David dan Rangga serta Naomi masih ber tangisan.Terkecuali Darren yang hanya diam melihat mereka menangis.
"Selamat malam Pa.." Sapa Alina yang sudah berdiri di ambang pintu.
"Dari mana Kamu" Tanya Agam.
"Biasa Pa..Dari rumah teman.Papa lagi ada tamu rupanya" Ujar Alina memandang satu persatu tamu disitu.Tapi matanya melekat ke sosok Darren.
"Darren?"
"Alina?Kenapa kamu ada disini?" Tanya Darren heran.
"" Seharusnya aku yang bertanya.kenapa kamu datang ke rumah aku?"
"Whats?Rumahmu?Jadi Dia ini Papamu?" Tanya Darren terkejut.
"Yah Iyah..Memangnya kamu pikir papa siapa? Oh iya maaf,selama kita pacaran,aku belum pernah ajak kamu ke rumah aku"
"Tapi dia itu juga papa aku?" Ucap Darren membelalakkan matanya lebar-lebar.
"Whats?Kamu ada-ada aja deh" Jawab Alina.
"Iyah Alina...Betul..Darren ini anak papa juga.Dia sempat hilang di culik orang saat masih kecil" Tutur Agam.
"Nggak..ini gak mungkin.." Alina menggelengkan kepala
"Kenapa gak mungkin Alina..Memangnya kenapa kalau Darren ini anak papa juga" Tiba-tiba Kalisa sudah berdiri di belakang Alina.
"Karena kalian pacaran?Iyah kan? Walah Walah...ternyata adik kakak satu ayah sedang memadu cinta..." Ujar Kalisa seolah mengejek.Membuat Agam semakin terkejut.
"Jadi kalian pacaran?" Tanya Agam tidak percaya.
"Kalian ini saudara sekandung satu bapak.Alina! Mama gak mau kamu berhubungan dengan saudaramu sendiri.Dengar itu!"
Tiba-tiba Kayla datang menghampiri mereka dengan wajah garang.Sudah sejak tadi ia mendengar percakapan mereka.
"Mama...Alina sudah terlanjur mencintai Darren Ma.." Alina mulai menangis.
"Kalian satu darah..Apa jadinya nanti anak kalian?Bisa-bisa ada yang cacat mental,karena satu darah!" Jawab Kayla.
"Begitu juga sama papa...Papa sangat menentang hubungan kalian.Kalian harus sadar diri" Ujar Agam.
"Nggak Pa..Nggak Ma..Pokoknya Alina gak mau tau..Alina sudah mencintai Darren!" Alina menangis berlari ke kamarnya.
Sedangkan Darren sedari tadi hanya diam dan salah tingkah.Tidak tau lagi harus bicara apa dan harus melakukan apa.Yang terutama Ia sangat mencintai Alina dan sekarang Alina sedang menangis.Ia khawatir sekali dan merasa kasihan.
" Juga kamu Darren..Kamu itu laki-laki yang seharusnya kuat.Kalau hubungan kalian itu tidak boleh.Apa kamu mengerti?" Tanya Agam.Namun Darren hanya terdiam menunduk.
******
Satu Tahun kemudian
Di acara pernikahan Rangga dan Sonia di adakan di restauran mewah.Seluruh keluarga besar hadir disana.
Begitupun dengan masing-masing orang tua mempelai.Mereka berdiri berdampingan di samping mempelai.Semua keluarga di sibukkan menyambut tamu yang berdatangan.
Terlihat pula Darren dan Alina yang saling pandang duduk berdua berdampingan.Dengan menyimpan sejuta rasa.Hubungan yang mereka sembunyikan tanpa ada yang tahu.Namun di hari ini Kalisa dapat mencium adanya percintaan yang tersembunyi di antara mereka.
Alina dan Darren sedang menikmati santap acara pernikahan Kakak sepupunya.
"Aku benar-benar tidak bisa menahan hati ini.memendam kangen.Tersiksa banget.Rasanya aku gak bisa berpisah sama kamu Ren...Aku ingin kita menikah.Aku gak mau seperti ini terus sayang.Hiks hiks hiks" Alina mulai mengisak
"Kamu harus bersabar sayang...Karena memang sebenarnya hubungan kita di larang..karena kita sedarah..." Jawab Darren.
"Aku gak peduli Darren..Aku terlalu mencintai kamu..Hiks..hiks..hiks.." Alina menangis menyembunyikan wajahnya dengan menunduk.
"Sudah Sayang...Kamu jangan nangis...Malu di lihat orang..Nanti malah ketahuan sama yang lain..Aku berharap kamu mendapatkan pengganti aku..Kamu bisa melupakan aku..Karena memang nggak boleh kita teruskan hubungan ini.."Darren menghapus air mata Alina dengan jarinya.
" Berarti kamu selama ini sengaja menghindar dari aku?Kamu menjauhi aku selama setahun ini?Kamu kok tega sih Darren?Hiks hiks hiks.."
Nggak..aku gak bermaksud menghindari kamu..Tapi aku memang banyak kerjaan sayang..."Jawab Darren pelan
Namun tanpa mereka sadari di belakang terlihat sosok Kalisa sedang mengarahkan rekaman videonya ke arah mereka.
"Ternyata mereka masih berhubungan" Gumam kalisa langsung menemui papanya,yaitu Agam.
"Pa..Liat tuh" Tunjuk kalisa ke arah Alina dan Darren.
"Ternyata mereka masih tetap berhubungan" Gumam Agam
"Sembunyi-sembunyi lagi"Ucapan Kalisa membuat Agam manggut-manggut.
"Besok suruh Darren datang ke kantor Papa.."
"Oke Pa..Aku akan kasih tau Darren"
"Tapi Alina tidak perlu Tahu" Gumam Agam
Sedangkan Sonia dan Rangga baru saja menyelesaikan acara pernikahannya.
"Kak Sonia dan Kak Rangga mau bulan madu kemana? Tanya Kalisa.
"Kalau kakak sih terserah Rangga saja.Hehehe..."
"Kok terserah aku sih?Kamu memangnya mau kemana sayang?" Rangga balas tertawa.
"Yuhuuu...Pengantin baru kok main lempar-lemparan.Hahaha" Tukas Kalisa.
"Adu kemana yah? Kira-kira menurutmu kemana yah?" Tanya Sonia.
"Bagaimana kalau bulan madu ke puncak kak? Kalau disana kan aku bisa gangguin kakak..Hahaha"
"Diiiih...Nakal banget kamu yah..." Jawab Sonia seraya mencubit perut Kalisa.
"Berarti jadi kan kak?Besok kita langsung berangkat?"
"Gimana Rangga?" Tanya Sonia.
"Aku sih oke sajalah.."
"Sip kalau begitu..Besok kalau mau berangkat,kabari aku yah Kak" Ujar Kalisa berlalu dari mempelai.
Kini ia menuju ke Darren yang sedang duduk sendiri.
"Sepertinya Alina sedang ke toilet.Oke kalau begitu ini kesempatan aku untuk menghampirinya" Batin Kalisa sambil melangkah ke arah Darren.
"Hai Darren..." Sapa Kalisa.
"Eh kamu Kalisa?Kamu sudah makan?" Ujar Darren.
"Yes sudah...Kamu sendiri apa sudah makan?"
"Oooh..aku baru selesai makan" Jawab Darren.
"Oh Iyah..Begini Darren..Papa bilang besok kamu di suruh datang ke kantor papa..Hanya kamu sendiri..Kamu di panggil papa..Karena papa mau bicara sama kamu"
"Oh Iyah?Jam berapa?"
"Yaaah...Jam istirahat saja.Jam 12 siang" Jawab Kalisa.
"Oke..besok aku kesana" Jawab Darren.
"Oke kalau begitu aku permisi dulu..Jangan lupa besok yah..Papa sangat berharap kamu hadir" Ucapan Kalisa membuat Darren tersenyum mengangguk.
Alina yang sehabis dari toilet menghampir Darren kembali.Dan duduk di sampingnya.
" Alin..Sekarang aku harus pulang.Papa aku sudah menunggu di depan"
"Kamu...Kamu mau pulang Darren...Tidak bisa kah kita bersama beberapa menit lagi?" Tanya Alina menatap mata Darren.
"Adik kecilku...Walau bagaimana pun kamu adalah adik aku yang paling cantik.Kamu harus melupakan kalau kita pernah pacaran..." Jawab Darren.
"Nggak Darren..nggak..Aku gak mau pisah sama kamu..Aku mencintai kamu Darren..Kamu harus sering-sering menemui aku" Ujar Alina dengan mata berkaca-kaca.
"Please Alina...Please lupakan hubungan kita..Karena kita hanya di perbolehkan hubungan kakak adik..Kamu jangan seperti itu yah..Kamu pikir aku gak menaruh rasa sama kamu?Sama Alina..Sama..Aku pun mencintai kamu..Tapi mau di bilang apa lagi? Kita ini kakak adik..." Ucapan Darren menjadikan tangis Alina semakin mengisak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
Kalisa mau jadi nyamuk, astaga /Facepalm/
2024-03-14
0
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
kasihan Alina, sudah cinta tapi ternyata Abang satu ayah, kumaha atuh, bakalan sama siapa Alina nantinya /Slight/
2024-03-14
0