2 - Flashback Mama Selesai

Happy Reading guyssss

****____****

Akhirnya aku berhasil menemukan taksi yang dinaiki mama sedang parkir tak jauh dari lokasi gedung. Aku telat dan kehilangan jejak mama karena aku tadi kebelet pup setelah sarapan, begitu aku mengikuti maps alamat gedung pernikahan papa eh malah salah belok, untung aja aku tetap melanjutkan ke tempat papa nikah ternyata filling ku benar taksi mama disini.

"Aku sudah duga mama pasti kesini. Sepertinya mama sudah masuk kedalam deh," aku berjalan masuk setelah mengisi buku tamu dan memasukkan amplop kosong kedalam kotak anggap lah aku sebagai tamu. Mataku mencari keberadaan mama sampai aku mendengar suara teriakan mama.

"Aku istri sah nya tidak terima jika di poligami apalagi di madu tanpa ada kata cerai dari lelaki yang akan menikah ini.!!"

"Maksudnya apa ini pak, bagaimana ini? Bapak ingin menikah tapi tanpa persetujuan istri pertama ini bisa jadi tidak sah pak,!" ucap penghulu para tamu yang hadir mulai becicit cuit.

"Kalau papa memang ingin menikah lagi dengan perempuan ini atau dengan siapapun terserah tapi ceraikan mama, jangan malah membuat mama terkungkung dengan kebebasan nya. Biarkan mama bebas mencari lelaki pengganti papa yang setia.!" aku berlari menghampiri mama memeluknya dan berani melawan papa.

"Bagaimana ini pak, apa pernikahan nya bisa dilanjutkan?"

"Silahkan dilanjutkan asalkan lelaki ini mentalak saya pak penghulu!" ucap mama tegas.

"Sudahlah mas ceraikan saja dia, lagian kenapa sih kamu masih aja mempertahankan perempuan ini." wanita disebelah papa ikut berkomentar.

"Waduh pelakor udah gak tahan nih kayanya sampe segitu nya," ucap tamu yang hadir.

"Iya ternyata perempuan nya pelakor kirain emang duda dan janda, ya ampun jaman sekarang cukup jadi janda gatal pun bisa mendapatkan suami ya," suara tamu lainnya ikut berkomentar.

"Diam kalian!!! Gak usah ikut campur!! Mau aku pelakor kek, perempuan gatal kek bukan urusan kalian.!"

"Dih,,, jadi pelakor aja ko bangga heran ya dunia sudah terbalik, jadi males aku ada disini yuk jeng kita pulang aja."

Ternyata suara tamu yang ikut bercicit cuit itu beberapa adalah teman sosialita pelakor, yang tidak tahu kalau temannya ternyata perebut suami orang. Beberapa tamu yang hadir memilih untuk pergi setelah sebelumnya mengambil kado yang tadi mereka bawa. Sebagian masih ada di gedung karena kepo dan ada juga yang sedari tadi merekam disiarkan live.

"Mohon tenang bapak ibu, acara akan kita lanjutkan."

"Ceraikan aku,,,!!!" mama masih kekeh minta cerai.

"Baiklah kalau itu mau mu, mulai detik ini kamu Meli Hartanti binti Hidayat aku talak kamu saat ini juga.!" ucap papa akhirnya.

"Bagus,,!! Ayo Nak kita pulang mama lega setelah ini mama akan mendaftar gugatan perceraian ke pengadilan biar mama semakin tenang."

Aku mengangguk berjalan disebelah mama menuju motor ku setelah ku bilang pada taksi bahwa kami tidak jadi menyewa mobilnya lalu memberikan uang kompensasi karena sudah menunggu.

"Eh, ko kamu bisa nyusulin mama sih, bukannya kamu kuliah?"

"Sebenarnya aku kuliah siang ma, aku udah curiga kalau mama bakal datang ke acara itu jadi nya aku ikutin mama aja tadi."

"Oh gitu, ya udah sebelum ke kampus kita makan dulu yuk jadi mama dirumah gak usah makan siang lagi,"

"Hmmm ya sudah kita ke cafe yang deket rumah aja ya mah." aku mengarahkan motor menuju cafe yang tak jauh dari perumahan ku, persis didepan perumahan ada beberapa ruko yang menurutku apa aja ada diruko itu. Mama memesan beberapa menu dan kulihat makannya lumayan juga hari ini, yah mungkin efek kesel kali ya.

"Mah, Maudy langsung ke kampus ya mama gak pa pa kan dirumah sendiri? Kalau ada apa-apa langsung telepon ya ma," aku pun langsung pamit setelah mengantarkan mama pulang.

"Iya sayang, mama baik-baik aja ko. Kamu belajar yang rajin jadilah kebanggaan mama ya nak."

"Siap ma, Maudy pergi ya assalamualaikum," sembari mencium tangan mama takjim.

"Waalaikumsalam, hati-hati dijalan."

Sampai di kampus ternyata dosen ku tidak masuk karena ada keluarga yang berduka, kelas pun kosong. Aku memilih untuk duduk ditaman kampus tepatnya di bawah pohon trembesi rindang.

"Huftt,,, apa aku pulang aja kali ya, tapi tanggung jam kosong hanya dua jam aja abis itu ada kuliah, sudahlah aku duduk disini aja."

Akhirnya selesai juga kuliah ku, saat akan menuju parkiran hp ku berbunyi sebuah nomor asing nampak di layar.

"Nomor siapa ini? Angkat apa jangan ya,"

"Halo mbak Maudy ya, ini saya Bu Asih," suara lantang langsung terdengar begitu aku menggeser tombol di layar.

"Iya Bu Asih ada apa ya?"

"Ini nak, mama mu di bawa ke rumah sakit, tadi dirumah ada ribut-ribut besar begitu tetangga pada datang ke rumah mu, kami lihat mama mu sedang di dorong keluar oleh seorang wanita, kalau gak salah dengar mereka bilang kalau rumah ini rumah mereka dan mengusir mama mu."

"Astaghfirullah ya Allah mama,,, sekarang mama dibawa ke rumah sakit mana Bu?" aku ikut panik mendengarnya.

"Dibawa ke rumah sakit Sehat Keluarga mbak, apa mbak Maudy mau langsung ke rumah sakit?"

"Iya Bu, saya langsung kesana. Sebelumnya terimakasih sudah menolong mama saya."

"Iya mbak, saya ada di IGD ya kalau begitu saya tunggu di rumah sakit."

Sambungan telepon pun berakhir dan aku segera lari ke ruang dosen untuk ijin. Setelah ijin didapat aku segera membawa motorku ke rumah sakit.

"Bu Asih mama dimana?" aku segera menghampiri Bu Asih setelah bertanya pada resepsionis dimana letak IGD.

"Masih didalam sana Nak, sebenarnya ada apa? Kenapa papa mu dirumah bersama wanita lain dan mengusir mama? Maaf ibu hanya bertanya jika tak berkenan, tak perlu dijawab."

"Papa sudah menikah dengan selingkuhannya kemarin Bu, tapi aku sama sekali tak menyangka jika papa sampai mengusir mama. Jelas-jelas itu rumah milik orang tua mama bu."

"Keluarga ibu Meli,,,?" pintu IGD dibuka dengan bersamaan dokter keluar.

"Saya anaknya Dok, bagaimana mama saya dok?" aku berdiri dari kursi tunggu mendekat ke arah dokter.

"Pasien punya riwayat sakit jantung ya,,, saat ini pasien koma sementara tapi beliau sudah melewati masa kritisnya. Kemungkinan pasien syok dengan sesuatu hal yang memicu sakitnya kambuh."

"Apakah mama bisa sadar dan normal lagi dok?"

"Kita berdoa saja, semoga tak lama pasien segera sadar, tapi kamu harus siap jika nanti setelah pasien sadar kemungkinan mengalami akan struk ringan."

"Astaghfirullah ya Allah,,, kenapa mama harus mengalami hal ini."

"Kalau begitu saya permisi dulu, sementara pasien belum bisa di pindahkan ke kamar perawatan ya karena masih koma.

Sejak itulah mama di rumah sakit menjalani perawatan, aku terpaksa cuti kuliah dan berusaha mencari pekerjaan untuk membayar kontrakan dan makan sehari-hari dan mencicil biaya rumah sakit. Sampai akhirnya pihak rumah sakit tak bisa lagi memberikan aku toleransi, aku diminta melunasi seluruh biaya perawatan mama.

****___****

Terpopuler

Comments

🔴🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ

🔴🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ

astaga ini suami dan istri pelakor gak tau diri,,, dah istri sah diselingkuhin skrg malah ngusir istri sendiri dari rumah warisan orangtuanya 😤

2024-02-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!