Happy Reading 😘
****___****
"Udah ah ma, jangan ngaco deh. Aku mau keluar dulu ya ma."
"Silvi tunggu, sini duduk dulu dengerin mama." mama menarik tangan Silvi hingga dia pun terduduk kembali.
"Kamu itu mau gak sih sama Rian? Tadi aja bilang Rian tampan, kaya, harusnya aku yang jadi istrinya mah. Giliran diajak kerjasama buat cari tau siapa Rian sebenarnya kamu malah cuek, dasar aneh."
"Iya mau lah mah, tapi apa gak percuma."
"Percuma gimana, kalau kamu berhasil cari tau siapa Rian sebenarnya dan kalau ternyata Rian kaya mama yang akan datang ke keluarga Rian untuk bilang agar Rian dan Maudy bercerai lalu menikah dengan kamu."
"Masalahnya ma, Rian itu beda dia gak akan perduli sama omongan keluarganya."
"Itu urusan mama, tugas kamu cari tau siapa Rian. Sudah sana pergi."
"Aku akan membuat Rian dan Maudy berpisah jika memang benar Rian lelaki kaya." gumam mama licik.
***
Mobil Rian sampai di sebuah rumah,
"Ini rumah yang mau di jual Andre, gimana menurut mu?" tanya Rian dari dalam mobil.
"Besar sekali pasti mahal, apa nanti pinjaman kita bisa dapat sesuai harga rumah ini? Secara rumah yang kita tempati itu hanya seperempat dari rumah ini. Pasti harga pinjaman ke bank nya juga gak banyak-banyak amat."
"Kamu tenang aja sayang, kita bayar aja seadanya dulu sama Andre, sisanya bisa menyusul."
"Emang bisa gitu?"
"Apapun bisa kalau sama aku. Sekarang kita masuk yuk lihat dalamnya."
Mereka bertiga masuk kedalam masih dengan mendorong mama, Maudy dan mama terkesima dengan semua perabot didalam rumah itu sangat bagus, mewah dan pasti mahal.
"Rian kamu yakin kita akan tinggal disini?"
"Yakin seribu persen sayang. Mulai hari ini kita tinggal disini."
"Hah,,,!! Kita kan belum pengajuan pinjaman ke bank?"
"Biar aku saja besok. Tadi di rumah sakit aku sudah telepon Andre, dia bilang oke."
"Teman mu itu baik sekali. Semoga dia selalu dilindungi oleh Allah dimana pun dia berada."
"Aamiin."
Maudy berjalan ke dapur membuka kulkas didalam sudah tersedia berbagai jenis sayur, buah, lauk pauk, minuman, dan juga berbagai camilan pokoknya lengkap dan semua terlihat masih fresh. Diatas meja makan juga tersedia berbagai macam kue kering.
"Andre bilang semua isi kulkas untuk kita."
"Sampaikan terimakasih ku padanya."
"Sayang, aku keteras bentar ya Andre nelepon." Maudy hanya mengangguk.
"Ada apa?" tanya Rian di telepon.
"Bos, ibunya Silvi berencana mencari tahu bos dan akan membuat bos dan nyonya Maudy berpisah. Dia ingin menikahkan anaknya sama bos."
"Hahaha silahkan aja, biarkan mereka tahu siapa aku. Toh mereka akan percuma dan sia -sia karena aku akan tetap memilih Maudy."
"Dan satu lagi bos, preman yang waktu itu ternyata mereka disuruh oleh si Pramu."
"Pramu,,, sudah ku katakan untuk tidak menyenggol ku. Lakukan seperti biasa."
"Sepertinya Pramu tidak tahu siapa nyonya Maudy."
"Aku gak perduli, lakukan seperti biasa, besok aku akan datang. Kebetulan dia menyenggol ku jadi aku bisa menekan nya agar menyerahkan sahamnya."
"Baik bos," sambungan telepon pun terputus.
***
"Maa mamaa,,,!!" suara teriakan Silvi menggema didalam rumah.
"Ada apa sayang, kenapa teriak-teriak?"
"Coba mama baca ini,,,!" Silvi menyodorkan beberapa lembar kertas yang dia dapat dari majalah perpustakaan dan dari detektif yang aku sewa ternyata mama bener."
Mama menerima sobekan majalah dan beberapa lembar foto Rian yang sedang berada di tempat berbeda. Bahkan di kertas itu dikatakan bahwa Rian adalah pria terkaya dengan urutan ke 3, Rian juga dikatakan sebagai pemilik perusahaan Mega Multi Gemilang. Perusahaan besar dengan kantor pusat di Amerika, dan memiliki anak perusahaan dan cabang di beberapa negara termasuk di Indonesia.
"Tuh kan apa mama bilang, kamu rugi Silvi menolak pernikahan dengan Rian."
"Terus gimana dong maa?"
"Kita harus bisa membujuk papa agar bilang ke keluarga besar Rian bahwa terjadi kesalahan saat pernikahan kemarin."
"Kalau Rian menolak?"
"Kita coba saja dulu, dia pasti gak akan mau reputasi nya di kalangan pembisnis hancur gara-gara salah menikahi perempuan kan."
***
"Bos,,, semua berjalan sesuai rencana. Mereka sedang merencanakan untuk melapor kepada keluarga besar bos."
"Bagus,,, biarkan saja. Kita ikutin permainan mereka."
***
Keesokan paginya
"Selamat pagi sayang? Bagaimana tidur mu semalam?" sapa mama yang sedang duduk di meja makan.
"Pagi mah, nyenyak mah Alhamdulillah. Rian mana mah?" tanyaku ketika tak melihat sosoknya.
"Tadi dia pamit setelah shalat Subuh, ada pekerjaan mendadak."
"Huft,,, mama sarapan apa?"
"Roti panggang di buatkan Rian, dia juga bikin buat kamu nih,"
Maudy tersenyum, "manis banget sih," ucapnya pelan.
Setelah menghabiskan sarapan Maudy pun berpamitan, meskipun agak ragu karena meninggalkan mama nya sendirian.
"Udah sana berangkat paling bentar lagi Rian pulang, Rian sengaja berangkat subuh karena pas kamu kerja dia bisa dirumah nemenin mama sampai asisten rumah tangga datang."
"Oh gitu, baiklah Maudy kerja dulu ya mah. Doakan yang baik untuk Maudy dan Rian ya mah."
"Pasti sayang, hati-hati dijalan." Maudy mencium tangan dan pipi mama lalu keluar karena ojek online yang dia pesan sudah datang.
Sementara di sebuah ruangan gelap pengap dan kotor terlihat seorang duduk dikursi dengan tangan diikat dan mata di tutup nampak lemas dan banyak luka lebam di beberapa wajah dan lengannya.
Klek..
"Tolonggg siapa disana, tolong aku." ucap pria yang diikat itu pelan.
"Sudah sadar rupanya, gimana rasanya bermain dengan ku. Bukankan sangat enak?"
"Siapa kamu?! Lepaskan aku brengsek!! Pengecut,!!"
Rian menyuruh anak buahnya untuk membuka penutup mata. Lelaki itu pun pelan-pelan membuka mata dan menormalkan pengelihatan nya di ruangan yang remang karena hanya ada 1 lampu temaram.
"Rian,,,"
"Yesss ini aku."
"Aku tidak punya urusan apapun dengan bajingan sepertimu, lepaskan aku!"
"Hmmm sepertinya kamu amnesia ya, ingat dengan preman yang kamu bayar untuk mencelakai seorang wanita yang datang membawa box sepatu ke toko mu beberapa hari lalu?!"
"Lalu kenapa, apa masalah nya?!"
"Dia istriku,,,!!!"
Lelaki bernama Pramu sedikit kaget dia tidak tahu kalau wanita yang ingin dia rampas barangnya dengan bantuan preman ternyata istri Rian.
"Maaf aku tidak tahu jika wanita itu istrimu. Aku minta maaf."
"Apa kamu pikir meskipun jika wanita itu bukan istriku apa menurutmu kamu boleh berbuat itu pada wanita?!"
"Aku minta maaf Rian, aku benar-benar tidak tahu."
"Oke,,, aku bisa memaafkan mu dan melupakan perbuatan mu dengan satu syarat."
"Syarat apa?" Pramu tau minta maaf dengan bagaimana pun jika menyangkut wanita apalagi itu keluarga yang disayang Rian, tak ada ampun.
"Andre berikan kertas itu padanya."
"Baik bos," Andre berjalan dengan selembar kertas dan pulpen lalu diletakkan di atas meja persis didepan Pramu.
"Pengalihan saham,,!! Gila kamu. Dasar bajingan!!!" maki Pramu.
"Andre perlihatkan padanya," Andre kembali berjalan dengan hp, memutar tombol play dan video pun berjalan. Mata Pramu tercengang dia tak sangka video syurnya bocor.
"Apa jadinya jika itu sampai ke istri mu?!"
"Jangan,,!!! Oke aku tanda tangani. Tapi tolong hapus video itu dan jangan sebar ke manapun."
"Setelah kamu tanda tangan, Andre akan menghapus videonya." Tak ada perlawanan Pramu menandatangani kertas dan dengan segera di ambil Andre. Kemudian didepan Pramu Andre menghapus video itu.
"Terimakasih kerjasama nya." Rian berbalik keluar.
****____****
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Ira Sulastri
Cakep Rian👍👍
2024-02-21
2