Bab 4 Saudara

Caroline terus berjalan menuju ruang ayahnya. Aland yang bingung dengan perkataan kakaknya pergi mengikuti diam – diam tanpa diketahui oleh pengawal dan pelayan yang ada diistana.

Saat Caroline sampai didepan pintu, Caroline diam dan tersenyum saat melihat baju adiknya dibalik pilar.

“Yang mulia ini Caroline,” teriak Caroline. Diluar tidak ada penjaga yang menjaga pintu karena saat Caroline datang yang mulia raja membiarkan penjaga pergi terlebih dahulu.

Setelah itu Caroline masuk keruang kerja Raja, Caroline sengaja tidak menutup rapat pintu itu. Aland mengikuti Caroline dan mengintip dari sela pintu. Kenapa tidak ada penjaga sama sekali di ruangan ini? Biasanya saat Aland datang pasti selalu ada penjaga yang menjaga pintu ini. Aland berhenti memikirkannya dan terus melihat.

“Caroline menghadap yang mulia raja.” Caroline memberi salam kepada yang mulia raja.

“Baiklah kita akan memulainya.” Raja berdiri dan mengambil alat di lemari kerjanya.

Caroline mundur sedikit. “ tapi yang mulia, aku baru saja pulih dan beberapa hari yang lalu juga yang mulia-“

“Apa kau ingin melawanku?” yang mulia raja memotong perkataan Caroline.

“ …. “ Caroline hanya diam. Dia ingin sekali memukul pria tua ini.

Caroline mulai menyerahkan pergelangan tangannya.

Melihat putrinya tidak melawan lagi, yang mulia merasa puas. “Kau tahu … kau harus menjalankan tugasmu dengan baik.”

“Ibumu adalah ksatria dan kau mewarisi mana dari ibumu, jadi kau harus membantu menjaga kerajaan ini dengan memberikan manamu.”

“Terutama adikmu yang akan menjadi raja dimasa depan … kamu harus memberikan kekuatanmu untuk menjaga adikmu,” ucap raja.

Caroline diam dan memikirkan ingatan yang dia dapat, yang mulia raja selalu membahas topik ini saat ingin mengambil mana Caroline. Dia tahu bahwa Caroline sangat menyayangi ibu dan adiknya meskipun adiknya yang tidak tahu diri itu membencinya.

Saat ini yang mulia raja mulai membuka lapisan yang ada dilantai. “Berdirilah disini.” Perintah raja.

Caroline berjalan dan masuk kedalam lingkaran sihir yang ada dilantai. Saat Caroline masuk kedalam lingkarang sihir, lingkaran itu mulai bercahaya seakan diaktifkan oleh tubuh Caroline sendiri.

Pergelangan Caroline yang diberikan sebuah gelang mulai bercahaya, pada saat itulah Caroline bereaksi.

“Aaaaaaaargh!” Caroline berteriak kesakitan.

Yang mulia yang melihat ini sangat senang, baru beberapa hari dia mengambil mana nya, tetapi sekarang anaknya masih memiliki mana yang banyak.

“Tahan sebentar ini semua demi kerajaan dan adikmu … kamu harus memberikan manamu,” ucap Raja dengan sangat senang.

“Aarrrrrrrrgh …. AAARggggh …” Caroline sangat kesakitan, dia mengeluarkan air matanya dan keringat keluar dari tubuhnya. F***ck Br*****k sial ini sangat sakit sekali, dia kira tidak akan sesakit ini. Dia menuruti raja agar adiknya melihat apa yang terjadi pada caroline, sekarang dia menyesal ini sangat menyakitkan.

Aland yang melihat dari balik pintu merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang, bagaimana bisa ayahnya melakukan ini. Dia ingin masuk kedalam untuk menghentikan ini, tetapi dia tidak bisa masuk karena ada pelindung dari lingkaran sihir. Aland memegang pedang yang dibawanya dan memejamkan matanya, tidak sanggup melihat ini.

Beberapa menit kemudian, akhirnya selesai. Caroline terbaring lemah dilantai.

Raja melihat mana yang terkumpul ditabung besar dalam ruangannya, sangat banyak persediaan mana. Dia yakin akan menang dalam peperangan ini.

“Bangunlah jangan pura – pura lemah … pergi keruanganmu untuk memulihkan manamu,” ucap yang mulia raja dengan acuh tak acuh.

Caroline sangat kesal dengan perkataan saja, dia melihat raja dengan tatapan kejam. Lihat saja bagaimana dia akan membalas ini semua.

Caroline berusaha berdiri, dia terengah – engah. Tubuh ini baru saja pulih, tetapi raja sial ini tidak memperdulikan putrinya sama sekali.

Saat raja sedang asik melihat tabung mana, Caroline keluar berjalan dengan lemah.

“Kakak,” Aland melihat Caroline berjalan dengan lemah keluar. Ini pertama kalinya dia melihat Caroline seperti ini. Caroline yang dia tahu adalah Caroline yang dingin dan kuat. Dia merasa bersalah sekarang.

Caroline melihat Aland yang menatapnya dengan sedih. Dia tidak punya tenaga untuk mengobrol, jadi Caroline mengabaikan Aland dan pergi begitu saja.

“Kakak biar aku bantu,” Aland memegang tangan Caroline.

Caroline menolaknya dan terus berjalan. Dia sangat membenci orang – orang yang ada disini.

“Kakak,” Aland tidak menyangka Caroline menolaknya.

Caroline melirik sekilas dan terus berjalan dengan lemah. “Menjauhlah … aku bukan kakakmu,” ucap Caroline dengan lemah.

“Sejak kapan kau menganggap aku sebagai kakakmu?”

Aland bergidik mendengar ucapan Caroline. Benar dia tidak pernah menganggap Caroline sebagai kakaknya. Dimatanya dia hanya memiliki Edelyn sebagai kakaknya.

Aland menggertakkan giginya. “Biarkan aku membantumu kali ini,” ucap Aland.

Caroline melirik adik itu dan mengabaikannya lagi, berjalan meninggalkan Aland sendirian di lorong istana. Aland yang ditolak oleh kakaknya hanya bisa melihat punggung kakaknya.

Aland pergi berjalan dan memikirkan apa yang baru saja dia lihat.

“Aland!” panggil Edelyn.

“Apa yang kamu lakukan?” tanyanya.

Aland melihat Edelyn dengan gaun yang indah dan pelayan yang melayaninya. Setelah di pikir – pikir, Caroline selalu menggunakan baju yang sama setiap tahun bahkan ada yang sedikit ditambal. Caroline juga tidak pernah memiliki pelayan yang mengikutinya.

“Aland?” panggil Edelyn.

“Ah … aku baru saja ingin kembali ke tempat pelatihan,” jawab Aland.

“Apa kau baik – baik saja berlatih setiap hari? Aku harap kamu tidak memaksakan dirimu,” ucap Edelyn dengan wajah khawatir.

“Aku harus berlatih untuk mejadi lebih kuat.” Aland memegang erat pedang yang ada di pinggangnya.

“Apakah itu perlu? Bukankah memiliki ksatria sudah cukup untuk melindungimu?” tanya Edelyn.

“Jika kau terluka maka hukum saja ksatria itu,” lanjut Edelyn.

Aland terkejut dengan perkataan Edelyn. Bagaimana bisa kakak yang baik hati mengatakan sesuatu seperti hukuman denga mudah?

Saat ini Aland mengingat perkataan Caroline.

“Kau harus terus berlatih untuk menjadi kuat, jangan bergantung pada ksatria.” Caroline saat itu melewati Aland yang sedang bersantai kabur dari kelas pedang.

“Apa maksudmu aku lemah?” teriak Aland marah.

“Tidak maksudku-“

“Aku bukan monster sepertimu.” Aland duduk mengabaikan Caroline.

Caroline ingin berbicara, tetapi dia tidak tahu apa yang ingin dikatakan. Dia mengigit bibirnya dan pergi meninggalkan Aland sendiri.

“Apa – apan itu,” ucap Aland mengerutkan kening.

Saat itu Aland sangat kesal, tapi sekarang dia tahu bahwa kakaknya Caroline hanya mengkhawatirkannya saja dan mana yang diberikan kakaknya demi dirinya sendiri.

Aland menggertakkan gigi, dia sangat kesal dengan dirinya sendiri.

“Aland? Ada apa denganmu hari ini?” tanya Edelyn.

Aland tersadar kembali. “Ah tidak sepertinya aku sedang tidak enak badan.”

“Aku pergi dulu.” Aland pergi meninggalkan Edelyn bersama pelayannya.

“Ha? apa dia meninggalkanku begitu saja?” Edelyn sangat kesal. Aland biasanya akan bermain dengannya dan bolos dari kelas pedang.

“Tuan Putri tenanglah … mungkin putra mahkota sedang banyak pikiran,” ucap Pelayan menenangkan Edelyn.

“Sudahlah ayo pergi.” Edelyn pergi bersama pelayannya.

Saat ini Caroline berbaring dikamar dengan keringat disekujur tubuhnya.

“Master … “ panggil demon dengan sedih.

“Aku tidak apa – apa … sebentar lagi akan pulih,” ucap Caroline berbaring memejamkan mata.

“Apa kau ingin aku membunuh Raja itu?” tanya Demon dengan serius.

Caroline membuka matanya melihat demon. “Jangan … Aland belum siap untuk mengambil tahta,” ucap Caroline. Meskipun dia tidak terlalu menyukai Aland, tetapi dia masih menghargai Caroline asli yang sangat menyayang adiknya.

Caroline berbaring dengan lelah dan berharap hari berakhir dengan cepat.

Akhir dari Bab 4.

Terpopuler

Comments

end

end

mafiax bodoh gue kira da jago n pibtar in mah aslix bodoh kecewa q baca langsung berhenti baca g jla

2025-03-27

0

Mifta Afandi

Mifta Afandi

goblok mau aja d perdata GK suka lah aq

2024-11-13

1

Osie

Osie

caroline bangkit donk..jgn mau di zolimi terus terusan

2024-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2 Bab 2 Dunia didalam Novel
3 Bab 3 Demon
4 Bab 4 Saudara
5 Bab 5 Keluar Istana
6 Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7 Bab 7 Mary Aurelius
8 Bab 8 Pelayan
9 Bab 9 Duke Cedric
10 Bab 10 Monster
11 Bab 11 Serigala besar
12 Bab 12 Rencana Raja
13 Bab 13 Sihir Hitam
14 Bab 14 Menuju Perbatasan
15 Bab 15 Batu di Goa
16 Bab 16 Perjalanan hari pertama
17 Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18 Bab 18 Tanaman Merambat
19 Bab 19 Batu Monster
20 Bab 20 Evan Davis
21 Bab 21 Camp perbatasan
22 Bab 22 Strategi
23 Bab 23 Menjadi Tawanan?
24 Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25 Bab 25 Goa
26 Bab 26 Pedang
27 Bab 27 Strategi
28 Bab 28 Perisapan Perang
29 Bab 29 Penyerangan
30 Bab 30 Menyerah dan kalah
31 Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32 Bab 32 Titah Raja Argentum
33 Bab 33 Sebelum keributan
34 Bab 34 Sebelum keributan (2)
35 Bab 35 Ratu Bianca
36 Bab 36 Perselingkuhan
37 Bab 37 Perselingkuhan (2)
38 Bab 38 Istana Dingin
39 Bab 39 Pesta Dansa
40 Bab 40 Pesta Dansa (2)
41 Bab 41 Brian La Frins
42 Bab 42 Rencana selanjutnya
43 Bab 43 Berangkat
44 Bab 44 Cyrus Wise
45 Bab 45 Palace Blossom
46 Bab 46 Lily
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Roke
49 Bab 49 Line dan Riric
50 Bab 50 Berburu monster lagi
51 Bab 51 Surat undangan
52 52 Istana Argentum
53 Bab 53 Istana Argentum (2)
54 Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55 Bab 55 Pelayan pribadi
56 Bab 56 Ani
57 Bab 57 Resor
58 Bab 58 Hari Pernikahan
59 Bab 59 Hari Pernikahan 2
60 Bab 60 Persaingan
61 Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62 Bab 62 Tarian Pedang
63 Bab 63 Abu Krystal
64 Bab 64 Melihat Cahaya
65 Bab 65 Teman lama
66 Bab 66 Sabrina Luves
67 Bab 67 Saingan
68 Bab 68 Bangun
69 Bab 69 Hari - hari biasa
70 Bab 70 Surat
71 Bab 71 Hukuman
72 Bab 72 Oci
73 Bab 73 Menemui Raja
74 Bab 74 D'zem Lor
75 75 Meracik Ramuan
76 76 Ruang yang di sembunyikan
77 Bab 77 Hewan Dewa
78 Bab 78 Sebelum badai datang
79 Bab 79 Padang pasir
80 Bab 80 Sihir Hitam
81 Bab 81 Membersihkan Sampah
82 Bab 82 Ramuan Obat
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2
Bab 2 Dunia didalam Novel
3
Bab 3 Demon
4
Bab 4 Saudara
5
Bab 5 Keluar Istana
6
Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7
Bab 7 Mary Aurelius
8
Bab 8 Pelayan
9
Bab 9 Duke Cedric
10
Bab 10 Monster
11
Bab 11 Serigala besar
12
Bab 12 Rencana Raja
13
Bab 13 Sihir Hitam
14
Bab 14 Menuju Perbatasan
15
Bab 15 Batu di Goa
16
Bab 16 Perjalanan hari pertama
17
Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18
Bab 18 Tanaman Merambat
19
Bab 19 Batu Monster
20
Bab 20 Evan Davis
21
Bab 21 Camp perbatasan
22
Bab 22 Strategi
23
Bab 23 Menjadi Tawanan?
24
Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25
Bab 25 Goa
26
Bab 26 Pedang
27
Bab 27 Strategi
28
Bab 28 Perisapan Perang
29
Bab 29 Penyerangan
30
Bab 30 Menyerah dan kalah
31
Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32
Bab 32 Titah Raja Argentum
33
Bab 33 Sebelum keributan
34
Bab 34 Sebelum keributan (2)
35
Bab 35 Ratu Bianca
36
Bab 36 Perselingkuhan
37
Bab 37 Perselingkuhan (2)
38
Bab 38 Istana Dingin
39
Bab 39 Pesta Dansa
40
Bab 40 Pesta Dansa (2)
41
Bab 41 Brian La Frins
42
Bab 42 Rencana selanjutnya
43
Bab 43 Berangkat
44
Bab 44 Cyrus Wise
45
Bab 45 Palace Blossom
46
Bab 46 Lily
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Roke
49
Bab 49 Line dan Riric
50
Bab 50 Berburu monster lagi
51
Bab 51 Surat undangan
52
52 Istana Argentum
53
Bab 53 Istana Argentum (2)
54
Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55
Bab 55 Pelayan pribadi
56
Bab 56 Ani
57
Bab 57 Resor
58
Bab 58 Hari Pernikahan
59
Bab 59 Hari Pernikahan 2
60
Bab 60 Persaingan
61
Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62
Bab 62 Tarian Pedang
63
Bab 63 Abu Krystal
64
Bab 64 Melihat Cahaya
65
Bab 65 Teman lama
66
Bab 66 Sabrina Luves
67
Bab 67 Saingan
68
Bab 68 Bangun
69
Bab 69 Hari - hari biasa
70
Bab 70 Surat
71
Bab 71 Hukuman
72
Bab 72 Oci
73
Bab 73 Menemui Raja
74
Bab 74 D'zem Lor
75
75 Meracik Ramuan
76
76 Ruang yang di sembunyikan
77
Bab 77 Hewan Dewa
78
Bab 78 Sebelum badai datang
79
Bab 79 Padang pasir
80
Bab 80 Sihir Hitam
81
Bab 81 Membersihkan Sampah
82
Bab 82 Ramuan Obat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!