Di rumah Naomi,terlihat David duduk berbincang-bincang dengan Naomi, dan Rangga yang sudah mulai luluh hatinya untuk menerima ayahnya David.
Namun disaat mereka sedang asyik berbincang-bincang,terdengar hentakan suara pintu yang di dorong paksa oleh Darren dengan wajah penuh dendam menatap Rangga.
"Darren?Kamu kok kesini nak?ada apa?Tanya David
" Aku ke sini ingin balaskan dendamku atas kematian saudara kembarku Ida"Suara Darren terdengar dingin.
"Kami ini bicara apa Nak?" Tanya David lagi.
"Dia yang sudah membunuh saudara kembarku Ida..Dia yang sudah membunuh...BRUUK!" Darren melayangkan tinjunya ke wajah Rangga.
"Darren..Darren..Kamu nyebut Nak..!" Teriak David.
"Tanya saja dengan dia Pa..Dia yang membunuh pacarnya sendiri.iya kan?"Seru Darren emosi.
" Saya tidak bermaksud membunuh dia!Saya nggak sengaja karena saya memang sedang mabuk,setelah mendengar dialah papa saya yang sudah membunuh mama saya,Saya jadi tidak bisa kontrol.akhirnya saya mabuk.!"Teriak Rangga.
"Sudah Nak..Sudah Darren..Maafkan dia..Dia anak kandung papa Nak..Ayah mana yang tega melihat anaknya di penjara" David akhirnya menangis.Dan Darren Tidak bisa melihat ayahnya menangis.Akhirnya ia pun ikut menangis seraya menarik-narik rambutnya.
"Kamu tahu dari mana Darren?kalau kamu punya saudara kembar?" Tanya David perlahan.
"Aku sudah ketemu Papa kandung aku Pa..Makanya aku tahu"
"Rangga..jelaskan sekali lagi sama Mama..Kenapa kamu bunuh pacarmu sendiri?" Tanya Naomi ikut menangis.
"Ma..Saya benar-benar gak sengaja ma...Dan lagi pula,siapa sih yang ingin pacarnya meninggal?nggak ma..aku juga sayang banget sama dia ma..aku juga gak mau Ida meninggal.Dan kalau perlu aku telah tukar nyawaku asal dia hidup!" Rangga pun akhirnya menangis.
"Darren..kamu jaga emosimu nak...Maafkan Anak kandung papa nak.." Ujar David.
"Darren..aku minta maaf..aku benar-benar gak sengaja.Dan kalau kau ingin laporkan aku untuk masuk penjara,silahkan.aku relah kok.Bawa aku sekarang juga" Ucapan Rangga membuat David semakin keras menangis.
"Jangan Rangga...Papa gak mau kamu masuk penjara seperti papa dulu.tersiksa nak..tersiksa lahir batin..Darren...Maafkan Rangga Nak..Kamu jangan laporkan Rangga yah nak.." Ujar David memohon.
"Tanya saja sama orangtua Ida.Papa kandungku...Yah sudah kalau begitu,kita ke rumahnya.Bagaimana?
"kamu tahu kan rumahnya?" Tanya David.Namun Darren menggeleng.
"Aku gak tahu pa..."Jawab Darren.
"Aku tidak tahu Pa..Aku gak sempat nanya" Jawab Darren.
"Kalau dia adalah benar anak pria itu,orang tua Ida..Berarti Darren ini anak papanya Ida?Yah.aku tahu rumahnya.Ayo ikut aku" Ajak Rangga melangkah keluar menuju mobil milik Dani.Adiknya David.David menjalankan mobil perlahan ke jalan raya menuju arah yang di tunjukkan Rangga.
Hingga mobil pun sampai di depan rumah besar dan mewah dengan pagar bercat hitam.Rangga turun dari mobil memanggil penjaga.
"Pak..Pak..Saya mau ketemu Papa nya Ida.." Seru Rangga.
"Ooh..Nak Rangga..Baik..Baik.." Pak Marco menekan tombol remot dan pintu pun terbuka.
David menjalankan mobilnya masuk ke dalam rumah Agam.
"Sebentar yah Pak..Saya telpon Bapak dulu" Ujar Pak Marco seraya mengambil ponselnya di dalam saku.
"Selamat malam Pak..Nak Rangga dan keluarganya ingin bertemu Bapak"
"Baik..Suruh mereka masuk" Titah Agam.
"Baik Pak.."Jawab Pak Marco meletakkan kembali ponselnya ke dalam saku.
" Nak Rangga dan keluarga di persilahkan masuk"Ujar Pak Marco sambil melangkah ke dalam rumah,di ikuti Rangga dan lainnya.Hingga mereka sampai di ruang tamu.Disitu sudah berdiri Agam.
"Silahkan duduk.." Tukas Agam.Dan mereka pun duduk.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Agam.
"Iyah..Begini Pak..Saya David..Papa angkat Darren.Yang katanya anak kandung Bapak"
"Ouw..Jadi anda yang menculik anak saya?Hah?" Geram Agam.
"Saya mohon maaf dengan sangat atas kejadian itu. Waktu itu saya baru saja kehilangan anak saya" David menghentikan ucapannya sesaat.
"Saya lihat anak laki-laki yang lucu,dia sedang bermain sendirian.Saya merasa kasihan. Akhirnya saya bawa dia pulang. Dan saya besarkan dia...Sekali lagi saya minta maaf pak" David menjelaskan dengan seksama.
"Iyah Pa..Maafkan Papa angkat aku..Dia lah yang merawat saya selama ini seorang diri..Dia sangat berjasa buat aku Pa" Ucap Darren,membuat Agam berpikir lebih jernih lagi.
"Lantas sekarang kalian mau apa?" Tanya Agam.
"Om..Seperti yang om tahu kalau Ida adalah kekasih saya..Saat itu kami memang sedang berboncengan.Saya yang mungkin sedang banyak pikiran.jadinya motor hilang kendali.Saya juga gak mau Ida meninggal Om..Saya sangat mencintainya..Om..maafkan saya Om..Kalau Om mau berikan hukuman pada saya,Om bisa bawa saya ke polisi Om..Saya relah"Rangga mulai menangis.
"Jadi kamu yang membuat Ida meninggal?"
"Saya gak sengaja Om..Maafkan saya Om..Saya juga gak tau kenapa seperti itu..Saya juga gak mau Ida meninggal Om.." Tangis Rangga membuat Agam merasa iba.
"Kamu mau saya bawa ke kantor polisi? Tidak masalah kan? Sengaja atau tidak sengaja,kamu harus bertanggung jawab"
"Benar sekali Om..Saya relah..Saya mau" Ucap Rangga.
"Rangga...Mama kehilangan kamu Nak..Mama cuma hidup sendirian..Rasanya amanah gak sanggup lagi kalau hidup sendiri seperti ini" Naomi menangis memeluk Rangga.
" Rangga sebagai laki-laki harus bertanggung jawab Ma...Mama tenang saja.Rangga gak mau lari dari penderitaan orang lain dan gak mau lari dari kesalahan"
Rangga mengusap punggung Mama angkatnya yang masih menangis mengisak.
"Iyah..Iyah Nak..Mama tahu..kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu..Mama ngerti Nak.." Suara Naomi lirih.
" Oke kalau begitu.Manusia tidak bisa mengelak apa yang sudah di takdirkan.Saya sebagai orangtua Ida mau gak mau harus merelahkan kepergian anak saya...Biarpun hati saya sakit..Tapi saya harus ikhlas..Oke Rangga..Karena kau memang tidak sengaja,masalah ini saya putuskan untuk tidak di perpanjang.Kamu harus mengurus mama kamu.kasihan beliau sudah tua"
Ucapan Agam membuat Rangga tidak percaya dan terharu.Rasa sedih dan kini ia dapat bernafas lapang.
"Om?Om beneran?Jadi Om gak jadi bawa saya ke polisi?"
Ucap Rangga terharu.Dan Agam mengangguk.Membuat Rangga berlutut di kaki Agam.
"Terima kasih Om..terima kasih.."
Rangga menangis terharu.
"Sudah..Sudah..Jangan seperti ini..Bangunlah"
Tangan Agam memegang punggung Rangga yang menangis.Begitupun dengan Naomi dan David ikut menangis terharu.
"Terima kasih Pak...Terima kasih" Ucap Naomi mengisak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments