Bab 8 Pelayan

“Kakak!” Aland berlari mengejar kakaknya.

“Kenapa kau menerimanya begitu saja?” tanya Aland dengan kesal.

“Kau bisa saja menolaknya dan –“ Aland berhenti. Dia berpikir kalau kakaknya sangat kuat dan bisa melawan ayahnya.

“Tidak masalah ini yang aku inginkan,” ucap Caroline.

Caroline bisa saja melawan Raja hanya saja ini bukan saatnya.

“Tapi-“

“Sudahlah aku sangat lelah … lagi pula itu juga masih lama,” Caroline tahu kalau raja akan menunda keberangkatannya karena ada masalah.

“Maksudmu?” tanya Aland.

Caroline tidak menjawab dan hanya melambaikan tangan kepada Aland tanpa melihatnya.

Saat berjalan Caroline melihat pelayan berkumpul di taman dan tertawa membicarakan sesuatu.

“Apa kau mendengarnya?”

“Tuan putri Caroline akan dikirim keperbatasan untuk berperang.”

“Benarkah itu?”

“Ya … tuan putri Edelyn sendiri yang mengatakannya kepadaku,” ucap pelayan itu dengan sombong.

“Baguslah … kita tidak akan melihat putri Caroline lagi.”

“Saat aku melihat putri Caroline itu sangat suram dan menyebalkan.”

“Ya … dia hanya putri yang dibuang tidak ada yang bisa diharapkan,” ucap pelayan itu.

“Dia dan ibunya sama saja … sama – sama terbuang … hahaha.”

“Hei … pelankan suara kalian … bagaimana jika putri Caroline dengar!”

“Biarkan saja … apa yang bisa dia lakukan? Aku adalah pelayan Putri Edelyn,” ucapnya bangga. Dia percaya jika dekat dengan putri Edelyn maka dia bisa berlindung dibalik sayap putri Edelyn.

“Sraaaak!” terdengar suara air.

“Apa – apaan?!”

Para pelayan itu terkejut dengan siraman yang tiba – tiba. “Sesi apa kau baik – baik saja?”

“Siapa yang berani menyiramku?!” teriak sesi pelayan putri Edelyn.

“Aku.” Caroline berdiri dengan kedua tangan dilipat dibawah dadanya.

Pelayan itu berbalik dan melihat putri Caroline berdiri dibelakangnya dengan angkuh.

Sesi tidak menyukai putri Caroline, dia segera berdiri dan menujuk Caroline. “Berani – beraninya kamu-“

“PLAk!” terdengar suara tamparan yang renyah.

“Kamu-“

“PLAK!!”

“PLAK!!”

“PLAK!!”

Caroline terus menampar pipi pelayan itu dengan keras bergantian sebelah kanan dan kiri. Pelayan lain melihat ini mereka ketakutan dan gemetar.

Setelah beberapa saat Caroline akhirnya berhenti. “Apa kau mengatakan sesuatu tadi?” tanya Caroline sambil mengipas tangannya yang dia gunakan untuk menampar.

Pelayan itu jatuh dengan pipi bengkak. Dia memegang pipinya dengan gemetar, apa yang merasuki putri Caroline?! Biasanya dia hanya diam dan tidak mengatakan apa – apa.

Caroline berjongkok dan memegang wajah pelayan itu dengan kuat. “Dengar … kau pikir aku takut pada tuan putri kecilmu itu?” ucap Caroline dengan mata yang tajam.

Pelayang itu gemetar ketakutan. “Aku bisa membuat putri kecilmu itu menjadi bengkak seperti ini.” Caroline mendorong wajah pelayan itu dan berdiri sambil membersihkan tangannya.

“Bawa pelayan ini pergi, jangan sampai dia muncul didepanku,” ucap Caroline dengan dingin.

“B-baik Putri … ayo sesi.” Pelayan lainnya dengan cepat kabur membawa sesi pergi dari hadapan tuan putri Caroline.

Setelah melihat mereka pergi, Caroline mulai berjalan lagi dan tersenyum puas.

“Anda sepertinya dalam mood yang baik setelah menampar pelayan itu master!” ucap Demon.

“Yah … ini cukup menyenagkan,” jawab Caroline dengan santai.

“Apa kekuatanmu sudah terkumpul?” tanya Caroline.

“Sedikit lagi 100% terkumpul,” jawab Demon.

“Bagus.” Setelah ini Caroline bisa memanggil Demon untuk bertarung bersamanya. Caroline menyuruh Demon untuk fokus mengumpulkan kekuatannya karena dia tidak ingin mengeluarkan senjata yang hanya baru setengah jadi.

“Sekarang apakah kita akan pergi kemedan perang?” tanya Demon.

“Belum saatnya.” Sebentar lagi ajudan akan datang kekamarnya dan mengabarkan sesuatu.

“Aku tidak sabar ingin melakukan hal yang gila,” ucap Caroline dengan senyum licik diwajahnya.

“Hal gila apa?” tanya Demon.

“Kau akan tahu nanti.” Caroline terus berjalan menuju kamarnya.

Setelah sampai dikamar Caroline melihat pelayan sedang membersihkan kamarnya. Berjalan masuk, Caroline melihat tatapan pelayan yang menatapnya dengan menjijikkan. Caroline ingat ini adalah salah satu pelayan Edelyn. Kenapa dia bertugas disini?

Caroline tersenyum dan berjalan menuju kasur.

“Kamu … siapa namamu?” tanya Caroline.

Pelayan itu berbalik dan melihat Caroline dengan bahu tegak. “Apa aku harus memberitahumu?” ucap pelayan itu.

Mendengar jawaban ini Caroline tersenyum. “Tidak … pergilah jika sudah selesai.”

Pelayan itu mendengus dan pergi dari kamar Caroline segera. Dia sudah menyelsaikan tugas yang diberikan oleh Edelyn. Haha aku pasti akan mendapatkan perhiasan dari tuan putri.

Caroline diam sesaat melihat pintu yang ditutup. “Cari barang kotor seperti apa yang ditaruh dikamarku,” ucap Caroline.

“Baik master.” Demon segera terbang mengelilingi kamar Caroline serta masuk kedalam lemari.

“Master aku menemukan sesuatu,” teriak Demon.

“Apa?!” Caroline melihat kedalam lemarinya. Ini adalah perhiasan yang sering digunakan Edelyn.

“Oh disini ada juga!” teriak Demon lagi.

Dibawah bantal Caroline terdapat boneka dan sebuha jimat. “Bukankah ini adalah hal – hal untuk terhubung dengan sihir hitam?!” ucap Demon.

“Berani – beraninya dia melakukan ini kepada master!!” Demon mulai mengerang ganas.

“Mereka memberikan hadiah ini untukku … maka aku harus mengirim hadiah yang sama untuknya.”

“Adikku benar – benar putri yang manis,” ucap Caroline.

“Hadiah?” Demon memiringkan kepalanya bingung dengan pernyataan masternya.

“Apa kau sudah mengumpulkan kekuatanmu 100%?” tanya Caroline.

“Aku akan melihatnya.” Demon menghilang untuk melihat kekuatan yang sudah terkumpul.

“Master ini sudah puli sepenuhnya!” teriak Demon dengan senang.

“Heh … bagus sekali,” ucap Caroline.

“Apa kau bisa memegang benda ini tanpa aku memanggilmu?” tanya Caroline.

“Tentu!” Demon menggigit perhiasan dan benda sihir hitam yang diberikan Caroline.

“Apa orang lain bisa melihat ini?” tanya Caroline.

“Tidak,” jawab Demon sambil mengibaskan ekornya.

“Hooo! Cukup bagus,” ucap Caroline dengan bangga.

“Baiklah aku akan memberikan tugas pertamamu.” Caroline mengatakan sesuatu kepada Demon.

Setelah mendengar ini Demon sangat senang. “Aku akan segera kembali.” Demon menghilang entah kemana.

Caroline akhirnya bisa bersantai, dia ingin mandi dan berganti pakaian.

Setelah Caroline selesai mandi dan hendak berbaring, pintu tiba – tiba dibuka. “Ini dia pelakunya aku tadi melihatnya!” teriak seorang pelayan.

Caroline berbalik dan melihat banyak orang berkumpul. Bisakah kalian membiarkan aku beristirahat sejenak? Dia bahkan belum memberekan barang – barangnya untuk pergi keperbatasan.

“Tuan Putri maafkan kami.” Pengawal itu menarik tangan Caroline.

Caroline mengernyit dan menghindar. “Berani – beraninya kalian memegang tanganku!” teriak Caroline.

“Seret Tuan Putri sekarang … ini perintah yang mulia raja!” teriak pelayan itu.

Berisik sekali! Caroline tidak menyangka mereka secepat ini menemuinya.

“Master panggil aku sekarang!” ucap Demon kesal.

“Apa alasan kalian telah membawaku?” tanya Caroline.

“Tuan Putri … bekerja samalah,” ucap seorang pengawal.

Caroline melirik pengawal yang mengatakan itu. Caroline menarik nafas untuk menenangkan dirinya. Dia sudah melakukan pencegahan jadi ini tidak apa – apa.

Caroline mengikuti pengawal itu. “Huh …” pelayan itu tersenyum jahat menatap Caroline.

Pelayan itu mengikuti dari belakang. “Demon lakukan tugasmu,” ucap Caroline melalui telepati.

Demon dengan senang hati menerima tugas dari masternya. Saat pelayan itu berjalan, dia tiba – tiba terjatuh dengan posisi memalukan

“A-pa kau baik – baik saja?” tanya seorang pengawal.

“Ya aku baik – baik saja.” Pelayan itu menundukkan kepalanya karena malu.

Saat hendak berdiri, air kotor tiba – tiba jatuh dari langit.

Mereka semua terdiam melihat ini dan sontak melihat keatas, itu tidak ada apa – apa. mengapa ada air kotor?

Pelayan dengan yang beridri dengan air kotor ditubuhnya meraa sangat kesal dan sangat malu.

“Haha … apa ini hukuman untuk orang jahat?” ucap Caroline dengan seringai diwajahnya.

Pelayan itu gemetar karena marah.

“Kamu … pasti kamu kan yang melakukannya? Kamu menggunakan sihir hitam!” teriak pelayan itu berjalan ingin menyerang Caroline.

“Hei!” pengawal menghentikannya.

“Bersihkan dirimu dulu … jangan tunda pekerjaan kami,” ucap pengawal itu sambil menutup hidungnya.

Pelayan itu melihat para pengawal menutup hidung, wajahnya semakin memerah karena malu dan marah.

“Lihat saja nanti kau akan dihukum!” pelayan itu berlari dengan cepat.

“Hahaha.” Caroline tertawa melihat itu.

“Kerja bagus Demon.”

“Ya … Demon yang terhebat,” ucap Demon dengan bangga.

Akhir dari bab 8.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

cih...raja sampah

2024-08-15

0

Ivan Fadilah Fadilah

Ivan Fadilah Fadilah

menarik

2024-05-04

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2 Bab 2 Dunia didalam Novel
3 Bab 3 Demon
4 Bab 4 Saudara
5 Bab 5 Keluar Istana
6 Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7 Bab 7 Mary Aurelius
8 Bab 8 Pelayan
9 Bab 9 Duke Cedric
10 Bab 10 Monster
11 Bab 11 Serigala besar
12 Bab 12 Rencana Raja
13 Bab 13 Sihir Hitam
14 Bab 14 Menuju Perbatasan
15 Bab 15 Batu di Goa
16 Bab 16 Perjalanan hari pertama
17 Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18 Bab 18 Tanaman Merambat
19 Bab 19 Batu Monster
20 Bab 20 Evan Davis
21 Bab 21 Camp perbatasan
22 Bab 22 Strategi
23 Bab 23 Menjadi Tawanan?
24 Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25 Bab 25 Goa
26 Bab 26 Pedang
27 Bab 27 Strategi
28 Bab 28 Perisapan Perang
29 Bab 29 Penyerangan
30 Bab 30 Menyerah dan kalah
31 Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32 Bab 32 Titah Raja Argentum
33 Bab 33 Sebelum keributan
34 Bab 34 Sebelum keributan (2)
35 Bab 35 Ratu Bianca
36 Bab 36 Perselingkuhan
37 Bab 37 Perselingkuhan (2)
38 Bab 38 Istana Dingin
39 Bab 39 Pesta Dansa
40 Bab 40 Pesta Dansa (2)
41 Bab 41 Brian La Frins
42 Bab 42 Rencana selanjutnya
43 Bab 43 Berangkat
44 Bab 44 Cyrus Wise
45 Bab 45 Palace Blossom
46 Bab 46 Lily
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Roke
49 Bab 49 Line dan Riric
50 Bab 50 Berburu monster lagi
51 Bab 51 Surat undangan
52 52 Istana Argentum
53 Bab 53 Istana Argentum (2)
54 Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55 Bab 55 Pelayan pribadi
56 Bab 56 Ani
57 Bab 57 Resor
58 Bab 58 Hari Pernikahan
59 Bab 59 Hari Pernikahan 2
60 Bab 60 Persaingan
61 Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62 Bab 62 Tarian Pedang
63 Bab 63 Abu Krystal
64 Bab 64 Melihat Cahaya
65 Bab 65 Teman lama
66 Bab 66 Sabrina Luves
67 Bab 67 Saingan
68 Bab 68 Bangun
69 Bab 69 Hari - hari biasa
70 Bab 70 Surat
71 Bab 71 Hukuman
72 Bab 72 Oci
73 Bab 73 Menemui Raja
74 Bab 74 D'zem Lor
75 75 Meracik Ramuan
76 76 Ruang yang di sembunyikan
77 Bab 77 Hewan Dewa
78 Bab 78 Sebelum badai datang
79 Bab 79 Padang pasir
80 Bab 80 Sihir Hitam
81 Bab 81 Membersihkan Sampah
82 Bab 82 Ramuan Obat
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2
Bab 2 Dunia didalam Novel
3
Bab 3 Demon
4
Bab 4 Saudara
5
Bab 5 Keluar Istana
6
Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7
Bab 7 Mary Aurelius
8
Bab 8 Pelayan
9
Bab 9 Duke Cedric
10
Bab 10 Monster
11
Bab 11 Serigala besar
12
Bab 12 Rencana Raja
13
Bab 13 Sihir Hitam
14
Bab 14 Menuju Perbatasan
15
Bab 15 Batu di Goa
16
Bab 16 Perjalanan hari pertama
17
Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18
Bab 18 Tanaman Merambat
19
Bab 19 Batu Monster
20
Bab 20 Evan Davis
21
Bab 21 Camp perbatasan
22
Bab 22 Strategi
23
Bab 23 Menjadi Tawanan?
24
Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25
Bab 25 Goa
26
Bab 26 Pedang
27
Bab 27 Strategi
28
Bab 28 Perisapan Perang
29
Bab 29 Penyerangan
30
Bab 30 Menyerah dan kalah
31
Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32
Bab 32 Titah Raja Argentum
33
Bab 33 Sebelum keributan
34
Bab 34 Sebelum keributan (2)
35
Bab 35 Ratu Bianca
36
Bab 36 Perselingkuhan
37
Bab 37 Perselingkuhan (2)
38
Bab 38 Istana Dingin
39
Bab 39 Pesta Dansa
40
Bab 40 Pesta Dansa (2)
41
Bab 41 Brian La Frins
42
Bab 42 Rencana selanjutnya
43
Bab 43 Berangkat
44
Bab 44 Cyrus Wise
45
Bab 45 Palace Blossom
46
Bab 46 Lily
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Roke
49
Bab 49 Line dan Riric
50
Bab 50 Berburu monster lagi
51
Bab 51 Surat undangan
52
52 Istana Argentum
53
Bab 53 Istana Argentum (2)
54
Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55
Bab 55 Pelayan pribadi
56
Bab 56 Ani
57
Bab 57 Resor
58
Bab 58 Hari Pernikahan
59
Bab 59 Hari Pernikahan 2
60
Bab 60 Persaingan
61
Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62
Bab 62 Tarian Pedang
63
Bab 63 Abu Krystal
64
Bab 64 Melihat Cahaya
65
Bab 65 Teman lama
66
Bab 66 Sabrina Luves
67
Bab 67 Saingan
68
Bab 68 Bangun
69
Bab 69 Hari - hari biasa
70
Bab 70 Surat
71
Bab 71 Hukuman
72
Bab 72 Oci
73
Bab 73 Menemui Raja
74
Bab 74 D'zem Lor
75
75 Meracik Ramuan
76
76 Ruang yang di sembunyikan
77
Bab 77 Hewan Dewa
78
Bab 78 Sebelum badai datang
79
Bab 79 Padang pasir
80
Bab 80 Sihir Hitam
81
Bab 81 Membersihkan Sampah
82
Bab 82 Ramuan Obat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!