Bab 17 Melanjutkan perjalanan

Demon Nix! Caroline memanggil mereka melalui pikiran.

“Ya master!” mereka berdua menjawab bersamaan.

“Apa kalian tahu cara meningatkan stamina para kuda?” tanya Caroline.

“Tentu saja! Master hanya memberikan makanan yang berisi mana master saja kepada kuda,” jawab Demon.

“Apa hanya itu?” tanya Caroline.

“Ya hanya itu,” jawab Demon.

“Baiklah aku akan mencobanya besok,” ucap Caroline.

“Tuan Putri?” panggil Ebi.

“Iya?”

“Aku bertanya apa tuan putri sudah bertemu dengan komandan Evan?” tanya Ebi.

“Oh itu …” Caroline melihat kedalam ingatan pemilik aslinya.

“Sepertinya belum,” jawab Caroline. Dia tidak menemukan ingatan apapun tentang komandan ini.

“Ya … aku harap tuan putri tidak terkejut dengan sikapnya,” ucap Ebi.

“Ada apa dengan sikapnya?” tanya Caroline.

“Em … itu … dia tidak menyukai yang lemah,” jawab Ebi.

“Ha? dia tidak menyukai orang yang lemah?” tanya Caroline dengan sedikit penekanan pada kata – katanya?

“Ya … dia berulang kali mengatakan kepada kita jangan menjadi beban untuknya,” ucap Ebi.

“Hahahaa …” Caroline tertawa marah.

“T-tuan putri?” kenapa tiba – tiba tertawa?

“Apa menurutnya aku lemah?” tanya Caroline dengan mata melotot.

“Ah … tidak itu-“

Ebi menghela nafas tak berdaya. “Ya … dia menganggap tuan putri lemah dan hanya bermain – main saja di istana,” jawab Ebi.

“Bermain?!”

“Tentu saja menurutku tuan putri sangat kuat oleh karena itu Raja mengirim tuan putri ke perbatasan,” ucap Ebi dengan panik.

“Kalau begitu kenapa kau mengatakan untuk agar jangan terkejut dengan sikapnya terhadapku nanti?” tanya Caroline kesal.

“Itu aku-“

“Maaf,” Ebi segera meminta maaf. Dia seharusnya tidak mengatakan itu.

“Apa menurut kalian rumor yang beredar selama ini adalah bohong?” tanya Caroline.

“Itu- aku tidak tahu,” jawab Ebi. Dia tidak tahu karena belum pernah melihatnya langsung dan juga tuan putri sering diremehkan pelayannya serta prajurit.

Caroline melihat Ebi yang menundukkan kepala. Yah … wajar kalau mereka melupakan rumor bahwa dia monster. Tidak seharusnya aku kesal.

“Hah … sudah lupakan saja, aku akan menunjukkannya kepada kalian yang meremehkanku,” ucap Caroline.

“Y-ya Tuan putri,” jawab Ebi. Apa tuan putri benar – benar kuat?

“Kalau begitu aku akan kembali ke tendaku.” Caroline berdiri dan berpamitan.

“Ya tuan putri … “ ucap Demon.

Caroline masuk kedalam tendanya dan mengambil pedang yang diberikan oleh Aland.

“Waw … pedang yang sangat indah!” ucap Nix.

“Apa ini pedang master?” tanya Nix.

“Ini diberikan oleh adikku,” jawab Caroline.

“Adik master pasti sangat peduli dengan master,” ucap Nix.

“peduli?” Caroline memikirkan tatapan rasa bersalah Aland saat melihatnya pergi dan juga ada rasa hutang budi.

“Aku rasa ini tidak bisa disebut peduli,” ucap Caroline.

“Ha? kenapa?” tanya Nix bingung.

“Auu … apa yang kau lakukan?!” Demon memukul kepala Nix dengan cakar kecilnya.

Demon memberi kode kepada Nix untuk melihat ekspresi Caroline.

Nix melihat ekspresi Caroline, lalu diam tidak melanjutkan pertanyaannya.

“Haha … tidak apa – apa,” ucap Caroline. Ada apa dengan suasana canggung ini.

“Aku hanya memikirkan kalau aku tidak memiliki keluarga yang berada dipihakku,” ucap Caroline. Bahkan di kehidupan sebelumnya dia tidak memiliki keluarga satu darah.

“Master.” Demon dan Nix menatap Caroline dengan tatapan sedih.

“Aku benar – benar tidak apa – apa, sekarang aku memiliki kalian,” ucap Caroline dengan senyum diwajahnya.

“Huwaaa master!! Aku tidak akan meninggalkanmu.” Demon memeluk kaki Caroline dengan air mata diwajahnya.

“Mater aku akan selalu berada dipihakmu!!” ucap Nix mengelus wajah Caroline.

“Hahaha … hentikan ini geli.” Caroline mendorong mereka berdua, lalu memeluk mereka berdua.

“Terimakasih banyak.”

“Sama – sama master,” jawab Demon dan Nix.

Yah … di dunia ini dia hanya mempercayai Demon dan Nix. Untuk calon suaminya ?…. Dia masih belum bisa mempercayainya. Untuk saat ini mari kita lihat nanti. Jika dia tidak bisa dipercaya maka lepaskan saja, dia ingin hidup bebas dan bersantai.

Keesokan paginya mereka semua mulai melakukan perjalanan lagi menuju perbatasan.

“Apa masih lama?” tanya Nix.

“Aku sudah memberikan kuda makanan yang berisi mana ku.”

“Kenapa kecepatannya masih sama saja?” tanya Caroline.

“Itu karena butuh beberapa saat untuk tubuh kuda menyerapnya,” jawab Nix.

“Ya …. Dan juga nanti kuda akan mengalami perubahan ukuran badan,” ucap Demon.

“Bukankah akan mencurigakan kalau begitu?” tanya Caroline.

“Dia akan berubah secara perlahan hingga tidak ada yang sadar,” jawab Demon.

“Baguslah kalau begitu.” Dia tidak ingin menimbulkan kecurigaan.

“Hei lihat … tuan putri kita terlihat percara diri.” Seorang prajurit berjalan kesebelah Caroline.

“Hahaha … jangan mengatakan itu,” ucap Prajurit lain.

Caroline melirik mereka berdua. Dia seperti pernah melihat mereka. Caroline berusaha mengingatnya, dimana dia melihatnya?

“Oh!”

“Kalian adalah pemuja Edelyn!” Caroline ingat kalau prajurit ini selalu ada disebelah Edelyn bahkan saat kasus monster itu.

“A-apa?”

“Kami bukan pemuja!!” teriak mereka berdua.

“Kalau begitu penguntit?” tanya Caroline.

“K-kamu!”

Caroline hanya diam dan terus berjalan menunggangi kudanya.

“Hei!!” teriak prajurit itu. melihat tuan putri mengabaikannya dia tidak bisa membiarkannya.

“Kau akan mati di medan perang!! Raja sengaja mengirimmu keperbatasan untuk membunuhmu!!” teriak prajurit itu.

Caroline berhenti sejenak.

“H-hei … bukankah itu berlebihan,” ucap prajurit satunya. Dia tidak menyukai tuan putri Caroline, tetapi dia tidak berani terlalu lancang seperti itu.

“Apa? bukankah itu benar?”

“Raja mengirimkan tuan putri untuk membunuh anaknya sendiri,” ucapnya.

“Hentikan!!” teriak Ebi.

“Berani – beraninya kau mengatakan tuan putri seperti itu!!” teria Ebi lagi. dia berada di barisan depan jadi tidak mendengar percakapan prajurit dibelakangnya.

“Biarkan saja,” ucap Caroline. Dia berjalan menuju prajurit yang membicarakannya tadi.

“A-apa? jangan mendekat,” ucap prajurit itu ketakutan.

Caroline terus maju mendekati prajurit itu.

“Kau mendengar dari siapa kalau raja mengirimku agar aku mati?” tanya Caroline.

Prajurit itu terdiam, dia mengetahuinya dari putri Edelyn. Tetapi dia tidak bisa mengatakannya, ini akan memperburuk citra putri Edelyn.

“I-itu tentu saja aku mengetahuinya dari sikap raja terhadap tuan putri,” jawab prajurit itu dengan terbata – bata.

“Heee … benarkah?” tanya Caroline.

Caroline maju dan berbisik ketelinga prajurit itu. “Apa kau ada disana saat aku melepaskan monster?” tanya Caroline.

Prajurit itu mengingat kejadian saat monster dilepaskan oleh tuan putri. Dia melebarkan matanya. Apa tuan putri akan mengeluarkan monster melalui sihir hitam?

“I-itu”

“tenang saja aku tidak akan mengeluarkan monster,” ucap Caroline.

Prajurit itu berkeringat dingin. “Tetapi apa kau tahu hukumannya jika kau mengumpat kepada keluarga kerajaan?” tanya Caroline dnegan dingin.

Prajurit itu gemetar mendengar pertanyaan Caroline. Tentu saja dia tahu … tetapi tuan putri hanyalah putri yang diabaikan … tidak mungkinkan dia bisa menghukum dirinya?

Caroline melihat pergerakan dibalik semak – semak dan tersenyum licik.

Prajurit itu melihat Caroline mengambil pedangnya. Tidak!! Apa dia ingin membunuhnya?

Caroline mengambil pedangnya dan segera menghunus pedangnya.

“Tidaaaaak!!!! Aaaaaa maafkan aku!!!!” teriak prajurit itu.

“Grooonkkk!!!!!!”

Prajurit itu membuka matanya. Dia belum mati?

“Ah!! Sepetinya kita mendapat daging segar untuk malam ini!” ucap Caroline.

Prajurit itu melihat kebelakang, tuan putri melemparkan pedangnya ke arah Babi hutan.

Caroline melihat prajurit itu dan mendekatinya. Melihat goresan yang ada dipipinya.

Caroline mengelap darah dengan jari jempolnya. “Lain kali bukan hanya goresan kecil yang akan aku buat,” ucap Caroline. Lalu pergi meninggalkan prajurit itu.

Prajurit itu terjatuh lemah dari kudanya.

“Hei apa kau mengompol?!” teriak prajurit lain.

“Ambilkan pedangku,” ucap Caroline.

“B-baik,” jawab Ebi.

Akhir dari Bab 17.

Terpopuler

Comments

ci cupu

ci cupu

hahaha kaget gak tuh cuma prajurit padahal

2024-08-18

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

bagus...bungkam tu para prajurid sialan..

2024-08-15

0

Hasna 💙

Hasna 💙

semangat kk di tunggu kelanjutannya

2024-03-15

8

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2 Bab 2 Dunia didalam Novel
3 Bab 3 Demon
4 Bab 4 Saudara
5 Bab 5 Keluar Istana
6 Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7 Bab 7 Mary Aurelius
8 Bab 8 Pelayan
9 Bab 9 Duke Cedric
10 Bab 10 Monster
11 Bab 11 Serigala besar
12 Bab 12 Rencana Raja
13 Bab 13 Sihir Hitam
14 Bab 14 Menuju Perbatasan
15 Bab 15 Batu di Goa
16 Bab 16 Perjalanan hari pertama
17 Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18 Bab 18 Tanaman Merambat
19 Bab 19 Batu Monster
20 Bab 20 Evan Davis
21 Bab 21 Camp perbatasan
22 Bab 22 Strategi
23 Bab 23 Menjadi Tawanan?
24 Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25 Bab 25 Goa
26 Bab 26 Pedang
27 Bab 27 Strategi
28 Bab 28 Perisapan Perang
29 Bab 29 Penyerangan
30 Bab 30 Menyerah dan kalah
31 Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32 Bab 32 Titah Raja Argentum
33 Bab 33 Sebelum keributan
34 Bab 34 Sebelum keributan (2)
35 Bab 35 Ratu Bianca
36 Bab 36 Perselingkuhan
37 Bab 37 Perselingkuhan (2)
38 Bab 38 Istana Dingin
39 Bab 39 Pesta Dansa
40 Bab 40 Pesta Dansa (2)
41 Bab 41 Brian La Frins
42 Bab 42 Rencana selanjutnya
43 Bab 43 Berangkat
44 Bab 44 Cyrus Wise
45 Bab 45 Palace Blossom
46 Bab 46 Lily
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Roke
49 Bab 49 Line dan Riric
50 Bab 50 Berburu monster lagi
51 Bab 51 Surat undangan
52 52 Istana Argentum
53 Bab 53 Istana Argentum (2)
54 Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55 Bab 55 Pelayan pribadi
56 Bab 56 Ani
57 Bab 57 Resor
58 Bab 58 Hari Pernikahan
59 Bab 59 Hari Pernikahan 2
60 Bab 60 Persaingan
61 Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62 Bab 62 Tarian Pedang
63 Bab 63 Abu Krystal
64 Bab 64 Melihat Cahaya
65 Bab 65 Teman lama
66 Bab 66 Sabrina Luves
67 Bab 67 Saingan
68 Bab 68 Bangun
69 Bab 69 Hari - hari biasa
70 Bab 70 Surat
71 Bab 71 Hukuman
72 Bab 72 Oci
73 Bab 73 Menemui Raja
74 Bab 74 D'zem Lor
75 75 Meracik Ramuan
76 76 Ruang yang di sembunyikan
77 Bab 77 Hewan Dewa
78 Bab 78 Sebelum badai datang
79 Bab 79 Padang pasir
80 Bab 80 Sihir Hitam
81 Bab 81 Membersihkan Sampah
82 Bab 82 Ramuan Obat
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2
Bab 2 Dunia didalam Novel
3
Bab 3 Demon
4
Bab 4 Saudara
5
Bab 5 Keluar Istana
6
Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7
Bab 7 Mary Aurelius
8
Bab 8 Pelayan
9
Bab 9 Duke Cedric
10
Bab 10 Monster
11
Bab 11 Serigala besar
12
Bab 12 Rencana Raja
13
Bab 13 Sihir Hitam
14
Bab 14 Menuju Perbatasan
15
Bab 15 Batu di Goa
16
Bab 16 Perjalanan hari pertama
17
Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18
Bab 18 Tanaman Merambat
19
Bab 19 Batu Monster
20
Bab 20 Evan Davis
21
Bab 21 Camp perbatasan
22
Bab 22 Strategi
23
Bab 23 Menjadi Tawanan?
24
Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25
Bab 25 Goa
26
Bab 26 Pedang
27
Bab 27 Strategi
28
Bab 28 Perisapan Perang
29
Bab 29 Penyerangan
30
Bab 30 Menyerah dan kalah
31
Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32
Bab 32 Titah Raja Argentum
33
Bab 33 Sebelum keributan
34
Bab 34 Sebelum keributan (2)
35
Bab 35 Ratu Bianca
36
Bab 36 Perselingkuhan
37
Bab 37 Perselingkuhan (2)
38
Bab 38 Istana Dingin
39
Bab 39 Pesta Dansa
40
Bab 40 Pesta Dansa (2)
41
Bab 41 Brian La Frins
42
Bab 42 Rencana selanjutnya
43
Bab 43 Berangkat
44
Bab 44 Cyrus Wise
45
Bab 45 Palace Blossom
46
Bab 46 Lily
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Roke
49
Bab 49 Line dan Riric
50
Bab 50 Berburu monster lagi
51
Bab 51 Surat undangan
52
52 Istana Argentum
53
Bab 53 Istana Argentum (2)
54
Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55
Bab 55 Pelayan pribadi
56
Bab 56 Ani
57
Bab 57 Resor
58
Bab 58 Hari Pernikahan
59
Bab 59 Hari Pernikahan 2
60
Bab 60 Persaingan
61
Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62
Bab 62 Tarian Pedang
63
Bab 63 Abu Krystal
64
Bab 64 Melihat Cahaya
65
Bab 65 Teman lama
66
Bab 66 Sabrina Luves
67
Bab 67 Saingan
68
Bab 68 Bangun
69
Bab 69 Hari - hari biasa
70
Bab 70 Surat
71
Bab 71 Hukuman
72
Bab 72 Oci
73
Bab 73 Menemui Raja
74
Bab 74 D'zem Lor
75
75 Meracik Ramuan
76
76 Ruang yang di sembunyikan
77
Bab 77 Hewan Dewa
78
Bab 78 Sebelum badai datang
79
Bab 79 Padang pasir
80
Bab 80 Sihir Hitam
81
Bab 81 Membersihkan Sampah
82
Bab 82 Ramuan Obat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!