Episode 5 17 tahun kemudian

Sesampai David di rumah yang di sewa Dani.Disana Dani sudah menunggu di halaman.

"David?itu anak siapa?" Tanya Dani terkejut membelalak kan matanya.

"Ini bakal jadi anak aku" Bisik David langsung masuk ke dalam rumah.

"Kau?Kau cari masalah aja Vid" Dani mengejar Kakaknya masuk ke dalam.

"Ini gantinya Rangga Dan..Aku kehilangan Rangga.Hati aku hancur" David meletakkan tubuh Adang yang tertidur di kursi tamu.

"Ka..ka..kamu nanti di tangkap polisi" Ujar Dani terbata.

"Tidak apa-apa..gak ada orang kok.Sudahlah.Sudah..Kamu urus saja surat anak ini.Aku namakan dia Darren"" Ucap David.

"Aduuh kak..Kakak baru aja keluar dari penjara.Apa gak takut?"

"Sudahlah Dan..Aku akan membesarkannya"

"i..i..iya Kak..nanti aku urus...Kakak hati-hati.takut ada yang ikuti kakak" Pasti yang punya anak sudah lapor polisi"Ujar Dani.

"Tenang aja.gak perlu khawatir..."

"Aku akan memberi kerjaan sama kakak.Aku baru buka konfeksi.Kerjaan Kakak cukup mencatat aja barang keluar masuk.Jadi Kakak bisa sekalian mengurus anak ini"

*****

Disisi lain terlihat Ceu Imah sedang mencemaskan kehilangan Adang hingga ia menangis-nangis.seminggu sudah Adang hilang.

"Sudah Ceu..jangan nangis terus atuh.Nanti malah ceuceu yang sakit" Tutur tetangga ceu imah.

"Gimana ceuceu gak nangis..Kasihan si Adang..mana luka di kaki tangannya belum sembuh bekas air panas kemarin.ceuceu sedih..hiks hiks hiks...kamu kalau ketemu si Adang,tolong kasih tau ceuceu" Ujar Ceu Imah menangis.

"Iyah Ceu..pasti saya kasih tau ceuceu kalau saya lihat"

"Ceu Imah?Ceu Imah sehat?"

Agam sudah di ambang pintu.Membuat mata Ceu Imah membelalak ketakutan.

"Maaf..Maaf..Ceuceu minta maaf" Ceu Imah duduk bersimpuh di hadapan Agam.

"Aduh..kok jadi gini?Maaf kenapa Ceu"

Agam mencoba membangunkan Ceu Imah yang bersimpuh.

"Seminggu lalu Adang hilang" Jawab Ceu Imah masih menangis

"Hah?kenapa bisa hilang?Astaga?"

"Maafin Ceu..ceu salah terlalu sembrono.tinggalin Adang di ruang tamu.Pas ceu ceu mau keluar,Adang sudah gak ada"Jelas Ceu Imah.

" Astaga Ceu..gimana sih ceu?Sembrono sekali ceuceu ini!Sekarang harus cari kemana coba?Aku cuma titipkan baru seminggu aja udah hilang.Gimana Ceuceu ini! Aaaargh.."

Agam meninju kan tangannya ke udara kosong membuang kekesalannya menahan tangis.

******

     17 tahun kemudian

Adang dengan nama lain Darren tumbuh menjadi pemuda tampan yang mirip dengan papa kandungnya bernama Agam.

Sedangkan David yang mencuri Darren dari tangan Ceu Imah yang di titip Agam.

David membesarkan dan mendidik Darren dengan keras.Termasuk latihan bela diri.

Siang itu Dani datang ke rumah David.

"Kak..Aku dengar kabar Rangga"

"Maksudnya kamu tahu Rangga dimana?"

"Aku juga baru dengar kak..Sejak kejadian Kakak dengan Wina,Rangga di masukkan ke panti asuhan dengan tetangga kakak.Dan setelah umur 5 tahun Rangga di asuh dengan ibu angkatnya bernama Bu Naomi.ini alamatnya"

Dani memberikan secarik kertas bertuliskan alamat dimana Rangga tinggal.

"Apakah anak itu masih mengenaliku apa bila aku menemuinya?"

"Rasanya gak mungkin Rangga mengenali Kakak lagi"

"Wah..Ada om Dani..Kapan datang Om?" Sosok Darren keluar dari kamarnya.

"Hei si ganteng ponakan Om..Baru aja Om datang.Gimana sekolah kamu?Sudah selesai?"

"Sudah Om.." Jawab Darren.

"Kamu mau teruskan kemana?"

"Aku mau langsung kerja Om.."

"Ooooh..Lantas gimana dengan bela diri kamu?" Tanya Dani lagi.

"Kemungkinan aku akan sibuk kerja Om..Sudah Dan 3 sih..Tapi aku off dulu" Jawab Darren

"Yah sudah..Biar bisa bantu-bantu Papamu.Btw udah punya pacar belum?" Ujar Dani tersenyum.

"Ah..baru pdkt Om..Hehehe"Jawab Darren tertawa.

" Ayo Dan..Aku mau ke alamat yang kau kasih"Ujar David sudah rapih berpakaian.

"Sekarang?" Dani mengernyitkan keningnya.

"Iya sekarang" Jawab David.

"Oke..Oke...Ayo" Dani meraih kunci mobil di sakunya seraya melangkah keluar naik ke dalam mobil.Di ikuti David.

Mobil perlahan keluar halaman menuju jalan raya.20 menit mereka sampai di rumah sederhana bercat dinding putih dan pintu bercat coklat tua.Mereka pun turun mengetuk rumah itu.Seorang wanita setengah baya membukakan pintu.

"Selamat siang bu..apa benar ini rumah bu Naomi?" Tanya David.

"Oh...Ibu Naomi sudah pindah ke sebelah Pak" Ujar wanita setengah baya.

"Di sebelah mana bu?"

"Itu disana.3 rumah dari sini yang cat kuning" Jawab wanita itu menunjuk ke barisan rumah sebelahnya..

David dan Dani meneruskan langkahnya ke rumah yang di tunjuk wanita itu.

TOK TOK TOK

Pintu di buka dengan wanita setengah baya berkaca mata.

"Mau cari siapa?" Tanya wanita itu.

"Saya mau cari ibu Naomi" Jawab David.

"Ada apa mencari saya?"

"Saya mau bicara dengan ibu"

"Mau bicara dengan saya?Ada apa?"

"Ini tentang Rangga bu" Jawab David.

"Ada apa dengan Rangga?Kalau begitu silahkan masuk" Jawab Wanita itu melangkah masuk.Di ikuti David dan Dani.

"Silahkan duduk"

Bu Naomi menghempaskan pantatnya duduk di kursi tamu.Begitu pun dengan David dan Dani pun ikut duduk.

"Begini bu..Ini perihal Rangga.Benarkah beliau menetap di rumah ini?" Tanya Dani.

"Rangga anak saya?Yah memang dia disini?Ada apa yah?"

"Begini bu..Kami cuma ingin ketemu saja.Karena saya ayah kandungnya Rangga" Ujar David.

"Apa?Ayah kandungnya?Bukannya ayah kandungnya di penjara seberat-beratnya?"

"Yah..Saya memang waktu itu di penjara.Tapi sudah keluar" Jawab David menunduk.

"Jadi Anda yang sudah membunuh istri anda?"

"Saya membunuh ada alasannya bu.."

Jawab David dengan bola mata memandang sosok pemuda yang baru masuk.Pemuda tampan dan tinggi berkulit kuning langsat.Mencium punggung tangan Bu Naomi.

"Kamu sudah pulang Nak?" tanya Bu Naomi memberikan tangannya.

"Iya Ma..Ma..mereka siapa?"

"Coba kamu duduk disini.Biar kita bicara sama-sama" Ujar Bu Naomi.

"Perkenalkan..ini Rangga anak saya"

Bu Naomi memperkenalkan Rangga ke David dan Dani.Namun air mata David langsung menetes.Ingin sekali ia memeluk anaknya Rangga.Namun tidak ada keberanian.Pastinya Rangga menolak.David memberikan salam tangannya ke Rangga.

"Ada apa sih Ma?Sepertinya ada yang serius?"

"Duduklah dulu Nak..Biar Om ini yang menjelaskan" Ujar Bu Naomi mengusap punggung Rangga. Dan Rangga pun duduk.

Bagi Rangga,sakit hati terhadap sang ayah sudah berakar.Baginya sudah tidak masalah mau punya ayah atau tidak.Hanya selama ini rasa ingin tahu yang mendesak hatinya.Selalu bertanya-tanya.Siapakah ayah kandungnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!