Sejak kejadian pertengkaran antar tahanan,David dimasukkan ke ruang isolasi bernama pendopo.
Di ruang itu kecil dan sempit.Tidur pun harus duduk, tidak bisa terbaring.Karena ruang yang kecil dan sempit.Tapi untuk ramai-ramai.Dan dijadikan satu dengan preman-preman yang di sebut Brengos-brengos.
Siksaan demi siksaan di lalui oleh David yang tidak dapat ia tahan dan mengganggu mentalnya.
"Ini kasus perempuan yah?Abisin bro" Ujar salah satu Brengos.
"Ntar malam kita kerjain dia!" Jawab Brengos satunya lagi.
Malam itu para Brengos-brengos mendapat kepuasan dari tubuh David.Mereka berhasil melecehkan David sebagai penghuni baru di pendopo ini.
David tidak dapat berbuat banyak.ia tidak dapat menentang Para Brengos yang melecehkannya,Dan menghantam nya.Karena banyaknya napi yang menyeramkan di dalam tahanan itu.ia hanya bisa menangis,teriak merasakan sakit bagian-bagian sensitive nya dan bagian a..nusnya.
Sudah tak ada lagi air mata untuk menangis.David hanya menerima dengan pasrah.
Bertahun-tahun ia lalui dengan derita dan pahit getir nya hidup di dalam sel tahanan.Ingin bunuh diri pun tak pernah bisa.
Sehingga mentalnya semakin terus terganggu.Terkadang ia bicara sendiri.Terkadang ia tertawa sendiri.Namun terkadang ia sangat sadar.
Namun di saat-saat yang menyiksa,Sipir datang.
"Pak David,Ada kiriman"
"Kiriman apa Pak?"
"Makanan dan juga uang"
"Uang?Dari siapa?"
" Sebaiknya di Terima saja.Karena beliau tidak mau menyebutkan namanya"Ucap Sipir.
"Aneh?" Gumam David.
Siapa malaikat yang mau menolong penjahat seperti aku ini? Batinnya.
"Sekarang Pak David sudah boleh pindah dari pendopo ke ruang yang layak"
"Beneran Pak?Astaga?Siapa malaikat yang memindahkan saya?" Ujar David seakan ingin menangis.
"Yah sudah..Ayo ikut saya" Sipir menggiring David ke ruang yang lebih besar,yang setidaknya bisa membaringkan badannya di saat tidur.
Di ruang baru ini David sudah menjadi lebih tenang.Tidak terganggu.Disini kebanyakan teman-temannya baik padanya.Disini ia merasa di santuni dari pada di pendopo.Dan disini ia merasa di takuti dan di hargai.Dan disini hatinya merasa lebih tenang.Walau pun mentalnya masih terasa sakit bila mengingat kejadian-kejadian masa lalu.
Hari demi hari,bulan demi bulan,Tahun demi tahun di lalui.Hingga di tahun ke 12.Siang itu Sipir membuka gembok pintu tahanan yang didiami David selama ini.
"Bapak David di panggil ke kantor lapas"
"Salah saya apa Pak?Sampai di panggil ke kantor lapas?Saya kan gak bikin masalah?" Tanya David bingung.
"Datang saja ke ruang lapas.Tidak perlu banyak tanya" Jawab Sipir menggiring David sampai ke kantor lapas.
"Selamat siang Pak.." Sapa David.
"Selamat siang..dengan David Sanjaya?"
"Benar Pak" Jawab David.
"Anda tahu kenapa di panggil kesini?" Tanya kepala lapas.
"Saya gak tahu Pak..Dan saya tidak melakukan kesalahan?Kenapa saya harus di panggil kesini?"
David menunduk dengan jantung berdebar dan menunduk.
Jangan-jangan ada orang yang jahat sengaja fitnah aku untuk bertambah masa hukuman ku? Batinnya.
"Anda di sini sudah berapa lama?"
"Kurang lebih 12 tahun Pak"
"Maka dari itu Anda bebas" Ucapan kepala lapas menjadikan David sangat terkejut mendongakkan kepalanya menatap kepala lapas.
"Apa Pak?Saya bebas?"
"Yah..Anda bebas..."
Terima Kasih Pak..Terima kasih"
Wajah David yang serasa ingin menangis terharu.
"Sekarang Anda menghadap ke belakang!" Perintah sipir.
perlahan tubuh David menghadap ke belakang dengan tanda tanya di hatinnya.
Di lihatnya Dani adiknya tersenyum padanya.
"Dani? Dani?Kok kamu disini?"
"Iyah kak..Aku mau jemput kakak.Walau bagaimana pun seorang saudara sekandung,tidak mungkin membuang kakaknya sendiri" Tutur Dani.
"Cih..kemana saja kau selama ini aku menderita di dalam penjara" Ujar David menoleh ke arah lain.
"Selama ini aku tahu kamu kak..Selama kakak di penjara.itu siapa yang mengirim makanan dan uang untuk kakak?kalau aku gak ingat,gak mungkin aku mau tahu kakak" Ucapan Dani membuat David mengingat sesuatu.
Saat David sedang menderita dengan siksaan-siksaan yang mendera.Sipir memindahkan ke ruang yang layak.
"Pantasan saja..berarti kamu yang pindahkan aku dari blok neraka itu?Berarti kamu malaikat aku?"Ucap David.
"Yah..Karena aku tahu,kakak pasti membutuhkan aku"
"Aku pikir kamu sudah lupa sama aku..Terima kasih Dan..."
David memeluk Adiknya dan menangis sesenggukan.Masih jelas bayangan di matanya menari-nari saat para Brengos melecehkannya dengan kejam.Menyakiti bagian sensitive nya.
"Yah sudah..Sekarang kita tinggalkan tempat ini kak" Ajak Dani melangkah keluar menuju mobilnya.
Sepanjang perjalanan David hanya terdiam sambil melihat kiri kanan.Yang sudah belasan tahun ia tidak pernah melihatnya.
Namun tiba-tiba kembali ingatan melekat kejadian di dalam penjara.Yang mana Brengos-brengos itu menyiksanya,Melecehkannya.Setetes demi setetes air matanya jatuh dan ia menangis mengisak.
Dani melirik ke arah kakaknya.Tidak berani menegurnya.Karena Dani paham apa yang kakaknya pikirkan,Pasti mengingat masa lalu di dalam penjara sana atau saat melakukan pembunuhan itu terhadap istrinya Wina.
Namun Dani menjadi terkejut saat David tertawa sendiri.Tertawa yang terkekeh-kekeh.Apa yang melekat di ingatannya,membuatnya tertawa adalah bayangan-bayangan saat ia menyiksa dan membunuh Wina.ia puas.ia sangat puas dengan kematian Wina.
Untuk yang ini,David tertawa sendiri,Mau tidak mau Dani harus menegur kakaknya.
"Kak..kakak..kenapa kakak tertawa sendiri?" Pertanyaan Dani membuat David terhenyak kaget.
"i..i..iya..ya...Nggak apa-apa..." Jawab David.
Mobil pun berhenti di sebuah hotel.Dani memesan 1 kamar hotel untuk David.
"Aku akan belikan baju dan keperluan yang lainnya.Dan akan cari rumah sewa untuk kak David...Sementara Kakak nginap disini.Oke?"
"Kakak nginap disini dulu yah beberapa hari.Nanti aku akan belikan baju dan pakaian lainnya untuk kakak.Dan aku akan cari rumah yang disewakan"
"Terima kasih yah Dan,atas bantuanmu"
Langkah mereka memasuki kamar hotel yang di sewa Dani.
Langsung saja David merebahkan tubuh di atas tempat tidur.
"Sudah lama aku gak merasakan empuknya tidur di kasur seperti ini" Gumamnya.
" Sebaiknya kita makan dulu aja yah kak,di restauran bawah"
"Oke..boleh.." Jawab David mengikuti langkah Dani menunju lif turun.
Setelah mereka sampai di restauran lantai bawah.David dan Dani memesan makanan dan minuman.
"Kak..Boleh aku tanya sesuatu?" Ucap Dani.
"Apa?"
"Kenapa kakak sampai tega membunuh istri kakak sendiri?"
"Karena ia sudah selingkuh.Maka dari itu dia wajib mati" Jawab David penuh dendam.
"Sekarang dimana anak kakak?"
"Aku sendiri tidak tahu dimana" Jawab David memandang hampa ke depan.
"Aku melihat Wina bukan hanya sekali kak..Tapi sering kali bersama lelaki lain.Dan terakhir aku melihat istri kakak seminggu sebelum kejadian kakak membunuh istri kakak.Dia bersama lelaki lain.postur tubuh lelaki itu kurus tinggi kulit putih agak sedikit brewok" Ucap Dani mengingat-ingat.
"Lelaki itu sahabat aku sendiri.Istriku selingkuh dengan Hans sahabatku..Aku sudah korban kan hidupku sampai aku tidak diterima dan di buang dari keluarga.Tapi pengorbanan Aku di sia-sia kan begitu saja.Tidak di hargai.Makanya dia wajib mati"
"Kak..Kenapa kakak tidak mau bermufakat dengan masa lalu kakak?Supaya tidak mengganggu mental kakak"
"Sudahlah..Lupa kan.Setelah ini,Aku akan mencari anakku." Ujar David.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments