EPISODE 14 Kalisa menemui Darren

Pagi menampakkan wajahnya dengan ceria.Dimana semua orang akan terbangun dengan semangatnya.Begitupun dengan Darren menggoyang goyang kan tangan dan badannya.

Darren meraih ponselnya di dalam saku.

" Dari Alina"Gumamnya.

"Halo.."Ucap Darren.

" Iyah hallo Darren.."

"Iya Alina..Ada apa?" Tanya Darren.

"Darren..bisa gak kita ketemu?"

"Kamu sudah kangen lagi sama aku?Baru kemarin kita ketemu" Senyum Darren.

"Iya aku kangen sama kamu..Kita ketemu lagi yah?"

"Dimana?" Tanya Darren.

"Terserah..Atau di taman dekat sini saja yah"

"Ok..Kapan?"Tanya Darren lagi.

" Sekarang bisa?"

"Sekarang? Oke oke..aku kesana sekarang" Jawab Darren menutup ponselnya.

"Oke Aku tunggu" Kalisa pun menutup ponselnya.

Awas saja kamu yah..Aku akan kasih kamu pelajaran...

Gerutu Kalisa seraya berjalan ke arah taman.

Sesampai di taman Kalisa berjalan mondar mandir sambil mengibas-ibaskan tangannya.

"Sayang...Kamu sudah lama?"

Tiba-tiba Darren sudah berdiri di belakangnya.

"Ah...Be..belum..baru saja" Jawab Kalisa gugup.

"Yuk duduk disana..Kamu mau ketemu aku mau ada perlu apa?" Tanya Darren.

"Nggak apa-apa..Aku mau ketemu aja"

"Hmmmm...Ayo duduk disini dekat aku" Ujar Darren.

Tapi Kalisa hanya diam di tempat.

"Alina?Kamu kenapa?kok diam aja?"Darren mengernyitkan keningnya.

" Hei...Alina?"Ayo dong..."

Ajak Darren menggamit tangan Kalisa yang langsung menepis nya.

Tiba-tiba Kalisa menyerang meninju wajah Darren.Namun dengan cepat Darren mengelak dan berbalik mencengkram tangan Kalisa.Dan Kalisa pun meronta-ronta melepaskan tangannya,namun cengkraman itu terlalu kuat untuk Kalisa.Tangannya tidak bisa dilepaskan dari cengkraman Darren.

"Kamu ini kenapa Alina? kamu kesurupan ?"

"Yah...Aku kesurupan.Aku ingin membunuhmu!Mengerti?!" Jawab Kalisa.

"Hei..kamu kesurupan makhluk apa kok jadi begini perasaan kemarin-kemarin kamu lembut" Tanya Darren heran.

Tiba-tiba kaki Kalisa menyerang Darren.Namun secepatnya Darren mencengkram kaki itu.Kini badan Kalisa membungkuk.Karena kaki dan tangannya dalam cengkeraman Darren yang belum mau melepaskannya.

"Lepaskan aku!" Teriak Kalisa.

"Sebetulnya kamu ini siapa?Kamu bukan Alina kan?Siapa kamu?" Tanya Darren.

"Aku bilang lepaskan aku!"

"Jawab dulu pertanyaanku, baru aku lepaskan!" Ucap Darren sambil mencengkram kaki tangan Kalisa dan bibir sambil melumat bibir Kalisa yang sontak saja matanya mendelik dengan jantung seolah ingin berhenti berdegup kencang.Pagutan bibir Darren yang begitu lembut membuat ia seperti patung.

"kalau kamu tidak mau bicara aku akan melakukannya lagi "Bisik Darren melumat nya lagi bibir Kalisa.

Kalisa tidak bisa bicara apa pun.kecuali hanya pasrah dan menikmati.

" Mau lagi?Enak sayang?"Bisikan Darren membuat Kalisa sontak saja melompat dan bangun.Setelah cengkeraman tangan kakinya lepas,ia kembali ingin menyerang Darren.Namun Darren menarik lengan lalu pinggangnya menempelkan dada Kalisa ke dadanya.hingga wajah mereka saling tatap dan Darren ingin melumat bibir merah Kalisa kembali.Namun tangan Kalisa menutup mulut Darren rapat-rapat sambil menutup matanya Kalisa teriak-teriak.

"Jangan...Jangan cium aku lagi...Stop!Simpan saja bibirmu itu!" Seru Kalisa membuat Darren menahan tawa.

"Jawab pertanyaan aku,sebenarnya siapa kamu? Mau dicium lagi?"

"Gak!!Gak!!Gak mau..Aku gak mau..iiiiiih...ngeselin amat sih"

"Ayo cepat jawab!"Seru Darren.

Namun bukannya menjawab,Kalisa malah mengeluarkan pisau lipat dan mencoba menikam perut Darren.Namun Darren yang selalu siaga,menangkap dan menekan pergelangan tangan Kalisa dengan keras.

Hingga pisau pun akhirnya jatuh.

" Siapa kamu sebenarnya?Dan kenapa kau berniat membunuh ku?"Suara Darren terdengar dingin.

"Karena kau yang membunuh saudara kami Ida.Kau lah penyebab kematiannya!" Seru Kalisa penuh dendam.

"Aku bukan pembunuh berdarah dingin.Aku pun punya perasaan.Jadi aku bukan pembunuh saudaramu.Silahkan kamu datangi kantor polisi yang pernah menahanku.Disana terdapat beberapa bukti.Kalau aku bukanlah pembunuh itu!"

"Bohong!"

"Sebodo amat mau percaya atau gak.Bukan urusanku.Gak ada untungnya buat aku" Seru DDarre

"Huuuh..Dasar lelaki brengsek" Gerutu Kalisa berlalu pergi.

Sedangkan Darren masih berdiri di tempatnya dengan mata memandang kepergian Kalisa.Lalu ia mengambil ponselnya di dalam saku.

Pantesan nomor WA nya ada 2.ternyata yang belakangan ini yang palsu.Tapi aneh,kenapa wajahnya bisa sama yah?Apa jangan-jangan mereka kembar?Kenapa Alina tidak pernah bicara sama aku kalau punya saudara kembar?

Gumam Darren sambil menelpon Alina.

"Alina..Aku mau tanya sama kamu"

"Tanya apa?"

"Seseorang mau membunuhku.Aku baru aja mengalami insiden"

"Loh?Siapa?"Tanya Alina.

"Tapi aku heran.kenapa wanita itu adalah kamu?"

"Maksudnya?Aku ingin membunuh kamu?Darren..Kamu masih kondisi sehat kan?Kamu gak sakit kan sayang...?" Tanya Alina heran.

Seseorang yang mempunyai wajah mirip kamu ingin membunuh aku.Apa kamu punya saudara kembar?"

"Yaaah..kalau wajah yang mirip aku paling cuma saudara kembarku saja Kalisa"

"Apa?Kamu punya saudara kembar?kalau begitu benar wanita itu saudara kembar kamu"

"Iyah Darren..Tapi kenapa pula Kalisa mau membunuh kamu?"

"Aku juga gak paham..Mungkin karena kematian ida saudara kamu Al...Mungkin mau balas dendam" Jawab Darren.

"Aduuuh..Kalisa itu..Masih aja gak mau berubah kelelakian nya." Gerutu Alina.

"Karena Aku pikir Kalisa adalah kamu,maka tadi aku sempat menciumnya" Jelas Darren.

"Apa?Jadi...Jadi kamu mencium Kalisa?Haaaaaah...kenapa kamu cium saudaraku...Haaaaah..Pokoknya aku gak mau tau...kamu harus ambil lg jejak kiss kamu" Celoteh rengekan Alina.

"Tapi kan aku gak sengaja Al..."

"Bodo amat..Pokoknya balikin ciuman kamu bawa kesini"

"Berarti aku harus cium Kalisa lagi dong?Terus balikin ke kamu?" Tanya Darren sambil tersenyum.

"iiiiih...Dasar...Kamu hanya boleh cium aku saja..Tau?"

"Iya iya..Nanti kamu juga aku cium yah" Ujar Darren tertawa.

"Awas yah kalau cium-cium saudara aku lagi"

"Iya iya...nggak...sekarang aku mau balik ke rumah..kamu matiin dong telponnya..."

"Kamu dulu yah matiin" Jawab Alina.

"Uuuust...kamu dulu.ayo cepat"

"Kamu dulu ah..."

"Iiih..Kalau di bilangin..ayo cepat tutup hpnya"

"Nggak...Kamu duluan aja"

"Iya yah....nih aku matiin"

"tututututut"Sambungan telpon pun terputus.

Darren kembali membuka Kontak bernama Agam(Cecep)yang diberikan Ceu Ima.

" Sebaiknya aku telpon sekarang.Sekedar mengobati rasa penasaran aku"Gumamnya menyambungkan telponnya ke Agam.Namun tidak di angkat.

"Kok gak di angkat-angkat sih?"

Gumam Darren seraya melangkahkan kakinya dan naik ke atas motor.

Belum sempat ia naik ke atas motor,ponselnya berdering.Di lihatnya panggilan dari Agam.

"Oh..ini dia...Dia telpon balik..." Seru Darren kegirangan.

Terpopuler

Comments

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

/Rose//Rose/meluncur

2024-05-12

0

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

terus aja sampai pagi /Joyful/

2024-05-12

0

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

waduh..., 11:12 si Darren & Rangga

2024-05-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!