EPISODE 12 Darren menemui Ceu Imah

    "Drrrrt...Drrrt....Drrrrt..."

Soraya meraih hp di atas nakas.

CHat dari Rangga Batinnya.

"Selamat siang Soraya"

"Selamat siang juga"

"Apa hari ini kamu ada waktu?"

"Memangnya mau ngapain?"Balas chat Soraya.

" Aku ada dua tiket makan malam di restoran ramen.Aku mau ajak kamu.kamu mau kan?" Tanya Rangga.

"Jam berapa?"

"Jam 7 malam"

"Oke..Kamu jemput yah"

"Oke nanti malam aku jemput.Kamu siap-siap sebelum jam 7"

"Oke.." balas chat Soraya sambil melangkah keluar kamar karena terdengar Sonia sudah ada di ruang tamu.

"Kakak sudah pulang?kok gak bilang-bilang Aku Kak?Biar bisa aku jemput.Maaf yah Kak,Aku gak bisa jenguk kakak.kemarin pulang kampus malah aku ke bengkel dulu.Jadi kelamaan gak jadi besuk kakak" Lontaran ucapan Soraya tidak mendapat jawaban dari Sonia.

"Kak..Kakak marah yah?Kenapa kak?" Tanya Soraya lirih.

"Pura-pura bego..." Ucap Sonia ketus.

" Kamu tuh ya sudah merebut pacar orang masih aja pura-pura bego,nggak merasa salah"

"Kakak itu salah paham aku nggak merebut pacar kakak biar aku jelaskan Kak"

"Aaaah..tidak perlu aku sudah lihat sendiri"

"Kaaak..itu Rendy cuma ngobatin tangan aku yang bekas jatuh Kak"

"Sudah sudah..Kamu gak usah cari-cari alasan terus.Memangnya nggak bisa ngobatin sendiri ya harus diobatin sama pacar orang gitu sampai pegang-pegangan lagi" Ujar Sonia melangkah masuk ke kamar.

"Kak..Lagi pula Rendy bukan yang terbaik buat Kakak" Ucapan Soraya tidak mau di dengar oleh Sonia.

"BRAAAK.." Sonia masuk ke kamar dan pintu di banting keras.

"Huh..Yah sudahlah kalau kak Sonia gak mau dengar penjelasanku.Lagian Rendi bukan pria yang baik buat kak Sonia..Lebih baik aku berangkat kuliah sekarang"Gerutu Soraya beranjak bangun.

*****

           Di Puncak

"Bu,Saya mau minum kopi panas.." Ujar Dani.

"Saya juga kopi panas yah Bu" Timpal David.

"Saya Teh manis saja Bu"

"Iyah iyah..sebentar Saya buatkan" Ujar wanita itu masuk ke dalam.

"Papa yang tanya aja Pa..Kan Papa yang tahu"Bisik Darren.

"Perempuan ini umurnya sama ama kamu Ren..Dia tidak akan tahu masalah belasan tahun lalu" Desis David.

"Tapi apa salahnya di tanya dulu Pa.."

"Papa bingung,Harus dari mana tanyanya" Jawab David diam sejenak.

"Mbak..Apa mbak tahu waktu ada anak yang hilang disini dulu" Tanya David ragu.

"Anak saha yah Pak?"

"kejadiannya sekitar 17 tahun yang lalu.Apa mbak tau?"

"Wah..Saya aja baru umur 20 tahun.Berarti umur saya waktu itu baru 4 tahun.Saya gak tau Pak.."

"Lantas yang itu ibu siapa?

"Berarti waktu itu yang urus warung makan ini Ibu nya si mbak?" Tanya David penasaran.

"Bukan...Waktu itu mungkin Ceu Imah.Sebentar saya panggilkan" Wanita itu masuk ke dalam.Dan keluar lagi dengan seorang wanita setengah baya

"Aya naon Kang?" Tanya Ceu Imah.

"Ini kejadian sekitar 17 tahun lalu bu..Apa saat itu ada bayi lelaki yang hilang?Apa ibu merasa kehilangan?"

"Oh..Iyah..iya..eta si Adang anaknya Lilis.. Memangnya Akang tahu bayi itu"

"Iyah Bu..Saya tahu.." Jawab David.

"Jadi akang yang culik anak itu?"

"Saya bayi itu Bu.." Jawab Darren.

"Kamu?Ah ngaku-ngaku"

"Saya bayi itu..Apa Ibu tau orang tua saya?"

"Kalau Lilis sudah meninggal waktu gempa tanah longsor"

"Ibu Saya namanya Lilis?"

Iya..Kasihan Lilis..Padahal belum lama menikah,punya anak" Celoteh Ceu Imah dengan ingatannya menerawang jauh.Kenangan-kenangan yang melekat di matanya tidak pernah ia lupakan.

"Bisa Ibu ceritakan sedikit tentang orang tua saya?" Suara Darren mulai mengisak.

"Ibumu bernama Lilis.Dia cantik,Kulitnya bening dan bersih.Menetap di dekat-dekat sini.Yaitu Desa Cugenang.35 menit dari sini.Masih dengan ayahnya yang biasa di panggil Abah"

Ceu Imah menghentikan ucapannya sebentar.

"Mereka menemukan ayahnmu dalam keadaan gak sadar di bawah tebing.Setelah sadar,dia gak tahu namanya sendiri,Akhirnya mereka memberi nama Cecep"

Kembali Ceu Imah menghentikan ucapannya.Kali ini dadanya mengisak menahan tangis.Bayangan-bayangan masa lalu disaat bencana itu terjadi.Sehingga merenggut nyawa Lilis dan Abah.

Hingga pada hari yang naas itu terjadi.Gempa di desa itu sangat besar.Membuat tanah bergeser dan longsor.Ratusan rumah hancur.Ratusan warga meninggal karena tertelan bumi"

"Astaga..." Desis Darren

"Iyah...Saya tahu tentang gempa itu saya rasakan" Gumam David.

Kembali Ceu Imah meneruskan tangisnya dengan air bening terurai di pipinya.Hatinya yang bagai tersayat sembilu menenggelamkan ingatannya ke masa itu.

"Sebelum gempa Lilis dan Cecep sempat menikah.Hebat...Lilis melahirkan dua anak sekaligus.Yaitu kembar.yang laki bernama Adang,yang perempuan bernama Ida"

" Lantas..?Lantas bagaimana Bu?Lanjutkan ceritanya Bu.."Darren penasaran.

Tapi terdengar suara tangis pelan Ceu Imah yang masih terisak.

"Bu..Ibu kok menangis?"Tanya Darren pelan seraya meraih tisiu untuk Ceu Imah

" Lilis,Abah dan ratusan warga meninggal dalam bencana gempa..Hiks..Hiks..Hiks..."Akhirnya meledak tangis Ceu Imah.

"Astaga?" Serempak Gumam Darren dan David.

"kejadian itu begitu tragis dan cepat.Lilis dan abah di makamkan di pemakaman massal. Cecep bawa membawa anaknya yang bernama Ida.Sedangkan Adang Di titipin sama Ceuceu.Dan...dan akhirnya Adang hilang...Hike Hiks..Hiks.."

"Saya penculiknya bu.." Gumam David membuat mata Ceu Imah mendelik.

"Kamu?Kenapa kamu jahat sekali?"

"Yah gak apa-apa kok bu.Selama ini Saya mendapat kasih sayang dari penculikan ini.Saat ini saya hanya ingin cari tahu papa saya.Maka dari itu kami datang kesini?"

"Sesekali dia singgah kemari.Villanya dekat kok dari sini"

"Dimana Bu?Bisa Ibu antar saya kesana?"

"Bisa..Tapi percuma,gak ada orangnya.Dia tinggal di jakarta"

"Jadi bagaimana saya bisa ketemu beliau?" Tanya Darren.

"Ceu ceu ada nomor telponnya kok..Tapi gak tahu yah..Masih aktif atau gak"

*Iya Bu..Kasih tau saya Berapa telponnya."

"Sebentar Ceu ceu ambilkan" Ucap Ceu Imah bergegas masuk ke dalam kamar.mencari selembaran kertas yang pernah Agam berikan ke Ceu Imah.

"Dimana yah kertas itu?" Gumamnya sambil mencari-cari di bagian kotak laci.

"Ooh ini dia" Secarik kertas yang sudah lusuh di temukan Ceu Imah.Lalu keluar memberikan kertas itu ke Darren.

"Ini Jang..Tulisannya sudah mulai buyar.Coba saja di salin ke HP"Ujar Ceu Imah.

" Terima kasih yah Bu.. Semoga saya bisa bertemu dengan ayah kandung saya, Oh ya Ibu namanya siapa?"

"Nama Ibu teh Ceu Imah"

"Ibu ada nomor telponnya?" Tanya Darren.

"ibu mah nggak ada nomor telepon,yang ada nomor telpon itu ponakan ibu, kalau mau ngomong sama ibu, telepon ponakan Ibu aja si Neneng" Jawab Ceu Imah melirik ke gadis di sampingnya.

"Oh Iyah. Boleh saya minta telponnya?"

"Iyah boleh boleh..Ini catat disini saja" Jawab Neneng memberikan hpnya ke Darren.Dan Darren pun menulis nomor telponnya di ponsel Neneng.Lalu Neneng memanggil balik melalui WA.

"Ibu dan Neneng saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih atas kebaikan kalian memberi info" Ucap Darren

"Tapi memang beneran Ini adang yang hilang waktu itu?"

"Saya adalah anak itu" Jawab Darren.

"Waaah..Pantas aja kasep"Jawab Ceu Imah.

" Maksudnya apa ya bu?"

"Kasep itu ganteng..karena ayahnya si Cecep juga gantengnya gak ketulungan" Ucap Ceu Imah tersenyum.

"Oke...Sekarang kami balik dulu yah bu..Terima kasih atas infonya" Ujar Deren beranjak bangun meninggalkan tempat itu. diikuti David dan Dani

Terpopuler

Comments

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

baru lanjut baca lagi nih, liat ada yang update 🤭

2024-05-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!