Happy Reading guyssss 😘
****____****
Dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Apa kata dokter? Bagaimana kondisi mama mu sekarang?"
"Sudah lebih baik, sebenarnya sudah bisa dibawa pulang dan rawat jalan tapi,,,"
"Ada apa?"
"Aku bingung mama akan tinggal dimana ya?"
"Kok ngomong nya gitu? Ya tinggal sama kita lah, emang kenapa?"
"Kamu gak keberatan mama tinggal sama kita?"
"Ya gak dong, aku malah seneng. Nanti aku akan siapin asisten rumah tangga untuk bantu-bantu dirumah, karena kan kamu dan aku kerja jadi sekalian buat temenin mama."
"Rian makasih ya, aku pikir akan menjalani pernikahan seperti neraka nyatanya aku mendapatkan kebaikan mu."
"Seperti neraka gimana?"
"Hmm wajar Rian kita dua orang yang gak saling kenal awalnya dan di jodohkan oleh keluarga yang seharusnya bukan aku mempelai wanitanya, bayanganku akan menjalani hari yang suram."
"Aku justru bersyukur istriku itu kamu, aku bisa tau mana orang baik dan tulus mana yang hanya menipu dan memanfaatkan."
"Tapi Rian apakah tidak masalah jika istrimu aku, secara keluarga mu dan papa menjodohkan kamu dengan Silvi."
"Gak akan, yang menikah itu aku, keluarga ku hanya menjodohkan semisalnya aku menolak mereka pun gak bisa berbuat apa-apa padaku paling juga hanya mencoret hak waris keluarga aja. Tapi aku yakin menikah atau tidak namaku tidak ada didalam daftar keluarga."
"Yang sabar ya Rian, aku akan tetap bersamamu."
"Oiya tadi juga Andre bilang katanya dia mau jual rumahnya yang ada di daerah Kemuning. Setau ku rumahnya lumayan besar, memang gak besar banget sih tapi memiliki kamar lebih dari 1. Menurut mu gimana?"
"Dijual berapa? emang kamu ada uang?"
"Ya gak ada sih, tapi gimana kalau kita pinjam ke bank dengan memberikan jaminan sertifikat rumah kita untuk membeli rumah Andre."
"Bayarnya?"
"Kira-kira keberatan gak kalau gaji ku untuk bayar bank dan gaji mu untuk kebutuhan kita sehari-hari?"
"Aku setuju, aku gak keberatan. Apapun itu asalkan kita berjuang bersama semua pasti bisa diatasi." jawab Maudy.
Maudy kamu perempuan yang menarik, tak banyak perempuan yang mau berjuang bersama dengan lelaki nya. Terimakasih Tuhan karena Maudy yang menjadi istriku.
Mobil terus melaju menuju rumah sakit, dan sampai di area parkir rumah sakit. Mereka berjalan masuk kedalam di sana mereka bertemu dengan dokter yang menangani mama.
"Wah Maudy, kamu datang untuk menengok mama?'
"Iya dok, oiya kenalkan dok ini suami saya,"
Dokter rumah sakit itu agak sedikit kaget melihat wajah Rian, sedetik kemudian wajahnya kembali biasa. "Selamat ya Maudy untuk pernikahanmu." d
"Terimakasih dok, apakah mama bisa dibawa pulang hari ini?"
"Sudah bisa, mari saya antar ke ruang mama kamu bisa tunggu disana nanti akan di urus prosedur keluar rumah sakit." Dokter pergi setelah menganggukkan kepala kepada Rian.
"Iya dok, terimakasih." Mereka bertiga berjalan menuju kamar perawatan.
"Silahkan mama mu didalam. Saya permisi."
Maudy membuka pintu kamar dan kebetulan mama sedang duduk bersandar dengan bantal di punggungnya.
"Maudy sayangnya mama,," seru mama ketika melihat pintu terbuka.
"Mamaaa,,," Maudy pun berhamburan masuk memeluk mamanya.
"Aku bahagia mama sudah bisa melewati masa kritis dan akhirnya sembuh. Oiya mah ini,,"
"Suami mu kan, mama sudah tahu."
"Mama tau?"
"Jelas tau lah, Rian kan sering datang menengok mama disini. Rian juga banyak cerita soal kamu yang sedang wawancara banyak deh pokoknya."
Maudy menengok ke Rian dengan tatapan selidik, "Kamu gak cerita aneh-aneh kan ke mama. Kenapa kamu gak pernah bilang dan ajak aku,?"
"Ya kan beberapa hari lalu kamu sedang sibuk, jadi ya aku gak mau ganggu."
"Kamu nyindir, maafin aku ya Rian beberapa hari lalu aku memang merepotkan mu. Dan makasih kamu mau datang menjenguk mama."
"Mama mau adalah mama ku juga,"
"Hmmm apa benar kalian belum malam pertama?" tanya mama.
"Hah,,, malam pertama?" lagi-lagi Maudy menengok ke Rian.
"Riannn,, kamu,,!"
"Aku kan cuma curhat ya maaaa,,," jawab Rian dengan ekspresi manja tak bersalah. Maudy hanya memandang mama malu.
"Sudah-sudah,,, kata dokter hari ini mama sudah bisa pulang. Mama gak sabar ingin duduk di sofa minum teh dan nonton tv."
"Iya mama akan pulang dan tinggal bersama kami."
Tak lama kemudian masuklah dokter dan suster memeriksa keadaan mama sebelum pulang dan mencabut jarum infus di tangan mama. Sementara Maudy merapihkan beberapa barang mama kedalam tas.
"Sayang aku mau bicara dengan dokter sebentar ya,"
"Oke." Tapi begitu Rian dan dokter melangkah keluar Maudy ingin mengikuti bermaksiat menguping pembicaraan mereka.
"Maudy,,, mau kemana? Gak baik menguping pembicaraan suami dengan orang lain, tunggulah sampai suamimu mengatakan sendiri padamu. Dengar Nak, sebagai istri kamu memang wajib tahu apa kegiatan suaminya, tapi sebisa mungkin hindari menguping karena itu hanya akan muncul setan dengan dugaan-dugaan jahat terhadap suamimu."
"Iya mah."
"Mama tau kalian menikah karena bertukar dengan Silvi tapi mama lihat kalau Rian itu tulus dengan mu. Semoga kamu juga bisa memberikan apa yang sudah menjadi hak nya."
"Iya mah akan Maudy lakukan, tapi nanti."
"Kenapa nanti? Mama sudah ingin menggendong cucu."
"Mah, bagaimana jika aku hamil lalu keluarga Rian menyuruh untuk membatalkan pernikahan kita,? Bagaimana nasibku mah."
"Itu gak mungkin sayang, mama tau betul siapa dan bagaimana Rian. Dia tidak bisa di setir oleh siapapun termasuk keluarga nya."
Maudy diam.
"Sudah jangan dipikirin soal itu, aku akan tetap menunggu Maudy dengan sukarela memberikan hak ku, aku paham dengan ke khawatiran nya mah." jawab Rian yang tiba-tiba masuk dengan mendorong kursi roda, sepertinya sudah selesai berbicara dengan dokter.
"Maaf ya Rian."
"Gak papa sayang, kita pelan-pelan aja."
"Kalau sudah beres yuk kita pulang."
Aku mengangguk, membantu mama untuk duduk dikursi roda.
Sementara di Rumah Papa Maudy
"Mah, itu tadi Rian kan? Kenapa dia masih tampan dan semakin tampan mah, harusnya aku yang jadi istrinya." ucap Silvi
"Tampan kalau miskin untuk apa sayang, kamu bisa mencari pacar dan suami yang kaya."
"Tapi apa mama yakin kalau Rian itu miskin? Secara kesini aja pake mobil mahal."
"Mobil pinjeman sayang, bisa aja kan."
"Siapa tau Rian sedang menyamar ma?"
"Hmmm bisa juga sih. Kita bisa cari tahu sayang, kamu punya kenalan detektif atau agen rahasia gitu gak? Kita selidiki Rian.'
"Buat apa mah, buang-buang uang aja."
"Oiya sayang mama masih heran nih kalau bukan papa yang bayar tagihan mamanya si Maudy lalu siapa?"
"Ya udah sih mah, kalau bukan papa ya bagus. Kita jadi gak akan di kejar untuk bayar biaya itu."
"Iya tapi coba deh sayang, kamu pikir misalkan yang bayar itu ternyata malah si Rian tapi karena dia gak mau Maudy tahu jadi pakai nama papa. Berati kan Rian itu kaya, nah mama bisa suruh papa untuk bilang ke keluarga Rian kalau ternyata yang menikah dengan Rian bukan kamu, jadi bisa di batalkan pernikahan mereka dan menikah ulang dengan mu."
"Mama ngaco, udah ah aku mau keluar!"
****____****
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Ira Sulastri
Rian bantu Maudy dan mamanya untuk mengambil semua aset2 yg seharusnya memang menjadi miliknya, sudah tau yg selingkuh itu papa Maudy jadi yg keluar rumah hanya dg baju yg menempel di badan ya papa nya kenapa bs Maudy dan mamanya.
Novel ini cerita nya cukup menarik, hanya saja kedzoliman bisa menang🤔. Semoga saja di cerita kedepan semua aset yg seharusnya milik mama Maudy bs di ambil dan lebih baik di jual biar tak meninggalkan rasa sakit hati yg berkepanjangan
Semangat terus ya kak author selalu di nanti UP karyanya 😍👍
2024-02-21
0