EPISODE 8

Di kantor polisi Dani baru saja sampai.Langkahnya memasuki ruang penyidik.

"Permisi Pak..." Sapa Dani.

"Iya Pak..Ada yang bisa saya bantu?" Jawab seorang polisi berseragam coklat.

Maaf Pak..Tadi saya dapat telpon mengenai ponakan saya bernama Darren"

"Oh iya..yang kasus tabrakan yah..? Mari,silahkan duduk"

polisi mengambil beberapa berkas di atas meja.

" Menurut informasi yang sudah kami kumpulkan,Saudara Darren sudah melakukan kesalahan yang fatal,Sehingga menghilangkan nyawa seseorang"

"Daren sudah menabrak sepasang kekasih,Dan yang wanita meninggal dunia"

"Astaga?Apa benar begitu Pak?" Mata Dani terbelalak lebar.

"Yah..Benar sekali Pak..Tapi itu info yang kami dapat untuk sementara.Kami sedang mencari informasi selanjutnya,yaitu cctv.Apakah disana ada yang memasang cctv atau tidak.kami akan mencari tahu kebenarannya" Ujar polisi.

"Lalu siapa korbannya Pak?"

"yang laki-laki bernama Rangga,ia masih belum sadarkan diri.Dan sampai saat ini masih di rawat di ruang icu.Dan yang wanita bernama Ida telah meninggal dunia"

"Astaga...Darren...Bisa saya ketemu dengan Darren Pak?"

"Sebentar saya panggilkan"

Polisi pun beranjak bangun bergegas ke dalam ruangan.

Tak lama kemudian polisi itu keluar lagi dengan membawa Darren.

" Darren?"Gumam Dani.

"Maaf Om..Saya yang menyuruh polisi telpon Om..Karena saya gak mau telpon Papa yang lagi sakit" Ucap Darren duduk berhadapan dengan ddan

"Iyah,nggak apa-apa..Kenapa kamu sampai nabrak orang?Ceritanya seperti apa?"

Cerita yang sebenarnya bukan aku si penabrak itu.Tapi motor itu sendiri si pelakunya.Harusnya aku ini korban,bukan pelaku.Untung saja aku cepat menghindar dari larinya motor itu"Gumam Darren.

"Kenapa malah kamu yang jadi tersangka?Apes banget kamu Nak..Om akan carikan pengacara buat kamu..Kamu gak usah khawatir"

"Terima kasih Om.."

"Yah sudah..Om mau ke rumah sakit tempat kedua orang itu,ada disana"Dani beranjak bangun dari duduknya.

"Papa gak tahu masalah ini kan Om?Aku gak mau papa kenapa napa napa"

"Yah sudah..kamu tenang saja..Om akan urus kamu nanti..Om pergi dulu yah.."Dani bergegas melangkah keluar kantor.

"Terima kasih Om" Darren kembali masuk ke ruangan.

Sedangkan Dani ke luar ruangan menuju rumah sakit sebelah.

"Permisi Sus,pasien bernama Rangga kasus kecelakaan dimana?"

"Oh Iyah,Beliau ada di ruang ICU Pak..Dan yang wanita ada di ruang jenazah" Jelas suster

Baik..Terima kasih Sus"Dani melangkah ke ruang icu.

Sebaiknya aku ke ruang icu saja.Batinnya.

Lalu ia meminta ijin masuk dengan suster penjaga ruang ICU

"Suster,Boleh saya masuk ke ruang icu,dengan pasien bernama Rangga korban kecelakaan?" Tanya Dani ke suster yang berpapasan.

"Maaf,Bapak ini keluarganya?"

"Yah..Saya keluarga pasien"Jawab Dani.

" Baik..Silahkan masuk.Hanya 5 menit yah Pak"Perawat mengantar Dani masuk.

"Ibu Naomi?Kenapa Ibu ada disini?" Gumam Dani pelan

"Oh..ini..?ini..?Bukankah ini Omnya Rangga yang tadi ke rumah?" Tanya Bu Naomi ikut bingung.

"Iya bu..ibu kenapa disini?"

"Rangga..Rangga di tabrak orang..Masih belum sadar" Ujar Bu Naomi bernada sedih dan cemas.

"Astaga?Jadi yang di tabrak Darren ini Rangga?"

"Siapa Darren?" Tanya Bu Naomi.

"Darren keponakan saya bu.Anak angkat dari ayahnya Rangga.Cerita sebenarnya yang nabrak itu Rangga bu.Darren hanya korban disini.."

"Bohong..!Kenapa kamu membela si penabrak itu?!" Ujar Bu Naomi sangat marah.

"Saya gak membelanya..Tolong ibu bersabar dikit..Biar aku jelaskan ke ibu"

"Rangga darah daging David kakak saya.Sedangkan Darren anak angkatnya.Jadi mana mungkin ada yang kami salahkan dan kami bela.Ibu tenang saja.Kami akan cari tahu melalui CCTV""

Ibu Naomi menjadi mengisak.ia menangis takut Rangga kenapa-napa.

"Oh Iyah Bu..Untuk pembayaran administrasi,Biar itu menjadi tanggung jawab saya..Dan maaf,Untuk ayah kandung Rangga tidak bisa datang,karena beliau sedang sakit"Ucap Dani.

Sedangkan Ibu Naomi masih menangis.

"Baik Bu..Kalau begitu saya permisi dulu..Kalau ada apa-apa tolong kabari saya...Ini nomor telpon saya"Dani bergegas keluar ruangan untuk kembali pulang.

******

Pagi hari menyiratkan matahari yang begitu cerah.Tapi tidak untuk keluarga Agam.Saat ini mereka semua sedang menangisi kepergian Ida.Ida yang lembut namun comel dan berhati baik.Namun dengan usia yang pendek.

Terlebih Agam sangat kehilangan putrinya.Di pemakaman Ida,semua sedang menangis.Termasuk Om dan saudara-saudaranya.Kalisa dan Alina,juga Risa dan Sonia dan juga Soraya anak Adela dari Adam.Mereka semua berkabung.Juga dendam Agam yang tersimpan pada si penabrak Darren.

" Aku ingin yang menabrak Ida di hukum seberat-beratnya"Gumam Agam.

"Yah..Memang harus begitu" Jawab Adam.

"Sebaiknya kita pulang sekarang.Hari sudah terik" Ujar Agam melangkah ke mobil.Dan mereka semua kembali ke rumah.

Di rumah,Kalisa kakak dari Ida 1 ayah beda ibu,ia langsung masuk ke kamarnya.ia masih merasakan duka mendalam di hatinya.Di pandangnya tempat tidur Ida yang sudah kosong tanpa terisi lagi selamanya.Juga foto-foto Ida yang terpampang di dinding samping tempat tidurnya.

Kalisa dan Alina memang 1 rahim yang sama dari rahim Kayla.Mempunya wajah dan postur tubuh yang sama Namun mempunyai karakter yang berbeda.Alina gadis lembut berwajah ke bule-bulean mirip Papanya Agam.Namun Kalisa mempunyai karakter seperti pria pada umum.Segala ilmu beladiri di pelajari nya.Sikapnya yang seperti laki-laki,membuat orang tuanya sering merasa kesal.Walaupun wajahnya sangat mirip dengan Alina.

Satu-satunya menjadi teman curhatnya adalah kepada Ida. ia selalu mencurahkan isi hatinya.Kekecewaan pada orang tuanya yang seakan pilih kasih atas dirinya dengan kembarannya Alina.

Terlihat di matanya, Alina selalu di nomor satukan.Sering ia menyamar sebagai Alina.Disitu Kalisa merasa bahagia dalam penyamaran sebagai Alina.Namun disaat ia menjadi dirinya kembali,ia merasa tidak nyaman dan terpukul.Merasakan dirinya tidak seberuntung Alina.

Ida..kenapa kamu tinggalkan kakak sayang...?Kakak sangat terpukul dengan kepergianmu.Cuma kamu saudara satu-satunya yang dekat sama aku.Yang bisa aku jadikan teman curhat.Tapi sekarang?Kamu gak ada,gak ada lagi yang bisa di ajak curhat.Melepaskan rasa kecewa di hati ini..Aku benci pembunuh itu Da...Aku benci..Aku benci dengan orang yang merampas hidupmu

Geram Kalisa dengan tangan mengepal dan gigi gemeletuk.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!