Nulis bab 13 & 14 jempol agak sedikit Tremor karena suatu hal. Semoga aku bisa menyelesaikan cerita ini entah sampai bab berapa. Terimakasih kesediaan pembaca yang sudah mampir meluangkan waktunya.
Sedikit cerita, aku hanya berharap dan berdoa semoga cerita ini menjadi berkah untuk ku, agar tak menjadi beban dia lagi.
****____****
"Maudy, kamu dipanggil ke ruang HRD." rekan satu divisi ku berucap.
"Dipanggil HRD buat apa?"
Tak ada jawaban rekanku selain mengangkat bahu. Aku pun segera berjalan ke ruang HRD meski malas karena jelas akan bertemu Yanti.
"Permisi," ucapku setelah mengetuk pintu.
"Masuk," suara Yanti menyuruh masuk dan aku pun berdiri dihadapannya.
"Ada apa ibu memanggil saya?"
"Kenapa kamu kemarin pulang dan tidak lembur sesuai perintah atasan divisi mu?"
"Oh soal itu, karena..."
Cklek pintu terbuka dan masuklah Joko.
"Ada apa ini?"
"Maudy melanggar peraturan kantor sayang, dia pulang disaat dia harus lembur."
Maudy mencebik mendengar Yanti memanggil sayang dikantor.
"Kamu mau kinerja mu dinilai buruk? Itu bisa bikin kamu gak naik jabatan dan gaji tau bahkan bisa bikin kamu dipecat." kata Joko.
"Apa kita pecat aja ya sayang dia, aku rasa dia kerja disini karena masih mau ngejar kamu. Susah kalau ulat bulu."
Terdengar dering telepon di ruangan Yanti.
"Ya halo pak, oh iya baik pak." Yanti meletakkan telepon kembali.
"Kenapa?"
"Aku dipanggil CEO, ada apa ya?"
"Ya udah sana, biar aku yang menasehati Maudy."
"Oke sayang," Yanti keluar dengan menyenggol bahu Maudy.
"Maudy aku sebenarnya tidak tega memarahimu, tapi aku punya penawar bagus jika kamu mau aman disini." ucap Joko sambil berjalan mendekati Maudy dan menjawil dagu nya.
"Saya katakan jangan macam-macam. Saya sudah menikah. Di kantor saya masih berusaha menghormati anda walaupun sebenarnya ogah."
"Hahahaha,,, dari dulu kamu selalu menolak saya Maudy."
Joko semakin dekat dan Maudy harus mundur perlahan hingga punggungnya membentur tembok kedua tangan Joko mengunci nya.
"Maaf anda masih waras kan, anda tau kan ini di kantor, apa jangan-jangan anda mabuk.!"
"Hahaha saya sangat sadar apalagi dengan melihat wajah cantik mu dari dekat begini semakin sadar." Joko mendekatkan wajahnya ke Maudy dan Maudy refleks menendang kemaluan Joko dengan keras hingga Joko menjerit kesakitan.
"Aaaakkhhh,,, brengsek!! sialan kamu Maudy!!! Akan ku buat kamu dipecat dari sini!!"
"Bodo amat!" Maudy keluar dengan santai.
Sementara di ruang CEO, Yanti kaget karena ternyata didalam sana sudah ada staf bagian keuangan.
"Maaf ada apa bapak memanggil saya?"
"Sejak kapan kamu mulai memakai uang perusahaan?" Rian hanya mengetes kejujuran Yanti.
"Maksudnya gimana pak?"
"Jadi disini ada beberapa nama karyawan yang dengan sengaja berbuat curang sudah menggelapkan dana perusahaan saat pembelian Atk yang pertama pada tanggal 10 Januari tahun lalu dan yang kedua..."
Ceklek pintu terbuka masuklah Joko, Linda, dan Agus bagian Keuangan bersamaan.
"Bagus sudah lengkap. Yang kedua pada tanggal 20 Juli tahun lalu juga, dan yang terakhir kalian bekerja sama dengan sengaja menyuruh karyawan baru untuk lembur tanpa dibayar. Apa kalian pikir ini perusahaan kalian?"
Mereka hanya diam menunduk,
"Bos, disuruh ke rumah besar oleh kakek." bisik Andre.
"Oke, kamu urus mereka jika mereka hanya diam selama selama lima menit segera pecat mereka." Rian berdiri dan keluar.
****
"Kamu dimana ya?" gumam seorang pria dengan membawa selembar kertas ditangannya.
"Ternyata capek juga ya," dia mengambil hp nya menelepon seseorang. Tak menunggu lama mobil mewah tiba di depannya.
"Gimana bos udah ketemu rumahnya?"
"Hahaha,,, susah juga nyari alamat orang. Tapi ini alamat nya bener kan gak palsu kan?"
"Yang palsu itu alamat nya ayu Ting Ting bos."
"Kembali ke hotel aja, gantian kamu yang cari ini cewek."
"Dari kemaren kan saya juga bilang gitu bos. Ngeyel sih,"
"Iya iya."
****
"Rian akhirnya kamu datang juga." sapa lelaki yang ternyata adik dari ayahnya Om Rudi.
"Kirain betah hidup di jalan." kali ini suara perempuan dengan dandanan cetar dia istri om Rudi, Tante Yuni.
"Aku gak ada urusan dengan kalian, dimana kakek."
"Rian,,, pasti balik karena udah gak punya duit ya bro." Dia anak dari om Rudi usianya seumuran dengan ku namanya Kevin.
"Kakek mana?" aku betul-betul tak ingin berlama-lama dengan mereka bertiga.
"Ada di halaman belakang," jawab Kevin.
"Hahaha papa sudah tahu soal mempelai wanita mu yang diganti itu hahaha, rasakan amukan ayah." kata Om Rudi
Kalian tunggu aja, sedikit lagi semua bukti akan membawa kalian di penjara. Kalian sudah menyakiti ibu ku, menghasut ayahku hingga ayah tega menduakan ibuku, hanya karena aku bukan darah daging ayahku, padahal itu semua akal licik kalian. Aku sudah punya bukti kalian menukar hasil DNA saat itu. Bahkan aku pun kalian usir dari rumah ini jadi gelandangan. Silahkan kalian nikmati harta kakek dan tinggal di sini dengan segala cara jahat kalian. Tapi lihat sebentar lagi aku akan pindahkan kalian semua ke penjara.
Rian melangkah cepat ke halaman belakang, disana kakeknya sedang menikmati teh melati.
"Ada apa kakek memanggil ku?"
"Rian, apakah kamu sengaja ingin membuat kakek kesal."
"Soal apa kek?"
"Kamu tidak menikah dengan putri dari keluarga Johan kan!"
"Aku menikahinya kek, buku nikah pun sudah ku perlihatkan pada kakek kan waktu itu."
"Jangan membohongi kakek Rian, kakek tahu istrimu itu bukan anak kandung Johan dia hanya anak bawaan."
"Siapa yang mengatakan hal ini sama kakek? Kakek tau mereka bisa aja berbohong."
"Mereka tidak pernah berbohong tapi kamu yang berbohong. Kalau saja ibu mu bukan menantu kesayangan ku, padahal kamu bukan cucu kandung ku sudah ku abaikan dirimu."
"Kakek percaya kalau aku bukan cucu kandung kakek? Kakek percaya kalau aku bukan anak kandung ayah?"
Kakek diam,
"Sebenarnya mau kakek itu apa?"
"Ceraikan istrimu dan menikah dengan putri kandung keluarga Johan."
"Hahaha kakek pikir menikah dan bercerai itu seperti beli tahu bulat bisa dadakan dan segampang itu?"
"Kakek dengar baik-baik ucapan ku aku hanya bicara sekali ini saja, aku tidak perduli dengan warisan dan harta kakek yang diminta ibu untuk ku. Aku tidak akan menceraikan istriku, karena aku mencintai nya. Silahkan kakek coret namaku."
Huft,,, kakek menghembuskan nafas pelan.
"Yang perlu kakek tau Maudy itu anak kandung Johan, lalu Johan menikah lagi dengan selingkuhannya yang seorang janda dengan satu anak yang bernama Silvi. Aku gak butuh apapun dari sini."
"Buktikan jika semua perkataan mu benar. Dan baiklah sebagai ganti nya berikan kakek cicit dari pernikahan mu."
"Kakek gak perlu mengatur hidupku. Aku hanya cucu yang tidak dianggap. Jadi maaf jika aku juga tidak akan menganggap apapun permintaan kakek."
Rian berbalik dan pergi.
****___****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Ira Sulastri
Setiap rumah tangga akan selalu ada kerikil dalam menjalani semua tergantung dr kerjasama yg baik antara suami dan isteri, keterbukaan, kejujuran dalam segala hal, komunikasi yg baik, kepercayaan satu sama lainnya. Jaga keseimbangan dalam berbagai hal
Semangat terus ya kak author selalu di nanti UP karyanya 😍👍
2024-02-23
2