Bab 2 Dunia didalam Novel

Caroline merasakan sakit dikepalanya. Beberapa gambar muncul dipikirannya dan itu seperti membunuhnya.

“Ugghh!” Caroline mengerang kesakitan hingga dia tidak tahan lagi dan pingsan begitu saja.

Sraaa!! Terdengar suara siraman air.

Caroline yang pingsan mengerutkan keningnya dan perlahan membuka mata.

“Bawa dia keruang bawah tanah dan berikan dia makan roti,” teriak pria paruh baya.

Caroline masih setengah sadar dan diseret begitu saja oleh pengawal. Caroline tidak bisa melawan tubuhnya sangat lemah saat ini dan dia tidak mampu melihat orang yang memerintahkan pengawal ini.

Diseret begitu saja membuat kulit kakinya terluka, dia merasakan sakit ditangannya. Saat ini mereka telah tiba diruang gelap yang hanya diterangi oleh api unggun.

Didepan penjara, Caroline dilempar begitu saja oleh pengawal.

“Aggh!” teriak Caroline dengan lemah.

“Apa gunanya mejadi Tuan Putri jika tidak ada yang menginginkannya,” ucap Pengawal itu.

“Hahaha … aku lebih menyukai tuan putri Edelyn.”

“Yah … tuan putri Edelyn sangat lembut dan cantik.”

“Berbeda sekali dengan Tuan Putri Caroline yang dingin bahkan tidak pernah menangis saat disiksa.”

Pengawal itu mengunci pintu penjara dan pergi meninggalkan Caroline sendirian.

“Apa?” Caroline saat ini sangat lelah dan dia mulai tertidur lagi dilantai yang dingin tanpa selimut.

Beberapa saat kemudian Caroline terbangun dengan sinar matahari menyinari wajahnya dari balik ventilasi kecil. Mengangkat tangannya untuk menghalangi cahaya yang menyinari matanya.

Caroline sudah bisa berpikir jernih sekarang. Melihat roti yang disiapkan dan juga ada minuman, Caroline dengan cepat memakan dan meminumnya. Tubuh ini sudah berapa lama tidak makan? Sangat tidak bertenaga.

“Setidaknya mereka menyediakan roti bersih dan air bersih,” gumam Caroline.

Setelah menghabiskan makanannya Caroline mengelap mulutnya menggunakan lengan. Terdengar suara tawa dari balik ventilasi. Caroline berjinjit melihat apa yang ada diluar. Terlihat seorang gadis cantik tertawa lepas bersama dengan pelayan.

“Tuan Putri anda sangat cantik menggunakan mahkota bunga,” puji pelayan.

Gadis itu tersenyum bahagia mendengar pujian ini dan terus berjalan diantara taman bunga.

“Apa dia adalah Tuan Putri yang dibicarakan?” ucap Caroline.

“Semua orang sepertinya menyukai wanita yang lembut.” Caroline berhenti melihat dan mulai memikirkan gambar yang muncul dikepalanya sebelum dia pingsan.

Nama gadis yang dia masuki adalah Caroline Brianna putri pertama dari Raja Aqan Brianna. Ayahnya sangat tidak menyukainya karena dia sangat mirip dengan ibunya yang telah tiada. Ibunya adalah master pedang terkuat dikerajaan ini yang bernama Azura Alston.

Ibunya sangat dihormati oleh bangsawan dan rakyat karena dia adalah pahlawan. Ibu menikah dengan raja karena dorongan dari para bangsawan untuk menambah dukungan dan kekuatan. Raja sangat tidak menyukai ibunya karena ibunya lebih kuat daripada ayahnya yang seorang raja.

Ibu melahirkan dua orang anak dari Raja Aqan, yang pertama adalah Caroline Brianna yang memiliki perawakan persis seperti ibunya memiliki mata biru dan rambut bergelombang berwarna silver itu semua sangat indah dan cantik.

Sedangkan adik laki – lakinya memiliki perawakan seperti raja Aqan, hanya matanya saja yang berbeda itu mengikuti warna mata ibu mereka. Raja Aqan memiliki rambut berwarna blonde dengan mata merah ruby. Meskipun lahir dari rahim wanita yang dibencinya, Raja sangat menyukai anak laki – lakinya ini dan memberinya gelar Putra Mahkota.

Raja Aqan memiliki selir yang sangat dia cintai yaitu selir Bianca Arcelio, dia memiliki anak yang seumuran dengan Caroline yang bernama Edelyn. Sifatnya sangat bertolak belakang dengan Caroline, Edelyn memiliki kepribadian yang sangat cerah. Setelah melahirkan Edelyn, selir Bianca tidak bisa lagi melahirkan seorang anak karena kesehatannya.

Selama masa kehamilan, raja hanya memperhatikan selirnya saja dan mengabaikan ibu yang juga sedang hamil anak mereka.

“Ternyata raja hanya seorang pria br*****k,” Caroline sedikit mengumpat.

“Tapi sepertinya dia pernah mendengar nama – nama ini,” pikir Caroline.

“Dimana?”

Saat Caroline sedang mencoba mengingat tiba – tiba terdengar suara.

“Apa kau telah sadar?” itu adalah ayahnya yang datang menemuinya, Raja Aqan.

Caroline tidak menjawab dan hanya diam menatap pria sial ini.

“Ayah … sepertinya kakak sudah sadar akan kesalahannya, bagaimana keluarkan kakak dari sini?” Tuan Putri Edelyn melirik Caroline dengan tatapan kasihan.

“Tuan Putri anda terlalu baik,” ucap seorang pengawal.

“Benar … “ ucap Pengawal yang lain.

“Kau masih tidak ingin meminta maaf kepada adikmu?” tanya Raja.

“Kakak minta maaflah,” seorang remaja angkat bicara, itu adalah adik kandung Caroline sendiri.

Adik itu juga tidak menyukainya karena hasutan dari lingkungannya, dia tumbuh mendengar keburukan kakak kandungnya sehingga dia hanya dekat dengan Edelyn.

Caroline melihat Adelyn yang memiliki wajah sedih. Dalam ingatan yang dia dapat, Edelyn sangat kesal dan membenci Caroline. Dia memanggil Caroline bertemu di pinggir Danau, saat itu Caroline tidak mencurigai apa – apa. tetapi saat dia mendekat Edelyn tiba – tiba menceburkan diri kedalam Danau. Tanpa mengingatnya pun Caroline tahu apa yang terjadi selanjutnya.

“Apa kau masih tidak mau berbicara?” teriak Raja. Dia tidak bisa menyingkirkan Caroline begitu saja karena dia masih membutuhkan kekuatannya.

Caroline memiliki bakat master pedang seperti ibunya, dia ingin mengirim Caroline ke perbatasan untuk berperang. Saat ini kerajaan mereka sedang mengalami krisis melawan kerajaan tetangga.

“Aku tidak merasa melakukan kesalahan,” jawab Caroline dengan wajah datarnya.

“Kamu-“

“Raja!”

“Maafkan aku telah mengganggumu … “ ajudan itu membisikkan sesuatu di telinga Raja.

Raja mengerutkan kening. “Pikirkanlah keselahanmu jika kau ingin keluar dari sini.” Raja pergi begitu saja dengan yang lain.

Caroline menghela nafas lega. “Ini sangat melelahkan … tubuh ini cukup kuat karena latihan, namun juga cukup lemah karena hukuman yang diberikan raja.” Hukuman yang diberikan Raja kepada putrinya sangat kejam.

Dia mengambil Mana yang ada ditubuh putrinya sendiri. Mana ditubuh Caroline sangat kuat meskipun telah diambil, dia akan pulih dengan sendirinya. Tugas yang diberikan ayahnya sejak dia kecil adalah melakukan yang terbaik untuk kerajaan ini dan memberikan mana nya sebulan sekali untuk istana.

Caroline tumbuh dengan pendidikan dari ayahnya. Itu membuatnya merasa bertanggung jawab dan rela memberikan mana nya meskipun dia tidak tahu untuk apa itu semua. Kali ini mananya terkuras habis karena hukuman sehingga tubuh ini tidak sanggup menahannya.

Caroline menatap tangannya. “Sepertinya perlahan akan pulih,” gumam Caroline.

Dia memikirkan kecelakaan helikopter yang dialaminya. Apakah dia bereinkarnasi sekarang? Dulu dia sama sekali tidak mempercayai hal ini. Namun sekarang dia mengalaminya sendiri.

“Caroline … Edelyn?” masih memikirkan nama ini. Dia pernah mendengarnya disuatu tempat.

“Oh?” Caroline mengingatnya.

“F***k … apa aku masuk kedalam novel yang bawahanku tulis?” ucap Caroline.

Dunia yang dia masuki adalah dunia novel yang berjudul Bunga putih Duke dingin. Mendengar judulnya saja sudah sangat menggelikan.

Caroline merinding sekarang, bagaimana bisa? Edelyn yang dia lihat tadi adalah pemeran utama wanita? Itu lebih terlihat seperti wanita lotus putih daripada pemeran utama wanita.

Didalam cerita itu kerajaannya kalah dengan kerajaan tetangga dan mereka memiliki syarat untuk mengirimkan putri tertua mereka, Akhirnya Caroline pergi menikahi Duke. Saat acara pernikahan, Edelyn melihat wajah Duke dan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mulai saat itu Edelyn memutuskan tinggal dikediaman Duke dengan alasan menemani kakaknya. Semua orang mengira bahwa Tuan Putri Edelyn terlalu baik dan para pembaca pun sangat bersemangat melihat adegan ini. Caroline yang telah membaca novel itu, tidak berpikir bahwa ini romantis. Ini adalah rubah penggoda kakak iparnya sendiri, awalnya dia berpikir seperti itu. Sekarang setelah melihat langsung, pemeran utama wanita memang seekor rubah, apa yang dia pikirkan memang benar.

Didalam novel diperlihatkan pertemuan Edelyn yang tidak disengaja dengan Duke, namun setelah dipikir – pikir lagi pasti itu Edelyn yang menguntit Duke.

“Sangat tidak tahu malu,” gumam Caroline.

Tetapi Duke selalu menjaga jarak dengan Tuan Putri Edelyn dan menghormati istrinya. Setelah istrinya meninggal pun butuh dua tahun bagi Edelyn untuk menaklukkan hati Duke yang dingin.

Memikirkan calon suaminya, Caroline tida sabar ingin melihat wajah Duke itu.

“Tidak akan aku biarkan Rubah itu masuk kedalam kediaman Duke nanti,” Ucap Caroline dengan senyum licik.

“Aku tidak merebut pemeran utama pria dari pemeran utama wanita, tetapi memang dari awal Duke yang dingin itu adalah miliknya,” ucap Caroline.

Caroline berdiri dan merapikan pakaiannya, “Mereka menganggapku wanita jahat dan dingin … mari kita lakukan itu,” ucap Caroline menaruh kedua tangan dipinggangnya.

Akhir dari Bab 2.

Terpopuler

Comments

end

end

aneh tiap yg reinkarnasi psti tubuhx lemah uda banyk yg q baca

2025-03-27

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

aku bener2 lupa alurnya jd ku baca ulang....ha...ha...ha...

2024-11-06

0

gaby

gaby

Aq baru gabung, awal yg bagus. Tp kayanya sempet lama hiatus y. Mudah2an Caroline jd sosok seperti di kehidupan sblmnya. Jgn jd lemah gara2 msk novel

2024-08-08

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2 Bab 2 Dunia didalam Novel
3 Bab 3 Demon
4 Bab 4 Saudara
5 Bab 5 Keluar Istana
6 Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7 Bab 7 Mary Aurelius
8 Bab 8 Pelayan
9 Bab 9 Duke Cedric
10 Bab 10 Monster
11 Bab 11 Serigala besar
12 Bab 12 Rencana Raja
13 Bab 13 Sihir Hitam
14 Bab 14 Menuju Perbatasan
15 Bab 15 Batu di Goa
16 Bab 16 Perjalanan hari pertama
17 Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18 Bab 18 Tanaman Merambat
19 Bab 19 Batu Monster
20 Bab 20 Evan Davis
21 Bab 21 Camp perbatasan
22 Bab 22 Strategi
23 Bab 23 Menjadi Tawanan?
24 Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25 Bab 25 Goa
26 Bab 26 Pedang
27 Bab 27 Strategi
28 Bab 28 Perisapan Perang
29 Bab 29 Penyerangan
30 Bab 30 Menyerah dan kalah
31 Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32 Bab 32 Titah Raja Argentum
33 Bab 33 Sebelum keributan
34 Bab 34 Sebelum keributan (2)
35 Bab 35 Ratu Bianca
36 Bab 36 Perselingkuhan
37 Bab 37 Perselingkuhan (2)
38 Bab 38 Istana Dingin
39 Bab 39 Pesta Dansa
40 Bab 40 Pesta Dansa (2)
41 Bab 41 Brian La Frins
42 Bab 42 Rencana selanjutnya
43 Bab 43 Berangkat
44 Bab 44 Cyrus Wise
45 Bab 45 Palace Blossom
46 Bab 46 Lily
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Roke
49 Bab 49 Line dan Riric
50 Bab 50 Berburu monster lagi
51 Bab 51 Surat undangan
52 52 Istana Argentum
53 Bab 53 Istana Argentum (2)
54 Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55 Bab 55 Pelayan pribadi
56 Bab 56 Ani
57 Bab 57 Resor
58 Bab 58 Hari Pernikahan
59 Bab 59 Hari Pernikahan 2
60 Bab 60 Persaingan
61 Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62 Bab 62 Tarian Pedang
63 Bab 63 Abu Krystal
64 Bab 64 Melihat Cahaya
65 Bab 65 Teman lama
66 Bab 66 Sabrina Luves
67 Bab 67 Saingan
68 Bab 68 Bangun
69 Bab 69 Hari - hari biasa
70 Bab 70 Surat
71 Bab 71 Hukuman
72 Bab 72 Oci
73 Bab 73 Menemui Raja
74 Bab 74 D'zem Lor
75 75 Meracik Ramuan
76 76 Ruang yang di sembunyikan
77 Bab 77 Hewan Dewa
78 Bab 78 Sebelum badai datang
79 Bab 79 Padang pasir
80 Bab 80 Sihir Hitam
81 Bab 81 Membersihkan Sampah
82 Bab 82 Ramuan Obat
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2
Bab 2 Dunia didalam Novel
3
Bab 3 Demon
4
Bab 4 Saudara
5
Bab 5 Keluar Istana
6
Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7
Bab 7 Mary Aurelius
8
Bab 8 Pelayan
9
Bab 9 Duke Cedric
10
Bab 10 Monster
11
Bab 11 Serigala besar
12
Bab 12 Rencana Raja
13
Bab 13 Sihir Hitam
14
Bab 14 Menuju Perbatasan
15
Bab 15 Batu di Goa
16
Bab 16 Perjalanan hari pertama
17
Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18
Bab 18 Tanaman Merambat
19
Bab 19 Batu Monster
20
Bab 20 Evan Davis
21
Bab 21 Camp perbatasan
22
Bab 22 Strategi
23
Bab 23 Menjadi Tawanan?
24
Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25
Bab 25 Goa
26
Bab 26 Pedang
27
Bab 27 Strategi
28
Bab 28 Perisapan Perang
29
Bab 29 Penyerangan
30
Bab 30 Menyerah dan kalah
31
Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32
Bab 32 Titah Raja Argentum
33
Bab 33 Sebelum keributan
34
Bab 34 Sebelum keributan (2)
35
Bab 35 Ratu Bianca
36
Bab 36 Perselingkuhan
37
Bab 37 Perselingkuhan (2)
38
Bab 38 Istana Dingin
39
Bab 39 Pesta Dansa
40
Bab 40 Pesta Dansa (2)
41
Bab 41 Brian La Frins
42
Bab 42 Rencana selanjutnya
43
Bab 43 Berangkat
44
Bab 44 Cyrus Wise
45
Bab 45 Palace Blossom
46
Bab 46 Lily
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Roke
49
Bab 49 Line dan Riric
50
Bab 50 Berburu monster lagi
51
Bab 51 Surat undangan
52
52 Istana Argentum
53
Bab 53 Istana Argentum (2)
54
Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55
Bab 55 Pelayan pribadi
56
Bab 56 Ani
57
Bab 57 Resor
58
Bab 58 Hari Pernikahan
59
Bab 59 Hari Pernikahan 2
60
Bab 60 Persaingan
61
Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62
Bab 62 Tarian Pedang
63
Bab 63 Abu Krystal
64
Bab 64 Melihat Cahaya
65
Bab 65 Teman lama
66
Bab 66 Sabrina Luves
67
Bab 67 Saingan
68
Bab 68 Bangun
69
Bab 69 Hari - hari biasa
70
Bab 70 Surat
71
Bab 71 Hukuman
72
Bab 72 Oci
73
Bab 73 Menemui Raja
74
Bab 74 D'zem Lor
75
75 Meracik Ramuan
76
76 Ruang yang di sembunyikan
77
Bab 77 Hewan Dewa
78
Bab 78 Sebelum badai datang
79
Bab 79 Padang pasir
80
Bab 80 Sihir Hitam
81
Bab 81 Membersihkan Sampah
82
Bab 82 Ramuan Obat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!