EPISODE 2

Setelah mencium Rangga,David melajukan mobilnya ke kantor.Namun ia tidak jadi ke kantor.David menepikan mobilnya ke pinggir jalan menunggu waktu.Sejam kemudian ia balik lagi ke rumah.

Aku harus menyelesaikan semuanya.Aku harus memberimu pelajaran perempuan jahanam!

Geram David melajukan mobilnya dengan cepat.

Sesampai di rumah,David segera turun dari mobil dan melangkah masuk ke rumahnya.Disitu sudah terlihat Wina sudah berdandan siap dengan pakaiannya yang sudah rapih.

"Loh kok kamu balik lagi?ada yang ketinggalan?" Tanya Wina.

"Mau kemana kamu?" David tanya balik.

"A...A..Aku mau a..arisan Vid.." Suara Wina terbata.

"Arisan sama siapa?"

"Yah sama teman-teman lah" Jawab Wina.

"Temannya pria atau wanita?"

"Aduuuh kamu itu vid..masa arisan sama teman pria sih..Yah semuanya ibu-ibu kok"

"He" Dengus David sinis.

Dengan dada yang bergemuruh,ia mencoba duduk menenangkan dadanya yang turun naik.Tapi tetap saja rasa itu tidak dapat ia tepis.Darahnya tetap mendidih.Sulit untuk menjadi dingin dalam sekejap.

"Kamu kenapa sih Vid?kok tumben pulang lagi?" Tanya Wina.

"Kamu tau kenapa aku balik lagi?"

"Yah mana aku tau Vid..Ada yang ketinggalan?"

"Kamu baca ini!" David melemparkan ponselnya ke meja.Untuk memperlihatkan chat yang ia baca semalam.David sengaja foto chat Wina dan Hans sebagai bukti kalau Wina tidak mengakui kesalahannya.

"Ayo baca cepat!! Jari David menunjuk ke ponsel.

Wina mengambil ponsel itu dan membacanya.Di lihatnya chat miliknya ke Hans yang kemarin.

"Jadi kamu buka-buka WA aku?" Tanya Wina dengan mata membelalak lebar.

"Kenapa memangnya?" Tanya David dingin.

"Lancang sekali kamu buka-buka WA aku!" Wina berbalik marah.

"Hei..Kenapa kau yang marah hah!!Harusnya aku yang marah.bukan kau!"

"Iya!! Kamu sudah lancang berani buka WA aku" Hardik Wina.

"Memangnya kenapa aku buka-buka WA kamu hah?!Kita sudah suami istri.kenapa harus di tutup-tutupi kalau tidak ada apa-apa!"

"Aku gak mau tau..pokoknya kamu sudah lancang.aku tidak suka cara kamu ini.Aku mau cerai!!" Teriak Wina.

"PLAK!" Tangan David melayang di pipi istrinya.

Sejak menikah 4 tahun lalu,baru kali ini ia melayangkan tangannya ke wajah istrinya.

"Kamu?kamu berani sekali menampar aku sekarang yah?"

Wina seakan tidak percaya apa yang suaminya lakukan saat ini.Yang ia tahu,David adalah sosok suami yang lembut.Mudah di dustai.

"Kenapa?Apa kurang keras?Hah?!" Hardik David.

"Aku mau cerai!Pokoknya aku mau cerai!!" Wina menangis sambil teriak.

"Kamu mau cerai sama aku?kamu mau nikah sama Hans?"

"Terserah aku mau nikah sama siapa aja.Bukan urusanmu!!!Aaaak..."

Suara Wina meringis sakit merasakan tangan David menarik rambutnya masuk ke dalam kamar.

"Lepaskan!!Lepaskan pengecut!!"

Teriakan Wina mengikuti langkah David yang menyeretnya masuk ke kamar.Pintu pun di kunci.

"Mau apa kau?!"Teriak Wina.

" Hatiku sudah tercabik-cabik atas perlakuanmu.Aku ingin kamu juga merasakan itu.Hatiku sudah terlanjur hancur...cur...!"

David mengeluarkan pisaunya dari tas kerjanya yang sengaja ia beli tadi.

"Sreet!" Suara sayatan pisau David menyayat lengan Wina.

"Aaaaaw..Dasar gila!!".Teriak Wina mulai gemetar.

" Breeet"

Suara sayatan di baju Wina,hingga kain pakaian Wina robek.Terlihat kulit mulus di dalamnya.

"Toloooong..."

Wina berteriak.Namun David menyumpal mulut Wina dengan kain.Dan mengikat tangan istrinya ke belakang.Wina semakin gemetar dan menangis tertahan dengan kain sumbatan mulutnya.

"Kamu harus merasakan sakitnya di khianati pasangannya sendiri.Terlebih dengan sahabatnya sendiri" Ujar David tertawa terkekeh.

Sedangkan Wina semakin ketakutan.ia memberontak tapi tidak bisa,karena tangannya sudah terikat ke belakang.ia pun sudah tidak bisa teriak lagi dengan sumbatan di mulutnya.ia hanya bisa menangis ketakutan dan gemetar.

"Sreeet..." Goresan kembali melukai dada mulus istrinya.

"Sudah lama aku menaruh curiga padamu.Bukankah pernah aku tegur sebelumnya sama kamu?Tapi kamu malah sengaja terus menerus ketemuan tiap minggu.Aku sudah korbankan hidupku terbuang dari keluarga gara-gara siapa hah?!"

Hardik David dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Wina yang semakin ketakutan.

"Sreeet.." Kembali sayatan itu melayang ke wajah Wina dengan luka memanjang.

"Perempuan jalaaang!"

Teriakan David membuat Wina benar-benar di landa panik dan menangis.

" Huf...hak..Hef.." Suara Wina tertahan.

"Sreeet..."

Kali ini membenamkannya di lehernya berkali-kali.Tikaman demi tikaman di selingi teriakan David.Mata David sudah gelap.

"Sraaatt...Sreeet Sraaat...Sreeeet.."

"Perempuan jalaaang!!" Perempuan jalaaang!!"Mati kau..!Mati kau..!!!"Umpat David.

Setelah di rasanya cukup banyak goresan-goresan,David menghentikan tangannya.Dengan nafas tersengal ia mulai menangis dan berteriak.

"Aaaaaargh..."

Emosi nya sudah tidak bisa di bendung lagi.ia merobek-robek tempat tidurnya dan melemparkan pisau itu.Lalu memegang wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis sekencang-kencangnya.

Saat itu juga ia meninggalkan kamar itu melangkah ke luar rumah menuju ke mobilnya.Dan mobil pun di lajukan ke kantor polisi.

Dan kini David sudah duduk di kursi berhadapan dengan polisi yang menginterogasinya.ia mengakui kesalahannya.

"Apakah anda menyesal dengan apa yang anda lakukan?" Tanya polisi sambil mengetik di laptop.

"Yah,Saya menyesal"

Jawab David walau sebenarnya hati kecilnya tidak ada perasaan menyesal.

"Anda tahu,kalau ini perbuatan yang salah dan melanggar hukum?"

"Yah..Saya tau" Jawab David dengan suara parau.

"Anda tahu kalau hukuman yang Anda dapati akan sangat berat" Tanya polisi masih dengan ketikannya.

"Yah..Saya mengerti"

Yang pada akhirnya David di kenakan hukuman 15 tahun penjara.

Didalam penjara hidup penuh kekerasan.Tidak ada satupun yang mau tahu kehidupan David saat ini.Karena ia mendapat julukan pembunuh berdarah dingin.Namun di penjara ini ia harus menerima perlakuan-perlakuan orang-orang dalam atau dari para Brengos.

"Bos..orang baru tuh" Ujar santo mencolek lengan Jarwo pria tinggi besar bertato seluruh badan.

"Hmm..kerjain yuk" Jawab Jarwo menghampiri David yang duduk di lantai tak beralas.

"Heh...Orang baru luh disini?" Tanya Santo songong.

Ucapannya tidak mendapat balasan dari David yang hanya diam.Dengan diamnya David membuat Jarwo dan Santo menjadi penasaran.Di senggol lengan David oleh Jarwo.

"Jangan diam aja luh..Gak tau gua siapa?hah?"

"Jawab luh jing...jangan diam aja.nyari gara-gara luh ama gua" Ujar Jarwo sambil melayangkan tangannya ke wajah David.

Namun David langsung mengelak.Dengan brutal dan membabi buta ia menyerang Jarwo sambil berteriak-teriak.

"Haaaaa.Bangs.t...Gua bunuh luh!!Hah..Gua bunuh luh Anj..g!!!

Teriakan David Membuat sipir datang menghampiri.

" Ada apa ini?kenapa buat keributan?Hah?Hentikan!hentikan!!"

Pak sipir membuka gembok rantai tahanan.Melerai perkelahian mereka.David di tarik keluar sel,di bawanya ke kantor lapas untuk di mintai keterangan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!