Bab 15 Batu di Goa

“Kita akan beristirahat disini malam ini,” ucap Ebi kepada pasukannya.

Semua orang bersiap – siap membangun tenda dan menyiapkan api unggun.

“Master apa kita akan berburu?” tanya Demon dengan semangat.

“Tidak … persediaan masih banyak, untuk apa kita mengursa tenaga kita sekarang,” jawab Caroline.

“Tapi Ebi bilang persediaan tidak terlalu banyak,” ucap Demon masih berharap ingin berburu.

“Tunggu persediaan benar – benar tinggal sedikit,” jawab Caroline lagi.

“Tuan putri … tenda sudah selesai,” ucap Ebi.

“Baiklah …” Caroline berdiri. Dia ingin beristirahat, pinggangnya sakit sekali mengendarai kuda. Sepertinya kerajaan ini harus menyediakan dudukan yang lebih lembut lagi.

Masuk ketenda, Caroline mulai mengeluarkan tehnya.

“Apa master membawa air panas?” tanya Demon.

“Aku membawanya.” Caroline mengangkat botol air minum yag sudah dia isi dengan air panas.

“Ini tidak akan cukup tetapi tidak masalah teh ku bisa dinikmati juga dengan air dingin walaupun lebih enak diseduh dengan air hangat,” ucap Caroline dengan bangga.

“Ngomong – ngomong baju besi ini cukup berat.” Caroline memandang baju besi yang dipakainya dan melepasnya segera.

“Ah … ini cukup lega sekarang,” ucap Caroline.

Caroline menyeduh tehnya dan menghirup aroma teh tersebut.

“Ini sangat nikmat.” Caroline sangat senang bisa menikmati tehnya dengan tenang.

“Apa aku boleh mencicipinya?” tanya Demon. Sepertinya enak!

“Baiklah aku akan menyeduhnya untukmu.” Caroline sangat senang berbagi hal yang dia sukai kepada orang lain.

“Apa kau bisa memegang gelas?” tanya Caroline.

“Aku tidak perlu memegangnya,” jawab Demon.

“Ah iya.” Caroline ingat dia bisa hanya menggunakan lidahnya saja.

“Ini cobalah.” Caroline menyerahkan teh yang sudha dia seduh.

“Teh buatan master! Terimakasih master,” ucap Demon dengan senang.

Demon mulai meminum teh itu dengan lidahnya. “Oh!” Demon terkejut dengan rasanya dan terus meminum teh itu.

“Ini sangat enak!!” ucap Demon dengan mata cerah.

Ada sedikit rasa bangga dalam diri Caroline setelah mendengar ini. “Kalau kau mau aku kana membuatkanmu setiap aku minum,” ucap Caroline sambil menyesap teh.

“Benarkah?! Terimakasih master!” Demon terus meminum the tersebut.

“Ngomong – ngomong, apa tidak masalah anjing meminum the?” Caroline baru memikirkannya sekarang. Apa ini tidak apa – apa?

“Ya … aku bukan hewan biasa,” ucap Demon membusungkan dadanya dengan bangga.

“Dan juga aku ini Raja serigala bukan Anjing,” ucap Demon lagi.

“Tapi saat ini kau sangat mirip dengan anak anjing,” ucap Caroline sambil memandang demon.

“Bukaan!!” teriak Demon.

“Ya … ya … baiklah serigala,” ucap Caroline.

“Aku akan keluar dulu melihat sekeliling daerah ini.” Caroline selesai dengan tehnya. Saatnya dia melihat sekeliling daerah ini.

“Aku akan menghabiskan tehku,” ucap Demon.

Keluar dari tenda Caroline melihat para prajurit bersantai duduk memulihkan tenaga mereka. Prajurit itu melihat Caroline namun tidak ada yang memberi salam padanya.

Caroline berjalan masuk kedalam hutan. Caroline berjalan cukup jauh dari tempat peristirahatan mereka. Dia seperti mendengar suara air, apa ada sungai?

Caroline berjalan lagi dan melihat air sungai yang mengalir, mata Caroline menjadi sangat cerah.

“Waw … sangat jernih!” ucap Caroline kagum. Dia bahkan bisa melihat apa yang ada didalam air dan juga ikan – ikan yang berenang.

“Haruskah aku menangkap ikan?” gumam Caroline.

Daerah ini sangat jauh dari tempat mereka berkemah. Caroline mengambil air itu dan mencuci muka dan tangan serta kakinya.

“Ini sangat segar,” ucap Caroline dengan lega. Dia akhirnya merasa hidup kembali, dia sebenarnya ingin mandi tetapi dia tidak ingin mengambil resiko jika ada yang datang kemari.

Caroline melihat kesamping. Goa?

Caroline berjalan menuju Goa tersebut dan memasukinya. Sepertinya tidak ada apa – apa. saat Caroline hendak kembali tiba – tiba ada sesuatu yang bercahaya.

“Apa ini?!” Caroline menghalangi cahaya itu dengan tangannya. Sepertinya dia pernah mengalami ini.

Caroline mengintip sedikit dan melihat cahaya yang redup dibalik batu. Hmm?

Caroline mengeluarkan pedangnya. Fokus mengalirkan mananya kepedang dan mulai menghancurkan tembok goa tersebut.

Dengan satu kali serangan tembok itu hancur dan sebuah batu besar menggelinding kekaki Caroline.

“Apa ini?” Caroline berjongkok dan melihat batu itu.

“Mungkinkah?!” Caroline segera mengigit jarinya dan meneteskan sedikit darah keatas batu itu.

Saat Caroline selesai meneteskan darah, dia menunggu reaksi dari batu itu.

“…..”

“Hanya batu biasa?” tanya Caroline sambil menatap ragu batu itu.

“Lupakan saja.” Caroline berdiri dan ingin meninggalkan goa itu.

Tetapi dia berhenti sesaat dan berbalik mengambil batu itu. “Baiklah aku akan membawamu sebagai kenang – kenangan,” ucap Caroline.

Setelah beberapa saat Caroline kembali ketempat peristirahatan.

“Yang mulia … anda dari mana saja?” tanya Ebi, dia sudah mencari putri Caroline dimana saja tetapi tidak menemukannya. Itu membuatnya cemas.

“Aku hanya jalan – jalan,” jawab Caroline.

“Mohon untuk tidak berjalan sendiri tuan putri,” ucap Ebi.

“Baiklah aku akan mengingatnya,” jawab Caroline.

“Sepertinya hari sudah mulai gelas … siapkanlah kayu bakar,” ucap Caroline sambil melihat langit senja.

“Baik Tuan Putri,” ucap Ebi.

Caroline berjalan dan memasuki tenda dengan batu ditangannya.

“Apa kalian melihat apa yang dipegang tuan putri?” ucap salah satu prajurit.

“Bukankah itu batu?”

“Ya … aku melihatnya!”

“Sepertinya rumor itu benar.”

“Kalian pergilah mencari kayu bakar!” teriak Ebi. Dia sangat tidak suka dengan sikap bawahannya terhadap tuan putri. Meskipun raja tidak menyukainya, Putri Caroline tetaplah anak kaisar.

“Master dari mana saja?!” tanya Demon.

“Kenapa kau tidak menyusul?” tanya Caroline.

“Hehe … aku sedang menikmati teh master,” jawab Demon. Dia kebanyakan minum teh sehingga perutnya kembung dan susah untuk mengikuti master.

“Bilang saja kau menjadi malas setelah minum the,” ucap Caroline.

“Am … master apa yang master bawa?” tanya Demon berusaha merubah topik.

“Aku tidak tahu… mungkin batu biasa?” Caroline menaruh batu itu diatas meja.

“Benarkah?” Demon berjalan melihat batu itu.

“Hei!!! Ini aku bukankah ini makhluk dari ribuan tahun lalu seperti aku?” ucap Demon.

“Dimana master menemukannya?” tanya Demon.

“Ha? sama sepertimu?” Caroline melihat batu yang tidak bereaksi dengan darahnya sama sekali.

“Ya … aku mengenalnya … dia adalah burung Phoenix,” ucap Demon. Demon dapat merasakan kekuatan dari teman lamanya.

“Benarkah? Lalu mengapa dia tidak bereaksi dengan darahku?” tanya Caroline mengerutkan kening.

“Itu karena dia butuh darah yang banyak … master tahu aku lebih kuat darinya jadi aku tidak butuh darah yang banyak,” ucap Demon dengan sombong.

“Begitu.” Caroline segera mengambil belati dari pinggangnya dan tanpa ragu – ragu menyayat tangan kirinya lalu meneteskan banyak darah pada batu itu.

“Master kenapa begitu tiba- tiba? Bagaimana kalau kau kehilangan banyak darah?” tanya Demon panik.

“Apa kau meremehkanku?” ucap Caroline.

“Tidak … itu.”

“Maaf.” Demon lupa kalau masternya bisa menyembuhkan diri dan juga sangat kuat.

Caroline fokus dengan batu itu.

“Oh!! Sepertinya berhasil!” teriak Demon. Batuk itu retak dan mulai mengeluarkan sedikit cahaya.

Cahaya besar mulai keluar menghalangi pandangan mereka berdua.

“Hei apa kau melihat cahaya ditenda Putri Caroline?”

“Tidak aku tidak melihatnya.”

“Benarkah?”

“Mungkin kau salah lihat … ayo kita siapkan untuk persiapan malam.”

“Awww … mataku perih sekali,” ucap Demon mengusap matanya.

Caroline perlahan membuka matanya dan melihat burung kecil berbulu merah dengan sayap dan alis api di pinggir bulunya.

Burung itu melihat Caroline dengan mata berbinar.

“PIYAAAK.”

“!!!!!”

Akhir dari Bab 15

Terpopuler

Comments

happypuuu

happypuuu

eamng suara phoenix bunyinya piyakk gtu yaa🤔😂

2024-11-28

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

wah burung phonix

2024-11-06

0

gedang Sewu

gedang Sewu

lucu nya burung poenix suaranya pyaaakkk...🤣🤣👍👍👍

2024-05-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2 Bab 2 Dunia didalam Novel
3 Bab 3 Demon
4 Bab 4 Saudara
5 Bab 5 Keluar Istana
6 Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7 Bab 7 Mary Aurelius
8 Bab 8 Pelayan
9 Bab 9 Duke Cedric
10 Bab 10 Monster
11 Bab 11 Serigala besar
12 Bab 12 Rencana Raja
13 Bab 13 Sihir Hitam
14 Bab 14 Menuju Perbatasan
15 Bab 15 Batu di Goa
16 Bab 16 Perjalanan hari pertama
17 Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18 Bab 18 Tanaman Merambat
19 Bab 19 Batu Monster
20 Bab 20 Evan Davis
21 Bab 21 Camp perbatasan
22 Bab 22 Strategi
23 Bab 23 Menjadi Tawanan?
24 Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25 Bab 25 Goa
26 Bab 26 Pedang
27 Bab 27 Strategi
28 Bab 28 Perisapan Perang
29 Bab 29 Penyerangan
30 Bab 30 Menyerah dan kalah
31 Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32 Bab 32 Titah Raja Argentum
33 Bab 33 Sebelum keributan
34 Bab 34 Sebelum keributan (2)
35 Bab 35 Ratu Bianca
36 Bab 36 Perselingkuhan
37 Bab 37 Perselingkuhan (2)
38 Bab 38 Istana Dingin
39 Bab 39 Pesta Dansa
40 Bab 40 Pesta Dansa (2)
41 Bab 41 Brian La Frins
42 Bab 42 Rencana selanjutnya
43 Bab 43 Berangkat
44 Bab 44 Cyrus Wise
45 Bab 45 Palace Blossom
46 Bab 46 Lily
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Roke
49 Bab 49 Line dan Riric
50 Bab 50 Berburu monster lagi
51 Bab 51 Surat undangan
52 52 Istana Argentum
53 Bab 53 Istana Argentum (2)
54 Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55 Bab 55 Pelayan pribadi
56 Bab 56 Ani
57 Bab 57 Resor
58 Bab 58 Hari Pernikahan
59 Bab 59 Hari Pernikahan 2
60 Bab 60 Persaingan
61 Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62 Bab 62 Tarian Pedang
63 Bab 63 Abu Krystal
64 Bab 64 Melihat Cahaya
65 Bab 65 Teman lama
66 Bab 66 Sabrina Luves
67 Bab 67 Saingan
68 Bab 68 Bangun
69 Bab 69 Hari - hari biasa
70 Bab 70 Surat
71 Bab 71 Hukuman
72 Bab 72 Oci
73 Bab 73 Menemui Raja
74 Bab 74 D'zem Lor
75 75 Meracik Ramuan
76 76 Ruang yang di sembunyikan
77 Bab 77 Hewan Dewa
78 Bab 78 Sebelum badai datang
79 Bab 79 Padang pasir
80 Bab 80 Sihir Hitam
81 Bab 81 Membersihkan Sampah
82 Bab 82 Ramuan Obat
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2
Bab 2 Dunia didalam Novel
3
Bab 3 Demon
4
Bab 4 Saudara
5
Bab 5 Keluar Istana
6
Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7
Bab 7 Mary Aurelius
8
Bab 8 Pelayan
9
Bab 9 Duke Cedric
10
Bab 10 Monster
11
Bab 11 Serigala besar
12
Bab 12 Rencana Raja
13
Bab 13 Sihir Hitam
14
Bab 14 Menuju Perbatasan
15
Bab 15 Batu di Goa
16
Bab 16 Perjalanan hari pertama
17
Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18
Bab 18 Tanaman Merambat
19
Bab 19 Batu Monster
20
Bab 20 Evan Davis
21
Bab 21 Camp perbatasan
22
Bab 22 Strategi
23
Bab 23 Menjadi Tawanan?
24
Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25
Bab 25 Goa
26
Bab 26 Pedang
27
Bab 27 Strategi
28
Bab 28 Perisapan Perang
29
Bab 29 Penyerangan
30
Bab 30 Menyerah dan kalah
31
Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32
Bab 32 Titah Raja Argentum
33
Bab 33 Sebelum keributan
34
Bab 34 Sebelum keributan (2)
35
Bab 35 Ratu Bianca
36
Bab 36 Perselingkuhan
37
Bab 37 Perselingkuhan (2)
38
Bab 38 Istana Dingin
39
Bab 39 Pesta Dansa
40
Bab 40 Pesta Dansa (2)
41
Bab 41 Brian La Frins
42
Bab 42 Rencana selanjutnya
43
Bab 43 Berangkat
44
Bab 44 Cyrus Wise
45
Bab 45 Palace Blossom
46
Bab 46 Lily
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Roke
49
Bab 49 Line dan Riric
50
Bab 50 Berburu monster lagi
51
Bab 51 Surat undangan
52
52 Istana Argentum
53
Bab 53 Istana Argentum (2)
54
Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55
Bab 55 Pelayan pribadi
56
Bab 56 Ani
57
Bab 57 Resor
58
Bab 58 Hari Pernikahan
59
Bab 59 Hari Pernikahan 2
60
Bab 60 Persaingan
61
Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62
Bab 62 Tarian Pedang
63
Bab 63 Abu Krystal
64
Bab 64 Melihat Cahaya
65
Bab 65 Teman lama
66
Bab 66 Sabrina Luves
67
Bab 67 Saingan
68
Bab 68 Bangun
69
Bab 69 Hari - hari biasa
70
Bab 70 Surat
71
Bab 71 Hukuman
72
Bab 72 Oci
73
Bab 73 Menemui Raja
74
Bab 74 D'zem Lor
75
75 Meracik Ramuan
76
76 Ruang yang di sembunyikan
77
Bab 77 Hewan Dewa
78
Bab 78 Sebelum badai datang
79
Bab 79 Padang pasir
80
Bab 80 Sihir Hitam
81
Bab 81 Membersihkan Sampah
82
Bab 82 Ramuan Obat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!