EPISODE 6 David ketemu anak kandunganya Rangga

"Rangga,Om mau tanya sesuatu sama kamu"Ujar Dani.

" Tanya apa Om?"

"Apa kamu pernah tahu,siapa ayah kamu?"

"Saya pernah dengar,Kalau Papa saya orang jahat.Pembunuh.Apa lagi ia membunuh Mama saya sendiri..Saya tidak akan mengampuninya..Lebih baik saya gak punya papa dari pada mempunyai papa seorang pembunuh" Jawab Rangga dengan wajah penuh kebencian.Membuat hati David terasa nyeri.

" Apa yang kamu lakukan Rangga,Apabila kamu lihat papa kandungmu ada di hadapanmu?"

"Akan saya usir dan kalau perlu aku akan membunuhnya.Siapakah papa aku di antara kalian berdua?"

"Rangga,seseorang melakukan itu karena ada sebabnya.gak mungkin orang melakukan hal terburuk tidak ada sebabnya" David angkat bicara.

"Apa pun alasannya,Saya tidak sudi mempunyai papa seorang pembunuh!Memangnya siapa papa saya Om?Om papa saya?atau Om ini papa saya?"

"Ya sudah..kalau kamu tidak mau mengakui aku papamu,tidak apa-apa..Yang terpenting aku sudah melihat anakku sendiri sekarang.Dan aku merasa tenang,kalau anakku baik-baik saja" Jawab David.

"Ooooh..jadi Om papa saya?Om penjahat.Anda kejam.Kembalikan mama saya..kembalikan!!"

"Rangga,Kalau tidak ada sebab,gak mungkin Papa membunuh mamamu.kalau mamamu tidak selingkuh Papa tidak mungkin membunuhnya!"

Seru David dengan air mata yang tidak bisa di bendung lagi.

"Jadi hanya karena mama selingkuh papa harus membunuhnya?Kalau papa gak suka,yah ceraikan saja!Gak usah di bunuh!Saya jadi gak punya mama kandung lagi...Saya yang merasa tersiksa di bully orang-orang gak punya mama"Seru Rangga.

" Ok..ok..Papa minta maaf"

"Hohoho...Gampang sekali anda minta maaf,gampang pula anda membunuh" Seru Rangga

"Rangga,Maafin Papa Nak.."

"Diam!!Jangan sebut diri anda Papa..Gak pantas kau jadi seorang ayahku.Pergi!Pergi!! pergi dari siniiiii!!!!"

"Yah sudah Bu Naomi...Saya pergi dulu.Saya berterima kasih,ibu sudah merawat Rangga dengan baik dan sudah sebesar ini"Jawab David bergegas pergi.

Yang akhirnya Rangga pun tidak dapat menahan tangisnya.Menahan pedih dan kecewa di hatinya.

Rangga yang selama ini menjadi pemuda tanpa ayah dan tanpa ibu.Namun ia bangga pada ibu angkatnya yang baik dan menyayangi dirinya.Walau pun sebagian teman-temannya sering kali membully nya.Namun ia merasa bahagia dengan adanya kekasih yang sering memberi semangat hidupnya.

Kekasih Rangga bernama Ida gadis manis berkulit kuning langsat adalah semangat hidupnya.

Rangga mengangkat telpon Ida.

" Halo..."Jawab Rangga.

"Halo sayang...Kamu ada di rumah?" Tanya Ida.

"Yah.Aku ada di rumah.Kamu mau kesini?"

"Iya,Aku mau kesana.Kamu tunggu yah" Ujar Ida menutup ponselnya.

30 menit kemudian kekasih Rangga pun tiba.

"Halo sayang" Sapa Ida tersenyum manis.

"Hai.." Balas Rangga singkat.

"Kamu kenapa sih?kok kusut gitu mukanya?" Tanya Ida.

"Aku lagi kesel Da.."

"Kenapa?Cerita dong.." Ida mengusap rambut Rangga.

"Si pembunuh mama aku,Papa kandung aku,datang kemari"

"Yah terus?Kan biar bagaimana pun juga itu papa kamu"

"Aku tidak akan pernah mau punya orang tua seperti dia sampai kapan pun" Tukas Rangga.

" Rangga sayang..Siapa pun itu orang tuamu,Kamu harus Terima..harus ikhlas" Ucap Ida bernada lembut

"Sudahlah..Sekarang Aku mau ke cafee.Mau lupain semuanya"

"Maksudnya kamu mau minum?" Tanya Ida mengernyitkan keningnya.

"yah..Kamu mau ikut?Kalau gak mau,biar aku sendiri saja"

"Aku ikut..gak mungkin aku biarkan kamu sendirian di cafee"

"Yah sudah..Ayo"

Rangga bergegas jalan ke luar rumah.Mereka naik motor menuju sebuah cafee.

Sesampai di Cafee mereka mencari tempat duduk memilih di sudut ruangan.

Rangga memesan minuman keras.Sedangkan Ida hanya pesan orang jus.

Sambil menikmat alunan musik dan minumannya,Rangga dapat meringankan bebannya,walau ia tahu,beban itu tidak akan pernah bisa sirna.Melupakan siapa ayahnya.Melupakan Ibunya yang sudah terbunuh.Tidak akan bisa.

"Rangga,Sudah cukup..Jangan tambah lagi..Kamu udah mabuk loh?"

"Udah...Jangan larang-larang aku..Biarkan saja aku mabuk seperti ini...Melupakan kepedihan hati ini" Ucap Rangga sambil memesan kembali minuman keras.

"Rangga,Pulang yuk..Kamu mabuk loh..Yuk" Ucapan Ida tidak di hiraukan Rangga yang terus menyanyi-nyanyi dan tertawa.

"Cepatlah Rangga,kita pulang..Yaudah..Aku pulang sendiri aja" Bibir Ida maju ke depan beberapa centi.

"Eeeist...Tunggu dong..iya..iya..kita pulang..yuuk.."

Rangga menarik lengan Ida dengan jalan terhuyung seperti di atas kapal yang terkena ombak.

"Biar aku aja yang bawa motornya..Mana kuncinya?" Ujar Ida.

"Gak usah khawatir..Aku tidak mabuk,Jangankan motor,pesawat aja aku bisa bawa kok" Jawab Rangga terbahak

"Tapi bahaya kalau kamu bawa motor Rangga"

"Sudah...Gak akan terjadi apa-apa..Ayo cepat naik"

Mau tidak mau Ida naik ke boncengan motor.

Motor pun melaju dengan cepat.Sambil bernyanyi-nyanyi Rangga pun tertawa-tawa.

*****

"Pa...Papa kenapa?" Tanya Darren dilihat Papanya menekan dada

"Pasti jantung papa kumat lagi..Darren beliin obat yah Pa.."

"Gak usah Nak.Mungkin papa kurang istirahat"

"Udah papa tunggu sebentar.Darren jalan ke apotik sekarang"

Darren melangkah pergi membawa motornya melaju pelan ke jalan raya.Mencari apotik yang terdekat.

Namun sebuah motor tiba-tiba menyerang dan menabraknya.Darren melompat dari motor.sehingga motornya yang tertabrak.Sedangkan dirinya hanya terluka bekas jatuh.

Namun ia melihat dia orang pengendara motor yang menabraknya jatuh tidak bangun-bangun.Si pria pun jatuh terlentang dengan luka di lengannya.

Yang perempuan jatuh terlentang dengan memuntahkan darah dan kemudian tersungkur tidak bangun.

Orang-orang berkerumun membawa korban ke pinggir.Seseorang menelpon ambulans.Kedua pasangan itu di larikan ke rumah sakit.

"Coba cek nadinya!" Seru seseorang.

"Yang Pria masih ada nafasnya" Teriak yang memeriksa nadi Rangga.

"Yang wanita sudah tidak nafas..inalilahi wainalilahi rojiun..." Ujar seseorang lagi.

"Cepat angkat ke ambulans.Bawa ke polisi yang nabrak nya"

"Nabrak orang sampai mati luh yah.."

PLAK!

Pukulan demi pukulan menyerang Darren yang tidak tahu menahu dan tidak bersalah.ia hanya diam mematung dan pasrah pada pukulan-pukulan orang-orang disana.

"Sudah...!Sudah...!Cukup!!!Jangan main hakim sendiri..Bawa dia ke kantor polisi.Biar polisi yang bertindak"

"Dia pembunuh!!" Teriak yang lain.

"Yah..Dia pembunuh!"

"Sudah stop!!!Kita belum tahu kebenarannya..jangan main hakim sendiri..Ayo cepat ikut saya..Atau warga akan menghabisimu!"

Lelaki berkumis menyuruh naik ke motornya.Darren pun naik di bawa ke kantor polisi,Beberapa warga tadi mengikuti sebagian.

          Ida

      Rangga > Anak David

      Adang alias Darren

Terpopuler

Comments

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

aduuhh Ida.../Sob/

2024-02-13

1

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

meleleh...liat si Rangga🫠

2024-02-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!