Bab 3 Demon

Hari sudah mulai gelap. Caroline duduk di lantai yang dingin, dia jadi mengingat masa – masa dia menjadi gelandangan saat dia masih kecil.

“Kapan aku dikeluarkan dari sini?” Caroline menunggu dengan bosan. Dia ingin melihat dunia ini lebih jelas lagi.

“Apa aku harus meminta maaf?”

“Tapi aku tidak memiliki kesalahan.” Caroline berbaring dengan kedua tangan dibelakang kepalanya.

Melihat kesamping, ada batu yang cukup besar untuk dijadikan bantal.

“Uh …. Uh… “ Caroline mengambil batu itu.

“Kenapa sangat berat?” batu ini terlihat sangat ringan, tapi ternyata cukup berat.

Caroline masih berusaha untuk mengangkat menyeret batu itu. Saat Caroline berusaha keras menariknya, jarinya terluka terkena bagian tajam batu.

“Sial! Aku menyerah.” Caroline kembali berbaring dengan tangannya. jarinya masih terasa perih dan mengeluarkan darah.

“Sepertinya tubuh ini lama untuk pulih karena kehilangan banyak mana,” gumam Caroline melihat lukanya.

Caroline tahu dari novel kalau tubuh ini sangat cepat pulih seperti memiliki air suci ditubuhnya. Namun karena hukuman dari ayah yang tidak tahu diri itu, tubuh ini menjadi sangat lemah.

“Lihat saja aku akan membalas dendam,” ucap Caroline dengan kesal.

Saat Caroline memejamkan mata tiba – tiba ada cahaya yang sangat terang didalam ruangan. Caroline tidak bisa melihat apa – apa.

“Apa? apa aku akan mati lagi?” teriak Caroline.

Cahaya itu tiba – tiba redup. Caroline perlahan membuka matanya dan melihat benda yang melayang.

“Master!” terdengar suara anak kecil.

“Ha?” itu adalah seekor anjing hitam kecil yang berbicara padanya.

“Ayo kebawah … aku melihat cahaya mencurigakan dari tempat Putri Caroline!” teriak penjaga. Ada banyak penjaga yang datang ke ruang tahanan Caroline.

Saat mereka tiba, mereka hanya melihat Caroline yang sedang duduk.

“Aku tadi melihatnya,” ucap Penjaga itu dengan ragu.

Caroline melihat mereka dengan wajah dingin. “Apa yang kalian lakukan?” tanya Caroline dengan aura kejamnya.

“M-maaf tuan putri … sepertinya kami salah melihat.” Mereka semua kembali keatas.

“Apa kau lihat tatapan putri tadi?”

“Aku baru pertama melihatnya … dulu putri akan menatap kita dengan wajah dingin seperti orang mati.”

“Sssst … bisakah kau diam!”

Caroline tinggal sendirian dan mengeluarkan anak anjing itu. “Kenapa kau bisa bicara?” tanya Caroline.

“Aku makhluk dari ribuan tahun lalu … aku sudah tertidur sangat lama dan master telah membangunkanku,” ucap anak anjing itu.

“Aku tidak bisa memeliharamu … aku tidak punya makanan anjing juga,” ucap Caroline.

“Aku bukan anjing … aku serigala!” teriaknya.

“Master jangan buang aku … aku mohon … aku akan menjadi hewan yang baik.”

“dan juga tidak ada yang bisa melihatku selain master,” ucapnya.

Caroline masih tidak menjawab. “Eum … ak- aku bisa membantumu balas dendam,” ucapnya lagi.

“dengan tubuh kecilmu bagaimana kamu membantuku?” tanya Caroline.

“Jika kekuatanku pulih aku akan tumbuh menjadi serigala yang besar dan master bisa menggunakan kekuatanku sesuka hati,” ucapnya lagi.

“Hmm.. “ terdengar seperti pokemon.

Caroline tersenyum. “Baiklah aku menerimamu sebagai bawahanku,” ucap Caroline.

“Terimakasih master aku pasti akan sangat berguna,” ucap serigala kecil itu mengelilingi Caroline dengan bahagia.

“Jadi … siapa namamu?” tanya Caroline.

“Tolong berikan aku nama,” ucap serigala kecil itu.

Caroline diam, dia buruk dalam memberikan nama peliharaan.

Dikehidupan sebelumnya.

“Boss siapa nama karakter boss didalam game?”

“Cor,” Ucap Caroline dengan wajah datar.

“Pfft … hahaha …. Nama macam apa itu? Apa kau ingin mengecor sesuatu?”

Keesokan harinya di panti asuhan.

“Kakak tolong beri nama kelinci ini.”

“…..” Caroline melihat mata merah kelinci itu.

“Bagaimana kalau kelinci?” ucap Caroline dengan serius.

“……” anak kecil itu terdiam.

“Pfffft …. Ahahhaha”

Plak. Caroline melempar sendal kewajah bawahannya.

Sekian flashback Caroline dikehidupannya yang lalu. Melihat mata anak serigala yang penuh harap membuat Caroline merasa tertekan.

“Emmm ….” Caroline berpikir keras.

“Namamu adalah Demon,” ucap Caroline.

Mata anak serigala itu berbinar. “Terimakasih master.” Demon mengusap tubuhnya ketangan Caroline. Ini adalah nama yang diberikan master untuknya.

“Jadi apa kekuatanmu?” tanya Caroline.

“Aku memiliki sihir hitam dan aku bisa menyerang,” ucap Demon.

“Saat kekuatanku pulih master bisa memanggilku dan aku akan berubah dalam wujud serigala besar yang dapat dilihat oleh manusia,” ucapnya dengan bangga.

“dan aku bisa memanggil serigala yang lain … aku adalah Raja serigala,” lanjutnya.

“Bagaimana cara memulihkan kekuatanmu?” tanya Caroline.

“Itu master bisa memberikanku sedikit mana mu,” ucapnya.

“Hmmm … aku memiliki banyak mana … jadi itu bisa dilakukan,” ucap Caroline.

“Apa ada lagi yang sepertimu?” tanya Caroline lagi.

“Sepertinya ada tapi hanya ada 3 didunia ini,” jawab Demon.

“Apa kau bisa melacaknya?”

“Bisa …”

“Bagus … kita akan mengumpulkan hewan lainnya,” ucap Caroline.

Keesokan pagi Caroline terbangun dan merasakan tubuhnya telah pulih sepenuhnya. Dia memberikan Demon sedikit mana nya dan mencoba untuk memanggil Demon dalam mode menyerang.

Saat Caroline berbicara dengan Demon, ada suara langkah kaki yang datang.

Itu adalah pengawal, dia membukaan kunci. “Keluarlah … raja telah menghilangkan hukumanmu,” ucap pengawal itu.

Caroline berdiri dan mengikuti pengawal itu dari belakang.

“Master … mau kemana kita?” tanya Demon.

“Mater bisa menjawabku di dalam pikirannya,” ucap Demon.

“Sepertinya akan kekamarku,” jawab Caroline.

Caroline di antar kekamarnya. “Raja mengatakan jika kamu sudah selesai … silahkan datang keistana utama untuk sarapan.” Pengawal itu pergi begitu saja meninggalkan Caroline.

“Apa – apaan? Dia sangat tidak sopan sekali!” teriak Demon.

Caroline tidak terlalu memikirkannya dan bersiap – siap untuk mandi. Tubuh ini sangat kotor dan lengket, dia tidak tahan lagi ingin mandi.

Setelah beberapa saat Caroline akhirnya merasa segar, dia melihat pakaian yang ada dilemari. Itu semua seperti pakaian ksatria. Caroline menyukainya, tetapi dia ingin tampil seperti tuan putri bukan ksatria.

Melihat diantara beberapa baju, Caroline akhirnya memilih baju berwarna biru muda yang cocok dengan rambut silvernya.

Melihat kecermin Caroline merasa sangat puas. “Master anda sangat cantik sekali,” ucap Demon kagum.

Caroline juga setuju, bahwa tubuh ini sangat bagus dan lembut terutama dibagian wajah dan dada serta bokong bukankah ini tubuh yang sangat menggoda? berbeda dengan tubuhnya dikehidupan sebelumnya yang berotot dan penuh luka.

“Aku akan menjaga kecantikan ini,” ucap Caroline. Tidak banyak yang tahu, tetapi sebenarnya Caroline menyukai kecantikan.

Caroline berjalan menuju istana utama menggunakan ingatannya. Melihat sekeliling, ini benar – benar dunia fantasi. Semua tempat seperti tidak nyata bagiku.

Setelah tiba diistana utama Caroline masuk kedalam dan melihat orang – orang bercanda dan tertawa.

“Putri Caroline memberi salam kepada yang mulia raja.” Caroline memberi salam kerajaan yang biasa dilakukan pemilik tubuh asli ini.

Semua orang terdiam dan berbalik melihat Caroline. Semua orang terpana dengan pakaian dan riasan yang dipakai Caroline. Meskipun dia tidak menggunakan perhiasan mewah, itu tidak menutup kecantikannya.

“Ehm … duduklah,” ucap yang mulia raja. Melihat Caroline lagi, dia akui sebenarnya istri lama nya memang cantik. Kalau tidak dia tidak akan memiliki dua anak darinya. Sayang sekali dia membenci istrinya itu.

Caroline duduk disebelah adiknya dan melirik adinya. Hmmm … benar – benar pantas menjadi adikku, wajah ini cukup tampan.

“Apa yang kau lihat?” bisik Aland dengan kesal.

Ups .. adik ini sangat galak. Caroline mengabaikan adiknya dan memakan makanan yang ada dimeja.

“Edelyn ibu dengar guru musik memuji permainan musikmu kemarin,” ucap Ratu Bianca.

“Benarkah?” tanya Raja.

“Itu hanya kata – kata berlebihan yang diucapkan oleh guru,” ucap Edelyn malu – malu.

“Tidak kakak kau memang sangat berbakat,” ucap Aland.

“Baiklah … terimakasih,” ucap Edelyn.

Edelyn sangat senang dengan pujian ini. Dia melirik Caroline ingin melihat ekspresinya. Tetapi yang dia lihat hanyalah ketidak pedulian Caroline.

Edelyn sangat kesal. “K-kakak Caroline bagaimana kabarmu?” tanya Edelyn.

Caroline berhenti makan dan melihat Edelyn. “Apa kau serius menanyakan ini?” tanya Caroline.

“Ah tidak maksudku itu.”

“Kak Edelyn menanyakan itu karena dia peduli padamu,” teriak Aland marah.

“Sudah hentikan!” teriak Raja.

Semua orang diam dan mulai makan dengan tenang.

“Caroline … datang keruanganku.” Yang mulai raja berdiri dan pergi meninggalkan meja makan.

Semua orang pergi meninggalkan meja makan dan hanya menyisakan Caroline.

“Bagaimana bisa mereka tidak menghabiskan semua makanan?” gumam Caroline. Dia melanjutkan makan sampai dia merasa penuh.

Saat Caroline keluar dari ruang makan, dia dihadang oleh Aland.

“Ada perlu apa?” tanya Caroline.

“Jangan ganggu kak Edelyn lagi …” ucap Aland.

Caroline melihat adiknya dan melipat kedua lengan didadanya. “Kenapa?” tanyanya.

“Karna kak Edelyn sangat lemah,” ucap Aland.

“Kalau begitu dia harus menerima konsekuensinya, yang lemah akan ditindas dengan yang kuat,” ucap Caroline.

Aland menggertakkan gigi. “Ternyata benar yang orang lain katakan, kau adalah monster.” Aland menatap Caroline dengan tatapan tajam.

Caroline diam sebentar dan menatap adiknya yang hampir sama tinggi dengannya. “Jika aku mengatakan yang sebenarnya juga kau tidak akan percaya,” ucap Caroline lagi.

“Apa?” Aland semakin kesal.

Caroline melihat pedang yang ada di pinggang adiknya. “Pedang itu?” tanya Caroline.

“Ini adalah hadiah dari yang mulia raja untukku … pedang ini memiliki mana ksatria yang melindungi kerajaan dan itu khusus untukku dan beberapa ksatria berbakat,” ucapnya dengan bangga.

“Heh … begitu,” ucap Caroline.

“Ada apa dengan ekspresi itu?” Aland mengerutkan kening.

“Apa kau tahu dari mana itu berasal?” tanya Caroline.

“Tentu saja batu mana,” ucap Aland dengan percaya diri.

“Batu mana ya?” Caroline tersenyum mendengarnya.

“Itu bukan batu mana,” jawab Caroline.

“Apa?” Aland sedikit bingung.

“Kalau ingin melihat darimana itu berasal, ikutilah aku dari belakang tanpa diketahui orang.” Caroline pergi begitu saja setelah mengatakan itu.

Yah … aku akan memberitahu kakak mana yang benar – benar menyayanginya.

Akhir dari Bab 3

Terpopuler

Comments

Ana Kurniawan

Ana Kurniawan

ini nih raja goblok..

2024-11-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2 Bab 2 Dunia didalam Novel
3 Bab 3 Demon
4 Bab 4 Saudara
5 Bab 5 Keluar Istana
6 Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7 Bab 7 Mary Aurelius
8 Bab 8 Pelayan
9 Bab 9 Duke Cedric
10 Bab 10 Monster
11 Bab 11 Serigala besar
12 Bab 12 Rencana Raja
13 Bab 13 Sihir Hitam
14 Bab 14 Menuju Perbatasan
15 Bab 15 Batu di Goa
16 Bab 16 Perjalanan hari pertama
17 Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18 Bab 18 Tanaman Merambat
19 Bab 19 Batu Monster
20 Bab 20 Evan Davis
21 Bab 21 Camp perbatasan
22 Bab 22 Strategi
23 Bab 23 Menjadi Tawanan?
24 Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25 Bab 25 Goa
26 Bab 26 Pedang
27 Bab 27 Strategi
28 Bab 28 Perisapan Perang
29 Bab 29 Penyerangan
30 Bab 30 Menyerah dan kalah
31 Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32 Bab 32 Titah Raja Argentum
33 Bab 33 Sebelum keributan
34 Bab 34 Sebelum keributan (2)
35 Bab 35 Ratu Bianca
36 Bab 36 Perselingkuhan
37 Bab 37 Perselingkuhan (2)
38 Bab 38 Istana Dingin
39 Bab 39 Pesta Dansa
40 Bab 40 Pesta Dansa (2)
41 Bab 41 Brian La Frins
42 Bab 42 Rencana selanjutnya
43 Bab 43 Berangkat
44 Bab 44 Cyrus Wise
45 Bab 45 Palace Blossom
46 Bab 46 Lily
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Roke
49 Bab 49 Line dan Riric
50 Bab 50 Berburu monster lagi
51 Bab 51 Surat undangan
52 52 Istana Argentum
53 Bab 53 Istana Argentum (2)
54 Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55 Bab 55 Pelayan pribadi
56 Bab 56 Ani
57 Bab 57 Resor
58 Bab 58 Hari Pernikahan
59 Bab 59 Hari Pernikahan 2
60 Bab 60 Persaingan
61 Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62 Bab 62 Tarian Pedang
63 Bab 63 Abu Krystal
64 Bab 64 Melihat Cahaya
65 Bab 65 Teman lama
66 Bab 66 Sabrina Luves
67 Bab 67 Saingan
68 Bab 68 Bangun
69 Bab 69 Hari - hari biasa
70 Bab 70 Surat
71 Bab 71 Hukuman
72 Bab 72 Oci
73 Bab 73 Menemui Raja
74 Bab 74 D'zem Lor
75 75 Meracik Ramuan
76 76 Ruang yang di sembunyikan
77 Bab 77 Hewan Dewa
78 Bab 78 Sebelum badai datang
79 Bab 79 Padang pasir
80 Bab 80 Sihir Hitam
81 Bab 81 Membersihkan Sampah
82 Bab 82 Ramuan Obat
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2
Bab 2 Dunia didalam Novel
3
Bab 3 Demon
4
Bab 4 Saudara
5
Bab 5 Keluar Istana
6
Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7
Bab 7 Mary Aurelius
8
Bab 8 Pelayan
9
Bab 9 Duke Cedric
10
Bab 10 Monster
11
Bab 11 Serigala besar
12
Bab 12 Rencana Raja
13
Bab 13 Sihir Hitam
14
Bab 14 Menuju Perbatasan
15
Bab 15 Batu di Goa
16
Bab 16 Perjalanan hari pertama
17
Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18
Bab 18 Tanaman Merambat
19
Bab 19 Batu Monster
20
Bab 20 Evan Davis
21
Bab 21 Camp perbatasan
22
Bab 22 Strategi
23
Bab 23 Menjadi Tawanan?
24
Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25
Bab 25 Goa
26
Bab 26 Pedang
27
Bab 27 Strategi
28
Bab 28 Perisapan Perang
29
Bab 29 Penyerangan
30
Bab 30 Menyerah dan kalah
31
Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32
Bab 32 Titah Raja Argentum
33
Bab 33 Sebelum keributan
34
Bab 34 Sebelum keributan (2)
35
Bab 35 Ratu Bianca
36
Bab 36 Perselingkuhan
37
Bab 37 Perselingkuhan (2)
38
Bab 38 Istana Dingin
39
Bab 39 Pesta Dansa
40
Bab 40 Pesta Dansa (2)
41
Bab 41 Brian La Frins
42
Bab 42 Rencana selanjutnya
43
Bab 43 Berangkat
44
Bab 44 Cyrus Wise
45
Bab 45 Palace Blossom
46
Bab 46 Lily
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Roke
49
Bab 49 Line dan Riric
50
Bab 50 Berburu monster lagi
51
Bab 51 Surat undangan
52
52 Istana Argentum
53
Bab 53 Istana Argentum (2)
54
Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55
Bab 55 Pelayan pribadi
56
Bab 56 Ani
57
Bab 57 Resor
58
Bab 58 Hari Pernikahan
59
Bab 59 Hari Pernikahan 2
60
Bab 60 Persaingan
61
Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62
Bab 62 Tarian Pedang
63
Bab 63 Abu Krystal
64
Bab 64 Melihat Cahaya
65
Bab 65 Teman lama
66
Bab 66 Sabrina Luves
67
Bab 67 Saingan
68
Bab 68 Bangun
69
Bab 69 Hari - hari biasa
70
Bab 70 Surat
71
Bab 71 Hukuman
72
Bab 72 Oci
73
Bab 73 Menemui Raja
74
Bab 74 D'zem Lor
75
75 Meracik Ramuan
76
76 Ruang yang di sembunyikan
77
Bab 77 Hewan Dewa
78
Bab 78 Sebelum badai datang
79
Bab 79 Padang pasir
80
Bab 80 Sihir Hitam
81
Bab 81 Membersihkan Sampah
82
Bab 82 Ramuan Obat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!