Di rumah sakit terlihat Rangga sudah siuman dan baru di pindahkan ke ruang rawat.
"Tap Tap Tap" Suara langkah-langkah kaki dari David dan Dani juga Darren memasuki ruangan rawat Rangga.
"Selamat sore Nak..."Sapa David melangkah masuk.Namun Rangga diam membisu.
" Bagai mana Rangga?Apa sudah membaik?"Tanya Dani.
"Sudah mendingan Om..besok juga sudah pulang kok"Jawab Rangga.
" Kak..."Panggil Darren.
"ini siapa yah?" Tanya Rangga bingung.
"Ini adalah anak angkat Papamu yang ia ambil sewaktu kamu hilang.Dan Dia juga yang kamu tabrak waktu itu.Tapi Darren selamat karena melompat dari motor saat kau tabrak" Jelas Dani.
"Aku aja gak ingat kejadian itu.Pandai sekali kau beralibi...kalau benar kau yang menabrak,atau yang membunuh Kekasihku,Awas saja kau yah..Akan aku buat perhitungan." Ancam Rangga.
"Sebaiknya kamu istirahat lagi nak.Kamu baru siuman" Ujar David.
"Gak usah sok perhatian.Pergi kau dari sini..Aku gak sudi punya Papa seperti kamu...Semua gara-gara kamu.Menjadikan aku tabrakan seperti ini"Ucapan Rangga menjadikan David melangkah keluar.
Tapi tidak dengan Darren.ia mendengar kata-kata usiran dari Rangga,Hatinya menjadi pedih.Walau pun hanya ayah angkat.ia tidak ingin Papa angkatnya di sakiti seseorang.Walau pun dengan Rangga anak kandungnya sekalipun.Hatinya terasa teriris-iris mendengar pengusiran Rangga ke Papanya.ia menatap tajam Rangga dengan tangan mengepal.
Dani yang merasakan ruangan itu menjadi tidak sehat,ia mengajak Darren keluar.
"Darren..keluar yuk cari makanan.kita ke kantin dulu.Om haus nih"
Ujar Dani.Darren mengikuti Dani ke kantin.juga di ikuti langkah David.
"Kita ke kantin dulu kak"Ajak Dani.
Mereka bertiga melangkah ke kantin.Dan mencari kursi masing-masing.
"Kamu mau pesan apa Darren?Pesanlah"Ucap Dani.
" Kak..Kok malah bengong?Ayo pesan"Dani menyodorkan menu ke david.
Tapi tiba-tiba air mata David menetes ke pipinya.Membuat hati Darren menjadi pilu dan menggenggam tangan Papanya.
"Pa..Sudah yah..jangan nangis..Waktu akan berjalan..ikuti saja apa maunya untuk kita langkahkan kaki ini ke depan" Ucapan Darren mengobati hati David yang terluka.David mengangguk dan menepuk-nepuk punggung Darren.
Pelayan pun datang membawa makanan dan minuman yang di pesan mereka.
"Ayo makan Nak.." Ujar David.
Mereka bertiga makan dan minum bersama di kantin itu.Tapi mata Darren menangkap seorang gadis yang ia kenal, dan selama ini ia mendekati gadis itu.
"Alina?" Gumamnya seraya beranjak bangun.
"Kamu mau kemana Nak?" Tanya David.
"Sebentar Pa..Aku kesana dulu" Jawab Darren bergegas ke arah Alina.
"Hei Darren..Kamu ada disini juga?Sapa Alina tersenyum.
" Iya..Aku disini Habis jenguk seseorang..Kamu sendiri?Siapa yang sakit?"Jawab Darren.
"Kakak sepupu aku..Ayo makan bersama" Ajak Alina.
"Ah..Gak usah..Aku juga lagi makan sama Papa dan om aku disana" Tunjuk Darren ke meja sebrang.
"Oooh gitu..Yah sudah..kita ngobrol- ngobrol aja klo gitu"
Ujar Alina,wanita yang di kenal selama 5 bulan ini.Hati Darren dan Alina sudah mulai tumbuh benih-benih cinta.Tapi mereka sama-sama memendamnya.Dan masih belum berani memperkenalkan ke keluarga masing-masing.
Disudut kantin sorot mata Kalisa yang baru saja tiba, menatap tajam ke arah Darren dan Alina.
" Sepertinya pria itu aku kenal?"Batinnya sambil terus menatap tajam.
Oooh Iyah iya...aku lupa.itu kan pria yang menabrak ida?Kenapa dia di lepaskan?Dan juga kenapa Alina bersama nya?Kurang ajar.Berani sekali kau dekati adik kembar aku"Geram Kalisa.
Sedangkan Alina baru saja menghabis makannya.Dan pergi meninggalkan kantin menuju kamar rawat Sonia kakak sepupunya.
"Kak..Sudah bisa makan kan?Aku bawa puding" Ujar Alina memberikan sepotong puding.
"Hmmm sudah bisa makan kok..Sudah sembuh juga..Dokter bilang besok kakak boleh pulang"
"Syukurlah kalau begitu kak..Sekarang kakak cobain dulu pudingnya.enak loh"
"Iya iya..."
"Hei Alina...Biar aku aja yang jaga Kak Sonia..Kamu pulang aja dulu.Besok baru kesini lagi jemput pulang kak sonia" Ujar Kalisa baru masuk ke ruang itu.
"Oke kalau begitu aku aku balik"
Sedangkan Kalisa duduk di kursi samping ranjang.
10 menit kemudian Kalisa keluar ruangan menuju ke ruang rawat yang tadi ia sempat mengikuti langkah Darren.Disitu Darren masih bersama Om dan Papanya sedang duduk.Kalisa menghampirinya.
"Hai Alina?Kamu kok belum pulang?Tadi katanya mau pulang?" Tanya Darren mengernyit nya keningnya.
"i..iyah..gak jadi..Sebentar lagi aku pulang kok..Tapi tadi ada yang kelupaan"
"Apa itu?" Tanya Darren.
"Nomor WA kamu kok tiba-tiba hilang dari HP aku...Coba kamu tulis lagi WA kamu" Kalisa memberikan HP nya ke Darren.Dan Darren menulis nomornya di HP itu.
"Nih..jangan sampai hilang lagi" Ujar Darren memberikan HP itu.
"Terima kasih yah..Aku permisi dulu" Kalisa pamit dan kembali ke kamar rawat Sonia.
"Aneh..Kok nomor WA bisa hilang" Gumam Darren.
Kalisa kembali masuk ke kamar Sonia.Disitu ia mendengar ribut-ribut kecil antara Sonia dan seorang laki-laki.
"Sebaiknya kamu angkat kaki dari pandanganku"
"Sayang..Aku gak ada apa-apanya sama Soraya.Lagian kan dia adikmu sendiri.Kenapa sih kamu cemburuan sama adikmu sendiri?"Ujar Rendi mencoba tenang.
" He Rendi..Aku itu udah liat sama mata kepalaku sendiri.Kamu pegang-pegangan tangan sama Soraya.Masih aja kamu ngelak.Dasar lelaki brengsek!"
"Aku cuma mau nolongin dia yang baru aja jatuh.Tangannya terluka.Masa segitu aja gak boleh.Toh dia adikmu sendiri loh.." Jelas Rendi.
"Aku gak mau tau..Pokoknya kita putus!!!Mata kamu aja berbeda kalau lagi pandangan sama Soraya.Masih aja gak mau ngaku" Hardik Sonia membelalakkan matanya.
"Sonia...dengar aku dulu..Aku gak mau putus sama kamu"
"Pergi dari sini!Pergi!Cepat pergi!" Tunjuk tangan Sonia mengarah ke pintu.
"Oke..Sekarang aku pergi...Tapi ingat..Kamu gak akan bisa lepas dari aku..ingat itu" Jawab Rendi.
"Jadi kamu mengancam?"Tiba-tiba Kalisa berdiri di hadapan mereka.Membuat Rendi terpekur.
" Kak Sonia akan selalu aman..Hati-hati ucapanmu lelaki brengsek!"Seru Kalisa membelalakkan mata.
"Kak.Sonia gak apa-apa kan?" Tanya Kalisa khawatir.
"Nggak..Kakak gak apa-apa..Kakak baik-baik aja..Kamu dari mana?"
"Habis jalan-jalan saja di luar.Habis bete kalau di kamar terus" Ucap Kalisa duduk di tepi ranjang
Sonia
Soraya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
Soraya pelakor kayak emaknya 😂
2024-02-19
0