Bab 10 Monster

“Duke Cedric!” panggil seorang ksatria wanita.

“Apa semua sudah siap?” tanya Duke Cedric

“Ya …semua sudah siap.”

“Baiklah .. tunggu aku,” ucap Duke.

“Baiklah.”

Ksatria wanita itu keluar dari tenda Duke dan kembali kerombongan.

“Dimana Duke?” tanya salah seorang ksatria.

“Sedang bersiap,” ucap Ksatria wanita itu.

“Leticia kamu adalah satu – satunya wanita yang bisa mendekati duke.”

“Iya … apa kau mendengarnya, yang mulia raja mengirim wanita lagi ketenda duke.”

“Tentu saja Duke menolak wanita itu dengan kasar.”

“Jika aku jadi wanita itu, itu akan membuatku trauma.”

Leticia mendengar ini dan tersenyum sedikit. Dia adalah satu – satunya ksatria wanita yang ada dikekaisaran. Dia adalah wanita bangsawan dengan gelar ksatria, ini adalah gelar yang cukup tinggi untuk wanita bangsawan. Meskipun dia sering bertarung tetapi dia bisa merawat diri dan bergaul dengan baik bersama wanita bangsawan lainnya.

Leticia di kenal sebagai sosial butterfly dikalangan bangsawan, bahkan yang mulia putri pun dekat dengannya.

“Bagaimana pun juga wanita yang sangat cocok dengan Duke kita hanya lah Nona Leticia.”

“Iya aku rasa begitu.”

Leticia sangat senang mendengar ini. “Jangan begitu … kita tidak tahu apa yang dipikirkan Duke,” ucap Leticia.

“Kalau begitu apakah kau menyukai Duke?” tanya ksatria lain.

“A-apa?! aku-“

“Apa yang kalian bicarakan?” terdengar suara seorang pria.

“Aku lihat kalian masih memiliki banyak waktu untuk bergosip,” lanjutnya.

“Tidak komandan kami.” Ksatria itu pergi segera setelah melihat komandan mereka.

Leticia hanya diam dan melihat pria itu dengan dingin. David … pria ini sejak lama sudah tidak menyukainya.

“Pergilah jika kau sudah selesai,” ucap David.

“Aku akan pergi sebelum kau perintah.” Leticia pergi dengan kesal setelah mendengar omongan David.

David melirik Leticia sambil mengernyitkan alisnya. Leticia adalah kandidat yang sangat cocok untuk Duke dari latar belakang dan kemampuan, hanya saja sifatnya tidak cocok untuk Duke. Leticia ini sedikit angkuh dan sombong.

David pernah melihat Leticia mengancam perempuan yang menyukai Duke secara diam – diam. Dia tidak menyerangnya langsung, dia menggunakan wanita bangsawan lain untuk membully wanita itu dengan begitu dia tidak mengotori namanya sendiri.

“Wanita yang licik tidak bisa masuk kedalam kediaman Duke,” gumam David.

“Apa yang kau lihat?” tanya Duke Cedric.

“Tidak ada,” jawab David.

“Ayo kita jalan,” ucap Duke.

“Bai Duke.” David menundukkan kepalanya dan mengikuti Duke dari belakang. Dia harus mencari wanita yang kuat untuk melindungi tuannya. Wanita kuat yang bisa melawan kekaisaran.

“Au …” teriak Caroline.

“Apa master baik – baik saja?” tanya Demon.

“Ya … aku rasa aku tidak bagus dalam hal ini,” ucap Caroline sambil memegang hasil bordirnya.

Hari ini Caroline menghadiri kelas menjahit bersama Edelyn. Dia tidak menyangka akan ada kelas ini dan juga mengapa bersama Edelyn?

“Aku dengar saat berkeliling, kalau ini semua permintaan Edelyn dan semua orang memujinya karena dia sangat baik pada master,” ucap Demon.

Caroline melirik Edelyn yang dengan santai membordir dan berbicara dengan gembira bersama guru mereka. “Baik apanya? Aku rasa dia sengaja melakukannya untuk memperlihatkan perandingan atara aku dan dirinya sendiri,” ucap Caroline.

“Sangat kekanak – kanakan,” lanjutnya.

“Tuang Putri Edely, seperti biasa bordiran anda sangat bagus dan sangat indah,” puji Guru.

“Terimakasih Baron Lyra,” ucap Edelyn dengan senyum.

Baron Lyra melirik karya Tuan Putri Caroline dan itu sangat tidak indah. “Tuan Putri saya rasa anda masih harus banyak berlatih lagi,” ucapnya dengan dingin. Dia tidak menyukai murid yang sangat lamban.

“Baron tenanglah … kakak Carolin hanya tidak ahli saja dalam hal ini,” ucap Edelyn.

Caroline berhenti dan melihat hasil bordirannya, sebenarnya ini cukup bagus. Kau bisa mengatakan ini adalah bentuk abstrak dan itu merupakan bagian dari seni.

Edelyn melihat wajahnya yang sama sekali tidak berubah, ini membuatnya kesal.

“Baron … apakah kita harus istirahat? Aku sangat haus,” ucap Edelyn.

“Aku rasa begitu.” Baron setuju begitu saja karena dia juga cukup haus.

Edelyn melambaikan tangannya kepada pelayan yang berdiri disebelahnya.

“Ambilkan Teh favoritku,” ucap Edelyn.

“Baik tuan putri.” Pelayan itu segera pergi untuk mengambil teh.

Beberapa saat kemudian pelayan itu kembali dan membawa meja teh untuk diminum.

“Ya … ampun mengapa kau hanya membawa dua gelas teh?” tanya Edelyn.

“Maaf Tuan putri saya rasa saya melupakannya,” jawab pelayan itu.

“Bagaimana ini …” Edelyn melirik Caroline.

“Tidak masalah,” ucap Caroline.

Pelayan itu segera menyeduh teh kedalam cangkir tersebut.

“Teh ini sangat wangi,” ucap Baron dengan takjub. Ini pertama kalinya dia menyicipi the yang sangat wangi.

“Benarkah? Baguslah kalau Baron menyukainya,” ucap Edelyn. Dia sebenarnya tidak ingin membagi teh favoritenya, tetapi kali ini dia akn membiarkan orang lain menyicipinya.

“Sayang sekali kak Caroline tida bisa mencicipinya,” ucap Edelyn lagi sambil mengangkat gelas berisi teh. Hahaha … apa kau iri denganku. Teruslah iri … hahahaha..

Saat Edelyn hendak menyesap tehnya, tiba – tiba gelas yang dia pegang direbut.

“Hmmm … ini tidak buruk tetapi tidak seenak yang dibayangkan,” ucap Caroline. Dia lebih menyukai teh racikannya sendiri.

Semua orang terdiam melihat tindakan Putri Caroline. “K-kau! Berani – beraninya merebut gelasku!!” teriak Edelyn dengan wajah merah karena marah.

“Bukannya tadi kau bilang sangat disayangkan kalau aku tidak bisa mencicipinya … aku tidak ingin kau sedih jadi aku mencicipnya,” jawab Caroline dengan senyum diwajahnya.

“K-kkauu!”

“Tuan Putri tenanglah,” ucap pelayan menenangkan Edelyn. Mereka tidak menyangka Putri Caroline akan melakukan tindakan ini.

Edelyn berusaha untuk tenang dan menarik nafas dalam – dalam. Dia tidak boleh meluapkan emosinya karena hal sepele seperti ini.

“Ehm … aku rasa teh nya sudah cukukp,” ucap Baron Lyra berusaha untuk mencairkan suasana. Dia rasa putri Edelyn dan putri Caroline tidak sedekat yang dikatakan rumor.

“Baiklah … maafkan aku karena ini gelas dan teh favoriteku,” ucap Edelyn sambil menyisir rambutnya kebelakang telinga.

“Oh aku baru ingat … hari ini para ksatria baru saja menangkap seekor monster .. apa Baron ingin melihatnya?” tanya Edelyn.

“Apa boleh?” Baron sebenarnya takut tetapi dia tidak bisa mengecewakan putri Edelyn.

“Tentu saja … ayo ikuti aku.” Edelyn segera berdiri dan mengajak Baron pergi untuk melihat.

“Baiklah.”

“Monster?” tanya Caroline dalam pikirannya.

“Ya tuan … aku baru saja melihatnya kemarin … itu sangat kuat,” ucap Demon.

“Apa lebih kuat darimu?” tanya Caroline.

“Tentu saja tidak,” jawab Demon dengan bangga.

“Baiklah aku akan melihatnya juga.” Caroline berdiri dan mengikuti Edelyn serta Baron Lyra dari belakang.

Mereka pergi kehalaman belakang, disana terdapat kandang monster yang sangat besar dan teriakan monster yang menakutkan.

“Kakak apa yang kau lakukan disini? Ini sangat berbahaya,” ucap Aland menghampiri Edelyn.

“Bukankah sudah dijinakkan?” tanya Edelyn.

“Ya sedikit tetapi belum sepenuhnya,” ucap Aland.

“Berarti itu sudah jinak,” ucap Edelyn lagi.

“Biarkan monster itu keluar! Aku ingin melihatnya,” ucap Edelyn.

“Tidak bisa!” teriak Aland.

“Apa kau membentakku?” Edelyn ingin menangis mengeluarkan air mata.

“Bukan … hanya saja-“

“Biarkan kak Caroline membukanya,” ucap Edelyn sambil menunjuk Caroline yang ada dibelakangnya.

“Apa? tidak bisa!” teriak Aland lagi.

“Bukankah Kak Caroline memiliki kekuatan dari ibu kandungnya?” tanya Edelyn.

“Tapi-“ Aland melirik Caroline.

Bocah ini sangat lemah? Dia bahkan tidak bisa menolak tawaran Edelyn?

Caroline tersenyum. “Baiklah aku akan membukanya.” Caroline melangkah kedepan.

“Benarkah? Terimakasih kakak,” ucap Edelyn dengan bahagia.

Mereka semua mundur dengan penjagaan ketat disekeliling mereka.

Hahaha … lihat saja apakah kau akan tercabik – cabik.

Akhir dari Bab 10

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

huh maunya si adelyn tu yg di cabik2..

2024-11-06

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

cih..trik murahan...adelyn

2024-08-15

0

Evi Yana

Evi Yana

kok blum up lg thor..
???

2024-03-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2 Bab 2 Dunia didalam Novel
3 Bab 3 Demon
4 Bab 4 Saudara
5 Bab 5 Keluar Istana
6 Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7 Bab 7 Mary Aurelius
8 Bab 8 Pelayan
9 Bab 9 Duke Cedric
10 Bab 10 Monster
11 Bab 11 Serigala besar
12 Bab 12 Rencana Raja
13 Bab 13 Sihir Hitam
14 Bab 14 Menuju Perbatasan
15 Bab 15 Batu di Goa
16 Bab 16 Perjalanan hari pertama
17 Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18 Bab 18 Tanaman Merambat
19 Bab 19 Batu Monster
20 Bab 20 Evan Davis
21 Bab 21 Camp perbatasan
22 Bab 22 Strategi
23 Bab 23 Menjadi Tawanan?
24 Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25 Bab 25 Goa
26 Bab 26 Pedang
27 Bab 27 Strategi
28 Bab 28 Perisapan Perang
29 Bab 29 Penyerangan
30 Bab 30 Menyerah dan kalah
31 Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32 Bab 32 Titah Raja Argentum
33 Bab 33 Sebelum keributan
34 Bab 34 Sebelum keributan (2)
35 Bab 35 Ratu Bianca
36 Bab 36 Perselingkuhan
37 Bab 37 Perselingkuhan (2)
38 Bab 38 Istana Dingin
39 Bab 39 Pesta Dansa
40 Bab 40 Pesta Dansa (2)
41 Bab 41 Brian La Frins
42 Bab 42 Rencana selanjutnya
43 Bab 43 Berangkat
44 Bab 44 Cyrus Wise
45 Bab 45 Palace Blossom
46 Bab 46 Lily
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Roke
49 Bab 49 Line dan Riric
50 Bab 50 Berburu monster lagi
51 Bab 51 Surat undangan
52 52 Istana Argentum
53 Bab 53 Istana Argentum (2)
54 Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55 Bab 55 Pelayan pribadi
56 Bab 56 Ani
57 Bab 57 Resor
58 Bab 58 Hari Pernikahan
59 Bab 59 Hari Pernikahan 2
60 Bab 60 Persaingan
61 Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62 Bab 62 Tarian Pedang
63 Bab 63 Abu Krystal
64 Bab 64 Melihat Cahaya
65 Bab 65 Teman lama
66 Bab 66 Sabrina Luves
67 Bab 67 Saingan
68 Bab 68 Bangun
69 Bab 69 Hari - hari biasa
70 Bab 70 Surat
71 Bab 71 Hukuman
72 Bab 72 Oci
73 Bab 73 Menemui Raja
74 Bab 74 D'zem Lor
75 75 Meracik Ramuan
76 76 Ruang yang di sembunyikan
77 Bab 77 Hewan Dewa
78 Bab 78 Sebelum badai datang
79 Bab 79 Padang pasir
80 Bab 80 Sihir Hitam
81 Bab 81 Membersihkan Sampah
82 Bab 82 Ramuan Obat
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2
Bab 2 Dunia didalam Novel
3
Bab 3 Demon
4
Bab 4 Saudara
5
Bab 5 Keluar Istana
6
Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7
Bab 7 Mary Aurelius
8
Bab 8 Pelayan
9
Bab 9 Duke Cedric
10
Bab 10 Monster
11
Bab 11 Serigala besar
12
Bab 12 Rencana Raja
13
Bab 13 Sihir Hitam
14
Bab 14 Menuju Perbatasan
15
Bab 15 Batu di Goa
16
Bab 16 Perjalanan hari pertama
17
Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18
Bab 18 Tanaman Merambat
19
Bab 19 Batu Monster
20
Bab 20 Evan Davis
21
Bab 21 Camp perbatasan
22
Bab 22 Strategi
23
Bab 23 Menjadi Tawanan?
24
Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25
Bab 25 Goa
26
Bab 26 Pedang
27
Bab 27 Strategi
28
Bab 28 Perisapan Perang
29
Bab 29 Penyerangan
30
Bab 30 Menyerah dan kalah
31
Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32
Bab 32 Titah Raja Argentum
33
Bab 33 Sebelum keributan
34
Bab 34 Sebelum keributan (2)
35
Bab 35 Ratu Bianca
36
Bab 36 Perselingkuhan
37
Bab 37 Perselingkuhan (2)
38
Bab 38 Istana Dingin
39
Bab 39 Pesta Dansa
40
Bab 40 Pesta Dansa (2)
41
Bab 41 Brian La Frins
42
Bab 42 Rencana selanjutnya
43
Bab 43 Berangkat
44
Bab 44 Cyrus Wise
45
Bab 45 Palace Blossom
46
Bab 46 Lily
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Roke
49
Bab 49 Line dan Riric
50
Bab 50 Berburu monster lagi
51
Bab 51 Surat undangan
52
52 Istana Argentum
53
Bab 53 Istana Argentum (2)
54
Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55
Bab 55 Pelayan pribadi
56
Bab 56 Ani
57
Bab 57 Resor
58
Bab 58 Hari Pernikahan
59
Bab 59 Hari Pernikahan 2
60
Bab 60 Persaingan
61
Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62
Bab 62 Tarian Pedang
63
Bab 63 Abu Krystal
64
Bab 64 Melihat Cahaya
65
Bab 65 Teman lama
66
Bab 66 Sabrina Luves
67
Bab 67 Saingan
68
Bab 68 Bangun
69
Bab 69 Hari - hari biasa
70
Bab 70 Surat
71
Bab 71 Hukuman
72
Bab 72 Oci
73
Bab 73 Menemui Raja
74
Bab 74 D'zem Lor
75
75 Meracik Ramuan
76
76 Ruang yang di sembunyikan
77
Bab 77 Hewan Dewa
78
Bab 78 Sebelum badai datang
79
Bab 79 Padang pasir
80
Bab 80 Sihir Hitam
81
Bab 81 Membersihkan Sampah
82
Bab 82 Ramuan Obat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!