Terimakasih yang sudah mampir ya,,, jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar dan like bab nya. Happy Reading 😘
****____****
Mobil berhenti di depan sebuah rumah mungil. "Hei bangun,,, kita udah sampe." aku merasa seseorang menepuk pundak ku.
"Oh sudah sampai, maaf ya aku ketiduran."
"Gak pa pa, nanti di dalam kamu bisa lanjut tidur lagi. Sekarang kita keluar dulu." aku mengikuti Rian keluar dari mobil melalui pintu sebelah. Aku menatap rumah mungil didepan ku.
"Ayo masuk, ini rumah ku. Maaf jika kecil tapi aku berharap kamu nyaman disini." Rian membuka pintu dan masuk kedalam.
Begitu didalam rumah kecil ini nampak rapih dan tertata dengan baik, aku jadi malu karena kontrakan ku sebelumnya berantakan.
Mulai sekarang aku juga harus bisa beberes rumah serapih ini, sangat memalukan kalau inget tadi kontrakan berantakan. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik selama Rian baik padaku.
"Ehmm ngomong-ngomong dimana kamar ku?"
"Oiya, rumah ini hanya memiliki satu kamar aja. Karena kita juga sudah menikah gak pa pa kan kalau kita sekamar?!"
"Sekamar?" aku membeo dengan kaget.
"Hahaha Maudy oh Maudy, kamu tuh lucu ya. Kenapa sih takut banget sama aku. Aku gak bakal gigit kamu kok."
"Iya aku takut, masalahnya kita berdua sama-sama berada di situasi yang sulit. Kita menikah tanpa perkenalan, tanpa cinta, jadi gimana bisa aku berada satu kamar dengan mu."
"Bisa aja sih kalau kamu mau." Rian memainkan alis matanya.
"Jangan mesum Rian. Aku tak tau apakah sebelum pernikahan ini kamu punya pacar apa gak. Aku harap kamu sudah bilang ke pacarmu atau fans mu kalau pernikahan kita hanya sementara, begitu tujuan masing-masing dari kita tercapai kita akan berpisah."
"Tujuan? Kamu menerima pernikahan ini karena satu tujuan?"
"Iya lah, ngapain aku mau menikah dengan orang asing, kalau bukan demi mama ku."
"Hmmm aku pun sama menerima perjodohan ini karena aku punya satu tujuan. Ya sudah kamar itu silahkan kamu tempati dan aku akan tidur di sofa. Tetaplah berakting menjadi pasangan romantis di luar nanti. Sampai tujuan ku tercapai aku tidak akan menyentuh mu dan aku harap kamu juga bisa menjaga diri untuk tidak berhubungan dengan lelaki manapun apalagi sampai hamil."
Ternyata diapun memiliki tujuan dengan pernikahan ini.
"Kamu tenang aja, selama aku menjadi istrimu aku akan berusaha menjadi istri yang baik dan menjaga diriku. Aku ke kamar dulu ya." Rian mengangguk lalu kembali duduk di sofa.
"Bos, aku sudah dapat info tentang Maudy, akan ku kirim ke email mu bos." ucap Andre setelah ia meletakkan beberapa bungkusan diatas meja makan.
"Aku pamit kembali ke kantor bos, selamat bersenang-senang."
"Ya, silahkan." Rian membuka email yang dikirim Andre dia baca dengan teliti.
Maudy lahir di Jakarta, 06 Juli 1980, anak tunggal dari ayah bernama Johan dan ibu bernama Meli. Orang tua Maudy bercerai karena Johan selingkuh dengan Susi yang memiliki anak bernama Silvi. Rumah, mobil, perusahaan milik ibu Maudy diambil alih oleh Susi dengan paksa. bahkan karena itu ibu Maudy sampai di rawat di rumah sakit karena serangan jantung dan sekarang struk ringan. Maudy yang bingung bekerja apapun demi bisa hidup, sampai tagihan rumah sakit datang dan terpaksa menerima pernikahan dengan keluarga Dumai sebagai syarat ayahnya akan melunasi semua tagihan rumah sakit.
"Hmmm gadis yang malang. Aku janji akan berusaha menjadi suami yang baik dan akan melindungi mu." Rian berkata lirih dengan menatap pintu kamar yang tertutup.
Maudy keluar setelah dua jam dikamar, dengan mengenakan pakaian rumahan miliknya. Rian tertidur di sofa.
"Tidur, kayanya capek banget. Aku angetin dulu deh makanan yang dari catering tadi lumayan. Dari pagi aku hanya makan sekali itu pun hanya sedikit. Rian juga pasti lapar."
Maudy menuju paperbag mengeluarkan isinya dan mulai memanaskan di atas kompor. Untungnya dirumah ini perabotan dapur sudah tersedia. Tak butuh waktu lama beberapa jenis makanan ada capcai, ayam goreng, mie goreng, kerupuk sudah terjadi diatas meja tak lupa nasi juga aku panaskan di atas dandang kukus kecil. Masih ada beberapa macam lauk aku simpan di kulkas bisa untuk makan malam nanti.
"Rian,,, bangun ayo temani aku makan, aku lapar." ku goyangkan bahunya.
"Kenapa?"
"Aku sudah memanaskan makanan, aku lapar kamu juga pasti lapar ayo kita makan."
"Oh iya, aku belum makan apapun tadi. Aku cuci muka dulu nanti aku nyusul ke meja makan." Aku mengangguk.
Begitu Rian duduk dan ingin mengambil piring, "Sini biar aku ambilkan."
"Makasih ya." Rian memberikan piring itu padaku dan aku mulai mengisi piring dengan nasi dan tiga macam lauk diatasnya.
"Maudy,,, ada beberapa hal yang sebenarnya ingin aku katakan tapi sekarang aku belum bisa mengatakan nya, apakah kamu mau bersabar?"
"Maksudnya?"
"Sudah makan dulu, nanti tersedak makan sambil ngobrol jangan lupa berdoa." Kami makan dalam keheningan.
Selesai makan Rian berdiri membawa piring kotor kami ke wastafel dan mencucinya. "Biar aku aja."
"Gak pa pa, kamu kan tadi udah siapin makanannya jadi apa salahnya kalau aku yang gantian mencuci piringnya?"
"Hmm tapi itu kan tugas perempuan?"
"Kata siapa? Aku sudah biasa mencuci piring. Udah sana kamu nonton tv aja."
Aku yang akan berjalan ke ruang tv sesekali menoleh ke wastafel,
Beneran bisa nyuci piring apa gak sih, nanti malah pecah semua lagi.
Aku menonton tv tak lama Rian duduk di sebelahku. "Capek ya?"
"Capek apa? Nyuci piring?"
Aku mengangguk. "Ya ampun cuma dua piring aja capek dimananya? Kamu nonton apa?"
"Brownies. Hmmm Rian aku boleh tetep kerja gak?"
"Kamu mau kerja? Kebetulan teman ku si Andre itu dia sedang butuh karyawan, kamu bisa melamar di perusahaan nya kalau mau."
"Serius ada lowongan? Aku mau banget, besok aku akan datang ke perusahaan itu langsung. Makasih ya Rian."
"Iya sama-sama, semoga kamu betah disana, kalau ada apa-apa segera kabari aku." Rian menyodorkan hp nya.
"Sudah aku save ya nomor ku, kamu coba miss call aku." Rian mendial nomor hp ku dan segera aku save.
" Kamu sudah sholat Dzuhur?"
"Nanti,"
"Sebelum rebahan Dzuhur dulu ya. Aku ke kamar ya."
"Iya."
Sebelum ke kamar aku ke kamar mandi berwudhu lalu masuk kamar didalam aku menunaikan sholat Dzuhur dan berdoa selesai sholat tak lupa aku menyiapkan berkas yang akan ku bawa besok melamar.
Semoga ini jalan ku ya Allah, mudahkan aku untuk besok melamar pekerjaan ini.
****____****
Liken bab n komen nya jangan lupa ya. Terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments