Episode 18

Di sela kebahagiaan keluarga besar Adam dalam acara pernikahan yang masih belum selesai,Mereka berpesta dalam acara penutupan pernikahan Sonia dan Rangga.

Kini saatnya wedding toas bersama.

Di dalam bartender muncul seorang pria bertubuh tinggi atletis berkulit coklat dengan wajah tampan namun agak sangar memakai masker hitam menyapa Seorang bartender bernama Arda.

"Hai, kenalkan nama saya Bara.nama mu siapa?"

"Oh oh iyah...Saya Arda..Ada keperluan apa yah?"

"Begini..Sekarang adalah saat wedding toas..Saya akan gantikan tugasmu.Kamu bisa pulang sekarang...Dan aku akan menggantikan 100 juta untukmu"

"Apa?Maksudnya apa yah?"

"Oke.Aku transfer sekarang 100 juta ke rekening kamu..gimana? Kamu kerja setahun belum tentu dapat uang sebanyak ini..' Ujar pria mengaku bermasker

" Beneran nih...Okey kalau begitu"

"Berikan rekening mu" Ucap Bara

"Oke..Oke..Ini rekening aku.." Ujar Arda seraya mengetik nomor rekening di ponselnya.

"Lumayan 100 juta.Aku belum pernah memiliki uang sebanyak itu.Sedangkan pekerjaan ini hanya part time saja" Batin Arda.

"Oke..Sudah yah..Silahkan di cek" Bara memperlihatkan bukti di ponselnya.Membuat Arda langsung membuka ponselnya cek mobile banking.

"Yah..Sudah aku Terima...Ok kalau begitu aku permisi" Ucap Arda dengan hati senang meninggalkan acara itu.

Tinggallah Bara mengemasi setiap sloki dan minuman untuk acara wedding toas.

Yang awalnya ia memberikan sloki pada kedua mempelai.

Lalu memberikan satu persatu pada giliran untuk mereka minum dan berfoto.

Setelah selesai sloki untuk kedua mempelai,Bara memberikan pada kedua orang tua.Namun terlihat tangan Bara menabur bubuk pada salah satu sloki yang bertujuan di berikan kepada Adam.

Kenapa manusia ini ada dua?yang mana harus aku berikan? Aaah...sudahlah.sebaiknya dua-duanya saja aku beri kan sloki ini"

Dengan cepat Bara memberikan dua sloki yang sudah di taburkan sesuatu.

Setelah selesai memberikan 2 sloki kepada Adam dan Agam, Secepatnya Bara melesat pergi entah kemana.

Adam dan Agam saling toas hingga habis.Mereka saling bersenda gurau.Tertawa-tawa.Tapi Agam yang tidak tahan dengan minuman keras hanya meminumnya sedikit.

Hingga 10 menit pun sudah berlalu.Pada akhir nya Agam dan Adam tergelepar karena sesak bernafas.

"Adam? Agam? Hei...Kalian kenapa?" Seru Kayla.

"Astaga? Adam..Agam...Ada apa ini?" Adel pun ikut panik.

"Papa..pa...Bangun Pa..Ambulan..ambulan..Tolong...Panggil ambulan..." Teriak Sonia panik.

Rangga menghampiri Agam dan Adam,menekan nadi mereka.Sekilas wajah Rangga memucat.

"Sudah gak bernafas" Gumam Rangga.

"Apa?kamu jangan main-main Rangga" Teriak Soraya membuat Rangga mundur.

"Papaaaaa....."

"Pa.....Haaa...." Teriak Alina dan Kalisa meraung-raung merangkul badan Agam.

"Siapa yang melakukan ini?Siapa!!!!" Teriak Soraya menahan geram.

Beberapa orang security membawa tubuh Adam dan Agam masuk ke dalam ruangan.Dengan di iringi tangis pilu anak-anak dan istri mereka.

"Diharap keluarga bersabar.Untuk saat ini Pak Adam sudah tidak ada.Bawa mereka ke rumah sakit.Kami akan laporkan kejadian ini ke kantor polisi" Ujar salah seorang security.

"Bapak-bapak dari tadi kemana saja?kenapa bisa kejadian seperti ini?" Teriak Sonia

"Maaf Bu...Karena keadaan yang cukup ramai.Kami semua sudah menjalankan tugas dengan maksimal.Dan kami akan meminta pihak restauran membuka CCTV saat kejadian" Ucap security seraya berlalu melangkah ke ruang keamanan.

Disitu terdapat beberapa layar CCTV dengan seorang petugas.

"Maaf Pak..Saya minta jam-jam saat kejadian melalui CCTV tolong di buka"

"Benar Pak...Tolong di percepat .."Pak Marco muncul dari ambang pintu.

"Baik Pak.." Jawab petugas seraya membuka layar CCTV.

Semua mata memandang ke layar dimana disitu terlihat Detik-detik wedding toas.Disitu juga terlihat seorang pemuda siap melayani wedding toas.

"Tapi gak ada yang aneh?" Gumam pak Marco dengan pandangan layar laptop

Namun matanya terbelalak lebar ketika seorang pemuda dengan postur tinggi besar menghampiri pelayan bartender.

"Siapa dia?" Gumam Pak Marco.

"Coba kita menelisik lebih jauh lagi" Gumam Pak Marco meneruskan penglihatannya ke layar.

"Nunu nunu nunu...Tot tot tot..." Suara ambulan mulai terdengar.

Beberapa security berhamburan masuk ke dalam ruangan untuk membopong tubuh Agam dan Adam membawa ke dalam mobil ambulance.

Setelah membaringkan kedua tubuh itu,Dengan cepat ambulance berlari ke arah rumah sakit terdekat.

Sedangkan anak-anak dan istri Agam dan Adam secepatnya masuk ke dalam mobil mengikuti arah mobil ambulance.

Sesampainya di rumah sakit, Dengan cepat seorang perawat mengambil brangkar membawa tubuh Adam ke ruang jenasah.sedangkan tubuh Agam ke ruang ICU.

Di ruang jenasah,Adel istri adam menangis meraung-raung.Begitupun dengan Sonia dan Soraya serta kakek nenek mereka menangis sejadi-jadinya.

"Adam...dam..Jangan pergi dam..Jangan pergi..." Seru tangis Adela masih memeluk tubuh Adam

"Papa....kenapa papa pergi..kenapa pa..?Ini salah aku pa...Harusnya aku gak usah nikah pa..." Tangis Sonia

Sedangkan Soraya duduk di lantai dengan diamnya,Namun dengan air mata yang terus mengalir.Menahan tangisnya dengan isak.

Begitu pula dengan Rangga yang hanya menunduk.Lalu menghampiri Sonia yang masih meraung-raung.

"Sudah Sonia...Kamu jangan terus-terusan menyesali.gak bagus.Biarkan papamu tenang disana" Ucap Rangga membelai rambut Sonia

"Apa kamu bilang?Aku gak usah menyesali?Kalau tahu kejadian seperti ini,gak akan aku mau menikah selamanya" Seru Sonia menatap tajam Rangga.

"Gak akan ada orang yang menginginkan kejadian seperti ini.Termasuk kamu,termasuk aku maupun yang lainnya.Tapi tolong redahkan tangismu sayang...Kalau seperti ini terus-terusan,nanti kau malah sakit"

"Ingat!Aku tidak akan mau berhenti menangis.Camkan itu.Kalau kau tidak suka melihat aku seperti ini,Silahkan kamu pergi"

"Kamu jangan salah paham Sonia...Maksud aku gak seperti itu..Aku hanya mengkhawatirkan kamu..Takut kamu kenapa-kenapa akhirnya sakit"

"Kamu tidak usah sok-sok perhatian sama aku.Aku gak bakal kenapa-napa.walaupun gak ada kamu.Sana pergi!"

"Oke..Oke..Kamu jangan marah sama aku..Aku minta maaf yah..Sebentar aku beli kan minuman dulu"

Ucap Rangga meninggalkan ruang jenazah,melangkah ke kantin.

Di ruang kantin Rangga menghempaskan pantatnya di kursi panjang.Di hela nafasnya dalam-dalam.

Tak seberapa lama duduk di samping Rangga seorang pemuda tinggi besar menatapnya lekat.

"Sepertinya kamu sedang banyak pikiran" Ujar pemuda disampingnya.

"Yah..Seperti itulah"

"Boleh aku tahu,apa yang sedang kau pikirkan...?"

" Tidak..Kamu tidak perlu tahu.Ini masalah aku.dan sangat privasi" Ujar Rangga

"Oh iya..Kenalkan..Nama aku Bara" Ucap Bara memberikan salamnya ke tangan Rangga.

"Aku Rangga" Jawab Rangga membalas salam tangan Bara.

"Kalau boleh,aku minta nomor WA kamu..Yaaah...Siapa tahu kita bisa menjadi teman curhat,mau pun sekedar bertukar masalah"

Ucap Bara memberikan ponselnya ke Rangga untuk ke ketik nomor WA nya.

Lalu Rangga pun memberikan nomor WA nya ke Bara.

"Terima kasih...Sekarang aku permisi dulu..Masih ada urusan.." Jawab Bara meninggalkan Rangga

Terpopuler

Comments

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

serigala berbulu domba /Sweat/

2024-05-12

0

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

hari yang teramat berat buat Sonia /Cry//Cry//Cry/

2024-05-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!