Bab 9 Duke Cedric

Caroline sangat puas dengan apa yang dia lakukan barusan. Suasana hatiku sangat bagus sekarang.

Setelah beberapa saat Caroline tiba di aula kerajaan. Dia berada disini lagi, didepan orang – orang yang memandangnya lemah.

“Caroline!” teriak Raja.

Caroline melihat keatas dan melihat Edelyn menangis dipangkuan ibunya.

“Caroline menghadap yang mulia.” Caroline memberi salam kepada raja.

“Apa kau tahu kesalahanmu?” tanya yang mulia Raja.

“Tidak,” jawab Caroline.

“Kakak … aku tahu kakak menginginkan perhiasanku … tapi aku mohon kembalikan kalung itu, itu adalah kalung yang sangat aku sukai.” Edelyn menangis menyalahkan Caroline.

“Darimana kau tahu kalau itu aku?” tanya Caroline.

“Pelayanku melihatmu diam – diam memasuki kamarku,” ucap Edelyn.

Caroline melihat Edelyn dengan tatapan aneh. Apakah ini benar – benar pahlawan wanita? Menggunakan trik rendahan, itu sama sekali tidak estetik.

“Kalau memang aku yang mencuri silahkan periksa saja kamarku,” ucap Caroline.

Saat ini pengawal masuk keaula. “Yang mulia kami tidak menemukan apa – apa!” teriak pengawal.

“Tidak mungkin!” teriak Edelyn.

“Maksudku pasti ada disuatu tempat.” Edelyn segera mengubah suaranya.

“Kami sudah mencarinya tetapi tidak ada.”

Mendengar ini Edelyn menatap pelayan yang dia suruh untuk menyelesaikan tugas itu. Pelayan itu bingung kenapa barang itu tidak ada?

“Bukan aku yang mencurinya,” ucap Caroline.

Raja mengerutkan kening, dia melihat Edelyn dengan tatapan tajam. Edelyn bergidik karena ditatap Raja.

“Mungkin ini hanya kesalah pahaman … mungkin Edelyn menjatuhkannya di suatu tempat,” ucap Ratu Bianca, dia tahu ini tidak berjalan sesuai Rencana.

“Tapi-“

Ratu Bianca menatap Edelyn agar berhenti berbicara. Pelayan yang ditugaskan itupun mulai gemetar. Dimana kalung itu? Dia melihat kearah Caroline dan melihat Caroline tersenyum kepadanya.

Pelayan itu mundu sedikit dan tersandung jatuh kebelakang.

“Aaa.” Teriak pelayan itu.

Saat terjatuh, sesuatu keluar dari kantong pelayan itu. Semua orang melihatnya, itu kalung Edelyn!

Edelyn terkejut. “Kenapa kalungku berada dikantungmu?” teriak Edelyn. Bukankah dia bilang dia sudah menyelesaikan tugasnya?

Pelayan itu juga tidak menyangka kenapa kalung itu ada dikantungnya? Dia sudah menaruhnya kedalam lemari-

Pelayan itu melirik Caroline lagi. “Itu putri Caroline yang melakukannya … putri Caroline yang menaruhnya dikantungku!!” teriak pelayan itu.

“Yang mulia raja percayalah padaku!” pelayan itu menangis ketakutan dan bersujud di depan yang mulia raja.

“Seret dia keruang bawah tanah!!” teriak yang mulia raja.

“Tidak !! aku tidak bersalah … Tuan putri tolong lah aku!” teriak pelayan itu menarik gaun Edelyn.

“Apa yang kalu lakukan? Kau telah mencuri kalungku kau harus menerima hukumannya,” ucap Edelyn. Itu karena kebodohannya jangan salahkan dia.

Pelayan tersebut tidak menyangka putri Edelyn lepas tangan. Saat ini dia telah di tarik paksa oleh pengawal. “Tidak!! Ini bukan aku ini bukan aku!!!”

“Aku tidak menyangka pelayanku sendiri mencuri kalungku,” ucap Edelyn dengan tangis diwajahnya.

Caroline melihat pelayan yang diseret keluar, lalu melihat Edelyn yang sedang berakting menangis. Heh … Tuan yang tidak bertanggung jawab.

“Semua ini adalah kesalahpahaman … kita sudahi sampai disini.”

“Tungu!!” teriak Caroline.

Raja dan yang lainnya berhenti melihat Caroline.

“Ada apa lagi? aku bilang ini sudah selesai,” ucap Raja mengerutkan kening.

“Aku belum mendapatkan keadilan,” ucap Caroline.

“Pelayan itu akan dihukum berat,” jawab Raja.

“Aku ingin Edelyn meminta maaf padaku,” ucap Caroline.

“Apa?! kenapa aku harus meminta maaf?!” teriak Edelyn dengan mata melotot.

“Putri Caroline … yang bersalah adalah pelayan itu karena telah menuduhmu,” ucap Ratu Bianca dengan dingin.

“Bukankah ini salah tuannya karena tidak mengajari bawahannya dengan baik?” ucap Caroline dengan senyum diwajahnya.

“Kamu-“

“Apakah ini ajaran istana kerajaan kita? Mendengarkan pelayan? Bukan pelayan yang mendengar kita?” ucap Caroline.

Ratu Bianca menggertakkan gigi. “Yang terpenting pelayan itu sudah dihukum dengan pantas.”

Raja sangat lelah mendengar ini. “Edelyn minta maaflah,” ucap Raja.

“Ayah?!” Edelyn tidak percaya yang mulia akan menyuruhnya meminta maaf kepada kakaknya yang rendahan ini.

“Apa kau tidak mendengarku?!” teriak raja dengan wajah dingin. Dia tahu ini adalah kelakuan Edelyn yang ingin memfitnah Caroline, tidak disangka ini akan gagal. Sangat menghabiskan waktu.

Edelyn bergidik dan langsung meminta maaf. “Aku minta maaf atas kesalahan pelayanku,” ucap Edelyn dengan suara gemetar karena marah.

Caroline tidak puas dengan permintaan maaf ini, tetapi ini sudah cukup baginya untuk membuat Edelyn diam sementara.

“Aku akan memaafkanmu,” ucap Caroline.

“Ayo semua kita kembali.” Raja menyuruh semuanya untuk bubar.

Caroline keluar dari aula. Akhirnya selesai, dia sangat ingin berbaring dikasurnya yang empuk.

“Kakak! Apa kau baik – baik saja?” Aland tiba – tiba muncul memegang pundak Caroline.

“Darimana saja kau?” tanya Caroline.

“Aku tadi pergi kepelatihan dan mendengar pengawal mengatakan kalau kau mencuri kalung kak Edelyn,” ucap Aland.

“Ini sudah selesai,” jawab Caroline. Benar – benar tidak berguna.

Caroline pergi meninggalkan Aland. “Kakak-“

“Aland! apa yang kau lakukan?” panggil Edelyn.

Aland melihat Edelyn dengan mata merah. “Kak Edelyn apa kau baru saja menangis?” tanya Aland dengan cemas.

“Ya … kau tahu pelayan itu …” Edelyn mengeluh kepada Aland, dia menceritakan semua yang terjadi.

Caroline berhenti dan melihat Aland yang mengkhawatirkan Edelyn. “Sepertinya semua lelaki lemah dengan wanita yang lembut,” gumam Caroline.

Diperbatasan.

“Ah!” teriak seorang wanita.

“Beraninya kau menyentuhku?” ucap duke.

“Duke!” teriak ajudannya.

“meskipun kau keluarga jauh yang mulia raja aku tidak akan segan – segan padamu,” ucap Duke dengan wajah dingin.

“A-aku … “ wanita itu gemetar. Awalnya yang mulia raja mengatakan kalau dia ingin Duke segera menikah. Dia dengan sukarela datang keperbatasan untuk menemuinya, dia kira duke akan terharu dengan kedatangannya. Ternyata itu berbeda dengan apa yang dia bayangkan.

“Antar dia pulang,” ucap Duke sambil mencubit ujung alisnya.

“Nona ayo berdiri,” ucap sang Ajudan.

Wanita tersebut dengan cepat berdiri dan keluar dengan air mata. Dia sangat menyesal sudah datang kesini.

Setelah wanita itu pergi akhirnya ruangan menjadi tenang kembali. Bisa – bisanya yang mulia raja mengirimkan wanita ke perbatasan!

Duke bersandar dikursinya. Dia tahu maksud dan tujuan yang mulia rajam dia ingin mengendalikannya dengan menikahinya dengan keluarganya. Jika tidak bisa dia akan menikahkannya dengan anak yang berstatus rendah sehingga tidak mengancam raja.

Duke adalah orang yang berpotensi mengambil alih tahta. Ayahnya adalah adik dari raja sebelumnya, kekuatan ayahnya sangat kuat dan melebihi sang raja itu sendiri. Oleh karena itu raja terdahulu meracuni ayahnya. Setelah ayahnya dibunuh tidak disangka anaknya memiliki kekuatan seperti ayahnya.

Pada saat itu banyak sekali pembunuh bayaran yang menghampirinya dan juga racun banyak diberikan kepadanya. Tetapi itu semua gagal, pada saat itulah raja mengganti strateginya dan membuat dirinya sendiri berada dibawah kendali kerajaan.

“Duke Cedric! Semu ada disini,” ucap ajudan.

Cedric berdiri dan mengambil baju perangnya. “Baiklah saatnya kita memulai serangan,” ucap Duke Cedric.

Caroline kembali kekamarnya dan itu semua dalam keadaan berantakan. Sial! bisakah mereka merapikannya kembali setelah membongkarnya?

Caroline dan Demon akhirnya membereskan lemari yang berantakan itu sendiri serta barang – barang yang jatuh dilantai. Sial! tidakkah kalian membiarkan aku beristirahat sebentar?

Akhir dari Bab 9.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

caroline perintahkan demon utk mengerjai ratu,raja sm adelyn... biar tambah seru

2024-08-15

0

Kusmawati Hartono

Kusmawati Hartono

next

2024-04-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2 Bab 2 Dunia didalam Novel
3 Bab 3 Demon
4 Bab 4 Saudara
5 Bab 5 Keluar Istana
6 Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7 Bab 7 Mary Aurelius
8 Bab 8 Pelayan
9 Bab 9 Duke Cedric
10 Bab 10 Monster
11 Bab 11 Serigala besar
12 Bab 12 Rencana Raja
13 Bab 13 Sihir Hitam
14 Bab 14 Menuju Perbatasan
15 Bab 15 Batu di Goa
16 Bab 16 Perjalanan hari pertama
17 Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18 Bab 18 Tanaman Merambat
19 Bab 19 Batu Monster
20 Bab 20 Evan Davis
21 Bab 21 Camp perbatasan
22 Bab 22 Strategi
23 Bab 23 Menjadi Tawanan?
24 Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25 Bab 25 Goa
26 Bab 26 Pedang
27 Bab 27 Strategi
28 Bab 28 Perisapan Perang
29 Bab 29 Penyerangan
30 Bab 30 Menyerah dan kalah
31 Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32 Bab 32 Titah Raja Argentum
33 Bab 33 Sebelum keributan
34 Bab 34 Sebelum keributan (2)
35 Bab 35 Ratu Bianca
36 Bab 36 Perselingkuhan
37 Bab 37 Perselingkuhan (2)
38 Bab 38 Istana Dingin
39 Bab 39 Pesta Dansa
40 Bab 40 Pesta Dansa (2)
41 Bab 41 Brian La Frins
42 Bab 42 Rencana selanjutnya
43 Bab 43 Berangkat
44 Bab 44 Cyrus Wise
45 Bab 45 Palace Blossom
46 Bab 46 Lily
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Roke
49 Bab 49 Line dan Riric
50 Bab 50 Berburu monster lagi
51 Bab 51 Surat undangan
52 52 Istana Argentum
53 Bab 53 Istana Argentum (2)
54 Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55 Bab 55 Pelayan pribadi
56 Bab 56 Ani
57 Bab 57 Resor
58 Bab 58 Hari Pernikahan
59 Bab 59 Hari Pernikahan 2
60 Bab 60 Persaingan
61 Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62 Bab 62 Tarian Pedang
63 Bab 63 Abu Krystal
64 Bab 64 Melihat Cahaya
65 Bab 65 Teman lama
66 Bab 66 Sabrina Luves
67 Bab 67 Saingan
68 Bab 68 Bangun
69 Bab 69 Hari - hari biasa
70 Bab 70 Surat
71 Bab 71 Hukuman
72 Bab 72 Oci
73 Bab 73 Menemui Raja
74 Bab 74 D'zem Lor
75 75 Meracik Ramuan
76 76 Ruang yang di sembunyikan
77 Bab 77 Hewan Dewa
78 Bab 78 Sebelum badai datang
79 Bab 79 Padang pasir
80 Bab 80 Sihir Hitam
81 Bab 81 Membersihkan Sampah
82 Bab 82 Ramuan Obat
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2
Bab 2 Dunia didalam Novel
3
Bab 3 Demon
4
Bab 4 Saudara
5
Bab 5 Keluar Istana
6
Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7
Bab 7 Mary Aurelius
8
Bab 8 Pelayan
9
Bab 9 Duke Cedric
10
Bab 10 Monster
11
Bab 11 Serigala besar
12
Bab 12 Rencana Raja
13
Bab 13 Sihir Hitam
14
Bab 14 Menuju Perbatasan
15
Bab 15 Batu di Goa
16
Bab 16 Perjalanan hari pertama
17
Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18
Bab 18 Tanaman Merambat
19
Bab 19 Batu Monster
20
Bab 20 Evan Davis
21
Bab 21 Camp perbatasan
22
Bab 22 Strategi
23
Bab 23 Menjadi Tawanan?
24
Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25
Bab 25 Goa
26
Bab 26 Pedang
27
Bab 27 Strategi
28
Bab 28 Perisapan Perang
29
Bab 29 Penyerangan
30
Bab 30 Menyerah dan kalah
31
Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32
Bab 32 Titah Raja Argentum
33
Bab 33 Sebelum keributan
34
Bab 34 Sebelum keributan (2)
35
Bab 35 Ratu Bianca
36
Bab 36 Perselingkuhan
37
Bab 37 Perselingkuhan (2)
38
Bab 38 Istana Dingin
39
Bab 39 Pesta Dansa
40
Bab 40 Pesta Dansa (2)
41
Bab 41 Brian La Frins
42
Bab 42 Rencana selanjutnya
43
Bab 43 Berangkat
44
Bab 44 Cyrus Wise
45
Bab 45 Palace Blossom
46
Bab 46 Lily
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Roke
49
Bab 49 Line dan Riric
50
Bab 50 Berburu monster lagi
51
Bab 51 Surat undangan
52
52 Istana Argentum
53
Bab 53 Istana Argentum (2)
54
Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55
Bab 55 Pelayan pribadi
56
Bab 56 Ani
57
Bab 57 Resor
58
Bab 58 Hari Pernikahan
59
Bab 59 Hari Pernikahan 2
60
Bab 60 Persaingan
61
Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62
Bab 62 Tarian Pedang
63
Bab 63 Abu Krystal
64
Bab 64 Melihat Cahaya
65
Bab 65 Teman lama
66
Bab 66 Sabrina Luves
67
Bab 67 Saingan
68
Bab 68 Bangun
69
Bab 69 Hari - hari biasa
70
Bab 70 Surat
71
Bab 71 Hukuman
72
Bab 72 Oci
73
Bab 73 Menemui Raja
74
Bab 74 D'zem Lor
75
75 Meracik Ramuan
76
76 Ruang yang di sembunyikan
77
Bab 77 Hewan Dewa
78
Bab 78 Sebelum badai datang
79
Bab 79 Padang pasir
80
Bab 80 Sihir Hitam
81
Bab 81 Membersihkan Sampah
82
Bab 82 Ramuan Obat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!