Bab 20 Evan Davis

Evan Davis adalah komandan yang sangat dihormati dan disegani. Dia lebih tua enam tahun dari Caroline. Azura atau ratu terdahulu adalah gurunya. Ratu terdahulu lah yang terus membuatnya melihat talentanya.

Dua puluh tahun lalu.

Seorang anak laki – laki duduk menangis bersembunyi dibalik tembok. Melihat jari – jarinya yang terluka penuh goresan, dia telah bekerja keras untuk menjadi ahli pedang seperti yang ayahnya inginkan, hanya saja ayahnya tidak pernah merasa puas dengan dirinya dan juga guru yang melatihnya selalu menghukumnya.

Evan davis tidak memiliki ibu dan ayahnya selalu menekannya bahkan mengirimnya ke camp pelatihan prajurit di usianya yang sangat kecil.

“Hei … apa yang kau lakukan disini?” terdengar suara seorang wanita yang lembut.

Evan mengangkat kepalanya dan mellihat seorang wanita dengan rambur perak dan mata biru bertanya dengannya dengan nada lembut. Untuk pertama kalinya seseorang berbicara lembut kepadanya.

Sejak saat itu ratu terdahulu selalu melatihnya dan mengajarinya berbagai hal. Dia sangat menghormati ratu terdahulu dan bersumpah akan membalas budinya serta setia padanya. Hingga suatu saat Evan mendengar kabar bahwa ratu meninggal. Evan seperti di sambar petir tidak menyangka dengan kabar yang dia dapat. Semenjak saat itu Evan menjadi lebih dingin dan tertutup.

Dia telah melihat tuan putri Caroline, dia sangat mirip dengan ratu terdahulu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Hanya saja auranya sangat berbeda dengan ratu terdahulu, itu membuatnya sangat kecewa. Putri Caroline sangat suram dan mudah dimanipulasi.

Saat itu Evan tidak memperhatikan Caroline lagi karena dia merasa tuan putri Caroline sangat sulit untuk didekati seperti ada batas diantara mereka.

“Komandan!!”

“Lawan telah menyerang!!” teriak salah seorang prajurit.

Evan sadar kembali. “Apa?!” bagaimana bisa mereka menyerang kemarkas?

“Berani sekali mereka.” Evan menggertakkan gigi dan berlari bersiap menyerang.

“Master lihat ini.” Demon menangkap ikan dengan taringnya.

“Bhuuuaa!!” Nix mengeluarkan api dan membakar ikan itu.

“Aaaaaa … panas!!” Demon segera melepaskan ikan itu dan menaruh mulutnya kedalam air.

“Apa kau gila!!” teriak Demon.

“Haha … maaf,” ucap Nix.

Saat ini Caroline bersantai menaruh kakinya kedalam air. Ini sangat menyegarkan, meskipun dia memiliki mana yang sangat banyak dan kekuatannya sangat kuat. Dia juga membutuhkan istirahat dan bersantai.

Caroline meihat langit yang cerah dan melihat kuda yang sedang memakan rumput.

“Aku harap kehidupanku terus seperti ini … damai dan tentram,” ucap Caroline memejamkan mata.

“Nix apa kau bisa melihat apa yang terjadi diperbatasan sekarang?” tanya Caroline.

Nix berhenti. “Ya bisa.”

Segera Nix memejamkan matanya dan melihat dengan jarak jauh.

“Oh!! Pihak lawan sedang menyerang markas,” ucap Nix.

“Benarkah? Cepat sekali!” ucap Caroline.

“Ya … tapi pasukan kami cukup kuat.”

“dan juga ada seorang pria yang melawan dengan kuat dan cepat.”

“sepertinya pemimpin pasukan.”

Apa itu Evan? Sepertinya Ebi tidak membicarakan omong kosong.

“Apa kau melihat Duke Cedric?” tanya Caroline.

“seperti apa orangnya?” tanya Nix.

“Lupakan saja,” ucap Caroline. Dia nanti akan melihatnya sendiri.

Caroline berdiri dan mengeringkan kakinya. “Ayo … sudah cukup bersantainya,” ucap Caroline.

“Apa master akan membantu pasukan?” tanya Demon.

“Lihat saja nanti,” jawab caroline.

Dia hanya ingin melihat Dike Cedric dan memberikan kesan yang sangat kuat. Lihat apakah aku bisa membuat Duke jatuh cinta padaku pada pandangan pertama.

Caroline menaiki kudanya dan mereka kembali berjalan menuju perbatasan.

“Duke!!”

“Apa yang kita lakukan selanjutnya?” tanya David.

Saat ini mereka bersembunyi dibalik semak dan melihat situasi markas lawan.

“Lihatlah kita akan kalahkan pimpinan mereka,” ucap Duke.

“Biarkan aku yang turun,” ucap Leticia.

“Jangan gegabah, kita tunggu saja sinyalnya.” Mereka menyerang saat hari cerah. Karena pihak lawan pasti tidak memikirkan bahwa mereka akan menyerang mereka sekarang.

Duke fokus pada prajurit yang menyerang di barisan depan. Dia tahu pihak lawan sekarang telah kekurangan batu mana karena batu mana sebelumnya sudah banyak di pakai untuk melawan kerajaan mereka. Ini adalah kesempatan bagus untuk melawan kembali.

“Aku rasa kita akan menang,” ucap Leticia.

“Apakah sudah saatnya kita kembali?!” ucapnya lagi.

“Jangan sombong dulu… ini belum selesai,” ucap David.

“Tch … kau sama sekali tidak asik,” ucap Leticia. Dia sangat tidak menyukai David karena david selalu membuat dinding antara dia dan Duke Cedric, ini sangat menyebalkan.

“Tenanglah kalian berdua,” ucap Duke dengan dingin. Dia harus fokus dan menunggu sinyal. Mereka tidak bisa melihat pertarungan secara menyeluruh jadi mereka tidak boleh gegabah dan harus menunggu sinyal.

Orang yang memberi sinyal adalah prajurit tingkat rendah namun memiliki ketelitian yang sangat akurat sehingga duke mempercayakan tugas ini kepada mereka.

Saat mereka menunggu sinyal tiba – tiba ada burung pengantar surat.

Duke mengambil surat yanga da diburung itu dan membaca surat itu.

“Ada apa Duke?” tanya David.

Duke cedric mengerutkan kening. “Kita harus menunda waktu.”

“Suruh pasukan mundur,” ucap Duke.

“Apa?”

“Cepat!!” Duke berlari. Dia tidak menyangka kalau tempat pemberian sinya diserang oleh monster.

Disana ada prajurit tingkat rendah, dia tidak bisa membiarkan prajuritnya mati begitu saja. Terutama yang lemah.

“Piiiit!!!!” David memberi sinyal untuk mundur.

Semua prajurit mendengar ini dan mundur dengan cepat.

Evan yang berada disana melihat lawan mundur dia merasa kesal. “Jangan biarkan mereka pergi!!!” teriak Evan. Prajuritnya mengejar prajurit pihak lawan, namun saat mengejar lingkaran api terllihat.

Evan dan prajuritnya tidak bisa melewatinya. “Sial!!!” sayang sekali pihak lawan memiliki penyihir walaupun ini adalah penyihir lemah tetapi cukup berguna.

Setelah David memberikan sinyal dia dengan cepat menyusul Duke. “Duke!!!” panggil David.

“Apa yang terjadi?” tanya Leticia bingung. Semua rencana dibatalkan setelah Duke melihat surat yang didapatkannya.

“Aku tidak tahu … ayo ikuti saja,” ucap Davin.

Duke cedric terus berlari dan kembali dimana kuda mereka sembunyikan.

“Duke?”

“Diamlah ikuti saja aku!” ucap Duke.

David diam terus mengikuti Duke. Apa ada prajurit yang dalam bahaya? Dia tahu kalau Duke sangat peduli dengan pasukannya terutama yang tingkat rendah. Duke merasa memiliki tanggung jawab untuk melindungi pasukannya.

Duke terus menunggangi kudanya dengan cepat. Beberapa saat kemudian dia sampai diatas jurang dimana tempat pemberian sinyal berada. Duke melihat sekeliling, ini semua berantakan.

Duke menggertakkan giginya. Dia tidak menyangka monster akan datang disaat seperti ini, seharusnya dia menaruh prajurit tingkat atas untuk menjaga tempat ini.

“Ada apa semua ini?” David melihat senjata yang berantakan. Apa ini ulah monster?

“Dimana yang lain?” tanya Leticia.

Saat mereka bertiga terkejut dengan semua yang ada, tiba- tiba monster besar menyerang mereka.

Duke dengan cepat mengeluarkan pedangnya dan menebas burung itu.

Namun mereka tidak menyangka pedang duke tidak mempan dengan monster itu?!!!

“Bagaimana bisa?” pedang Duke mereka yang terkenal dengan aura terkuat tidak bisa menembus daging monster itu.

Saat mereka terpesona dengan monster itu, dengan cepat monster mengeluarkan cakarnya.

Mereka bertiga tidak sempat menghindar dan terjatuh. Mereka bertiga berpikir apakah mereka mati konyol karena monster ini?!!!

“Sraaak!!!” terdengar suara pedang yang menebas daging.

“Apa monster ini adalah monster tingkat tinggi?”

Suara jernih seorang wanita terdengar. Duke Cedric membuka matanya dan melihat wanita cantik dengan darah monster diwajahnya.

“Oh! Aku tidak menyangka ada orang disini?!” ucap Caroline terkejut. Dia pikir tidak ada orang karena mereka tertutup oleh tubuh monster ini.

Akhir dari Bab 20.

Terpopuler

Comments

Rafinsa

Rafinsa

modus ini mah...Caroline nyari muka depan calon suami...🤣

2024-11-10

0

Elly Christina

Elly Christina

heeemmmm...Caroline....

2024-10-22

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

apa ini trik caroline..

2024-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2 Bab 2 Dunia didalam Novel
3 Bab 3 Demon
4 Bab 4 Saudara
5 Bab 5 Keluar Istana
6 Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7 Bab 7 Mary Aurelius
8 Bab 8 Pelayan
9 Bab 9 Duke Cedric
10 Bab 10 Monster
11 Bab 11 Serigala besar
12 Bab 12 Rencana Raja
13 Bab 13 Sihir Hitam
14 Bab 14 Menuju Perbatasan
15 Bab 15 Batu di Goa
16 Bab 16 Perjalanan hari pertama
17 Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18 Bab 18 Tanaman Merambat
19 Bab 19 Batu Monster
20 Bab 20 Evan Davis
21 Bab 21 Camp perbatasan
22 Bab 22 Strategi
23 Bab 23 Menjadi Tawanan?
24 Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25 Bab 25 Goa
26 Bab 26 Pedang
27 Bab 27 Strategi
28 Bab 28 Perisapan Perang
29 Bab 29 Penyerangan
30 Bab 30 Menyerah dan kalah
31 Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32 Bab 32 Titah Raja Argentum
33 Bab 33 Sebelum keributan
34 Bab 34 Sebelum keributan (2)
35 Bab 35 Ratu Bianca
36 Bab 36 Perselingkuhan
37 Bab 37 Perselingkuhan (2)
38 Bab 38 Istana Dingin
39 Bab 39 Pesta Dansa
40 Bab 40 Pesta Dansa (2)
41 Bab 41 Brian La Frins
42 Bab 42 Rencana selanjutnya
43 Bab 43 Berangkat
44 Bab 44 Cyrus Wise
45 Bab 45 Palace Blossom
46 Bab 46 Lily
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Roke
49 Bab 49 Line dan Riric
50 Bab 50 Berburu monster lagi
51 Bab 51 Surat undangan
52 52 Istana Argentum
53 Bab 53 Istana Argentum (2)
54 Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55 Bab 55 Pelayan pribadi
56 Bab 56 Ani
57 Bab 57 Resor
58 Bab 58 Hari Pernikahan
59 Bab 59 Hari Pernikahan 2
60 Bab 60 Persaingan
61 Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62 Bab 62 Tarian Pedang
63 Bab 63 Abu Krystal
64 Bab 64 Melihat Cahaya
65 Bab 65 Teman lama
66 Bab 66 Sabrina Luves
67 Bab 67 Saingan
68 Bab 68 Bangun
69 Bab 69 Hari - hari biasa
70 Bab 70 Surat
71 Bab 71 Hukuman
72 Bab 72 Oci
73 Bab 73 Menemui Raja
74 Bab 74 D'zem Lor
75 75 Meracik Ramuan
76 76 Ruang yang di sembunyikan
77 Bab 77 Hewan Dewa
78 Bab 78 Sebelum badai datang
79 Bab 79 Padang pasir
80 Bab 80 Sihir Hitam
81 Bab 81 Membersihkan Sampah
82 Bab 82 Ramuan Obat
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2
Bab 2 Dunia didalam Novel
3
Bab 3 Demon
4
Bab 4 Saudara
5
Bab 5 Keluar Istana
6
Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7
Bab 7 Mary Aurelius
8
Bab 8 Pelayan
9
Bab 9 Duke Cedric
10
Bab 10 Monster
11
Bab 11 Serigala besar
12
Bab 12 Rencana Raja
13
Bab 13 Sihir Hitam
14
Bab 14 Menuju Perbatasan
15
Bab 15 Batu di Goa
16
Bab 16 Perjalanan hari pertama
17
Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18
Bab 18 Tanaman Merambat
19
Bab 19 Batu Monster
20
Bab 20 Evan Davis
21
Bab 21 Camp perbatasan
22
Bab 22 Strategi
23
Bab 23 Menjadi Tawanan?
24
Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25
Bab 25 Goa
26
Bab 26 Pedang
27
Bab 27 Strategi
28
Bab 28 Perisapan Perang
29
Bab 29 Penyerangan
30
Bab 30 Menyerah dan kalah
31
Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32
Bab 32 Titah Raja Argentum
33
Bab 33 Sebelum keributan
34
Bab 34 Sebelum keributan (2)
35
Bab 35 Ratu Bianca
36
Bab 36 Perselingkuhan
37
Bab 37 Perselingkuhan (2)
38
Bab 38 Istana Dingin
39
Bab 39 Pesta Dansa
40
Bab 40 Pesta Dansa (2)
41
Bab 41 Brian La Frins
42
Bab 42 Rencana selanjutnya
43
Bab 43 Berangkat
44
Bab 44 Cyrus Wise
45
Bab 45 Palace Blossom
46
Bab 46 Lily
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Roke
49
Bab 49 Line dan Riric
50
Bab 50 Berburu monster lagi
51
Bab 51 Surat undangan
52
52 Istana Argentum
53
Bab 53 Istana Argentum (2)
54
Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55
Bab 55 Pelayan pribadi
56
Bab 56 Ani
57
Bab 57 Resor
58
Bab 58 Hari Pernikahan
59
Bab 59 Hari Pernikahan 2
60
Bab 60 Persaingan
61
Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62
Bab 62 Tarian Pedang
63
Bab 63 Abu Krystal
64
Bab 64 Melihat Cahaya
65
Bab 65 Teman lama
66
Bab 66 Sabrina Luves
67
Bab 67 Saingan
68
Bab 68 Bangun
69
Bab 69 Hari - hari biasa
70
Bab 70 Surat
71
Bab 71 Hukuman
72
Bab 72 Oci
73
Bab 73 Menemui Raja
74
Bab 74 D'zem Lor
75
75 Meracik Ramuan
76
76 Ruang yang di sembunyikan
77
Bab 77 Hewan Dewa
78
Bab 78 Sebelum badai datang
79
Bab 79 Padang pasir
80
Bab 80 Sihir Hitam
81
Bab 81 Membersihkan Sampah
82
Bab 82 Ramuan Obat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!