Terlihat Kalisa sedang merapihkan barang-barang Sonia di rumah sakit.
"Perasaan kakak senang kalau pulang dari rumah sakit seperti ini..Gak betah lama-lama disini Kal..." Ucap Sonia lirih.
"Makanya kakak jangan sakit dong" Ujar Kalisa.
"Siapa juga sih yang mau sakit"
"ya sudah yuk..Administrasi sudah aku lunas kan..waktunya pulang..." Ajak Kalisa bergegas meninggalkan kamar rawat.Di ikuti Sonia.Mereka berjalan menuju keluar rumah sakit.
"Kak Sonia...Aku mau beli makanan kecil dikantin.Kakak tunggu sebentar disini"
"Yah sudah..Kakak tunggu di kursi itu yah" Sonia melangkah ke kursi panjang di halaman rumah sakit
Tapi langkah nya terhadang oleh pria yang menabraknya.
"Maaf..Maaf..Aku gak sengaja" Jawab pria itu.
Sonia menatapnya tanpa berkedip.
"Uuuh..Tampannya pria ini.." Batinnya.
"Kamu gak apa-apa kan?" Tanya pria itu.
"Yah aku kaget aja..kamu harus ganti rugi" Seru Sonia.
"Memangnya ada kerugian apa yah?"
"Yah aku tuh kaget.Jadi kamu harus kasih nomor WA mu untuk menenangkan hati aku" Ucapan Sonia menjadikan senyum sumringah di bibir pria tersebut.
"Iya..iya..Aku kasih WA aku...Mana HP kamu"
"Nih.." Sonia menyodorkan HP nya.
"Siapa nama kamu?" Tanya Pria itu.
"Nama aku Sonia..Aku miss call yah" Ucap Sonia sambil miss call ke ponsel pria itu.
"Yah sudah masuk nih..." Pria tersebut menyimpan nomor WA Sonia.
"Di kontak ini nama kamu Rangga,Benar?" Tanya Sonia pura-pura jutek.
"Iya,itu nama aku" Jawab Rangga.
"Kak..Ayo jalan.." Panggil Kalisa di kejauhan.
"Baiklah.Adikku sudah panggil aku..Permisi" Sonia meneruskan langkahnya menuju ke arah Kalisa yang sudah sampai di mobilnya.
"Kakak mau langsung pulang?" Tanya Kalisa.
"Iya kakak pulang saja"
"Tante sama Om masih di surabaya yah Kak?"
"Masih..sudah hampir setahun mereka disana belum balik.Tapi pas Ida meninggal mereka balik cuma sehari,terus balik lagi kesana"Makanya di rumah sepi.Cuma ada aku sama Soraya
" Yah sudah,Aku antar kakak pulang sekarang"Jawab Kalisa menjalankan mobilnya.
Sedangkan Rangga masih terpekur diam seraya memandang kepergian Sonia.
"Uuuuh...Cantiknya..Setara dengan wanita idamanku Soraya" Gumam hatinya.
*******
Terlihat di taman 2 sosok yaitu Soraya dan Rendi.
"Jadi Sonia tidak mau lagi sama kamu Ren?" Tanya Soraya.
"Dia bersikeras menolakku Sor" Ujar Rendi.
"Lantas bagai mana ke depannya?"Tanya Soraya.
" Aku sendiri gak taulah...Sebaiknya kamu aja gantiin Sonia.Jadilah kekasihku"
"Aku?Hmmm..Bagaimana mungkin aku merebut pacar kakakku sendiri"
"Kamu salah Soraya.Aku sama kamu kan selama ini tidak ada hubungan apapun.Tapi tetap aja kakakmu itu cemburu.Jadi gak bisa di bilang,kamu merebut aku darinya"
"Mau kan kamu jadi pacarku?"
"Tidak..Aku gak mungkin bisa Terima kamu Ren..Aku tidak mencintaimu"
"Tapi lama kelamaan kamu bisa mencintaiku Sor..." Rendi menatap lekat mata Soraya
"Jangan paksa aku..Karena memang aku tidak mencintaimu..Aku masih mau sendiri...permisi"Jawab Soraya bergegas naik ke mobil.
Hmmm...Kamu memang tidak pantas untuk kak Sonia Rendi..Ciiih.Seenaknya kau ingin berpindah hati.. Batin Soraya
*****
"Tin Tin Tin"
"Darren ayo cepat.Kalau kesiangan puncak tuh macet" Seru Dani.
"Iya iya Om..Sebentar" Balas teriak Darren.
"Ayo Pa..Cepat dikit..Sini aku bawa barang-barang Papa.." Darren meraih barang-barang David yang akan di bawa ke puncak dan menuntun Papanya melangkah ke halaman.Mereka pun masuk ke dalam mobil.David duduk di samping stir.Sedangkan Darren di kursi belakang.
Sepanjang perjalanan,David hanya terdiam,seolah tersimpan sesuatu di wajahnya.
"Papa kok dari dari mukanya muram terus?Kenapa Pa?" Tanya Darren.
"Nggak apa-apa kok Ren..Sudahlah..Kamu jangan khawatirkan Papa.."
"Hmm..Gak apa-apa yah?Papa gak bohong kan"
"Papa cuma sedih kalau kamu ketemu orang tua kamu. Nanti kamu bakal lupa kan Papa.." Jawab David memalingkan wajah ke arah jalanan.
"Loh?Nggak segitunya kali Pa...Hahaha..Darren tuh sayang banget sama Papa...Cuma Darren kan penasaran orang tua kandung Darren itu siapa?Papa gak usah khawatir ya..kasih sayang Darren ke Papa tuh gak akan bisa berubah" Di peluknya pundak papanya dari belakang kursi mobil.
"Uuuuugh...Ternyata Papa aku ketakutan anaknya gak balik lagi yah?Hehehehe"
Menjadikan Om nya Dani tertawa melihat tingkah Darren yang manja dengan wajahnya yang ke bule-bulean.
"Huuuu...Langganan Cisarua macet" Dengus Dani memperlambat jalannya mobil.
"kira-kira Berapa jam lagi Om?" tanya Darren menghela nafasnya.
"perkiraan sih gak sampai 2 jam" Jawab Dani.
"lokasinya dimaanya vid?"Tanya Dani masih menyetir mobilnya.
" Arah Cipanas Dan..Gak jauh kok dari villa kita"Jawab David.
"Tapi ini sudah cipanas vid..Dimananya?"
"Lurus dulu saja.Sebelum Cipendawa kok..Pelan-pelan jalan nya Dan.."
Dani melajukan mobilnya perlahan sambil tengok kanan kiri.
"Enak tuh satenya.Sate Maranggi" Gumam Darren.
"Iyah,disini banyak jual sate Maranggi.Kamu mau makan dulu?" Tanya David.
"Nanti aja deh..Enak tuh sop kambingnya" Gumam Darren lirih,membuat David tersenyum.
Sambil tangannya menyetir,Mata Dani tengok kanan kiri yang banyak penjual makanan membuat perutnya keroncongan.Tapi kali ini matanya memandang gadis cantik manis berkulit kuning langsat,tapi rambut di cat pirang.Dari segi pandang kalau itu bukan wanita baik-baik.Tanpa sadar Dani melontar kan kata.
"Enak tuh si eneng" Ujar Dani pelan,Tapi menjadikan Darren menatap Om nya bingung.
"Kok eneng Om?Emangnya bisa di makan?Oooh..Si Om matanya ke perempuan rambut pirang yah? itu semiran Om..Bukan Asli"Ucapan Darren yang polos membuat Dani tertawa tertawan.
" Dasar kamu Ren..polos amat sih"Gumam David.
"yah maklum lah..namanya juga anak baru gede" Jawab Dani masih tertawa.
"Wew..Siapa bilang Darren gak ngerti...Tuh si Om naksir ama cewek tadi mau di bawa pulang,mau di makan"
"Hahahaha..." Sadis amat Om kamu Ren..Eh itu...itu..masuk kiri.."Tunjuk David.
Mobil masuk ke kiri dan tidak begitu jauh,Mobil berhenti atas arahan David.
"Itu rumahnya Dan..Kita turun sekarang"
"Waktu itu kamu ambil Darren disini?Dimananya?" Tanya Dani.
"Rumah rumahnya di situ.Kita turun saja."
Jawab David seraya turun dari mobil dan mengingat-ngingat saat ia sarapan di warung nasi.
"Itu dia..Dulu waktu aku makan disini,Nah di seberangnya juga ada warung nasi..disitu Darren sedang duduk"
"Yah sudah kita tanya orang yang ada disitu" Jawab Dani bergegas ke rumah yang di tunjuk David.
"Dan..Bagaimana kalau kita pura-pura makan atau ngopi disana?"
"Kita ngopi aja Vid..Kalau makan mah kita makan sop kambing aja" Bisik Dani masih terbayang harumnya aroma sop kambing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments