Bab 11 Serigala besar

“Rarrrrrrgh!!” teriakan moster menggema dihalaman belakang istana.

Rambut Caroline teribas saat auman itu dikeluarkan. Waah! Dia cukup bertenaga.

“Kau,” panggil Caroline.

“Apa kalian benar – benar sudah melatihnya?” tanya Caroline.

“Ini belum sepenuhnya terlatih,” jawab Pengawal itu gemetar. Jika monster ini dilepaskan maka mereka semua akan mati disini.

“Kakak! Mundurlah jangan buka itu!” teriak Aland.

“Aland!” teriak Edelyn. Mengapa Aland memihak pada Caroline?

Aland hanya diam dan cemas. Dia bingung harus melakukan apa. dia berdiri di antara kedua kakaknya.

Caroline melihat kebelakang. Ck .. ck.. lihatlah itu dia bahkan tidak bisa membantah Edelyn.

“Berikan kuncinya.” Caroline meminta kunci kepada penjaga pintu.

“T-tapi tuan putri-“

“Serahkan saja kepada kak Caroline!” teriak Edelyn. Dia harus melihat Caroline hancur.

Penjaga itu terpaksa memberikan kunci dan langsung berlari meninggalkan Caroline.

Caroline melihat kunci ditangannya dan melirik pengawal yang kabur itu. Apa pengawal istana selemah ini?

“Raaaarrrgh!!!” monster itu semakin keras berteriak saat Caroline mendekat.

“Kita lihat apakah kamu memang kuat seperti yang mereka katakan?” Caroline mulai membuka kuncinya.

Saat Caroline membuka kunci. Monster itu dengan cepat segera menyerah Caroline. Namun Caroline dengan cepat menghindar.

“Hahaha … kau sangat bersemangat!” ucap Caroline.

“Master aku sudah melakukan tugasku,” ucap Demon.

“Bagus!”

Monster itu terus menyerang Caroline tanpa ampun. Namun Caroline dengan mudah menghindar dan saat monster itu lengah, Caroline dengan mudah menyerang balik monster itu. Monster itu terpental cukup keras.

“Kakak kemarilah!” teriak Aland.

Dia sudah memasang sihir pelindung, meskipun dia tidak ingin menggunakan mana kakaknya tetapi dia membutuhkannya saat ini.

Caroline melihat Aland dan yang lainnya berlindung dibalik sihir pelindung, lalu dia melihat Edelyn yang tersenyum diam – diam dengan licik dan mengatakan sesuatu. “KAU- A-KAN-MA-TI.”

Caroline sedikit tercengang melihatnya. “Heh.” Caroline tersenyum melihatnya.

Edelyn bergidik melihat senyum Caroline yang tidak masuk akal. Apa dia sudah gila?

Monster yang terpental jauh, berusaha untuk berdiri. Saat dia bangkit, monster itu mengendus sesuatu dan langsung mengeluarkan air liur.

“A-apa yang terjadi? Kenapa dia melihat kita?” tanya Edelyn dengan takut.

“T-tenanglah … dia tidak akan bisa menembus sihir pelindung ini.” Aland menenangkan Edelyn.

Perlahan monster itu berjalan kearah mereka dan dalam sekejap dia berlari cepa menuju mereka.

“Aaaaaa!!!!” teriak Edelyn.

“Lakukan sesuatu!!” teriaknya lagi.

Monster itu terus menabrak sihir pelindung itu dengan sekuat tenaga.

Aland melihat kalau sihir pelindung itu akan hancur. Dia menggertakkan giginya, “Semuanya siapkan pedang kalian!” teriak Aland.

Dia membawa pedang yang memiliki mana Caroline. Saat menangkap monster ini di tidak melawannya, dia hanya memasang perangkap yang diselimuti oleh sihir dan mana. Saat ini dia harus melawan langsung monster yang mereka tangkap.

“A-aland … aku rasa dia akan menghancurkan pelindung ini,” ucap Edelyn dengan suara gemetar.

“Tenanglah kakak,” ucap Aland sambil memegang pedangnya.

Edelyn melihat kebelakang monster itu dan melihat Caroline berdiri dengan santai dibelakang. “KAU A-KAN-MA-TI,” bisik Caroline membalas tatapan Edelyn dengan senyuman.

Edelyn membelalakkan matanya. Apa dia membalasku? Edelyn terus menahan emosinya. Dia tidak ingin emosinya saat ini terungkap.

Caroline melihat mereka yang berlindung dibalik sihir pelindung dan monster itu terus mengeluarkan air liur mencium bau makanan.

“Tuan aku rasa racikan yang tuan buat sangat berguna,” ucap Demon dengan bangga akan tuannya.

“Ha … tentu saja,” jawab Caroline melipat kedua tangannya.

Beberapa hari yang lalu.

“Apa kau tahu monster seperti apa yang ada di sebelah utara?” tanya Caroline.

“Hmm … itu monster yang kuat dan mereka sangat menyukai aroma daging mentah.”

“Karena disana susah untuk berburu, jadi mereka sering kelaparan,” jawa Demon.

“Daging mentah ya … hmm … baiklah,” ucap Caroline. Caroline mulai melihat apa yang ada dia balik bahan – bahan untuk membuat teh. Dia mencium baunya.

“Aku rasa kita bisa mencampur ini denagn ini … hahaha ini akan berhasil,” ucap Caroline dengan gila meracik teh yang ada dengan bunga yang dia temukan dihutan belakang.

Demon menutup hidungnya. “M-master?!” apa yang master buat ini sangat busuk.

“Aku akan membuat makanan untuk monster itu,” jawab Caroline.

“Apa?! tapi monster itu ada di utara,” ucap Demon bingung.

“Yah … mereka akan tiba diistana,” jawab Caroline. Dia mengingat kejadian ini didalam novel, Aland akan memasang perangkap dan mendapatkan monster besar itu.

Demon melihat cairan yang ada didalam mangkuk masternya. Apa ini akan berhasil? Baunya sangat menyengat.

“Tenanglah aku akan membuat ini tidak akan memiiki bau dan hanya monster itu yang dapat menciumnya,” ucap Caroline.

“Bisakah master membuat hal seperti itu?” tanya Demon.

“Tentu saja,” jawab Caroline. Dia tidak terlalu yakin apakah ini berhasil tetapi dia akan mencobanya nanti.

“Aku akan menyediakan tempat yang sangat kedap agar baunya tidka keluar.” Akan sangat berbahaya jika monster itu mencium bau ini dari kamarnya.

Saat monster itu tiba Caroline mengikuti Edelyn. Dia awalnya tidak ingin menaruhnya dibalik pakaian Edelyn, tetapi Edelyn sudah kesabarannya habis dan dia mulai menyuruh Demon untuk mengeluarkan racikan yang dia buat.

Inilah yang terjadi.

“Hmp … siapa suruh bermain – main denganku,” gumam Caroline.

“Y-yang mulia … saya rasa ini tidak akan berhasil.”

“Sihir pelindung ini akan hancur.”

Aland menggertakkan giginya. “Lindungi tuan putri Edelyn!” teriak Aland.

Caroline menggaruk telinganya dnegan jari kelingkingnya. “Kau bilang dia kuat? Mengapa begitu lama menghancurkan sihir pelindung itu?” tanya Caroline dengan bosan.

“Itu karena sihir pelindung itu memiliki kekuatan mana master sendiri,” jawab Demon.

“Begitu,” ucap Caroline.

“CLANKK” sihir pelindung akhirnya pecah.

Monster itu pertama melihat Edelyn dan langsung menyerangnya.

“Kyaaa!!!”

“Kakak!” Aland segera melindungi Edelyn. Monster itu menggores punggung Aland dengan sangat dalam.

“Ugh!”

“Aland!” teriak Edelyn.

“Kakak lari lah jangan pedulikan aku,” ucap Aland.

“Tidak! Kamu tidak boleh mati, kau harus melindungiku dulu sebelum mati!” teriak Edelyn.

Aland terkejut mendengar ini begitupun Caroline. Waw … apa dia tidak menganggap Aland sebagai adiknya.

“K-kakak?” panggil Aland dengan lemah.

Monster itu mendekat perlahan dan air liur yang dia keluarkan jatuh kewajah Edelyn, itu sangat bau dan menjijikkan.

“Kyaa!!! Pergi jangan makan aku … ini makanlah ini!” teriak Edelyn sambil mendorong Aland kemonster.

Aland tidak menyangka Edelyn yang dia anggap baik dan seperti malaikat akan dengan mudah mengorbankan saudaranya.

“Y-yang mulia.” Para pengawal membeku ditempat. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saat ini para komandan semua dipanggil oleh yang mulia raja, begitu juga pengawal pribadi yang mulia putri dan putra mahkota.

“Grrrrhh.” Monster itu mengerang.

“Arrrrrhhhg.”

“Kyaaa!!!” Mengapa! Mengapa monster itu hanya menyerangku? Bukan Caroline? Kalau seperti ini dia akan benar benar mati.

“Demon!”

Demon keluar dengan wujud aslinya dan dengan cepat menyerang monster itu.

Edelyn membuka matanya dan melihat seekor serigala besar melaan monster itu. Dalam waktu singkat monster itu tergeletak dengan darah dilehernya. Serigala itu menang telak dan merobek – robek daging monster itu seperti mainan.

Edelyn gemetar melihat ini, dia melihat Caroline berjalan kearahnya. “M-monster!” teriak Edelyn sambil menunjuk Caroline.

Caroline diam sesaat dan tersenyum kepada Edelyn. Ditatap oleh Caroline membuat Edelyn merinding.

“K-kakak.” Aland melihat kakaknya mengeluarkan monster entah dari mana.

“Kau harus segera mendapat perawatan,” ucap Caroline.

Aland melihat Caroline dengan air mata yang tergenang dimatanya. Dia pikir dia akan mati. Dia pikir tidak akan ada yang bisa menyelamatkannya. Tetapi kakaknya Caroline yang tidak pernah dia perhatikan selama ini telah menyelamatkannya.

Caroline melihat Aland menangis. “Apa itu sangat menyakitkan?”

“Kua bawa Aland ke dokter segera,” teriak Caroline.

“B-baik.” Semua orang kembali sadar dan mulai membantu tuan putri Edelyn dan Aland yanng terluka parah.

Semua orang telah pergi dan hanya menyisakan Caroline. “Bagaimana dengan penampilanku tadi?” tanya Demon sambil mengibaskan ekornya mengelilingi Caroline dengan semangat.

Caroline melihat Demo yang begitu bersemangat. “Kerja bagus,” ucap Caroline sambil mengelus Demon.

“Hehe.” Master memujinya.

Akhir dari Bab 11

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kenapa adelyn tdk di buat terluka juga ya..

2024-11-06

0

Muhammad Sulchan

Muhammad Sulchan

semangat kakak

2024-10-30

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

mampus lo adelyn....tu aland kk kedayanganmu

2024-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2 Bab 2 Dunia didalam Novel
3 Bab 3 Demon
4 Bab 4 Saudara
5 Bab 5 Keluar Istana
6 Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7 Bab 7 Mary Aurelius
8 Bab 8 Pelayan
9 Bab 9 Duke Cedric
10 Bab 10 Monster
11 Bab 11 Serigala besar
12 Bab 12 Rencana Raja
13 Bab 13 Sihir Hitam
14 Bab 14 Menuju Perbatasan
15 Bab 15 Batu di Goa
16 Bab 16 Perjalanan hari pertama
17 Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18 Bab 18 Tanaman Merambat
19 Bab 19 Batu Monster
20 Bab 20 Evan Davis
21 Bab 21 Camp perbatasan
22 Bab 22 Strategi
23 Bab 23 Menjadi Tawanan?
24 Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25 Bab 25 Goa
26 Bab 26 Pedang
27 Bab 27 Strategi
28 Bab 28 Perisapan Perang
29 Bab 29 Penyerangan
30 Bab 30 Menyerah dan kalah
31 Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32 Bab 32 Titah Raja Argentum
33 Bab 33 Sebelum keributan
34 Bab 34 Sebelum keributan (2)
35 Bab 35 Ratu Bianca
36 Bab 36 Perselingkuhan
37 Bab 37 Perselingkuhan (2)
38 Bab 38 Istana Dingin
39 Bab 39 Pesta Dansa
40 Bab 40 Pesta Dansa (2)
41 Bab 41 Brian La Frins
42 Bab 42 Rencana selanjutnya
43 Bab 43 Berangkat
44 Bab 44 Cyrus Wise
45 Bab 45 Palace Blossom
46 Bab 46 Lily
47 Bab 47 Gosip
48 Bab 48 Roke
49 Bab 49 Line dan Riric
50 Bab 50 Berburu monster lagi
51 Bab 51 Surat undangan
52 52 Istana Argentum
53 Bab 53 Istana Argentum (2)
54 Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55 Bab 55 Pelayan pribadi
56 Bab 56 Ani
57 Bab 57 Resor
58 Bab 58 Hari Pernikahan
59 Bab 59 Hari Pernikahan 2
60 Bab 60 Persaingan
61 Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62 Bab 62 Tarian Pedang
63 Bab 63 Abu Krystal
64 Bab 64 Melihat Cahaya
65 Bab 65 Teman lama
66 Bab 66 Sabrina Luves
67 Bab 67 Saingan
68 Bab 68 Bangun
69 Bab 69 Hari - hari biasa
70 Bab 70 Surat
71 Bab 71 Hukuman
72 Bab 72 Oci
73 Bab 73 Menemui Raja
74 Bab 74 D'zem Lor
75 75 Meracik Ramuan
76 76 Ruang yang di sembunyikan
77 Bab 77 Hewan Dewa
78 Bab 78 Sebelum badai datang
79 Bab 79 Padang pasir
80 Bab 80 Sihir Hitam
81 Bab 81 Membersihkan Sampah
82 Bab 82 Ramuan Obat
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Memasuki Tubuh Orang Lain
2
Bab 2 Dunia didalam Novel
3
Bab 3 Demon
4
Bab 4 Saudara
5
Bab 5 Keluar Istana
6
Bab 6 Pusat Perbelanjaan
7
Bab 7 Mary Aurelius
8
Bab 8 Pelayan
9
Bab 9 Duke Cedric
10
Bab 10 Monster
11
Bab 11 Serigala besar
12
Bab 12 Rencana Raja
13
Bab 13 Sihir Hitam
14
Bab 14 Menuju Perbatasan
15
Bab 15 Batu di Goa
16
Bab 16 Perjalanan hari pertama
17
Bab 17 Melanjutkan perjalanan
18
Bab 18 Tanaman Merambat
19
Bab 19 Batu Monster
20
Bab 20 Evan Davis
21
Bab 21 Camp perbatasan
22
Bab 22 Strategi
23
Bab 23 Menjadi Tawanan?
24
Bab 24 Camp Kerajaan Argentum
25
Bab 25 Goa
26
Bab 26 Pedang
27
Bab 27 Strategi
28
Bab 28 Perisapan Perang
29
Bab 29 Penyerangan
30
Bab 30 Menyerah dan kalah
31
Bab 31 Menuju Istana Eldoria
32
Bab 32 Titah Raja Argentum
33
Bab 33 Sebelum keributan
34
Bab 34 Sebelum keributan (2)
35
Bab 35 Ratu Bianca
36
Bab 36 Perselingkuhan
37
Bab 37 Perselingkuhan (2)
38
Bab 38 Istana Dingin
39
Bab 39 Pesta Dansa
40
Bab 40 Pesta Dansa (2)
41
Bab 41 Brian La Frins
42
Bab 42 Rencana selanjutnya
43
Bab 43 Berangkat
44
Bab 44 Cyrus Wise
45
Bab 45 Palace Blossom
46
Bab 46 Lily
47
Bab 47 Gosip
48
Bab 48 Roke
49
Bab 49 Line dan Riric
50
Bab 50 Berburu monster lagi
51
Bab 51 Surat undangan
52
52 Istana Argentum
53
Bab 53 Istana Argentum (2)
54
Bab 54 Pembicaraan dengan Raja
55
Bab 55 Pelayan pribadi
56
Bab 56 Ani
57
Bab 57 Resor
58
Bab 58 Hari Pernikahan
59
Bab 59 Hari Pernikahan 2
60
Bab 60 Persaingan
61
Bab 61 Putra Mahkota Cyrus
62
Bab 62 Tarian Pedang
63
Bab 63 Abu Krystal
64
Bab 64 Melihat Cahaya
65
Bab 65 Teman lama
66
Bab 66 Sabrina Luves
67
Bab 67 Saingan
68
Bab 68 Bangun
69
Bab 69 Hari - hari biasa
70
Bab 70 Surat
71
Bab 71 Hukuman
72
Bab 72 Oci
73
Bab 73 Menemui Raja
74
Bab 74 D'zem Lor
75
75 Meracik Ramuan
76
76 Ruang yang di sembunyikan
77
Bab 77 Hewan Dewa
78
Bab 78 Sebelum badai datang
79
Bab 79 Padang pasir
80
Bab 80 Sihir Hitam
81
Bab 81 Membersihkan Sampah
82
Bab 82 Ramuan Obat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!