari yang lain sana." balas Rian meledek.

"Sudah-sudah sini duduk sama Tante biar Maudy ambil minum untuk kamu."

"Kamu ngobrol sama mama dulu ya," Maudy berjalan ke kamarnya yang diikutin Rian dengan gaya tengil nya merangkul pundak Maudy.

"Wil, jangan benci dengan Maudy ya biarpun dia sudah menjadi milik orang lain."

"Eh, ya gak lah Tante. Kalau memang Maudy bahagia dengan suaminya aku bisa apa."

"Tante doakan semoga kamu juga segera mendapatkan wanita yang baik yang sayang sama kamu dan pasti yang menerima kamu apa adanya."

"Makasih Tante. Tapi Tante aku sebenarnya masih gak nyangka Maudy ko bisa kenal Rian ya."

"Emang nya kenapa?"

"Rian kan mafia Tante."

"Hahaha mafia apa? jangan ngaco kamu."

"Jadi Tante juga gak tau."

"Ah, sudahlah gak usah bahas soal itu. Tante hanya tau Rian menantu Tante yang baik, selebihnya biar itu jadi urusannya."

"Tante gak takut jika suatu saat musuh Rian datang membawa senjata atau menjatuhkan bom,"

"Eh,,, ngomong apa lu!! Gak usah aneh-aneh lu, kalau gak bisa diem biar gua sumpal itu mulut pake lap dapur.!" Rian yang sedari tadi didepan pintu kamar dia mendengarkan akhirnya berjalan ke ruang tamu karena takut Wildan bicara semakin ngelantur.

"Lah gua mah ngomong apa adanya, biar mereka tau dan jaga-jaga."

"Udah mah jangan di dengerin omongan nya ya ngaco dia itu. Aku akan selalu menjaga Maudy dan mama." Rian geleng-geleng kepala sambil menatap Wildan tajam.

"Ini minum nya, kenapa jadi tegang?" Maudy datang membawa beberapa gelas sirup dan camilan.

"Sayang aku ada sedikit urusan mau keluar sebentar gak papa kan."

"Iya tapi pulang nya jangan malem-malem,"

"Beres,, eh bro lu ikut sama gua ya. Daripada disini yang ada lu jampi-jampi istri gua lagi." Rian berjalan sambil menarik lengan Wildan setengah menarik agar mengikutinya.

Kedua pria itu keluar dan masuk kedalam sebuah mobil dan mobil pun berjalan.

"Ada apa kesini?"

"Gua denger kabar bakal ada sekelompok orang yang datang ke Indonesia buat bawa lu paksa ke Itali."

"Gak usah lebay, sekelompok mafia siapa? Gua udah lama gak berhubungan dengan mafia italy itu dan lagi gua keluar dari perkumpulan bos Marco dengan baik-baik. Dia bahkan ngasih gua kado pernikahan. Jadi lu gak usah ngarang cerita."

"Bukan,, bukan Marco! Dia Samuel, saingan Marco."

"Darimana lu dapat informasi itu?"

"Ada deh pokoknya info ini valid banget, gua cuma gak mau Maudy dan mama nya terlibat bahkan membahayakan mereka makanya gua berbaik hati datang jauh-jauh buat ngasih tau hal ini."

"Kapan mereka bakal datang, tapi gua masih gak ngerti dengan maksud mereka datang hanya untuk membawa gua?"

"Kalau itu gua gak tau kapan waktunya. Siapa tau gua bisa gantiin lu jagain Maudy hehehe."

"Gak usah mimpi lu. Gua harus tanya bos Marco,"

"Apa mungkin si Samuel tau kalau lu udah gak gabung sama Marco makanya dia mau balas dendam gitu karena lu pernah ngobrak abrik gudang mereka, jangan pura-pura amnesia lu hahaha. Atau mungkin mereka mau rekrut lu supaya jadi anggota mereka. Wah itu lebih bahaya bro, secara setau gue Samuel itu dia anti keluarga jadi apapun dan siapapun yang menghalangi tujuan dia sekalipun itu keluarga bakal dihabisin."

"Ya gua inget soal gudang itu, itu kejadian udah lama banget dan setau gua setelah gudang berhasil gua ambil alih mereka gak kedengeran lagi beritanya, gua pikir udah bangkrut dan insyaf."

"Hahahah ada gitu penjahat insyaf? Baru satu gudang mana bisa bikin mereka bangkrut bro. Lagian kematian buat mereka udah temen."

"Ko gua jadi kepikiran Maudy sama mertua gua ya. Kalau mereka langsung nemuin gua sih gak pa pa. Tapi kalau mereka nyakitin Maudy dan mertua gua gimana ya?"

"Karena itulah gua kesini, biar kata gue kesel kalian udah nikah tapi setelah gua liat raut wajah Maudy kayanya happy sama lu ya gua ikhlas aja deh. Karena niat gua sebenarnya emang buat ngasih tau ini, biar Lo waspada dan hati-hati."

"Oke makasih niat baik lu, dan karena lu udah disini jadi lu wajib nemenin gua jagain Maudy. Kenapa Andre gak info apa-apa ya ke gua soal ini? Apa dia belum tau infonya?"

"Entahlah, tapi lu tenang aja karena disini gua pengangguran gua akan tinggal di rumah lu biar bisa jagain Maudy n Tante Meli juga."

"Jangan lupa bawa senjata? Apa Maudy perlu gua ajarin pake pistol ya?"

"Ya haruslah, emang dia gak pernah liat lu bawa pistol?"

"Dia gak tau kalau gua mantan anggota mafia Italia yang udah pensiun."

"Tapi sekarang jadi mafia Indonesia?"

"Mana ada mafia di Indonesia, cuma kadang gua masih suka diminta bantuan sama bos Marco."

"Ya begitulah kalau namanya hutang budi mau taruhan nyawa juga hajar aja."

"Begitulah dunia penjahat, kematian teman bagi mereka."

"Udah lah makan laper gua."

****____****

Waduhhhh....

Terpopuler

Comments

Ira Sulastri

Ira Sulastri

Rian lebih baik jujur ke istri jangan ada yg di tutupi dan ajarkan beladiri ke istri untuk berjaga2 di saat tak bersamamu

2024-02-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!